Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Hujan sudah mulai reda, Ima sudah selesai mandi dan berpakain rapi. Memoles wajahnya sedikit agar kelihatan tidak pucat. Baju motif kembang membuat penampilanya jauh lebih cerah.
"Mau kemana lagi kamu?" suara mama cempreng kembali bergema.
"Cari kerjaan, ma." jawab Ima asal.
"Cari kerjaan, mama ga salah dengarkan? Kamu itu cuma lulusan SMA mana ada yang mau memperkerjakan kamu, apalagi kamu bukan lagi seorang gadis bebas." sindir mama mertua beserta cibiran bibirnya yang merah menyala karna gincu yang ia pakai.
"Ga apa - apa, namanya juga usaha ma." jawab santai.
"Sudah ga dikasih uang ya sama mas Aldi?" tanya Tina mengejek.
"Kata siapa?"
"Kalau di kasih kenapa mesti kerja? Ga usah bohong deh kamu Ima. " ujar Tina kembali berlagak sok menang dari Ima.
"Ngapain aku mesti bohong, tapi ya sudahlah buat apa ngomong sama orang yang isi kepalanya negatif mulu. Yang ada malah capek." ejek Ima sambil tertawa pelan.
"Dasar mandul ga tau diri."ejek Tina.
"Ga apa - apa mandul, asal jangan jadi pelakor." balas Ima mengejek pula.
"Kamu tuh yang pelakor, kqmu yang ambil mas Aldi dari aku."
"Yakin." sindir Ima.
"Mas Aldi itu cintanya hanya sama aku, kamu itu cuma pengganti." Tina sudah merasa di awang - awang karna bisa menggoyahkan kesetiaan Aldi.
"Ambil sana, aku ga butuh. Bujuk sana gih agara mas Aldi mau menceraikan aku."
"Belaguk, saat kamu keluat dari rumah ini. Aku pastikan kamu bakal jadi gembel." ujar Tina dengan sombongnya. Ia tak tau bekingan yang Ima punya.
Mama mertua tau jika tak mudah mengusir Ima apalagi menyuruh Aldi untuk menceraikan Ima. Cinya Aldi masih besar untuk istri pertamanya meski ia juga mencintai ìstri keduanya.
"Dadaaaa......" lambai Ima saat kelaur dari rumah meninggalkan mertua dan madunya. Wajah mama dan Tina memerah menahan amarah. Mau ngomel orangnya juga sudah pergi.
Ima naik ke jok belakang ojol yang sudah ia pesan di aplikasi.
"Maaf menunggu ya, pak."ujar Ima sopan.
"Eh iya, kakak. Sesuai titikkan, kak?" tanya ojol tak kalah ramah.
"Hmmm....." angguk Ima.
"Kerja ya kk?" ojol mencoba mengajak Ima ngobrol agar tidak bosan selama dalam perjalanan.
"Tidak, pak." Ima bisa melupakan perdebatan antara dirinya dengan mertua dan madunya karna driver ojol asik di ajak ngobrol hingga tak terasa Ima sampai di tujuan.
"Makasih ya, pak." Ima memberikan selembar uang lima pulih ribu.
"Ini kembaliannya kk." driver ojol memberikan kembaliannya.
"Buat bapak aja."
"Makasih banyak, kk." senyum lebar terbit di sudut bibir driver ojol membuat Ima ikut tersenyum. Ternyata hanya uang tak seberapa bagi orang lain sangat berharga.
Ima masuk ke sebuah cafe yang alamatnya di kirim oleh ibunya. Ia di suruh oleh ibunya untuk memperlajari konsep cafe yang tengah di bangun. Cafe ini adalah punya teman ibunya yang waktu pernah di ditemuinya.
Suasana cafe sangat kekinian, pantas cafenya selalu ramai. Pengunjung tidak hanya dari kalangan muda tapi juga dari kalangan old.
"Mbak Ima." panggil seorang wanita dari arah kasir. Ima tersenyum dan berjalan menemui orang itu.
"Bu Adel." sapa Ima.
"Kita kedalam aja atau kai di sini aja?" tawar bu Adel.
"Saya mau liat - liat dulu boleh?" tanya Ima penasaran dengan suasana cafe yang terdiri dari dua lantai.
"Ayo saya temani." Ima berkeliling cafe melihat suasana cafe dari lantai satu hingga lantai dua. Ima kagum dengan interior cafe yang apik. Setelah puas keliling barulah Ima pergi keruangan bu Adel untuk belajar manajemen cafe supaya cepat sukses.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 🙏🙏😘