NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Ikri Sa'ati

Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16. Cerita Sebenarnya

Di paviliun kecil yang lebih pantas disebut gubuk yang jauh dari keramaian dan kediaman megah Jenderal Ling Guojin, tampak Ling Qingxue duduk di sebuah bangku panjang di belakang rumahnya, menikmati belaian udara yang dingin nan segar di sore yang sudah menjelang senja.

Baru beberapa saat yang lalu dia selesai melakukan pelatihan, melatih ketangkasan bela dirinya dan pengendalian energi spiritualnya sebentar.

Cadarnya yang sedikit kusam tampak bergoyang perlahan, tapi cukup mengintipkan lekuk wajah bidadarinya yang semakin bertambah cantik.

Liu Xui yang duduk di sebelahnya masih menatap nona mudanya, penuh penasaran, lalu bertanya bernada ingin sekali tahu.

"Shao jie, bagaimana Anda bisa tahu kalau pelayan Ling Yaofei yang mengambil perhiasannya?"

Ling Qingxue tersenyum lembut di balik cadarnya, menoleh pada Liu Xui sebentar sebelum menjawab, bernada kalem dan tenang.

"Pada malam harinya aku merasakan ada orang yang masuk secara diam-diam ke kamarku."

"Apa? Kenapa Shao jie tidak membangunkan aku?"

"Membangunkan kamu gundulmu!" gerutu Ling Qingxue bernada canda sambil mentoeng pelan kepala Liu Xui. "Apa kamu lagi bersamaku malam itu?"

"Maaf, Shao jie," Liu Xui menggaruk tengkuknya yang tidak gatal seraya tersenyum kikuk. "Seharusnya malam itu aku...."

"Sudahlah, tidak usah merasa bersalah begitu," Ling Qingxue mengibaskan tangan pelan ke depan dengan santai. "Lagipula aku sudah tahu siapa pelakunya, dan... kamu telah menyaksikan apa yang sudah terjadi hari ini...."

Yaitu pelaksanaan hukuman cambuk kepada kedua pelayan Ling Yaofei akibat penghianatan majikan mereka.

Liu Xui bertambah penasaran dengan pengabaran yang kurang lengkap itu. Akhirnya, karena tidak tega dengan pelayannya, Ling Qingxue menceritakan kejadian malam itu, cukup yang perlu diketahui oleh Liu Xui saja. Kejadian yang dirasa belum perlu, Ling Qingxue tidak menceritakan.

Sebenarnya kejadian malam itu....

Saat itu langit malam begitu kelam, tanpa ada sinar bulan, di saat Ling Qingxue hendak beranjak tidur setelah melakukan semedi. Tiba-tiba suara datar mekanis sistem berbunyi dalam pikirannya.

[Misi berikut: Menggagalkan jebakan dari saudara tiri Anda, Ling Yaofei]

Ling Qingxue mengerjapkan kedua mata indahnya dalam gelap, hatinya sempat terkejut.

Ling Yaofei hendak memasang jebakan?

Belum sempat dia memikirkan lebih lanjut akan hal itu, pendengarannya yang semakin terlatih tajam menangkap gerakan, lebih tepatnya langkah kaki yang begitu pelan dari luar rumahnya ini.

Benaknya langsung cepat tanggap, Ling Yaofei, atau lebih tepatnya orangnya sudah mulai beraksi.

"Rupanya dia sudah gatal ingin mempermalukan aku lagi," gumamnya dalam hati seraya menyeringai dingin.

Menyadari akan hal itu, Ling Qingxue cepat-cepat berbaring tanpa menimbulkan kegaduhan, lalu berpura-pura menutup kedua matanya, layaknya dia tidur. Namun indra pendengarnya tetap dipasang baik-baik.

Tak lama berselang, seseorang berpakaian gelap menyelinap masuk dengan hati-hati dan pelan-pelan setelah mendorong pintu dengan begitu hati-hati. Lalu terdengar gemericik sesuatu di dalam gelap. Akan tetapi Ling Qingxue tahu si penyusup telah meletakkan sebuah benda di kamarnya.

Ternyata ini jebakan yang dimaksud oleh sistem....

Ling Qingxue masih tetap berpura-pura tidur, tapi dia dapat menyaksikan aksi orang bertopeng tersebut dengan ekor matanya yang begitu tajam, yang mampu melihat meski dalam gelap.

Lebih daripada itu, Ling Qingxue masih dapat mengenali jika penyusup itu adalah perempuan. Dikenali dari bentuk tubuh dan jalinan rambutnya.

Begitu bayangan penyusup itu telah raib dalam gelap malam, Ling Qingxue beringsut bangkit dari tidurnya, lalu langsung melihat ke sudut kamarnya. Matanya menyipit saat melihat ada benda berkilau yang tergeletak di lantai.

Perhiasan milik Ling Yaofei. Seketika Ling Qingxue menyeringai dingin.

Baiklah, sepertinya kau tidak sabaran ingin bermain dengan aku, Ling Yaofei. Dan kau tidak menyangka aku bakal membalikkan jebakanmu ini kepadamu.

Dengan hati-hati, Ling Qingxue mengambil perhiasan itu. Lalu dia duduk kembali di tepi pembaringannya, berpikir merencanakan pembalasan.

Pada malam itu Ling Qingxue belum tidur, menunggu momen yang tepat saat dia meletakkan perhiasan itu di dalam kamar salah satu pelayan setia Ling Yaofei, tanpa sang pelayan menyadarinya hingga kematian menjemputnya.

"Begitu keji dan liciknya Ling Yaofei itu," komentar Liu Xui di akhir cerita bernada geram. "Untuk saja Anda dapat mengetahuinya, Shao jie."

"Sudahlah, Liu Xui, tidak perlu kamu memikirkan hal itu," lembut penuh kasih sayang Ling Qingxue menasehati. "Yang penting sekarang, kamu harus tetap berhati-hati terhadap siapa pun yang ada di kediaman utama itu."

"Baiklah, Shao jie, pelayanmu ini akan patuh mendengar nasehatmu," Liu Xui mengangguk bersungguh-sungguh.

Dia tidak ingin dulu bertanya lebih lanjut tentang rencana majikan mudanya ini. Tapi apapun yang Ling Qingxue lakukan ke depannya, dia menjadi orang terdepan yang mendukung dan mendampingi sang nona muda. Meski harus mengorbankan nyawanya.

"Shao jie, kalau begitu aku akan masuk menyiapkan teh untuk Anda," kata Liu Xui setelah berdiri tegak di depan Ling Qingxue.

"Baiklah.... Terima kasih, Liu Xui."

Liu Xui segera berlalu meninggalkan paviliun sederhana dan kecil ini. Setelah gadis manis itu hilang dari pandangan, tiba-tiba suara mekanis sistem berdengung di dalam kepala Ling Qingxue.

[Selamat, Shao jie! Misi telah berhasil. Hadiah: Tingkat kultvasi Anda meningkat, kekuatan energi spiritual meningkat, dan kekuatan daya tahan tubuh meningkat.]

Belum lama gema suara dingin sistem menghilang, tiba-tiba Ling merasakan ada suatu energi kuat merasuk terus mengalir ke sekujur tubuhnya. Otot-ototnya terasa lebih kuat dan kokoh, syaraf-syarat begitu lancar dan peka.

Ada gelombang hawa panas sekaligus hawa dingin menyebar, membuat dirinya serasa lebih bertenaga dan bersemangat dari sebelumnya.

Ling Qingxue mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, merasakan sensasi hawa panas di telapak tangan kanan dan sensasi hawa dingin di telapak tangan kiri. Dengan peningkatan ini, dia bisa berlatih lebih keras dan giat, tanpa takut cepat kelelahan.

Gadis cantik dalam balutan cadar sederhana itu sejurus berdiri, lalu kepalanya menengadah menatap langit yang mulai berubah kelam. Merasakan terpaan angin senja tua yang begitu sejuk membelai wajahnya.

Kali ini dia tidak lagi merasakan kedinginan saat diterpa angin seperti ini, karena dia sudah bisa mengendalikan suhu tubuhnya agar menjadi hangat.

Pada kehidupannya yang dulu, tubuhnya begitu lemah, rentan dengan hawa dingin, sehingga dia sering sakit-sakitan. Hal itu tak lain karena pengaruh racun yang sudah bertahun-tahun mengendap di dalam tubuhnya, yang menyebabkan meridiannya tertutup.

Namun sekarang, dia merasakan keadaan dan kondisi dirinya lebih stabil, jantungnya berdegup lebih teratur dan kuat, napasnya kini lebih panjang. Tubuhnya begitu ringan dan fleksibel.

Dengan kemampuan dan kekuatanku yang sekarang, aku bisa melatih bela diri dan teknik sihir tingkat tinggi, gumamnya dalam hati.

Saat Ling Qingxue masih terpaku diam menatap langit senja, Liu Xui telah tiba dengan membawa nampan teh.

"Shao jie, kenapa masih berada di luar?" sapa Liu Xui begitu sudah berada di hadapan sang nona muda. "Sebentar lagi malam akan tiba, udara sudah semakin dingin. Nanti kamu masuk angin...."

Ling Qingxue menurunkan wajahnya, menatap Liu Xui dengan lembut.

"Tidak apa-apa, aku sudah merasa lebih baik hari demi hari...."

Sejenak Liu Xui cukup heran dengan jawaban Ling Qingxue. Namun akhirnya dia tersenyum senang sambil menyuguhkan teh pada majikan mudanya ini.

"Itu lebih bagus, Shao jie! Aku selalu berdoa agar kamu selalu dalam keadaan baik-baik saja."

"Terima kasih, Liu Xui."

★☆★☆★

1
Adi Sudiro
terlalu mlibet padahal cerita nya menarik.....
Ds Phone
hidup nya makin menikat
Ds Phone
betul tak ada guna nya sama sekali
Adhie: betul kaka, tak ada guna lagi beri hadiah
total 1 replies
Ds Phone
kalau ambil kesah pun tak siapa ambil pedulik
Ds Phone
perubahan bangun dari mati
Ds Phone
ada kekuatan pada diri nya
Ds Phone
suka fitanah orang ambik tu sebagai balasan
Adhie: itu balasan masih ringan
total 1 replies
Ds Phone
dia dah tak takut sesiapa pun
Adhie: betul sekali
total 1 replies
Ds Phone
nampak sanyat bohong
Ds Phone
apa yang taruh
Adhie: coba dilihat kaka
total 1 replies
Ds Phone
pelayan setia nya begitu sayang pada nya
Adhie: benar, dialah yang paling setia padanya. makanya dia juga dibekali kekuatan
total 1 replies
Ds Phone
memang manusia satan
Ds Phone
dia akan uasa sendiri
Ds Phone
dia macam pecaya diri
Ds Phone
dia dah mula berani
Adhie: harus lah kaka....
total 1 replies
Ds Phone
bermula hidup baru semula
Muft Smoker
waaah udh byk nii kemampuan Shao jie miliki ,, mantaf laaa
Adhie: assiiiaap...
total 3 replies
Muft Smoker
semngat Shao jie ,,
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,
Adhie: siap kaka...
total 1 replies
Hatijah Cantik
sikap keluarga itu sama sekali tidak masuk akal .
Hatijah Cantik
lanjut
Adhie: lanjut....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!