NovelToon NovelToon
Dicari: Pria Yang Siap Menikah

Dicari: Pria Yang Siap Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:822
Nilai: 5
Nama Author: Meyrna Pratiwi

Katie Wilson sudah lelah dengan drama kencan yang selalu berujung gagal. Dia ingin segera menemukan pria yang serius untuk menikah. Karena merasa tidak berbakat menilai laki-laki, Katie meminta bantuan sahabat lamanya, Mark Barrington, untuk menjadi "konsultan" pribadinya.

Rencananya jelas: Mark bertugas menyeleksi kandidat pria dan melatih Katie agar tampil lebih memikat saat berkencan. Mark pun setuju, apalagi itu artinya Katie akan mempraktikkan semua pesonanya hanya kepada dirinya.

Namun, situasinya jadi kacau saat "ciuman latihan" yang mereka lakukan terasa terlalu nyata. Katie mulai bingung dengan perasaannya sendiri, sementara Mark mulai kesulitan bersikap profesional sebagai pelatih.

Sekarang, Mark harus berjuang meyakinkan Katie bahwa dia tidak perlu mencari pria lain. Sebab, suami yang selama ini Katie cari sebenarnya sudah ada di depan mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyrna Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Satu-satunya hal yang memenuhi isi kepala Katie Wilson saat ini adalah ia ingin Mark Barrington menciumnya. Namun, ego wanita dalam dirinya menolak keras jika Mark sampai tahu seberapa besar ia menginginkan hal itu.

"Santai saja, Katie. Jangan kelihatan tegang," bisik Katie pada dirinya sendiri.

Mark mencondongkan tubuhnya ke depan, mengikis sisa jarak di antara mereka. "Masih menganggap adegan di layar TV itu terlalu berlebihan?"

"Tidak juga," sahut Katie, mencoba mendongakkan kepala menantang tatapan Mark. "Aku cuma... sedang berpikir."

"Berpikir tentang apa?" tanya Mark lirih, sepasang matanya yang berkilat jenaka kini mengunci seluruh pandangan Katie.

"Tentang latihan ini," bisik Katie. Napasnya mulai memburu saat merasakan kehangatan tubuh Mark kembali mengepungnya. Aroma parfum modern pria itu yang maskulin perlahan memenuhi indra penciumannya, mengacaukan akal sehatnya.

Mark tidak menjawab lagi dengan kata-kata. Tangan besarnya bergerak perlahan, merayap naik ke bahu Katie, lalu jari-jarinya yang hangat dengan lembut menangkup bagian belakang leher wanita itu.

"Mark..." panggil Katie parau, tanpa sadar membasahi bibir bawahnya sendiri yang terasa kering.

"Diamlah, Katie. Katanya kamu mau belajar memahami laki-laki?" bisik Mark tepat di depan wajahnya. "Anggap saja ini bagian dari kurikulum."

Katie menarik napas dalam-dalam, kelopak matanya terasa berat untuk tetap terbuka. Tubuhnya bergerak maju secara refleks, memberikan undangan tanpa suara yang sudah ia pendam sejak pertama kali melihat pria ini duduk di hadapannya.

Mark menarik tubuh Katie hingga semakin rapat. Detik berikutnya, bibir hangat Mark akhirnya menyentuh permukaan bibir Katie.

"Ah..." Katie tersentak kecil di dalam dekapannya saat sensasi seperti sengatan listrik mendadak menjalar di balik kulitnya.

Mark mengabaikan protes kecil itu. Ia menuntut lebih dalam, menggerakkan bibirnya dengan lembut namun pasti, menangkup bibir Katie dalam sebuah ciuman hangat yang membakar yang seketika membuat seluruh wajah Katie merona merah.

Ciuman itu mendalam, membuat Katie Wilson merasa pusing dan benar-benar kehilangan orientasi arah. Tangannya mencengkeram bahu tegap Mark Barrington, mencari pegangan di dunia yang mendadak terasa berputar.

"Mark..." desah Katie tertahan saat tautan bibir mereka sedikit terurai.

"Diamlah, Katie. Ikuti saja," bisik Mark parau.

Tangan hangat Mark mulai menyelinap masuk ke balik kaus yang dikenakan Katie, menyentuh kulit di sekitar tulang rusuknya. Katie seketika membeku, detak jantungnya bertalu jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Sensasi sentuhan itu terasa begitu panas dan menuntut.

"Tunggu, Mark—" Katie mencoba bersuara, namun Mark kembali membungkamnya dengan ciuman yang jauh lebih intens, menuntut balasan yang membuat pertahanan Katie runtuh seketika.

Namun, ketika Mark mulai bergerak lebih berani dan berniat mengangkat ujung kaus yang dikenakannya ke atas, rasa panik mendadak menyergap benak Katie. Kesadarannya ditarik paksa kembali ke realitas. Ia belum siap untuk melangkah sejauh ini, terlebih membiarkan pria itu melihat tubuhnya secara langsung di bawah pendar cahaya lampu ruang santai yang modern ini.

"Mark, berhenti! Aku bilang berhenti!" seru Katie sambil mendorong dada pria itu dengan sekuat tenaga hingga pautan mereka terlepas sempurna.

Mark tersentak, napasnya memburu dengan mata yang menggelap oleh gairah yang tertahan. "Ada apa, Katie? Kenapa tiba-tiba?"

"Aku... aku tidak bisa melakukan ini," ujar Katie dengan napas tersengal-sengal, buru-buru menarik turun kembali ujung kausnya yang sempat tersingkap. Wajahnya memerah, bukan lagi karena romansa, melainkan karena kombinasi antara rasa malu dan panik yang luar biasa.

"Bukankah tadi kamu bilang ingin belajar bagaimana rasanya berkencan?" tanya Mark, mencoba mengatur ritme napasnya sendiri sambil menatap Katie dengan dahi berkerut bingung.

"Ya, berkencan! Bukan langsung melompat ke tahap ekstrem seperti ini!" balas Katie ketus, suaranya sedikit bergetar. Ia menggeser duduknya hingga ke ujung sofa, menjauhkan diri dari jangkauan fisik Mark yang masih terasa terlalu mengintimidasi akal sehatnya. "Kurikulum latihan malam ini sudah selesai, Mark. Cukup sampai di sini."

Mark pasti terbiasa bersama wanita-wanita dengan tubuh yang mendekati sempurna. Katie merasa dirinya sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan standar setinggi itu. Pikiran bahwa Mark mungkin akan merasa kecewa saat melihatnya langsung membunuh sisa-sisa gairah yang sempat tertinggal di benak Katie. Ia harus memikirkan cara untuk mundur tanpa terdengar seperti seorang gadis suci yang sok panik atau wanita penggoda yang tidak bertanggung jawab.

"Aku bukan wanita kolot yang sok suci," cetus Katie tiba-tiba, suaranya terdengar bingung oleh ucapannya sendiri.

Kenapa kata-kata itu malah keluar dari mulutku? batin Katie merutuk. Kenapa pikirannya tidak bisa sinkron dengan bibirnya?

Mark menatapnya perlahan, seolah sedang mengumpulkan kembali fokus kesadarannya setelah interupsi mendadak tadi. "Tidak, Katie." Mark menghela napas, mengendurkan ketegangan di pundak. "Apapun penilaian orang tentang dirimu, kamu sama sekali bukan wanita kolot yang sok suci."

"Lalu menurutmu aku ini apa?" tanya Katie, menuntut kejelasan.

"Kamu hanya... Katie," jawab Mark singkat. Ia sedikit bergeser, menarik tubuh Katie dengan lembut agar kembali bersandar dengan nyaman di sisinya, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke arah layar Smart TV. "Sudahlah, ayo kita lanjut menonton."

Katie mengamati kalimat Mark di dalam kepalanya, bertanya-tanya apa maksud pria itu sebenarnya. Memangnya apa salahnya dengan respons ciumanku tadi? Bukankah aku sudah meresponsnya dengan benar? Sebuah pemikiran yang menciutkan nyali sempat terlintas, tetapi ia menolak untuk terus memikirkannya.

Mark tahu kalau aku tidak punya pengalaman dalam hal mencium laki-laki. Aku sendiri yang mengatakannya tadi. Jadi, dia tidak perlu terkejut kalau teknikku masih sangat amatir.

"Mark," panggil Katie pelan, matanya menatap jemari tangan Mark yang beberapa menit lalu sempat mengacaukan seluruh emosinya. "Menurutmu, apakah teknik kencanku bisa berkembang?"

Mark meliriknya sekilas tanpa melepas dekapannya. "Tentu saja. Semua hal butuh waktu dan sedikit kesempatan, Katie. Kamu akan belajar dengan sangat baik."

"Benarkah?" sebuah binar antisipasi yang menyenangkan mendadak memenuhi dada Katie.

"Ya. Dan kurasa proses belajarnya tidak akan membosankan," sahut Mark dengan senyum tipis yang sarat makna.

Katie bersandar lebih rileks, menikmati kehangatan dan tekanan nyaman dari tubuh Mark yang berada di dekatnya. Di dalam hati, ia harus mengakui satu hal: dalam urusan kurikulum kencan ini, Mark Barrington ternyata adalah seorang guru yang hebat. Dan ia pasti akan belajar banyak darinya.

Bersambung ...

1
afri yani
pasti masih ori. segel tertutup rapat.🤭
MyR: ntar lagi segel terbuka...ups🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!