NovelToon NovelToon
Sejuta Cinta Dari Suami

Sejuta Cinta Dari Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:102.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tinayuni

Pernikahan adalah hal yang diinginkan banyak orang, sayangnya pernikahan Aina Putri Arman tak semulus seperti yang di harapkan sebelumnya.
Calon suaminya tidak datang dan akhirnya, Davian Kin Sanjaya menggantikan posisi calon suami Aina di pelaminan.

Adakah sesuatu yang membuat calon suami Aina tidak hadir dalam pernikahannya sendiri?

Lalu bagaimana kehidupan rumah tangan Davian dan Aina selanjutnya?

Sekuel dari Takdir Janda Muda.

Ini adalah cerita hiburan semata, semoga suka😊🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Tatapan itu

Aluna masih melamunkan hubungan selanjutnya Aina, Davian dan Alee. Jika Alee tahu bahwa wanita yang dia cari adalah kakak iparnya bagaimana? Itu semua telah membuatnya pusing.

Mungkin saat ini ia harus mencari waktu untuk bicara dengan Davian. Dia pria yang bijak dan jika hanya dibayangkan saja, hanya akan mengulur waktu tanpa ada kepastian akan hal ini.

"Pesanan Nona sudah siap!" ucap seorang pelayan pria yang membawakan sekotak pizza padanya.

"Oh, okay thank you very much!"

Aluna berjalan keluar dan kembali ke kantor Davian untuk memberikan pizza itu.

"Hei, kau darimana?" tanya Davian pada Aluna yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.

"Beli ini!" ucapnya sambil menikmati permen lolipop di mulutnya." Ini pizza buat kalian, aku akan pulang dulu, masih banyak tugas yang harus aku kerjakan!"

"Kau tidak makan bersama kami dulu?"

"Tidak kak Aina, ini gratis buat kalian berdua. Aku pulang dulu, Assalamualaikum,"

"Waalaikumsalam." Jawab Aina dan Dav bersamaan.

Tangan Aina sibuk membuka pizza yang dibawakan Aluna, dan aromanya sudah mulai menggoda perutnya.

"Apa yang kau lihat. Ambillah!" ucap Aina sembari tangannya mengambil satu potong pizza ukuran penuh.

"Kau tidak mau menyuapkan untukku!"

"Manja sekali," Aina enggan melakukannya, tapi akhirnya," buka mulutmu!"

Sambil mengunyah, Dav masih di sibukkan dengan beberapa dokumen yang ada di bawah tangannya. Ada beberapa yang menunggu untuk dia tanda tangani hari ini. Aina hanya menatapnya dan membatin bahwa suaminya ini benar-benar pria workaholic. Apa tidak bosan melakukan pekerjaan setiap hari.

"Setelah ini kita akan ke rumah papamu lebih awal. Jadi kau bisa lebih lama berada di sana nanti!" melirik Aina.

Aina menghela," Iya, Vi. Thanks. Oh ya, siapa wanita yang tadi bersamamu?"

Bibir Aina berdecak setelah mengatakan pertanyaan itu. Padahal tadi dia sudah menahan di hati dan kepalanya bahwa ia tidak akan mengeluarkan pertanyaan itu, dan kenapa sekarang mengalir begitu saja.

"Oh, Sivani. Dia ... mantanku!"

"Astaga mantan lagi! Kenapa pria ini suka sekali punya banyak wanita?" gumam Aina dalam hati. Raut wajahnya tampak begitu kesal dan Dav bisa melihatnya dengan cukup jelas." Aku masih ada kerjasama dengannya jadi,"

"Aku tidak bertanya!" sahutnya dengan cepat. Satu gigitan pizza berhasil membuat wanita itu sibuk dan mengalihkan perhatian Dav akan raut wajahnya yang berubah.

"Aku masih lapar, beri aku satu suap lagi!"

**

Langit sudah mulai memunculkan semburat warna Oranye yang begitu indah, Aina menikmatinya dari balik jendela kaca ruangan Dav yang berada di lantai teratas.

Ia berdiri dengan melipat tangannya di depan dada, kagum akan lukisan Tuhan yang begitu indah untuk cuaca cerah di sore hari.

"Kau mau kita berangkat sekarang?" Dav berdiri tepat di belakang Aina. Matanya mengikuti gerak mata Aina yang menatap pada cakrawala jauh di depannya.

"Sebentar lagi. Mungkin saat ini mamaku belum sampai di rumah!"

Dav maju selangkah dan duduk di pinggiran jendela kemudian menatap Aina dengan tangan terlipat di atas perutnya.

"Kenapa harus menunggu mamamu datang. Bukankah lebih baik jika kita datang sebelum mama tirimu itu sampai di rumah?"

Dengan tatapan penuh, Aina melihat mata Dav yang berpendar terkena bias cahaya senja sore itu. Garis rambutnya terlihat rapi, hidung mancung nya bertengger pada tempatnya dengan begitu sempurna.

Tak terasa jari telunjuk Aina menggarit alis tebal milik Dav dan menemukan segaris luka di sana.

"Kau pernah terjatuh?" tangannya masih menunjuk luka berbentuk garis putih di alis Dav.

"Pernah," tangan Dav menarik pinggang Aina dan mendudukkan tubuhnya pada pangkuannya." Saat itu aku sedang main bola bersama Abi, dan saat aku hendak mengambil bola di bawah pohon Douglas Fir, aku terkena rantingnya dan seketika berdarah. Entah kenapa bekas lukanya tidak pernah menghilang setelah itu."

"Jangan mengambil kesempatan, Vi!"

Dav berdecih," Bukankah kau menikmatinya, lihat saja tanganmu melingkar di leherku!"

Segera tangan wanita itu terlepas dari leher Dav yang entah sejak kapan dua tangannya melingkar di sana. Memalukan. Pikir Aina.

Jantungnya kembali berdetak kencang saat dirinya harus berdekatan dengan pria itu.

"Wait. Apa kesanmu saat pertama melihat lukaku ini. Apakah seksi?"

"Hmmm. Luka itu memang sangat pantas berada di sana, kau bertambah tampan karenanya!" Aina beranjak berdiri dari pangkuan Dav dan kemudian Dav ikut berdiri juga dan menyambar jasnya yang berada di sandaran kursi putar nya.

"Terima kasih pujiannya, tapi kau tidak perlu berbohong untuk itu," pria tegap itu mengenakan jasnya dengan rapi pada tubuhnya." kita akan berangkat sekarang. Alangkah lebih baik jika mamamu tidak mengetahui jika kita berada di sana sekarang!"

Apa yang dipikirkan Dav, Aina tidak tahu. Tapi kali ini dia percaya pada pria itu, yang penting sekarang bertemu dengan papanya lebih penting dan menghadapi kemarahan mama tirinya adalah urusan belakangan.

Dalam hati Aina selalu berdoa dan berharap, saat dirinya bertemu papanya, keadaan papanya lebih baik daripada sebelumnya. Itu saja yang selalu ia ingin kan untuk pria yang sudah membuatnya lahir ke dunia ini.

Jika keadaannya sebaliknya, bagaimanapun caranya ia akan meminta Dav membawa papanya keluar dari rumah itu.

"Bagaimana jika kita membawa papa pulang ke rumah?" pertanyaan Dav telah menjawab apa yang Aina pikirkan baru saja.

"Kau tidak punya rencana lain untuk papaku kan?"

"Hei, aku sudah punya segalanya, lalu apalagi yang aku inginkan dari ayahmu? Melihatmu bisa bersama papamu saja sepertinya itu akan lebih membuatku tenang."

"Jika kau bisa membawa papaku berada di sisiku, aku akan sangat berterima kasih kepadamu, Vi."

Cahaya indah terlihat pada mata Aina, membuat Dav bisa tenang karena sepertinya memang itulah yang diinginkan istrinya.

'Jika itu membuatmu bahagia, maka aku akan melakukannya, Na. Apalagi yang bisa dilakukan suami selain memberi kebahagiaan untuk istrinya.'

Dav membelokkan mobilnya di pelataran rumah Metta.

"Mobil mama belum ada, sepertinya dia memang belum kembali dari kantor!" kata Aina saat dirinya melihat parkiran mobil di depan rumah masih kosong.

Seorang pria berlari mendekati mobil Dav, dan dia adalah Paman Firman.

"Paman!" panggil Aina seraya keluar dari mobil dan memeluk pria yang notabene adik ayahnya itu.

"Aina. Aku senang bertemu denganmu!" Firman melepas pelukan Aina dan mengusap kecil ujung rambut keponakannya itu.

"Tuan Dav, maaf sejenak aku melupakan dirimu karena aku sangat rindu pada keponakanku ini!"

Dav hanya tersenyum saja untuk menanggapi pernyataan dari Firman.

Kini mereka masuk ke dalam rumah dan langsung saja menuju ke dalam kamar dimana Arman di rawat.

"Maaf Tuan, Nyonya Metta belum datang, aku tidak bisa mengizinkan kalian masuk ke dalam kamar!" kata seorang perawat pria yang bertugas menjaga dan merawat Arman siang dan malam.

"Berapa Nyonya Metta membayarmu sampai kau tidak mengizinkan putrinya melihat keadaan papanya sendiri," Dav memegang pundak perawat itu dan dibubuhi tatapan mata elangnya yang telah berhasil membuat perawat muda itu bergetar tubuhnya.

Dalam satu tarikan napas, tangan perawat itu berhasil membuka pintu kamar Arman dan mengizinkan Davian dan istrinya masuk ke dalam kamar.

"Jika kau ingin pipis, segeralah sekarang juga sebelum kau membasahi lantai mengkilat dibawahmu ini!" Firman menyeringai pada perawat pria itu sebelum masuk ke dalam kamar Arman mengikuti keponakan dan suaminya.

"Mungkin besok aku akan mengundurkan diri saja. Sialan!" umpat perawat itu dalam hati.

1
Indrayani setiadi
tokoh utama wanita Aina menyebalkan dan keras kepala
untuk penjahatnya tidak di hukum
jd kurang gereget dan kurang puas endingnya..
Nurmiati Aruan
lama-lama nyebelin si Aina ini
Jade Meamoure
author berhasil membuat tokoh wanita yg paling menyebalkan 🤣🤣🤣 kalo d dunia nyata dah d mutilasi ini 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
bodoh eh
ega cempluk
Aina ni ngeyel di bilangin
Devi Ratna Sari
penasaran
Devi Ratna Sari
suka😍😍😍😍
🔵🌼⃝⭕Tunik
kereeeeeeen
fiona azzahra
mampir.....
Rozh
💓
Onih Sumarni
mau dong punya suami kya davian
Onih Sumarni
jangan jangan nanti alle jatuh cinta sama aluna
Onih Sumarni
davian sabar banget
Bly_mput
FIKS HARUS SEASON 2 AKU GAK NGEH AGAK KURANG PAHAM
budiarti halim
ko ceritanya mikin jengkel
CR⃟7Naikenz *🎯Hs
semangat mom cz 😍😍
Darah Biru (Bangsawan)
mantap kak ❤️ semongko~
Cahyaning Wulan
serius tamatnya begini doank ???
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: serius kak, kalo kepanjangan jadi ruwet nanti🤭🙏 makasih sudah setia baca Aina Davian 😊
total 1 replies
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ-ᴺᵘᵗ
TAMAT KAHHH
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: iya nut
total 1 replies
Onih Sumarni
aku mampir thor
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: makasih kak😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!