Bagas adalah seorang anak muda yang harus menerima takdir diri menjadi seorang titisan raja sakti mandraguna di masa yang lampau, akan kah dirinya mampu untuk menerima takdirnya sebagai titisan raja? atau justru ia akan menjadi orang gila yang tidak mampu untuk menahan kekuatan yang begitu dahsyat yang berada di dalam tubuhnya saat ini.
Semua akan terjawab seiring berjalannya waktu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muh. Ridwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Penjagaan
Sesampainya Raja Zamrud ditempat ritual dukun santet itu, sang dukun berpura pura kembali baik untuk dapat menjadikan Raja Zamrud menjadi pengikutnya dengan memberikan sesajen yang didalamnya ada benda pusaka yang bisa membuat makhluk halus yang memakannya akan mematuhi perintahnya.
Namun Zamrud tidak sebodoh itu, kalau dia bodoh ngapain dia jadi Raja? yakan yakan.
Zamrud menolak sesajen itu yang ia sudah ketahui bahwa ada benda pusaka milik dukun itu kalau dia makan maka dia akan menjadi budak dari si dukun.
Zamrud langsung to the point atas kedatangannya ke tempat ritual si dukun santet ini.
"Hei dukun biadab, segera lah bertaubat ke jalan kebenaran kalau kau masih sayang dengan nyawamu itu." ancam Zamrud.
"Cih beraninya kamu makhluk sampah mengancam aku? hahaha tampaknya kamu sudah muak menjadi raja di hutan jelek itu." jawab dukun itu dengan sombong.
"Aku peringatkan sekali lagi kepadamu dukun cebol, agar kamu berhenti menyerang temanku Bagas, kalau kau ingin menyerangnya jangan main curang dengan melawan dia saat hari sialnya." ujar Zamrud.
"Owh... jadi kamu temannya Bagas yah... Baik lah aku akan mengambil kesaktian mu itu dan akan membuat mu menjadi makhluk halus yang tak berguna!" teriak dukun itu menandakan ia ingin menyerang Zamrud.
Pertarungan antara Zamrud dengan dukun itu pun tidak terelakan, dukun itu bermain curang untuk kedua kalinya dia memanggil para demit peliharaannya untuk meng kroyok Zamrud.
Tapi insting Putra mahkota hutan alas roban dan para Panglima langsung tau bahwa Rajanya sedang dalam bahaya dan butuh bantuan mereka.
Selama menunggu bala bantuan Zamrud datang ia melawan para demit peliharaan dukun tersebut dan sesuai dengan namanya Zamrud ternyata ia mempunyai batu pusaka sakti Zamrud Merah yang mampu membuat demit peliharaan dukun itu tidak mudah mencapai Raja Zamrud.
Cahaya merah itu membuat lingkaran pelindung yang membuat para demit suruhan dukun itu mengharuskan untuk menembus lingkaran merah batu Zamrud itu.
Tidak banyak yang berhasil menembus ke titik tengah pusaran lingkaran merah batu Zamrud itu, apabila berhasil masuk maka kesaktian makhluk itu akan berkurang drastis.
Sesampainya bala bantuan Raja Zamrud sang putra mahkota langsung masuk kedalam pusaran merah milik Ayahnya dan langsung mengajak Ayahnya untuk bertarung melawan demit peliharaan dukun itu sekaligus dengan dukun tersebut.
Namun Raja Zamrud berpesan kepada anaknya.
"Nak jangan sampai kamu membunuhnya, buat dia tidak berdaya,karena sebagian besar kekuatan dari Bagas ada di dalam tubuhnya dan kalau engkau membunuhnya maka kekuatan itu tidak akan kembali kepada Bagas." ucap Raja Zamrud yang memperingati Putranya yang sedang berhadapan dengan dukun itu.
Dengan bala bantuan tersebut Raja Zamrud berserta panglimanya dengan mudah mengambil kekuatan para demit peliharaan dukun itu dan membuat demit demit itu menjadi makhluk halus sampah alias tidak berguna.
Pertarungan antara Pangeran dengan dukun tersebut masih terlihat sengit namun Raja Zamrud melarang para panglimanya untuk membantu Pangeran karena Raja Zamrud percaya akan kemampuan anaknya.
Setelah 15 menit pertarungan putra mahkota dan dukun sakti itu yang keluar sebagai pemenang nya adalah Putra mahkota tanpa terluka sedikitpun karena obat yang diberikan oleh Bagas adalah obat penyembuhan keabadian.
Selesai ia menghajar dukun itu, Raja Zamrud menyuruh para Panglimanya untuk pergi ke istana duluan dan mengajak Pangeran untuk bertemu kembali kehadapan Bagas dengan membawa dukun santet itu.
"Kamu yang bawa dukun itu ya nak,cape nih ayah pegel pegel tadi 1 vs 20, kan kamu enak cuman lawan satu orang doang." ucap Raja Zamrud yang alesan padahal dia mager bawa dukun itu.
Pangeran mahkota sedikit kesel dengan alesan Ayahnya namun dia tidak bisa menolak dan akhirnya kembali ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Om Fateh dan Pak Zaka hampir saja membunuh dukun ini, untung sempat di cegah oleh Raja Zamrud dan berkata.
"Hentikan! apabila kamu membunuh dukun ini maka Bagas akan kehilangan kesaktiannya, karena batarakarang yang menggerogoti tubuh nya dari dalam sejatinya tengah memakan dan menyalurkannya kepada dukun ini." ucap Raja Zamrud yang bikin keduanya berhenti untuk berniat membunuh dukun itu.
"Bagas segera lah kamu mengambil kesaktian mu kembali yang telah dicuri dari dirimu yang tengah lemah." perintah Raja Alex.
"Baiklah aku akan mengambilnya kembali." ucap Bagas yang menuruti kata temannya.
Tiba tiba keluar cahaya emas yang menyilaukan mata sekejap berubah menjadi kujang macan kembar yang sudah mulai menyerap kesaktian yang diambil oleh dukun itu.
Cukup lama pengambilan kesaktian kembali itu memakan waktu 1 jam lebih.
Hingga pada akhirnya dukun itu musnah menjadi debu karena kalau kujang itu menyerap kekuatannya dari seseorang maka seseorang itu akan menjadi debu.
"Kenapa dengan dukun ini?" tanya Om Fateh.
"Dia mengorbankan nyawa nya untuk Bagas mengambil kembali kekuatannya, mungkin ini caranya dia menebus segala dosanya yang telah menumbalkan semua keluarganya kepada demit peliharaannya." jawab Raja Zamrud.
Selesai penyerapan itu Bagas kembali disuruh tidur untuk beristirahat kembali.
Raja Zamrud dan Raja Alex bergantian menjaga ruangan Bagas dari serangan orang lain kembali.
Semua orang merasa tenang melihat bagas yang sudah mulai sehat walau pun masih membutuhkan waktu untuk beristirahat total.
Om Fateh yang ingin kembali kerumah mengajak Sintia untuk pulang tapi Sintia menolak dan memilih untuk menemani Bagas yang tengah tidur itu.
Melihat anaknya yang tulus mencintai Bagas akhirnya Om Fateh pun mengizinkan Sintia untuk menemani Bagas hingga besok hari.
Kedua lelaki itu, Om Fateh dan Pak Zaka harus kembali bekerja dan yang menjaga Bagas adalah Bu Ainun dan Sintia di dalam dengan yang berjaga diluar adalah Raja Zamrud terlebih dahulu sampai jam 12 malam nanti yang akan di gantikan oleh Raja Alex.
Selama Bu Ainun dan Sintia berjaga di dalam terdengar dari luar seperti suara kilatan kilatan petir yang menggelar di atas rumah sakit ini, yang ternyata adalah serangan dari pada dukun ilmu hitam yang ingin menembus perisai tingkat akhir milik Raja Zamrud.
Raja Zamrud yang mendengar hanya tersenyum kecil dan berkata.
"Dasar dukun bodoh, mereka mencoba untuk menjebol perisai ku yang terlihat lemah dan gampang ditembus, yang aslinya perisai ku telah masuk ke tingkat yang paling tinggi di dalam Istana ku dan perisai ini mampu membalik kan serangan kepada pemiliknya." gumam Raja Zamrud dalam hatinya.
Tengah malam pun tiba, saat pergantian antara Raja Zamrud dengan Raja Alex datang, Alex langsung meledek Raja Zamrud dengan mengatakan.
"Wih enak enakan loe disini nyantai nyantai aja, hebat juga lu Zam." Kata Raja Alex.
"Enak saja kata siapa aku bersantai disini? kamu tidak lihat di luar sana ada perisai milikku? yang aku siapkan selama 1 jam penuh,dan sekarang kamu telah datang jadi gantiin perisai aku yang ada disini dengan perisai milik mu." perintah Zamrud.
"Iyeiye gue pasang perisai gw dengan cepat dan tingkat akhir di lembah Penyiksa Jiwa tempat Istana gue yang lebih cepet pemasangannya dari pada milik lu yang cemen itu Zam wkwk." ledek Raja Alex dengan langsung pergi keluar untuk memasang perisainya.
Raja Zamrud yang melihat hanya senyum saja dan langsung meninggalkan rumah sakit itu dan kembali ke Istana nya yang ada di hutan Alas Ronan.
Selesai Alex memasang perisainya dia tidak melihat Raja Zamrud disana dan merasa bahwa dia telah pergi.
"Sue gw ditinggalin sendirian, mana kaga pamit klo pergi lagi hadeh dasar Zamrud Zamrud udh kaya jalangkung aja datang gk diundang pulang gk dianter pake gojek wkwk." gumam Raja Alex di dalam hatinya.
Selama malam hari berjalan tidak berhenti juga serangan dari para dukun santet yang mengirim teluh, santet dan semacamnya kepada Bagas yang sedang lemah.
Tapi dengan perisai milik Raja Alex mustahil serangan dari dukun itu mampu menghancurkan perisai pertahanannya.
Pagi pun mulai menampakkan dirinya dan serangan para dukun juga sudah berhenti, Om Fateh dan Pak Zaka kembali ke rumah sakit untuk membawa Bagas pulang ke rumah Pak Zaka.
Sehari setelah kepulangan Bagas, Sintia mengajak Bagas untuk menyebar kan undangan pernikahan keduanya kepada teman dan kerabat mereka.
#Next part 18.
Akan kah dalam pernikahan antara Bagas dan Sintia akan berjalan dengan lancar?
Nantikan part selanjutnya yang akan tayang sore ini.
Jangan lupa pencet tombol like yang gambar jempol dan kasih komen kalian apa yang kalian rasakan ketika membaca novel milikku ini.
Terimakasih🤗💐