seorang gadis yang bernama Sisil Rania Adipati mempunyai sifat yang ceria dan ramah.
dan mempunyai keluarga yang harmonis.tapi semua itu tidak bertahan lama
setelah dia di tuduh sebagai pembunuh ibu nya dia di usir sehingga membuat dia menjadi pribadi yang dingin,cuek,kejam dan dia ingin membalaskan dendam ibunya
akankah dendam nya terbalaskan atau tidak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon situana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 16
setelah mereka mendengar teriakan dari luar seketika mereka menegang
"jadi kau yang membunuh mamaku"ucap Rangga dengan emosi menggebu-gebu
"kau lah yang pembunuh ******"imbuh Rangga dengan bahasa kasar
"kakak ini bukan seperti yang kakak dengar"
"jangan kau panggil aku kakak dengan mulut kotor mu itu"bentak Rangga
seketika mereka pun terdiam
dan Mina memecahkan keheningan
"iya memang kami yang membunuhnya mau apa kau hah"
"dasar kau kurang ajar"
"selama ini apa salah mamaku sampai kau tega membunuh nya"
"mama mu tidak ada salah tapi aku yang gila harta sehingga mengunakan berbagai cara untuk mendapatkan harta kalian"ucap Mina lantang
"apa kau tau aku menganggap kau sebagai ibu ku sendiri tapi apa yang kau lakukan"
"kalau itu kau memang **** hampa si hasut masak sama adik sendiri tidak ada kepercayaan"
"kalian akan ku laporan kepada papa"
"kau ingin melaporkan nya silahkan saja kami tidak takut"
"karena apa aku sudah memberikan racun itu juga kepada papa tersayang mu"
"jika kau masih mau melihat papa mu di dunia ini maka kau harus menutupi kebenaran ini karena hanya aku yang punya penawar nya hahahaha"
Rangga pun terdiam dan memikirkan nasib papa nya
"mulai sekarang aku tidak akan mengaggap kalian sebagai mama dan Adek ku"
"mamaku hanya mama Merry dan adik ku hanya Sisil"
"terserah kau saja aku tidak peduli"
Rangga pun pergi ke kamar nya sementara Mona dan Mina belum bergeming dari situ
"mama benaran racunin papa"tanya Mona
"ya enggak lah sayang mama mana Mungkin tega racunin papa kamu mama kan cinta sama papa kamu"
"jadi mama cuma menggertak kak Rangga "
"hmm"
"tapi mama kasih juga obat yang buat papa kamu batuk² tapi papa ga akan kenapa²"
"ohhh pasti agar kak Rangga percaya"
"tebakan kamu benar sayang"
kamar Rangga
Rangga sedang menangis karena tidak percaya pada adiknya sendiri dia malah percaya pada orang lain
"maafkan Abang mu ini Sil Abang ga pernah percaya sama kamu"
"Sekarang kamu pasti benci banget sama Abang"
"maafkan aku ma aku ga percaya sama Sisil aku udah ngecewain mama"
"mama pasti marah sama aku"
"aku harus cari Sisil aku harus minta maaf sama dia"
Rangga pun sudah bertekad untuk mencari Sisil
diapun bersiap-siap untuk pergi ke rumah Alex untuk meminta bantuan nya
diapun keluar kamar dan mengabaikan Mona dan Mina yang sedang duduk di ruang tamu
dan dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
Ting tong
pelayan pun membuka pintu
"ehhh den Rangga masuk den"
"iya makacih bik"
Rangga pun pergi ke ruang tamu untuk menemui Alex dan ternyata sudah ada sahabat nya yang lain sedang berkunjung dan menunggu Rangga
"Lo Lamat si ga biasanya Lo yang paling duluan ehh sekarang malah datang paling lama"ucap Bastian
sedangkan Rangga tidak membalas ucapan Bastian
"Lo kenapa"tanya Alex yang melihat raut wajah Rangga yang tidak bersemangat
hah Rangga membuang nafas nya kasar
"Lo kalo ada masalah cerita sama kita"ucap Rio
"gue selama ini salah"
"maksud nya"
"selama ini yang bunuh mama gue bukan Sisil"
ya mereka sudah tau bahwa Merry meninggal dan di bunuh oleh sisil karna Rangga yang cerita sama mereka
"yang bunuh mama gue itu ternyaman mama tiri gue sama Adek tiri gue"
"si Mona Adek Lo itu"
"mereka bukan lagi Adek dan mama gue"
"gue ga nyangka Adek Lo yang bunuh padahal mukak nya polos banget kayak bukan seperti seorang pembunuh"
"gue emang udah curiga dari awal tapi gue ga mau kasih tau Lo takut tersinggung"ucap Alex datar
"jadi sekarang Lo mau gimana"
"gue mau fokus cari Adek gue,gue merasa bersalah banget malah waktu itu gue sempat nampar Sisil lagi"ucap Rangga lesu
"kita akan bantu Lo buat cari Sisil"
"makasih ya kalian mau bantu gue"
"kita inikan sahabat jadi harus saling membantu"