NovelToon NovelToon
Behind The Divorce

Behind The Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Cinta Seiring Waktu / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:308.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: AG Sweetie

Pernikahan bagi Caitlyn dan Aleandro, hanyalah sebuah pion yang digunakan keduanya untuk mencapai tujuan masing-masing. Entah tujuan apapun itu keduanya saling merahasiakan, hingga Caitlyn yang tidak lagi sabar memilih menyudahi sandiwara manis mereka. Bukannya menyetujui, Aleandro justru menolak mentah-mentah, padahal sejak awal dia sendiri yang tidak sabar untuk mencetuskan kata keramat tersebut.

Lantas apa alasan Aleandro menolak permintaan cerai itu? Apakah tujuannya selama ini belum tercapai? Lalu apa pula tujuan keduanya selama ini? Dan mengapa Caitlyn memilih menyudahi semuanya secepat itu?

Let's check this out ….


Ig : ag_sweetie0425
Fb: AG Sweetie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AG Sweetie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Don't Call My Name!

Lean menggigit pipinya dari dalam. Pipi mulus itu kini terlihat merah dengan stempel tanda tangan yang diberikan Caitlyn. Tangan Lean terangkat bukan untuk mengelus pipinya melainkan memainkan bibirnya.

“Wah, apa aku harus mengapresiasi keberanianmu ini? Karena hanya demi membela laki-laki yang kau cintai itu, kau dengan begitu berani nampar aku? Pria naif yang pernah kau bodohi, kau jebak, kemudian kau manfaatkan ini? Sempurna, terlalu sempurna semua caramu. Bahkan kau diam-diam sering ke Luxury Landing tanpa aku ketahui.” Lean membalikkan tubuhnya lalu tertawa kecil. “Sepertinya aku terlalu naif untuk kamu yang terlalu pandai. Pandai mendramatisir dan menyembunyikan segalanya.” Lean hendak melangkah pergi tetapi Caitlyn menahannya.

“Tidak seperti itu, Lean! Sungguh, kau terlalu jauh menilaiku,” ucap Caitlyn dengan suara yang bergetar.

“Ya, aku salah menilaimu. Kau tidak pernah berhubungan dengan Nathan, kau tidak pernah ke Luxury Landing. Aku saja yang terlalu berlebihan dan mengada-ada,” sahut Nathan dengan muak.

“Lean, please. Dengerin aku dulu.” Caitlyn memohon.

“Apa lagi yang harus aku dengar? Percintaanmu dengan pria lain selain Nathan dan lelaki di luxury landing itu?” sentak Lean kembali.

“Lean! Kau benar-benar keterlaluan! Aku tidak seperti itu,” balas Caitlyn dengan nada meninggi lagi.

Sepertinya perdebatan panjang dan sengit tadi belum juga berakhir dan akan ada babak baru setelah ini. Kepala Caitlyn terasa mulai pening kembali.

Lean berdecih. “Tidak seperti itu apa maksudnya, hah? Tidak berselingkuh tapi jual diri aja begitu?” Menatap hina pada Caitlyn. “Tidak cukup dengan uang dariku dan mencari lagi di luar sana? Memangnya harta keluarga Sanjaya kurang bagimu? Keserakahan yang hakiki.” Lean langsung melangkah pergi.

“Lean–”

“Jangan berani-beraninya menyebut namaku lagi. Aku tidak sudi wanita hina dan murahan sepertimu menyebut namaku. Mulutmu sampahmu itu tidak pantas memanggil namaku,” maki Lean lengkap dibayar tunai tanpa tersisa satu pun.

Caitlyn tergugu dan membeku di tempatnya. Seperti kaca pintu balkon yang tidak lagi utuh karena berhasil dipecahkan oleh Lean, seperti itulah gambaran hati Caitlyn saat ini. Hancur berkeping-keping.

Namun, sebelum Lean benar-benar menghilang dari sana, Caitlyn mengumpulkan semua tenaganya yang tersisa dan melepaskan satu kalimat sumpah yang akan diingat dirinya bahkan Lean sendiri. Kalimat yang mewakili seluruh isi hati dan perasaannya saat itu.

“Aku bersumpah suatu hari nanti kau akan menyesali perkataanmu itu, Aleandro. Aku bersumpah jika hari itu tiba, hidupmu akan hancur melebihi kehancuran yang aku rasakan saat ini!”

Lean tidak menggubris dan akhirnya berlalu, sedangkan Caitlyn yang seolah kehabisan energi karena habis terkuras oleh emosi, lantas menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang lalu menangis sekencang-kencangnya.

Hanya itu yang bisa dilakukan Caitlyn saat ini. Jika mulut tidak bisa untuk berkata-kata, maka ungkapan itu lewat tangis agar dapat mengurangi sedikit beban. Menangis bukanlah tanda kelemahan, tetapi cara hati mengeksplorasikan kepahitan sehingga rasa sakit itu tahu apa yang akan ia putuskan setelah puas berekspresi dalam isakan.

Tidak jarang setelah puas menangis, orang-orang akan memutuskan untuk harus ini dan itu, bukan? Seolah dalam tangisan mereka bisa melihat masa depan di sana akan seperti apa. Entah baik atau buruk, tergantung hati mengenali pemiliknya sekuat apa maka ia akan memutuskan yang terbaik.

Sama seperti Caitlyn, setelah puas menangis, dia pun memutuskan untuk tidak akan lagi peduli dengan kehidupan Lean. Beberapa jam lalu sebelum ke pengadilan agama dia telah berjanji untuk tidak kembali ke rumah itu lagi. Nyatanya dia masih di sana. Dan kali ini Caitlyn tidak akan mengalah lagi pada keinginan dan kekuasaan Aleandro.

Semuanya sudah dia tinggalkan, bukan? Tinggal membawa dirinya saja dan mengangkat kaki dari kerajaan neraka itu.

Harus kuat dan lakukan itu sekarang juga! Jangan menunggu penghinaan ataupun makian yang lebih sadis lagi! Ayo, hargai dirimu sendiri, Lily!

Caitlyn bangkit dan menghapus air matanya setelah membatin. Wanita itu lalu meraih tas dan ponsel. Dia berjalan keluar kamar, lalu menuju ke kamar Nenek Sanju.

Dia tahu bahwa Lean tidak mungkin berada di sana dalam keadaan marah. Pria itu terlalu mementingkan kesehatan neneknya hingga dia tidak akan mungkin menebarkan aura buruk di sana.

Caitlyn membuka pintu dan masuk. Benar dugaannya, tidak tampak wajah menyebalkan Lean di sana. Caitlyn kembali menutup pintu dengan sangat pelan dan hati-hati agar tidak membangunkan Nenek Sanju yang sedang tertidur.

Seorang pelayan yang sedang bertugas menjaga Nenek Sanju saat itu, terkejut lalu menunduk begitu melihat Caitlyn.

“Selamat siang, Nona.”

Caitlyn tidak menjawab sapaan itu melainkan meletakkan jari telunjuknya di bibir, memberi isyarat agar pelayan itu tidak perlu bersuara. Masih menggunakan tangan, Caitlyn pun meminta wanita itu lekas keluar meninggalkan dirinya yang akan menemani Nenek Sanju.

Setelah sang pelayan pergi, Caitlyn lalu duduk pada kursi kosong yang berada di dekat ranjang Nenek Sanju. Diraihnya tangan keriput itu dan menggenggamnya dengan lembut.

“Nenek, maafin Caitlyn, yah. Caitlyn gak ada maksud buat Nenek sakit kayak gini. Caitlyn sendiri gak mau Nenek sakit. ‘kan, Caitlyn nanti gak jadi pergi kalo Nenek sakit.” Si cantik itu menangis lagi. “Makanya itu Nenek jangan sakit lagi, ini Caitlyn mau pergi … please, jangan halangin Caitlyn kalo memang Nenek sayang sama Caitlyn.” Suara Caitlyn begitu pelan bahkan hampir berbisik. Sesekali sebelah tangannya terangkat untuk menghapus lelehan bening di wajah cantiknya. “Caitlyn juga sakit, Nek, kalo terus-terusan di sini.” Si cantik itu memejamkan matanya sambil menempelkan telapak tangan Nenek Sanju di pipinya. “Walaupun Caitlyn udah gak jadi istri Lean, tapi Nenek akan selalu jadi neneknya Caitlyn. Nenek harus jaga kesehatan dan jangan keras kepala, nanti gada yang ngertiin Nenek kalo lagi ngambek.” Dia tertawa kecil sambil menangis. “Maafin Caitlyn, yah, Nek. Caitlyn harus pergi sekarang. Caitlyn sayang sama Nenek,” cicitnya dengan suara pilu.

Seseorang yang berdiri di balik pintu kamar Nenek Sanju dan mendengar itu, ikut meneteskan air mata.

...TBC...

...🌻🌻🌻...

1
Rifa
Kecewa
Rifa
Buruk
Srihartati
sekap aja Sania terus paksa dan ancama biar ngaku
Yenny Rose
ditunggu kakak update nya ..
Susana
Semangat, Lean! Semangat! 😁😁
Susana
Aih.... 🙈🙈🙈
Susana
Nah, lo, puasa Lean, puasa! 🤣🤣🤣🤣
Susana
Huaaaa.... 😭😭😭
Niat papa Hadya bagus, sih, tapi bikin pembaca nyesek. 🤧🤧🤧
Susana
🥺🥺
Maksud papa apa, nih?
Elly Watty
ngucapin nama nenek Sanju lidah q keseleo keinget warung makan bebek Sinjay
Elly Watty
Papa Hadya ini nikah ma Sania emag bener2 karena reputasi up karena dia mencintai Sania sih....klw krn reputasi kog sampe punya anak 2.....laki2 emag sama ja mulut bilang g cinta tp bsa punya anak
Elly Watty
pak Hadya.... apa begitu tingginya reputasi sampe enggan menceraikan istri yg berhati iblis
Elly Watty
thor, sebenarnya Lean usianya brp sih?baru x ini da karakter CEO kyak gini
Elly Watty
papa mertuanya lbih ngerti n peka dr pd suaminya, klw q mnding plih papa mertua ja yg jd suami😁
Elly Watty
kira2 sifat keras kepala siapa yg menang duluan?
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿𝔐𝔟𝔲𝔫𝔞
Waahhh! Keren. Ayo semangat!
Susana
Saya turut bahagia, Caitlyn. 😍😍
Oleh karena itu, go, Kak Author! Terus semangat! 😍😍😍
Zeze Ze
Kecewa
Tita Dewahasta: emang kenapa kok nge-rate bintang 1 kak? cerita ini bagus padahal, rapi pula.
total 2 replies
Maliqa Effendy
klo Catlyn jujur ga kyk gini ..ngapain jd tameng orang busuk,klo akhirnya tersakiti.
wina 2480
wkkkkkk......bocah tengil😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!