"Felicya gadis cantik yang terlihat lemah lembut ternyata kepribadiannya tidak sesuai dengan parasnya.. Sikap nya yang Bar-bar membuat dia harus beberapa kali di keluarkan dari sekolah akibat sering membuat temannya masuk Rumah sakit..
"Apakah di SMA Mandiri adalah sekolah terakhirnya untuk menuntut ilmu??".
Yuk ikutin karya aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurmala sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jurus ampuh
Saat Grid girl menjatuhkan sapu tangan mereka berdua melesat dengan cepat dan terus mencoba saling mendahului. Meskipun Regan yang berada di depan tapi dia tetap menambah laju motornya, dan disaat melewati tikungan tajam Regan menurunkan sedikit gas nya tapi Prince tetap kencang tanpa memelankan motornya. Kemudian dia menyalip Regan dengan kencang dan mengangkat tangannya ke atas lalu menurunkan jempolnya kebawah tanda merendahkan. Disaat mendekati garis finish Regan mencoba menyalipnya namun tetap tidak bisa melampaui Prince. Dan berakhir dengan Prince yang mendapatkan kemenangan.
“Ah sial.. Kenapa Regan bisa kalah sih” ucap Kei.
“Gue bilang juga apa lawan Regan kali ini cukup tangguh” ucap Raka.
"Pertama kali kalah kita dengan taruhan kali ini" ucap Yohan.
Mereka mendekati Regan dan memberikan support.
"Gak apa-apa loe kalah kali ini.. Sekali-kali loe jangan menang terus kasihan yang lain" ucap Raka dengan menepuk-nepuk pundak Regan.
"Kalian gak kecewa sama gue?" tanya Regan.
"Gak.. Lagian selama ini loe selalu melakukan yang terbaik" ucap Kei.
"Benar banget.. Jadi jangan patah semangat" ucap Rey.
Regan pun tersenyum karena dia mendapatkan support dari teman-temannya.
Feli yang melihat cara Prince membawa motornya mengenal orang itu.
“Jeri.. Ternyata selama ini loe disini, gue ingin tau apa yang akan loe lakukan kalo melihat gue di hadapan loe” batin Feli.
“Kok gue seperti kenal cara Prince itu membawa motornya ya?” ucap Levin.
“Loe memang kenal orang itu Levin” ucap Feli.
“Memangnya dia siapa?” tanya Vian.
“Jeri” ucap Feli singkat.
“Serius loe?” tanya Levin.
“Ya.. Lihat saja” tunjuk Feli pada Prince yang sudah membuka helmnya.
“Jadi selama ini dia di indo bukan di L.A” ucap Vian.
“Ya.. Dia membohongi gue” ucap Feli.
“Sepertinya Loe harus memberikan dia pelajaran” ucap Levin.
“Ya.. Gak semudah itu dia lepas gitu aja”.
“Ok selamat untuk Prince yang sudah memenangkan balapan kali ini.. Dan masih ada satu pertandingan lagi karena ada seseorang yang ingin menantang Prince malam ini” ucap Gino yang mendapat tatapan bertanya dari kubu dua belah pihak.
“Nama nya Rose dan dia disana” tunjuk Gino pada Feli yang sudah berada di atas motornya dan menggunakan helm full face.
“Apa taruhannya?” ucap Prince.
“Boleh melakukan apa saja pada yang kalah” ucap Gino.
“Ok gue setuju” ucap Prince.
“Berani tu cewek nantang Prince yang belum pernah kalah” ucap Kendra teman Jeri.
“Ya lumayan kan kalo dia kalah buat mainan kita” ucap Ace sahabat Jeri.
“Benar banget” ucap Kendra.
Mereka berdua bersiap di start dan masing-masing dari mereka sudah mengencangkan gasnya. Setelah sapu tangan di jatuhkan Prince langsung melesat sedangkan Rose tetap diam di tempat.
“Gino sebenarnya siapa yang nantang Prince?” tanya Raka.
“Kalo gue bilang itu adek nya bisa mati gue” batin Gino.
"Nanti juga loe tau" ucap Gino.
“Dia kenapa cuma diam dan gak menjalankan motornya” ucap Rey.
Saat motor Prince tak terlihat dia langsung tancap gas dan melesat bagaikan angin, Rose melihat tikungan tajam di depannya dia malah menaikan gas motornya kemudian mendahului Prince. Prince yang ingin menyalip tidak di beri jalan oleh Rose dan Rose seperti sengaja ingin mempermainkan Prince.
Saat mendekati garis finish Rose menarik semua gasnya dan meninggalkan jauh Prince di belakang kemudian dia berhasil melewati garis finish dan mendapatkan tepuk tangan dari Gino.
“Gila.. Gila.. Gila.. Raka gue gak nyangka adek loe hebat banget” ucap Gino tidak sadar dengan omongannya.
“APA LOE BILANG” ucap Raka dengan nada tinggi.
“Sorry”.
"Jadi Rose itu Feli adek gue" ucap Raka.
Gino menganggukkan kepalanya dan Gino langsung kabur mendekati Feli karena takut di hajar oleh Raka.
Raka dan teman-temannya mendekati sang juara lalu Levin dan Vian pun ikut menghampiri mereka.
Prince mendekati Feli dan menjabat tangannya.
“Selamat loe menang dan berhasil mengalahkan gue” ucap Prince.
“Ya” ucap Feli dengan membuka helm nya.
“Felicya” ucap Jeri.
“Hai.. Apa kabar pacarku?” ucap Feli yang di dengar semuanya.
“Ka__kamu ada disini?” tanya Jeri gagap.
“Seharusnya aku yang nanya itu ke kamu”.
“Feli kamu kenal Prince?” tanya Gino.
“Ya sangat mengenal”.
“Kak Gino Karena aku yang menang.. Taruhan yang dia menangkan aku minta dia balikin ke semuanya”.
“Ok aku balikin semuanya” ucap Jeri.
"Kamu kenal dia dek?" tanya Raka.
"Ya"
Dan saat Feli mau meninggalkan Jeri tangannya di cekal.
“Sayang dengarkan penjelasanku.. Aku minta maaf kalo aku udah membohongimu”
Ucapan Jeri membuat kaget Raka dan teman-temannya.
"Aku tau aku salah dan aku punya alasan karena membohongimu" ucap laki-laki itu yang terpotong karena Feli memelintir tangannya dan langsung membantingnya di tempat.
Kemudian dia berjalan menginjak punggungnya lalu meninggalkan tempat arena.
“Itu adek loe yang imut kan?” tanya Gino pada Raka.
“Gue gak nyangka kalo Feli udah marah sadis juga ya” ucap Kei.
“Kayanya patah itu punggungnya di banting adek Loe Raka” ucap Rey.
“Ternyata pacar yang dia ceritain itu Prince” batin Regan.
“Gino gue belum memberi perhitungan sama loe karena udah mengizinkan adek gue balap” ucap Raka.
“Gimana gue bisa nolak kalo dia merayu gue pake wajah imutnya” bela Gino.
“Wow gila.. Si Jeri bisa-bisanya punya pacar secantik itu” ucap Kendra.
“Ngapain loe diem disini.. Ayo kita bantu si Jeri” ucap Ace.
Mereka berdua membantu temannya berdiri dan memapahnya berjalan karena bantingan Feli tidak main-main.
Raka meninggalkan teman-temannya dan menghampiri sang adik.
“Feli.. Kenapa kamu ikut balap kalo kamu kenapa-napa apa yang akan kakak jelaskan sama papah dan mamah” ucap Raka.
“Tapi kenyataannya aku gak apa-apa kan kak” ucap Feli.
“Kalian berdua kenapa malah diam saja.. Seharusnya kalian mencegah sahabat kalian yang keras kepala ini ikut balapan bukannya malah menontonnya” tunjuk Raka pada Vian dan Levin.
“Feli sudah sering balapan di Jerman dan dia selalu menang tanpa terluka. Makannya kami tidak khawatir” ucap Vian.
“Jadi dia sudah sering ikut balapan begitu?”
Vian dan Levin pun menganggukkan kepalanya.
"Terus apa hubunganmu dengan Prince?" tanya Raka.
"Dia pacar aku dan sekarang aku sudah menganggap nya mantan pacar" ucap Feli.
"Kakak gak ngerti lagi kamu di Jerman sebenarnya ngapain aja sampai bisa balap motor dan menghajar orang lalu masih sempat-sempatnya berpacaran".
"Kak kaya nya udah malam kita pulang yu" ucap Feli menunjukkan wajah menggemaskan dan menguap seolah dia mengantuk.
"Jangan mencari alasan Felicya" ucap Raka.
"Kakak aku ngantuk" ucapnya dengan cemberut lalu menyenderkan kepalanya di pundak sang kakak dengan memeluknya.
Raka menghela nafas kemudian mengelus adiknya.
"Ayo kita pulang"
Raka dan Feli pun pamit pada semuanya lalu mereka meninggalkan tempat itu.
balikan gitu ?
bingung juga jadinya 🤔🤔
spa sruh jd orng iri ky gt,akhrnya mlah kna sndri kn....slmt jd mntan d y klian..mga aja sklah lain jg ga mau nrima klian.....
d kira ga bkl kthuan,pke sok2an psang kmera sgla....yg ada,dia nnti yg d hkum.....