Gara-gara ucapan nenek misterius yang entah darimana asalnya, Raya dan Rafa terpaksa menerima perjodohan oleh kedua orangtua mereka yang bersahabat.
NOVEL INI MASIH BANYAK YANG BELUM DIREVISI, MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK KESALAHAN PENULISAN🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Akhirnya
Tak ada usaha tanpa hasil. Hanya saja terkadang hasil yang didapat tak selalu cepat dan instan. Butuh kesabaran untuk mencapai hasil yang maksimal.
Hari ini Rafa ingin libur karna ia sudah mantap akan melanjutkan sekolah kedokteran tahun depan, jadi Rafa pun sibuk membeli bermacam-macam buku tentang kedokteran. Raya yang sejak tadi sibuk dengan hp nya pun sesekali melirik Rafa yang sedang serius membaca buku di sofa, sementara Raya selonjoran di tempat tidur.
"Raf temenin aku ke apotik yuk!"
Rafa pun menoleh kearah Raya dan kembali menunduk membaca buku.
"Rafaa.." panggil Raya lagi.
"Iya Raya, emang kamu sakit apa?" tanya Rafa yang heran kenapa Raya tiba-tiba ingin ke apotik.
"Aku gak sakit Rafa. Cuma mau beli sesuatu aja."
"Ya udah ayo!"
"Gitu dong kalo di suruh istri itu nurut aja, gak usah banyak tanya!"
"Iya Raya, ayo cepetan!"
Menuju garasi motor, memakai helm dan melaju keluar halaman rumah.
"Raf kalo udah dari apotik, kita jalan-jalan sebentar ya!"
"Emang kamu mau jalan kemana?"
"Ke pantai aja yuk! bosen dirumah."
"Ya udah. "
Setelah sampai apotik Raya pun turun dari motor.
"Kamu tunggu di motor aja! aku cuma bentar" Raya pun berjalan masuk ke apotik, dan keluar dengan sebuah kantong kresek.
"Kamu beli apa sih Ray?" tanya Rafa penasaran.
"Ada deh, ntar kamu juga tau, yuk kita jalan ke pantai!"
Rafa hanya mengangguk dan melaju motornya dengan kecepatan sedang.
"Kenapa sih Raf kamu nggak pernah minta dibeliin mobil? padahal papa kan mampu kalo cuma beli kamu mobil."
"Aku cuma mau naik mobil, yang dibeli sama uang aku sendiri sama kayak motor ini, dulu aku ngumpulin uang sendiri buat beli ni motor."
"Ouh..bagus dong. Tapi cewek tuh suka nya cowok tajir lo Raf? biar ganteng tapi kere cewek gak bakal suka."
"Aku gak peduli cewek suka atau nggak. Kalo emang dia suka harus nerima aku apa adanya bukan ada apanya."
"Berarti kamu beruntung dong aku kan nerima kamu apa adanya?" celetuk Raya.
"Emang kamu suka sama aku?" tanya Rafa.
"Tau ah," Raya mencoba mengalihkan pembicaraan.
Tak lama, mereka pun sampai di pantai. Turun dari motor matic Rafa dan duduk dipinggir pantai dengan hembusan angin pantai yang sejuk.
"Raf kalo aku hamil, kamu gak jadi kuliah dong?"
"Emang kamu udah hamil Ray?"
"Belum tau sih, cuma aku udah telat haid seminggu. Jadi tadi aku ke apotik buat beli testpack."
" Ya mau gimana lagi Ray, kalo kamu hamil ya aku kuliah nya nunggu kamu lahiran aja."
"Nunggu lama lagi dong Raf?"
"Gak pa pa Ray, aku gak mau ninggalin kamu yang lagi hamil, lebih baik kita berjuang bareng."
"Ya udah kita pulang yuk, aku mau coba cek dirumah hamil apa nggak."
Sampai dirumah....
Cekrek... Raya membuka pintu kamar mandi, menghampiri Rafa yang duduk menunggu di atas tempat tidur.
"Gimana hasilnya Ray?"
"Rafa, liat deh!!" menyodorkan testpack pada Rafa.
"Dua garis, artinya apa Ray?" tanya rafa penasaran.
"Positive Rafa,artinya aku hamil." Raya membulatkan mata memandang Rafa dengan ekspresi tak tentu.
"Akhirnya Raya, kita berhasil," Rafa pun langsung memeluk Raya refleks.
"Besok kita periksa ke dokter kandungan untuk memastikan," ucap Raya sambil melepaskan pelukan Rafa.
"Iya Ray, aku akan temenin kamu besok."
"Jangan bilang mama Sama bunda dulu! ntar kalo udah cek ke dokter baru kita kasih tau."
"Baiklah kalo itu mau kamu."
* * *
Kau dengar gosip aja udh marah berhari hari, pdahal cuma gosip.
Semantara drimu dgn sadar, dn sukarela berhubngan dgn laki2 lain bahkan smpai jumpa kluarganya disaat berstatus istri org