NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:881
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman Pertama? Atau Bukan?

Radit menatap Lia dalam-dalam sebelum akhirnya ikut masuk ke dalam lift dan berdiri di samping Lia. Lia menggeser posisinya agar tak terlalu dekat dengan Radit lalu menekan tombol lantai dasar untuk kembali ke ruangannya.

Hening. Lia sama sekali tak berniat membuka topik pembicaraan seperti yang biasa dia lakukan kepada orang lain.

"Hai," sapa Radit akhirnya, kikuk. Lia mengangguk.

"Senang bisa ketemu kamu lagi," kata Radit sambil menoleh menatap Lia yang sama sekali tak menatapnya. Lia tersenyum tanpa menoleh ke arah Radit.

"Maaf untuk yang..."

"Tak perlu minta maaf, Kak. Aku yakin itu bukan sebuah kesalahan," kata Lia memotong kalimat Radit. Kini keduanya saling menatap untuk waktu yang cukup lama —meski hanya beberapa detik saja.

"Tapi sejak itu kamu..."

"Aku hanya bersikap dan berpikir logis. Dan ternyata keputusanku untuk melepaskan arsitektur interior adalah hal yang tepat," potong Lia sambil kembali menatap ke arah pintu lift. Radit menghela napas panjang.

"Padahal kamu punya potensi disana," kata Radit. Ada nada penyesalan yang terdengar. Lia tersenyum kecut.

Lift berdenting.

"Enjoy your stay, Sir," kata Lia sambil membungkuk ke arah Radit lalu hendak meninggalkan lift saat Radit tiba-tiba menarik lengan Lia, membuat Lia terkejut.

"Bisakah kita bicara?" tanya Radit. Lia menatap tangan Radit yang mencengkeram lengan Lia.

Pintu lift sudah akan tertutup lagi ketika Lia menoleh dan menangkap sosok yang membuatnya terkejut. Sosok itu berhenti melangkah saat melewati lift, lalu menatap Lia yang lengannya masih dipegang oleh Radit.

"Eh? Sayang? Kamu ngapain kemari?" tanya Lia sambil menahan pintu lift, membuatnya seketika lepas dari cengkeraman Radit. Sosok di depan lift seolah tersadar, lalu mencoba tersenyum pada Lia.

"Pagi ini aku tak melihatmu," kata Ren dengan nada datar.

Lia berjalan menuju Ren. Entah mengapa tangan Ren seketika menarik Lia ke dalam pelukannya. Lia sedikit terkejut.

"Kamu lupa memberiku morning kiss," kata Ren sambil menempelkan bibirnya ke bibir Lia yang tengah terpaku memproses apa yang sedang dilakukan Ren.

Pintu lift tertutup tepat saat Ren mengecupkan bibirnya ke bibir Lia bak tirai panggung teater yang tertutup setelah adegan penutup usai. Di dalam lift, rahang Radit mengeras, wajahnya memanas melihat kemesraan Lia dengan Ren.

'Aku tahu dia suaminya. Aku tahu aku bukan siapa-siapanya. Tapi... aku yakin... Lia tidak mencintainya. Ya. Lia pasti masih mencintaiku,'

***

Lia mengerjapkan kedua matanya. Bibirnya masih menempel dengan bibir Ren.

"Ehem..." Lia berdehem, menyadarkan Ren dari aktingnya —yang menurut Lia berlebihan.

Ren melepaskan bibirnya. Beberapa staff hotel yang sempat melihat adegan itu tersenyum tersipu.

"Sepertinya Tuan mulai jago jadi aktor," bisik Lia yang masih dalam pelukan Ren. Ren menatap Lia lalu melepaskan pelukannya perlahan.

"Maaf. Saya hanya tidak mau orang lain sembarangan memperlakukan Anda," kata Ren, kembali ke mode formal. Sepertinya Ren sudah mulai terbiasa mengganti gaya bahasanya setiap saat diperlukan. Lia tersenyum.

"Tetap saja. Tuan terlihat benar-benar meyakinkan, seperti seorang suami yang sedang menandai kepemilikannya. Keren," puji Lia, berusaha tenang, meski jantungnya berpacu kencang akibat ciuman mendadak tadi. Ren hanya diam.

"Oh ya. Mari ke ruangan saya. Pasti ada sesuatu yang membawa Tuan Muda kesini," kata Lia mempersilakan Ren sambil hendak berjalan menuju ruangannya.

"Tak perlu," kata Ren sambil merogoh saku jasnya.

"Anda melupakan kunci," kata Ren sambil menyodorkan kartu kunci unit apartemen milik Lia yang tertinggal di atas rak sepatu dekat pintu masuk.

"Ah! Astaga! Ponsel saya bahkan sempat tertinggal di kamar saat saya akan keluar. Mungkin saya meletakkannya saat itu dan lupa mengambilnya lagi. Terimakasih, Tuan," ucap Lia sambil menerima kartunya.

"Saya harus ke kantor," kata Ren. Lia mengangguk sambil tersenyum. Ren melangkah pergi.

"Hati-hati, Sayang!" kata Lia sedikit berteriak. Ren menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya menghadap Lia.

"Untuk sarapan besok, salmon sandwich sepertinya lezat," kata Ren lalu kembali melangkah pergi. Lia tertegun sesaat, lalu tersenyum lagi.

"Jangan terlambat untuk makan malam!" teriak Lia.

Ren tersenyum tipis mendengarnya. Beberapa staff hotel terlihat sedang menatap ke arah Lia dan Ren bergantian, seolah sedang menikmati adegan romantis sebuah drama.

Ren terus berjalan tanpa mempedulikan tatapan orang-orang terhadapnya. Ren segera masuk ke dalam mobilnya dan duduk merenungi apa yang baru saja dia lakukan pada Lia di depan lift.

Ren menanyakan Lia pada staff front office saat tiba di hotel. Salah satu staff mengantarkannya menuju ruangan Lia yang berada di bagian belakang front desk. Saat melewati lift, Ren tak sengaja menoleh pada lift yang terbuka yang di dalamnya ada Lia bersama seorang pria.

Entah mengapa, Ren merasakan sesuatu yang tiba-tiba membuatnya marah saat melihat lengan Lia dipegang erat oleh pria itu. Tanpa berpikir apapun lagi, Ren segera menarik Lia saat mendekat dan mendaratkan bibirnya ke bibir Lia.

Ren memejamkan matanya lalu mengusap wajahnya saat mengingat adegan itu, mencoba menghapusnya.

"Sepertinya aku mulai gila," gumam Ren sambil menginjak gas mobilnya dan meninggalkan Hotel Lavendra.

Sementara itu, di ruang general manager, Lia berjalan mondar-mandir perlahan sambil menganalisa apa maksud tindakan Ren tadi.

"Menunjukkan pada Kak Radit bahwa aku isterinya? Aku rasa tak perlu se-ekstrim itu. Ditambah kami baru beberapa hari menikah," gumam Lia, masih sambil mondar-mandir di ruangannya.

"Atau justru karena baru beberapa hari? Tuan Muda ingin memberi kesan bahwa kami pengantin baru yang sedang anget-angetnya?" gumam Lia lagi.

"Tapi... aku rasa sebuah kecupan di dahi atau sekedar memeluk, sudah menunjukkan kemesraan yang manis. Kenapa harus sampai mencium bibir?" Lia masih mencoba menganalisis maksud dan tujuan Ren.

"Tunggu! Mencium bibir? Hah?! Ciuman pertamaku?!" pekik Lia sambil terduduk di sofa ruangannya, baru tersadar bahwa itu adalah ciuman pertamanya.

"Nggak. Bukan. Itu bukan ciuman. Dia hanya menempelkan bibirnya saja. Tidak sampai terlalu dalam. Ya. Bukan. Itu bukan ciuman," kata Lia, menenangkan dirinya sendiri.

"Tapi... bibirnya menempel di bibirku. Belum pernah ada yang melakukan itu sebelumnya," Lia merasa bingung lagi.

"Ada bau salmon dari mulutnya," tiba-tiba Lia teringat.

"Untuk sarapan besok, salmon sandwich sepertinya lezat? Dia berterimakasih? Atau benar-benar meminta salmon sandwich untuk sarapan besok?" tanya Lia, bingung.

"Aku akan menanyakannya nanti malam," gumam Lia, seolah lupa tentang adegan ciuman yang sempat mengganggu pikirannya.

"Nanti malam? Ah! Aku harus cari referensi menu makan malam," gumam Lia sambil mengambil ponsel di atas meja kerjanya.

'Sepertinya, Tuan Muda suka seafood. Aku ingat ada udang di kulkas. Mungkin, aku harus membeli kepiting kapan-kapan,'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!