Pertemanan medsos membuat wanita yang sudah berusia senja jatuh cinta pada seorang pria muda yang pantas menjadi anaknya.
Dia tidak bertepuk sebelah tangan keduanya saling jatuh cinta, saling sayang, saling memberi dan merima.
" umi gak mau melanjutkan hubungan ini, kalau umi tahu Abi punya istri."
" gak Abi sudah sepuluh tahun menduda.."
Ketika akhirnya dia tahu bahwa si pria punya istri, dia ingin mundur tapi ...
"'Umi, kita jalani aja hubungan ini, apa umi mau, Abi sayang umi.."
Dia menyerah, cinta terlarang itu berlanjut..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eritasyofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehilangan yang sunyi
Malam itu menjadi malam yang sangat berkesan bagi pasangan suami istri Rangga dan Viona, paginya Viona telah menyiapkan sarapan pagi Rangga dan mengantar Rangga ke depan sambil mencium tangannya.
Seketika Rangga bisa terlupakan pada Winta karena layanan Viona.
Begitu duduk di ruang kerjanya Viona sudah menelpon, mengucapkan selamat bekerja.
Dan Winta hanya terdiam, sudah hampir jam istirahat siang chatnya tidak di balas Rangga, ada penyesalan di hatinya telah menyuruh Rangga memberi lampu hijau pada istrinya.
" mungkinkah mereka sudah baikan ? Apa Abi sudah lupa sama umi ?" tanya Winta dalam hati.
Sampai sore, sampai malam, sampai matanya mulai mengantuk, tetap saja tidak ada balasan chat Winta .
Akhirnya Winta tertidur dengan air mata yang mengering di pipinya.
Sementara saat ini Rangga sedang asyik duduk di taman rumah bersama Viona, menikmati cemilan buatan istrinya, tangan Rangga melingkar di bahu Viona dan Viona bersandar didada suaminya.
" Pa, mama sempat curiga kalau papa punya pacar ?"
Degh
Tiba tiba Rangga terkejut, satu harian ini dia tidak membuka WhatsApp up Winta.
" Pa, kok kaget ?"
" Papa gak kaget kok, mama kok mikir gitu "
" Iya karena papa kelihatan bahagia sekali kalau pulang dan pergi kerja."
" oh...itukan karena kerjaannya gak terlalu memakan pikiran."
Rangga ingin sekali menghadiri kemesraannya dengan Viona tapi Viona malah menggunakan waktunya untuk melakukan hubungan di ranjang.
Sampai akhirnya Rangga tertidur karena lelah.
Pagi begitu terbangun dan Viona sibuk di dapur Rangga mengambil handphone nya, membaca chat Winta, kemudian membalasnya.
"Umi maafin Abi ya, Abi sibuk sekali sampai gak sempat balas chat umi ."
Chat itu centang satu, Rangga buru buru menyimpan handphone nya dan masuk ke kamar mandi.
" Pa, hari ini mama ke rumah Ningsih ya."
Viona minta izin saat sarapan, yang sebenarnya dia bukan meu kerumah Ningsih tapi dia ingin melihat siapa wanita yang telah membuat suaminya bahagia.
" Iya, gak apa apa, tapi kalo papa pulang kamu udah dirumah ya."
" Iya sayang."
Viona melepas Rangga kerja dipintu depan dan mencium tangan suaminya.
Rangga sampai ke kantor, mengambil handphone nya menelpon Winta.
Winta tidak mengangkat telpon Rangga.
Dibiarkannya telephon nya terus berdering.
" Abi, kamu sudah bahagia, aku gak mau lagi mengganggu kebahagiaanmu, aku gak pantas untukmu Abi, aku sudah tua."
Bisik Winta dalam hati.
Setengah jam sebelum makan siang, mobil Viona sudah parkir di tempat tersembunyi di dekat kantor Rangga.
Viona melihat Rangga keluar dari kantor dan mengikutinya dari jauh.
Rangga masuk direstoran Padang sendiri.
" Ternyata dia memang tidak berselingkuh."
Viona akhirnya masuk ke mobil dan pulang kerumah.
Sementara itu Rangga betul betul nampak gelisah, hatinya galau.
Rangga akhirnya menelpon Winta lagi, satu kali, dua kali dan kali ketiga Winta mengangkat telepon.
" Umi, kenapa gak akan telpon dan gak balas chat Abi ?"
" Lupakan umi Abi, kembali sama istri Abi jangan hancurkan rumah tangga Abi."
" Telat sayang, Abi sudah jatuh cinta sama umi, Abi galau gak ada umi."
" Dari kemaren Abi juga gak balas chat umi."
" Abi sibuk sayang, ayo umi kita keluar, Abi kangen umi."
" Umi gak bisa sayang, lagian Abi masih kerja."
" Umi ayolah, apa umi gak kangen sama Abi ?"
" Kangen."
" Abi tunggu umi ya "
Winta yang betul betul sudah bucin sama Rangga akhir menyetujui untuk bertemua disebuah hotel.
Bersambung