seorang pemuda
mencari ke gunung untuk mint bantuaan kepada pendekar semeru.
karena kearganya dan kampung halamannya dibumi hanguskan Perampok Sadis.
Ketika Terjadi penindasan dan perampasan di dusun Bumi Asri.
yang dilakukan Perampok sadis dan Anak buahnya....
dengan Kemunculan kembali Pendekar semeru Para Tokoh Golongan Hitam menjadi Geger.
Mereka sepakat mengadakan musyawara besar.
dan hasilnya akan mengunakan jebakan dan tipu daya serta Racut.
Tertapi Pendekar Semeru mengetahui Rencana Busuk mereka..
perjalanam masih panjang..
silahkan disimak lebih lanjut...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sony Suprapto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelatihan Keprajuritan wilayah
Pendekar Gunung Semeru
Episode : 17
Selanjutnya Patih Ajiwijaya memberikan sambutan.
Cukup panjang dan jelas pangeran Ajiwijaya memberikan masukan untuk meningkatkan Keamanan lingkungan maupun Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.
Dilanjutkan para pejabat daerah satu persatu dipersilahkan untuk menyampaikan segala permasalahan yang dihadapi.
Begitu pula apabila ada masukan atau gagasan demi majunya Kerajaan Majalaya. silahkan disampaikan.
Tetapi yang banyak disampaikan dan dilaporkan oleh Para pejabat daerah kepada Raja Ranuwijaya adalah Mengenai keamanan.
yang sering meresahkan masyarakat, walau dapat diatasi.
***
Selanjutnya Acara Puncak yang ditunggu tunggu.
paduka Raja Ranuwijaya berdiri dengan Gagah, Busana lengkap dan mahkota dikenakan...
Matanya tajam bernuansa teduh menyapu hampir kesemua yang Hadir. Bibir tersenyum ramah menambah kewibawaannya sebagai seorang Raja yang bijaksana.
" Saudara-saudaraku, dan
Kerabat ku Marilah Kita senantiasa Memanjat kan Do'a kepada Sang Hiang Maha Pencipta. Agar kita selalu diberikan petunjuk dan kesejahteraan...
Kita ini Bersaudara dan di Urusan Pemerintahan kita seperti keluarga.
Kita harus tetap bersatu bekerja sama, Niscaya berbagai Kesulitan dapat kita atasi dengan baik."
Sejenak Raja Ranuwijaya berhenti karena sorak sorak gemuruh gembira dari hadirin membuat kata-kata sambutan selanjutnya tidak terdengar tersapu oleh gemuruhnya Sorak kebanggaan dengan Rajanya.
Mereka senang disebut saudara, dan keluarga.
Mereka menilai Raja Ranuwijaya Adalah Raja Bijaksana peduli dengan keadaan rakyatnya raja Tebaik Saat itu.
" Aku Tadi Mendengar semua sambutan yang disampaikan oleh Saudaraku Para Pejabat, Petinggi kerajaan Pusat Maupun daerah kota.
Semua sudah saya simak dan sebagian akan langsung saya putuskan hari ini juga. Kalau memang hal tersebut harus diperbaiki..."
Ucapan Raja ini membuat suasana hening, mereka para pejabat merasa tidak ada kesalahan. Mengapa Raja akan memutuskan sekarang juga.
Apa maksudnya.
Hal itu yang tersirat dalam benak Hadirin.Kwatir jabatannya terancam diganti seperti dalam surat undangan.
* Peremajaan kepengurusan *
" Aku Minta Pejabat dari Kota Tirtoreja
Raden Agungsedoyo.
Naik mimbar sini..."
Pinta Paduka Raja Ranuwijaya.
Dengan Bingung tidak merasa bersalah Raden Agungsedoyo yang memang sudah sepuh naik ke mimbar dengan membungkuk penuh Hormat.
" Raden Agung sedoyo...
Kakang Agung Sudah sepuh saya putuskan untuk mengurangi kegiatan dalam pemerintahan..."
Sebuah yang hadir kaget.mereka menilai kerja Dan pengabdian Raden Agung sangat Bagus.
Mengapa harus diganti.
Raden Agungsedoyo terkejut
untuk mengurangi kegiatan, apa maksudnya..
Raden Agung sampai tak dapat bicara diam membisu pasrah.
"Sekarang aku Minta prajurit Raden Satria wangi,
Naik ke Atas mimbar sini Ayoh Anakku naiklah."
Prajurit yang tadi tanpa sengaja mencoba salaman dengan arca Pertapa Sakti di Taman Candi dan berhasil bersalaman dengan Arca Pertapa sakti itu.
Memang Raden Satria wangi saat bersalaman dengan Patung Arca pertapa sakti merasakan ada saluran tenaga besar meresap masuk kedalam badannya lewat tangan yang sedang bersalaman dengan Patung Arca Pertapa Sakti yang berada dalam Kurungan stupa lobang batu bertumpuk.
Prajurit Raden Satria Wangi dengan penuh hormat naik ke atas Mimbar.
" Anakku Raden Satria Wangi..Aku tahu engkau seorang Prajurit yang cukup Cakap,
telah diselidiki oleh telik sandi Kerajaan.."
" Terimakasih
Tuan Raja.."
Jawab Komandan Satria Wangi.
" Sebutkan Jabatanmu dan Turunan siapa Kamu..."
Satria Wangi dengan rinci menjelaskan bahwa jabatan sebagai Prajurit Komandan penjaga keamanan Pejabat Kota Wilayah.
Dan dia Putra Raden Agung Sedoya pejabat Kota Tirtoreja.
" Bagus engkau Anakku Mulai sekarang engkau Menggantikan Ramandamu sebagai pejabat Kota Tirtorejo.
karena Ramandamu sudah Sepuh.
Tetapi Kakang Agung Sedoyo tetap mendampingi karena pengalamannya sudah diakui cukup baik."
Raja Ranuwijaya Wijaya menjelaskan dengan rinci semua yang hadir senang dan bersyukur pemikiran Paduka Raja Ranuwijaya
benar - benar bijak dan luas.
Begitu pula Raden Agungsedoyo merasa puas dan senang.
Yang mana sebelumnya sudah bingung dan kecewa.
" Kakang Agung Sedoyo, Jabatanmu sekarang dipegang Putramu , tetapi Kakang tetap mendampinginya. Agar semua lebih Baik.
Bagaimana Pendapatmu Kakang Agung
.? "
" Terimakasih, Tuanku Raja..saya terima dan saya bersyukur bisa tetap mendampingi Putra saya Satria Wangi dalam mengatur pemerintahan di Kota Tirto Rejo.."
Sorak Setuju terdengar Riu rendah dalam Ruangan Balairung Pertemuan.
Saat Itu juga Raden Satria Wangi Di Sahkan ditetapkan sebagai pejabat mengatur di Kota Wilayah Kota Tirtorejo.
Radem Agungsedoyo atau orang tua Satrio wangi,
sebagai penahehat dan pendamping Raden Satrio wangi.
Selanjutnya Raja Ranuwijaya.
Meminta Pamannya Pangeran Ajiwijaya untuk melanjutkan dan memperbaiki beberapa hasil Sambutan para Pejabat Wilayah yang mengeluh mengenai adanya gangguan ringan di Wilayahnya.
" Saudaraku para pejabat Wilayah sesuai dengan keluhan yang tadi telah disampaikan dalam sambutan Kalian.
Jangan Kwatir semua bisa ditangani dengan baik."
Suara Pangeran Ajiwijaya telah membuat hadirin bertanya-tanya bagaimana cara mengatasinya.
" Dalam sambutan tadi yang telah disampaikan para pejabat Wilayah..
Telah dicatat
Oleh ketua penyelenggara yang diwakilkan kepada Putri Ayu Nilasari..
Anaku Ayu Nilasari, Harap Dibacakan. Siapa saja.."
ucap Pangeran Ajiwijaya
Raden Putri Ayu Nilasari segera mengumumkan
" Ada Lima Wilayahnya Kota yang harus mengirimkan Lima orang Prajurit yang dapat diandalkan dan ditemani oleh Petinggi pejabatnya untuk digembleng meningkatkan ilmu keprajuritan, menyempurnakan Kanuragan yang dimilikinya, Serta menambah ilmu Tenaga dalam.
Agar dapat dengan muda mengatasi segala gangguan diwilayahnya masing-masing."
Putri Ayu Nilasari menjelaskan lima orang prajurit dan pentingnya juga.
" Lima Wilayah ini yaitu Kota :
Pancoran Sari
Tegal Sawah,
Dino Becik
Wono Layang
dan
Kauman Rejo
Mulai Pekan depan sudah harus menyiapkan masing masing 6 orang tersebut untuk di gembleng meningkatkan ilmu Kanuragan dan tenaga dalam di Ruang Berlatih Istana Majalaya.
Langsung akan dilatih digembleng oleh paduka Raja Ranuwijaya. Dan Pangeran Ajiwijaya.
" Hwooohh matap.."
Sambutan dari para petinggi kota Wilayah sangat antusias.
Tetapi permasalahan baru muncul dari para Petinggi dan pejabat Luar Kota.
Mereka mengusulkan juga agar tiap Kota Wilayah Kerajaan Majalaya.
Diberikan kesempatan mengirimkan 6 prajurit yang cakap untuk turut serta dalam pelatihan keprajuritan ini.
Perdebatan panjang terjadi diantara Para Pejabat petinggi Wilayah kota dan Pusat..
Sehingga Raja Ranuwijaya Angkat Bicara.
" Baiklah Saudara-saudaraku, semua Wilayah boleh turut serta tetapi. pelatihan ini memakan waktu 80 hari sampai 100 hari.
Itupun yang berlatih hanya ditetapkan sebanyak 36 orang prajurit yang Cakap. Jadi tahap pelaksanaan pertama hanya dari 6 wilayah.
Untuk wilayah yang belum kebagian berlatih menunggu giliran selanjutnya tahap berikutn setelah waktu sembilan puluh hari selesai."
Keputusan Raja Ranuwijaya yang bijaksana diterima dengan puas.
Acara di pertemuan di Balairung taman Istana pusat.
Berakhir hingga sore hari, itupun sebagian persolan Para Pejabat Wilayah Daerah pinggiran masih belum selesai.
Maka esok hari akan dilanjutkan, bagi yang sudah selesai masalahnya boleh meninggalkan Kerajaan untuk kembali' ke Wilayah masing-masing , tetapi apabila masih ingin beristirahat dulu sambil menikmati suasana ke indahan Ibukota pusat dipersilahkan.
Panglima Pangkujambe yang akan menyampaikan hal lebih penting belum sempat disampaikan.
Keesokan harinya di Ruangan Pertemuan Balairung Taman bunga istana raja.
Panglima Pangkujambe bersama dua Urusan Sartana dan Ramdani juga beberapa pejabat daerah.
Ditemani Putri Ayu Nilasari dan para panitia penanggung jawab acara.
Mereka menunggu kedatangan Raja Ranuwijaya dan Patih Pangeran Ajiwijaya yang sudah dalam perjalanan menuju Ruang Balairung.
Tiba tiba terdengar keributan di depan pintu masuk gerbang Balairung.
Seseorang naik kuda menerobos masuk dalam keadaan terluka parah penuh darah...
Bersambung ke Episode : 18
tekun rajin dekat semangat dan sabar keberhasilan tinggi menunggu ya jal cerita di bag ini bagus agar pembaca selalu semangat dalam berusaha menggali cita citanya
okey Cocok bagus
jangan takut dengan koruptor yang kaya dari merampok
yang menakutkan adalah sifat jahat orang yang berkuasa.
sikat saja habis
kalau dibuka bisa bebas dengan uang banyak.
hukum ya hukum.
tapi belum tentu bijak
ada orang curi uang 5 milyar
hukum nya sana mencuri
ada yang mencuri karena lapar
dirinya hany 50p rb
pasalnya sama nencuri
ini tidak Adil
5 milyar
sama hukumann6dengan curi 50p. rb
gua penasaran Melihat kelanjutan nya
lanjut kan
lanjutkan
lanjut kan ya