Ami adalah sahabat Diva. Merka berteman sudah dari semenjak SMP hingga sekarang. Diva mempunyai seorang kakak laki - laki yang sangat tampan membuat Ami jatuh cinta.
Wisnu nama kakak laki - laki Diva tengah galau dengan nasib rumah tangganya merasa terhibur dengan kehadiran Ami. Mereka mulai sering bertemu dan jalan bareng.
Hubungan keduanya semakin jauh dan tidak terkendali sehingga membuat Ami hamil. Semua keluarga Wisnu jelas saja kaget dan tidak terima. Tapi berkat perjuangan Wisnu yang menjelaskan keadaan rumah tangganya yang sebenarnya membuat kedua orang tuanya memberi restu,asalkan Wisnu terlebih dahulu menceraikan istrinya yang tertangkap basah berselingkuh dengan atasannya dikantor.
Takdir berkat lain saat Wisnu akan meminang kekasihnya tiba - tiba ia mengalami kecelakaan dan membuat memorynya tentang Ami hilang. Ami yang sudah lelah berusah memulihkan ingatan Wisnu memilih pergi.
Akankah ingatan Wisnu kembali?Bagaiman nasib Ami? Akankah cinta mereka bisa bersatu ke
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Seminggu berlalu begitu lama bagi Wisnu. Karna sudah satu minggu ini Ami sama sekali tidak pernah main kerumahnya.
"Diva, Ami kemana tumben sudah seminggu ini ga keliatan?" tanya Wisnu karna saking penasarannya. Ia sudah menghubungi nomor Ami tapi tidak pernah diangkat bahkan chatnya satu pun tidak dibalas.
"Kan lagi fokus ujian, mas. Ia mau konsentrasi belajar katanya." jawab Diva sambil menyuap kue bolu yang mamanya bikin.
"Tumben mas Wisnu nanyain teman Diva?" tanya Nia yang tau - tau sudah duduk di samping Wisnu.
"Ga tumben aja sih. Biasanya rumah jadi rame ulah mereka berdua." Jawab Wisnu setenang mungkin.
"Lah diakan punya rumah sendiri, ngapain juga selalu di rumah orang." ujar Nia tidak suka.
"Mama malah senang jika Ami di sini . Mama jadi punya teman buat masak dan bikin kue." bela mama karna Ami memang sudah dekat dengan mama Wisnu.
"Terserah deh, yang jelas dia itu orang lain." Ujar Nia ketus.
Ingin rasanya Wisnu memaki istrinya tapi ditahan. Ia tidak mau hubungannya di ketahui oleh istri dan keluarganya. Wisnu terpaksa diam.
Mama maupun Diva sama - sama beranjak meninggalkan Wisnu dan istrinya. Mereka berdua tidak begitu suka dengan gaya bicara Nia yang kurang pantas menurut mereka.
Karna rindu yang semakin membuncah membawa Wisnu mendatangi rumah sang pujaan hati. Rumah Ami terlihat sepi.
"Assalamualaikum. " Wisnu mengetuk pintu yang tertutup rapat.
"Tok....tok.....to....." beberapa kali Wisnu mengetuk pintu ketukan yang kesekian pintu baru di buka oleh seseorang dari dalam.
"Waalaikumsalam. " Ami yang membukakan pintu terpaku di tempatnya. Matanya mengerjap beberapa kali memastikan pandangan matanya tidak salah.
"Mas Wisnu." sapa Ami setelah bisa menguasai keterkejutannya.
"Mas boleh masuk ga?" tanya Wisnu.
"Silahkan, mas."Ami menyuruh Wisnu masuk dan duduk dibangku.
"Mas mau minum apa?" tanya Ami.
"Susu." jawab Wisnu asal.
"Susu. Di sini ga ada susu mas, adanya teh atau kopi." jawab Ami mengerinyitkan matanya.
"Mas mau susu yang itu?"goda Wisnu.
"Susu yang mana?" jawab Ami yang belum mengerti arah pembicaraan Wisnu.
Tangan Wisnu nakal menyentuh quisy milik Ami membuat gadis itu mengelak karna kaget. Tangan Ami refleks memukul tangan nakal Wisnu membuat laki - laki Itu tertawa.
"Kok sepi?" tanya Wisnu.
"Biasa ayah dan ibu di toko." jawab Ami sendu.
"Gimana kalau kamu ikut mas aja." ajak Wisnu.
"Kemana mas?" tanya Ami.
"Kamu maunya kemana?" tanya Wisnu.
"Ya kan yang ngajak mas Wisnu, masa nanya aku sih." Ami mementingkan bibirnya membuat Wisnu terpancing untuk melahapnya.
"Mas nanti diliat orang." Ami berusaha melepaskan bibirnya dari bibir Wisnu. Laki - lakinya tidak pernah puas - puasnya mengulum bibir gadis itu.
"Kamu ganti baju tuh, mumpung belum terlalu sore kita jalan sekarang." perintah Wisnu sambil mendorong tubuh Ami menjauh. Ia tidak mau kebablasan jika lama - lama gadis itu duduk disampingnya.
Ami bergegas menganti pakaiannya. Lalu mereka berdua menaiki mobil dan melaju menuju jalan bebas hambatan.
"Ini kita mau kemana,mas?" tanya Ami saat mobil sudah berada di tol.
"Sesekali kita keluar kota, yang. Kita cari udara segar." kekeh Wisnu.
"Kayanya asik juga mas. Udah lama aku ga pernah keluar kota." ujar Ami sendu. Wisnu menyadari perubahan rona wajah kekasihnya lalu menggenggam tangan Ami dan sesekali menciuminya. Ami tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari Wisnu, rasa sedihnya menguar begitu saja.