“ Kita adalah produk dari masa lalu yang kita ciptakan sendiri, namun kita tidak juga harus menjadi tawanan dari produk yang kita
buat. “
🥀Dimas Abimanyu Zafran 🥀
----------------
“ Aku akan membantumu untuk melupakan masa lalu-mu itu, dan menggantinya dengan kenangan indah yang akan selalu mengisi hari baikmu. “ Dimas
“ Apa kau yakin, mau menerima perjodohan ini? Sedangkan aku tidak mencintaimu. “
Adeline
“ Cinta bisa datang kapan saja, dan dari mana saja. Bisa dari orang-orang terdekat yang selama ini ada di sampingmu, dan juga dalam sosok seseorang yang baru kamu kenal. “ Dimas
“ Aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku, karena perasaan memang tidak bisa untuk dipaksakan. Tapi kau harus tahu, bahwa Aku sangat mencintai dan menyayangi dirimu melebihi nafas ku
sendiri. ” Dimas
-------------------
Cerita perjalanan cinta seorang Presdir BEM kepada gadis yang dijodohkan oleh mamanya sendiri, yang ternyata adalah Idolanya sendiri. Awalnya dia menolak perjodohan yang sudah berapa kali direncanakan oleh mamanya, namun mamanya mengancam dengan tegas kalau dia tidak menerimanya maka bersiaplah untuk ditendang dan dicoret dari Pewaris tunggal Keluarga Zafran. Dan setelah mengetahui kalau gadis yang dijodohkan oleh mamanya adalah gadis idolanya, maka dia bertekad untuk membuat sang idola mencintai dirinya.
Bagaimanakah kisah cinta mereka berdua,
apakah hati sang idola akan terpatri untuk
pemuda yang bernama Dimas?
Akankah sang idola melupakan masa lalunya setelah mengetahui bahwa cinta pertamanya adalah Kakak sepupu Dimas?
Cerita ini mengandung unsur komedi yang diciptakan oleh ketiga sahabat Dimas, yang selalu dibumbui dengan tingkah konyol dan bobrok mereka.
🌹Selamat Menyaksikan🌹
IG: @dyaagm_17
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sandyaagamputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Mahasiswi Baru
Udara pagi yang masih menembus kalbu membuat kedua mata ini enggan untuk memulai pembicaraan.
Ketika mentari yang masih malu untuk memunculkan sinarnya dan embun yang terlihat sedang menari nari di atas daun segar. Namun langkah langkah kaki yang bersemangat mulai memecahkan keheningan dan berbagai jenis aktivitas mulai berdatangan di pagi yang sangat menyenangkan ini.
Terlihat dari kejauhan pemuda tampan yang berjiwa kepemimpinan sedang duduk manis menunggu seseorang. Pemuda itu menunggu seseorang sejak setengah jam yang lalu sembari memainkan ponsel canggih nya.
***
"Lama amat sih ini anak!" ucap Dimas. Ya dia adalah Dimas yang sedang menunggu para cecunguk dengan tidak sabaran.
"Awas saja ya!! Jika dia terlambat lagi. Gue bakal cincang halus daging nya terus gue rebus buat di jadiin bakso guling"
Dimas terus mengomel tak jelas(seperti emak kompleks yang sedang bergosip ria dengan tetangga tetangga yang super berisik nya minta ampun. Ketika dia hendak berdiri dari duduk nya terlihat dari arah berlawanan ada sosok makhluk yang memanggil nama Dimas dengan nyaring.
"DIMAS"
"Lah baru muncul nih orang"orang tersebut berlari ke tempat Dimas. Saat sudah sampai mereka merekahkan senyuman manis untuk Dimas agar Dimas tidak memberi tausyiah dadakan untuk saat ini.
"Kalian kenapa terlambat lagi?"kesal Dimas mendaratkan bokongnya kembali dengan kasar.
"Hehehehe terlambat bangun Dim"ucap Devan tertawa canggung.
"Loh jangan marah dong Dim"ucap Xello yang duduk di sebelah Dimas.
"Kita punya informasi penting buat lo. Maka nya kita semua terlambat datang Dim"ucap Brayen mencondongkan tubuhnya ke arah Dimas.
"Informasi apaan?"tanya Dimas mulai tertarik.
"Informasi ini penting banget buat lo Dim"ucap Xello bertele tele.
"Iya apaan informasi nya dodol"
"Gue sudah tahu identitas dari mahasiswi baru itu"ucap Xello tersenyum miring menatap Dimas melihat bagaimana reaksinya.
"Xello!! Kalau lo masih betele tele mendingan gue ke kelas saja"Dimas hendak berdiri tapi langsung di tahan oleh tangan kekar Devan dan Brayen.
"Nama gadis itu adalah Adeline,Natalie,Alice dan satu lagi siapa Ray?"tanya Xello menatap wajah Brayen.
"Belinda"ucap Brayen tersenyum simpul.
"Hanya itu. Hanya itu informasi yang kalian dapatkan"Dimas berdiri dan berjalan menuju kelas meninggalkan para cecunguk.
"Emangnya kenapa Dim?"tanya Xello yang menyesuaikan langkah besar kaki Dimas.
"Kalian enggak tahu. Kan hari ini dia pertama masuk kuliah"ucap Dimas santai.
"Lo darimana tahu kalau dia sekarang masuk kuliah?"
"Ra-ha-sia"
Mereka sudah duduk di bangku masing masing. Hari ini mereka belajar dengan dosen cantik si ratu tiktok yang semakin hari semakin menggoda iman. Pada saat bu Santi memulai pelajaran nya terdengar seseorang dari luar mengetuk pintu kelas.
Tokk.....tok...tokkk
Bu Santi berjalan ke arah pintu dan membuka pintu dengan lembut.
"Maaf buk. Ada mahasiswa pindahan dari Korea"ucap seseorang dari luar pintu yang tersenyum nakal menatap bu Santi.
"Baik pak. Silahkan masuk dan perkenalkan nama kalian"ucap bu Santi menutup pintu kembali dan berjalan ke depan papan tulis.
"Adeline"
"Belinda"
"Nathalie"
"Alice"
Saat suara yang tidak asing itu terdengar ditelinga Dimas yang muncul dihadapannya dan memperkenalkan diri sebagai mahasiswi baru. Dimas menatap wajah cantik dari gadis itu dengan seksama. Dia seperti mengenal wajah dan suara itu tapi dimana? Kalau dimiripkan dengan idola cantik nya mereka tidak mirip. Dan lagi isu tentang idolanya sudah menikah dan break dari dunia industri hiburan.
Gadis ini seperti pernah bertemu tapi dimana ya???
Ahhhh pria ini lagi. Ternyata dia kuliah disini juga
"Baik ada pertanyaan?"tanya buk Santi menatap
mahasiswa dan mahasiswi yang tercengang dengan kecantikan alami dari Adeline dan sahabatnya.
"Saya bu"Xello mengangkat tangan kanan nya untuk bertanya.
"Silahkan Xello"ucap bu Santi yang tahu tujuan dari murid nakalnya ini.
Xello berdiri dari kursinya dan menatap intens satu persatu mata mereka. Menggenggam erat tangannya dan menggerakkan ke kanan dan ke kiri secara lembut.
"Oh kamu yang begitu sangat manis.
Bibirmu seksi tapi sangat tipis.
Ingin sekali aku lukis.
Tapi tidak jadi karna kebelet pipis.
Oh kamu yang begitu centil.
Hidung mu lebar tapi sangat mungil.
Ingin sekali isi nya aku ambil.
Tapi tidak jadi karena itu adalah upil
Oh kamu body nya yang bahenol.
mirip sekali dengan gitar spanyol.
Di sisi lain ada berbenjol.
Habis ke jedot ya? kok jidatnya berjendol.
Seperti makanan yang namanya cimol.
Semua makhluk yang berada di kelas tertawa terpingkal pingkal mendengar puisi dadakan yang begitu lucu dari Xello. Tapi tidak dengan seseorang yang berada di sudut kelas. Dia mengepalkan tangan nya menahan amarah yang sudah memuncak.
Awas kalian aku akan buat perhitungan untuk kalian. Berani beraninya kalian mengambil mangsa ku
"Sudah sudah. Sekarang kamu boleh duduk Xello"
"Baik sayangku"ucap Xello tersenyum nakal.
"Kalian boleh duduk di bangku yang kosong dekat Celine"tunjuk bu Santi ke bangku yang berada di belakang Celine and the gang.
"Baik bu"ucap Belinda mewakili para sahabat nya.
Pelajaran bu Santi berlangsung dengan tenang dan sesekali bersenda gurau. Mereka kalau dengan bu Santi tidak seperti belajar pada umumnya tapi lebih tepatnya menghafal gerakan tiktok yang ditampilkan bu Santi saat mengajar di depan papan tulis. Dua puluh menit kemudian pelajaran yang mengasyikkan itu sudah selesai bu Santi keluar ruangan dan mereka juga pergi ke kantin untuk mengisi perut kosong yang sedari tadi terus berdemo meminta jatah untuk makanan.
Di kantin
"Ternyata cowok ganteng yang manggung di cafe itu kuliah di sini juga ya"ucap Alice menatap satu per satu sahabatnya.
"Iya,selain suara nya yang enak didengar mereka kalau dipandang lebih dekat cakep banget ya"ucap Belinda menatap Adeline dengan gelagat aneh.
hyysdyya ini akan td iy$: yang rwai
"Lo kenapa Del?" tanya Nathalie menepuk bahu Adeline lembut.
"Lo ingat kan! Gue pernah cerita kekalian. Kalau gue enggak sengaja nabrak mobil orang?"tanya serius Adeline.
"Iya terus masalah nya apa?"tanya Belinda.
"Mobil orang yang gue tabrak adalah mobil salah satu cowok yang kalian bicarakan"
"Apa!"pekik mereka bertiga terkejut.
"Jadi begini ceritanya"Adeline menceritakan kronologis waktu dia menabrak mobil Dimas. Dan perjanjian ganti rugi yang belum di tentukan.
"Terus lo? Kasih begitu saja no ponsel lo ke dia"tanya Alice mendekatkan wajahnya ke depan wajah Adeline.
"Iyalah kan dia yang minta. Terus gue kasih dong"ucap Adeline menyingkirkan wajah Alice dari hadapannya.
"Maksud si Alice. Selama ini kan elo enggak pernah kasih no ponsel ke sembarangan orang?"
"Kalau itu lo tenang saja"ucap Adeline tersenyum simpul.
"Ah sudahlah lo pesan makanan gih. Cacing perut gue udah meronta untuk di isi nih"ucap Alice memegang perutnya dengan tatapan sedih.
"Iya iya yang tukang makan"ketus Belinda berdiri dari duduknya.
"Kalian pesan apa?"tanya Belinda.
"Gue soto ayam sama jus jeruk nipis"ucap Nathalie.
"Gue nasgor sama jus jeruk"ucap Adeline.
"Gue ayam geprek sama es teh manis"ucap Alice.
"Oke gue pesan dulu ya"ucap Belinda pergi meninggalkan mereka untuk memesankan makanan sahabat nya. Lima menit kemudian pesanan datang dengan pelayan yang membawakan makanan disamping Belinda.
"Taruh sini mbak"ucap Belinda menunjuk meja yang di isi oleh sahabat nya.
"Baik non"pelayan meletakan satu per satu makanan yang dibawanya ke atas meja.
Jangan dibayangin,takutnya malah tergoda 😂😂🤣🤣
"Selamat makan"ucap Alice mengambil makanannya dan langsung melahap dengan rakus.
"Lis kalau makan pelan pelan dong"ucap Nathalie memutar bola mata keatas karena melihat sikap Alice yang bobrok saat makan.
"Enggak bisa gue lapar banget"ucap Alice berbicara dengan mulut penuh.
"Permisi boleh gabung"ucap seseorang dari arah belakang mereka.
Perasaan gue kagak enak ini mah
[Bersambung]
Aamiin