NovelToon NovelToon
Kisah Sang Anak Mafia

Kisah Sang Anak Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Misteri
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reza Haris

Arda Valdarez baru berusia delapan tahun ketika dunianya runtuh dalam satu malam.

Sebagai pewaris tunggal keluarga Valdarez—organisasi mafia terbesar dan paling ditakuti di kota—Arda tumbuh di balik tembok mansion mewah, dijaga oleh orang-orang bersenjata, dan dibayangi rahasia yang tak pernah dijelaskan kepadanya. Namun semua berubah ketika ayahnya, Leon Valdarez, dibunuh dalam sebuah pengkhianatan berdarah.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Leon hanya meninggalkan satu benda kepada putranya: sebuah cincin hitam berlambang ular.

Sejak malam itu, Arda menjadi buruan.

Organisasi mafia saingan, pembunuh bayaran, geng kriminal, hingga para pengkhianat dalam keluarganya sendiri memburu anak kecil itu demi sebuah rahasia yang tersembunyi di dalam cincin tersebut.

Di tengah pelariannya, Arda ditemani oleh Ravian, tangan kanan ayahnya yang sangat loyal, Darius, veteran tua keluarga Valdarez, Kael, pembunuh legendaris yang telah lama dianggap mati,serta Elena, seorang gadis misterius

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reza Haris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 Orang yang Tidak Bisa Dipercaya

Perang tidak selalu dimulai dengan peluru.

Kadang perang dimulai dengan keraguan.

Dengan bisikan.

Dengan pertanyaan kecil yang perlahan tumbuh dalam pikiran bisa saja menjadi racun.

Dan beberapa hari setelah serangkaian serangan yang mengguncang kota, Arda mulai memahami hal itu.

Ia masih mengingat malam di gudang sektor timur.

Masih mengingat pria yang mati di hadapannya.

Masih mengingat bagaimana hidup seseorang berakhir hanya dalam hitungan detik.

Namun sekarang ada sesuatu yang lebih mengganggunya.

Seseorang selalu mengetahui langkah mereka dan seseorang juga yg mungkin mengetahui apa yg mereka lakukan saat ini.

Terlalu banyak operasi yang gagal.

Terlalu banyak lokasi yang diserang.

Terlalu banyak rencana yang bocor.

Dan semakin lama Arda memikirkannya...

Semakin sulit baginya untuk mempercayai siapa pun.

Pagi itu suasana rumah persembunyian terasa berbeda.

Tidak ada yang benar-benar santai dan juga tidak ada yg benar-benar tenang semuanya kacau.

Para penjaga berbicara lebih pelan.

Anggota Valdarez terlihat lebih waspada.

Bahkan suara langkah kaki di koridor terasa lebih berat.

Karena semua orang mulai merasakan hal yang sama.

Ada sesuatu yang salah.

Sangat salah.

Di ruang kerja, Kael berdiri di depan papan besar yang dipenuhi foto dan peta.

Ravian berada di sampingnya.

Matanya tampak lelah akibat kurang tidur selama beberapa hari terakhir.

Namun keduanya masih terus bekerja.

Karena mereka tahu.

Jika mereka gagal menemukan sumber masalah...

Maka perang ini akan berakhir sebelum benar-benar dimulai.

"Lihat ini."

ucap Ravian sambil meletakkan beberapa dokumen di atas meja.

Kael mengambilnya.

Semakin lama membaca...

Semakin gelap ekspresinya.

"Tanggal operasi."

gumamnya.

Ravian mengangguk.

"Semuanya bocor."

Kael langsung mengangkat kepala.

"Semuanya?"

"Semuanya."

Ruangan langsung sunyi.

Karena itu berarti satu hal.

Musuh tidak sedang menebak.

Musuh mengetahui informasi mereka.

Secara langsung.

Dan itu hanya mungkin terjadi jika ada seseorang yang membocorkannya.

Pengkhianat.

Kata itu tidak diucapkan.

Namun keduanya memikirkannya.

Dan itulah yang membuat situasi menjadi jauh lebih berbahaya.

Ketika Arda masuk beberapa menit kemudian, ia langsung menyadari ketegangan tersebut.

"Ada apa?"

tanyanya.

Kael tidak langsung menjawab.

Ia memandang Arda beberapa saat.

Lalu akhirnya berkata pelan.

"Kita punya masalah."

Arda mengernyit.

"Masalah apa?"

Ravian melemparkan sebuah map ke atas meja.

"Semua operasi yang gagal."

ucapnya.

"Semua lokasi yang diserang."

"Semua jalur logistik yang dicegat."

Arda mulai membaca isi map itu.

Dan perlahan wajahnya berubah.

Karena pola yang muncul terlalu jelas.

Musuh selalu datang pada waktu yang tepat.

Selalu menyerang tempat yang tepat.

Selalu mengetahui lokasi yang tepat.

"Itu tidak mungkin kebetulan."

gumam Arda.

"Benar."

jawab Kael.

"Itulah masalahnya."

Keheningan memenuhi ruangan.

Dan untuk pertama kalinya...

Arda merasakan sesuatu yang lebih menakutkan daripada perang.

Pengkhianatan.

Siang hari.

Berita mengenai konflik yang semakin membesar mulai memenuhi media.

Meskipun tidak ada yang menyebut nama keluarga Valdarez secara langsung...

Semua orang tahu sesuatu sedang terjadi.

Kota menjadi lebih tegang.

Polisi meningkatkan patroli.

Pemerintah daerah mulai mengeluarkan peringatan keamanan.

Dan kelompok-kelompok kriminal kecil mulai memilih pihak.

Sementara itu di dalam rumah persembunyian...

Kecurigaan mulai menyebar.

Perlahan.

Namun pasti.

Beberapa anggota mulai saling mempertanyakan.

Beberapa mulai menjaga jarak.

Dan beberapa lainnya terlihat terlalu gugup.

Arda memperhatikan semuanya.

Dan semakin ia mengamati...

Semakin tidak nyaman perasaannya.

Karena ia mengenal sebagian besar orang di rumah itu.

Mereka bukan orang asing.

Mereka adalah orang-orang yang telah membantunya bertahan hidup selama bertahun-tahun.

Namun sekarang...

Salah satu dari mereka mungkin pengkhianat.

Sore harinya Arda duduk bersama Elena di beranda belakang.

Biasanya tempat itu terasa tenang.

Namun hari ini bahkan suara angin terasa mengganggu.

"Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu."

ucap Elena.

Arda tertawa hambar.

"Hanya satu?"

Elena tersenyum tipis.

"Itu berarti banyak."

Arda memandangi halaman.

"Kalau memang ada pengkhianat..."

ucapnya pelan.

"...menurutmu siapa?"

Elena terdiam.

Pertanyaan itu terlalu berat.

Karena apa pun jawabannya...

Akan menyakiti seseorang.

"Aku tidak tahu."

jawabnya akhirnya.

"Tapi aku berharap kita salah."

Arda juga berharap demikian.

Namun jauh di dalam dirinya...

Ia mulai kehilangan keyakinan.

Malam tiba.

Dan bersama malam itu datang sebuah laporan baru.

Salah satu informan rahasia Valdarez ditemukan tewas.

Tubuhnya ditemukan di pinggir sungai.

Tidak ada saksi.

Tidak ada petunjuk.

Hanya satu tanda.

Senyuman berdarah.

Simbol yang sama.

Simbol yang terus menghantui mereka.

Kael langsung mengadakan pertemuan darurat.

Semua orang penting dikumpulkan.

Ruangan terasa sesak.

Bukan karena jumlah orang.

Tetapi karena ketegangan.

Kael berdiri di depan meja.

Tatapannya menyapu seluruh ruangan.

Satu per satu.

Seolah mencoba membaca isi pikiran mereka.

"Ada seseorang yang membocorkan informasi."

ucapnya akhirnya.

Tidak ada yang berbicara.

Namun beberapa wajah langsung berubah.

"Kita tidak akan menyelesaikan masalah ini dengan saling menuduh."

lanjut Kael.

"Tapi mulai sekarang..."

"...aku tidak mempercayai siapa pun sepenuhnya."

Kalimat itu mengguncang seluruh ruangan.

Karena jika Kael sampai berkata seperti itu...

Berarti situasinya benar-benar buruk.

Setelah rapat selesai, Arda berjalan sendirian ke halaman belakang.

Langit malam dipenuhi awan gelap.

Tidak ada bintang.

Tidak ada bulan.

Hanya kegelapan.

Dan entah kenapa...

Ia merasa kegelapan itu mencerminkan keadaan mereka sekarang.

Tiba-tiba sesuatu menarik perhatiannya.

Gerakan kecil di antara pepohonan.

Arda langsung menoleh.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Karena ia mengenali sosok itu.

Mantel hitam.

Tubuh tinggi.

Topeng hitam.

Lelaki misterius itu lagi.

Arda segera bergerak.

Namun kali ini sosok tersebut tidak langsung menghilang.

Ia tetap berdiri di sana.

Diam.

Mengawasi.

Untuk beberapa detik mereka saling menatap.

Kemudian lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

Selembar foto.

Dan melemparkannya ke tanah.

Sebelum Arda sempat mendekat...

Ia sudah menghilang ke dalam kegelapan.

Arda berlari.

Namun seperti biasa...

Tidak menemukan siapa pun.

Hanya foto yang tertinggal.

Arda mengambilnya.

Lalu membeku.

Karena foto itu menunjukkan sebuah pertemuan lama.

Foto yang tampaknya diambil bertahun-tahun lalu.

Di dalam foto tersebut ada beberapa orang.

Leon.

Isabella.

Kael.

Dan...

Marcus Hale.

Namun ada satu orang lagi yang berdiri di belakang mereka.

Seseorang yang sebagian wajahnya tertutup bayangan.

Seseorang yang tidak dikenali Arda.

Di bagian belakang foto terdapat tulisan tangan.

Tulisan yang mulai memudar karena usia.

Arda membaca perlahan.

Dan wajahnya langsung pucat.

Karena hanya ada tiga kata.

"Cari orang kelima."

Satu jam kemudian foto itu berada di atas meja ruang kerja.

Kael dan Ravian menatapnya tanpa berkedip.

Tidak ada yang berbicara selama beberapa saat.

Karena mereka mengenali foto tersebut.

Mereka pernah melihatnya bertahun-tahun lalu.

Sebelum foto itu menghilang.

Sebelum banyak orang mati.

Dan sebelum semua rahasia ini dimulai.

Ravian menelan ludah.

Lalu menunjuk sosok yang tertutup bayangan.

"Kalau dia benar-benar ada..."

bisiknya.

"...maka selama ini kita mencari orang yang salah."

Keheningan langsung menyelimuti ruangan.

Dan untuk pertama kalinya...

Mereka mulai menyadari kemungkinan yang jauh lebih mengerikan.

Pengkhianat mungkin bukan Marcus.

Bukan orang yang selama ini mereka curigai.

Melainkan seseorang yang belum pernah mereka lihat.

Seseorang yang telah bersembunyi selama bertahun-tahun.

Seseorang yang berada jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan.

1
kiya kiya
Bintang 5 buat author nya 😍
kiya kiya
keren ceritanya 👍
farazky: makasih kakak🥰🥰
total 1 replies
fahmi
semangat kakak author
KZ2
mantap lanjut thor
farazky: siap kak 🥰
total 1 replies
Afan Bagus
mantap cerita nya
Al Faris
bagus ceritanya banyak misteri saya suka cerita begini
semangat kak dalam berkarya nya 💪💪💪
Al Faris
agak seru ceritanya 👍
Al Faris
nah gini kan bagus kak
Al Faris
untuk kakak bab ini terlalu banyak kata yg berjarak terlalu jauh sebagai pembaca kurang nyaman tolong diperbaiki lagi yaa kakak author 😍. tetap semangat kakak dalam berkarya 💪💪
farazky: terimakasih kakak atas saran dan kritikannya🥰
total 1 replies
fahmi
ini bagus 👍 gak kayak bab 6 tadi
fahmi
untuk bab ini banyak kali jarang antar kata nya. sudah enak sih bacanya dari 1 sampe 5. semangat terus author nya 💪💪💪
farazky: baik terimakasih kakak atas koreksinya 😍
total 1 replies
fahmi
semangat kakak author 💪
fahmi
👍
Al Faris
semangat
Al Faris
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!