NovelToon NovelToon
Purnama Kedua

Purnama Kedua

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Horor / Balas Dendam / Spiritual / Tamat
Popularitas:167.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yamazakura

Membaca story ini seperti menonton film horor anti mainstream. Tidak perlu waktu lama dan bertele, satu dua jam sudah selesai.

Dalam kehidupan yang semakin kompleks dan kompetitif, kadang orang-orang yang terobsesi menghalalkan segala cara. Korban-korban berjatuhan menyisakan misteri dan kengerian.

Hitam putih dunia hiburan, Persahabatan, Cinta dan perjuangan hidup yang menarik untuk dibaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yamazakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tante Silvi

Kalung itu, kalung perak dengan bandul serupa cabai itu, kini melingkar di leher Silvi. Dalam keheningan malam yang kian keram, Silvi bersemedi dan memusatkan pikiran dan semua kemampuan supranaturalnya ia curahkan untuk menelisik kalung itu.

Dunia adalah satu, satu kesatuan yang saling bertautan. Kita hidup di bawah atmosfer yang sama, angin yang sama, awan yang sama dengan awal kemarin bahkan awan yang sama puluhan, jutaan tahun yang lalu. air mengalir dari puncak-puncak bukit yang hijau, menetes ke dalam dahaga para pelancong yang berbeda, sejak jaman purba. air yang sama, kasih dunia yang sama. Jaman demi jaman silih berganti, atmosfer merekam semua kejadian dan kehidupan. Bahkan seekor semut di bawah jembatan terus terpantau dan di belai angin yang sama. Bumi terus berputar merekam semua kejadian dan kenangan seperti roll film jaman klise yang bergulung terus menerus.

Silvi menelusuri dan merasakan kenangan yang terekam oleh kalung itu. Keringat para pengrajin, sentuhan tangan-tangan yang pernah membelai kalung itu. Sampai pada suatu titik. Silvi menemukan nyawa atau semangat yang tertinggal di situ. Sang Penghuni Permata merah itu tidak bisa di tanya dengan bahasa manusia. Silvi pun beralih pada Arwah penasaran pemilik terakhir kalung itu, sepertinya dari jaman modern dan bisa diajak berkomunikasi. Tapi penampilan pemilik terakhir kalung itu membuat Silvi ketakutan dan gentar.

Silvi memberanikan diri.

Penampilan pemilik terakhir kalung itu membuat ngilu. Ia seorang perempuan berambut panjang dengan kepala yang remuk sebelah. Darahnya mengucur segar dari kepala sampai separuh tubuhnya yang berbalut gaun warna krem yang robek dari lengan sampai pinggang. Darah segar yang baunya membuat mual. Sebelah lengan dan punggungnya itu pun rusak dengan tulang belikat yang menonjol keluar dari kulit yang robek. Wajahnya hampir tak bisa dikenali dan sepasang matanya bulat sempurna, seolah bola matanya mau loncat keluar.

"Izinkan saya membantumu, izinkan saya membantu-" ucap Silvi dengan lutut gemetar.

"Berikan kalung itu pada Angela!" ujar sosok mengerikan itu dengan suara serak seperti pelepah kering yang diseret. Sosok itu menjijikan sekali bagi orang yang suka kebersihan dan perfeksionis dan tampak perlu perawatan bagi orang yang penuh rasa humanisme atau bagi seorang perawat, ia tahu betul sosok itu perlu di bersihkan dari darah.

"Kenapa harus Angela?" tanya Silvi coba menatap tanpa rasa takut apalagi rasa jijik.

"Serahkan kalung itu pada Angela! Serahkan kalung itu pada Angela!!!" sosok itu begitu ngotot dan kini mendekati Silvi dengan cepat tanpa melangkah.

***

Darah memercik ke wajah Angela. Angela yang melotot dan mendengus.

"Hah!" Angela mendadak terhempas dan terperanjat dari mimpi. Napasnya berat dan mimpi darah memercik ke wajahnya itu terasa nyata sekali. Bahkan ia masih mencium bau amis darah manusia dalam mimpinya itu.

Gea sudah terlelap. Angela menghela napas dan merapikan rambutnya lalu ia melirik jam.

Pukul 2 dini hari.

TRRRR!!! TRRRR!!!

Angela mendapati handphone Gea bergetar dan menyala. Angela pun meraihnya dan ia dapati panggilan itu dari Tante Silvi.

"Gea, Gea bangun Gea," Angela mengguncangkan Gea. Gea pun menggeliat dengan malas dan akhirnya membuka mata dengan susah payah.

"Apa sih?" protes Gea menahan kesal.

"Tante Silvi nelpon kamu nih, cepetan angkat." Mendengar nama Tante Silvi, Gea yang baru bangun sepenuhnya jadi terheran-heran.

"Ngapain sih, malem-malem begini?" keluh Gea.

"Ya mana gue tau, nih angkat." Gea pun menerima ponselnya dan membuka sambungan telepon.

"Halo Tante."

"Gea, Dimana Rumah Angela? Anter Tante sekarang juga ke rumah Angela," ucap Tante Silvi dengan nada ucapan yang tergesa dan ketakutan.

***

Di dalam salah satu kamar rumah Julius, Tina tampak berdoa dengan deraian air mata. Ia mengenakan Mukena yang di pinjamnya dari Nani begitu ia sampai ke rumah Julius yang besar itu untuk sholat isya. Ia tidak bisa tidur, ia gelisah. Ia bersyukur dibawa pulang oleh Nani dan Julius yang baik sekali.

Sekarang pukul 2 dini hari. Ia tidak bisa tidur, jadi ia putuskan sholat tahajjud dan mendoakan Kakaknya yang sudah tiada itu. Naluri seorang adik mengatakan, Arwah atau apapun itu yang berhubungan dengan kakaknya kini begitu terasa dekat dan terasa mengganggu. Rasa rindunya pun bangkit, kenangan pahit itu melilit di batinnya dan seolah tak mau lepas. Kenangan saat ia melongok dekat-dekat pucat pasi wajah kakaknya itu saat dikafani tak bisa lepas dari ingatannya.

***

Angela membuka pintu dengan Gea yang masih menguap. Pintu terbuka, Tante Silvi pun nampak. Romannya kecut dan kulitnya basah oleh keringat dan tubuhnya bergetar.

"Maaf, maaf Angela," ucapan Tante Silvi berebut dengan napas yang memburu. Seperti orang yang habis berlari ratusan meter.

Angela dan Gea hanya menatap dengan penuh heran.

"Pokoknya dia bilang, Angela, kamu harus mengenakan kalung ini sampai syuting film itu selesai."

"Apa???" Angela makin tak mengerti. Setan macam apa punya permintaan seperti itu. otaknya ia peras dengan kuat. Sampai akhirnya ia memahami sesuatu dan hanya ia yang mampu memahami itu, karena itu menyangkut masa lalu.

"Kak, saya yakin, Kak Wini pasti tenang di alam sana kalo Kalungnya Kakak pakai," ucap Tina pada Angela di satu pertemuan.

"Kak Wini ingin sekali menjadi Artis, cantik dan populer seperti Kakak. Saya mohon Kak, entah mengapa, saya merasa yakin tentang hal itu."

Kini, Angela pun perlahan menerima kalung itu dari tangan Tante Silvi yang bergetar.

"Dia, dia juga bilang, ia akan berterima kasih sekali kalau kamu mau mengenakan kalung itu kembali. Paling tidak, sampai syuting film, entah apa itu, sampai selesai Katanya, pokoknya begitu." Kalung itu kini sudah kembali ke tangan Angela.

Hari-hari penuh kengerian dan kegetiran kini Angela siap jalani dengan kalung itu.

Tante Silvi kini mengepalkan uang dan memaksa Gea untuk menerimanya kembali. Beberapa lembar uang yang kusut itu pun berpindah tangan.

"Engga Tante, udah ini buat Tante aja," tolak Gea. Tapi Tante Silvi bersikukuh dan segera berlalu.

"Gak mau, Tante masih mau hidup," ucap Tante Silvi lantas lari dan menuju taksi yang memang ia suruh menunggu.

"Jel, Jel!" ucap Gea membuyarkan lamunan Angela.

"Lo gak apa-apa make kalung itu lagi?"

"Iya, semoga saja. Bukankah sebelum kematian Bokap gue, gue udah lama make kalung ini," ucap Angela dengan otak yang terus ia putar. Seolah ia mencari tersangka lain selain kalung itu.

"Kalung ini benda mati Gea, kita harus fokus dan realistis. Jangan terkecoh dengan keberadaan kalung ini." Ucapan Angela mulai dimengerti oleh Gea.

"Ya udah, gue setuju-setuju aja. Yuk ah, tidur lagi," ajak Gea sambil melangkah masuk.

1
Yamazakura
ngumpulin dulu materi untuk bagian ke tiganya
Ummu Rizki Ummu Rizki
lah,itu kelanjutan nya gimana thooor apa dah tamat aja, terus gimana itu nasib si gio dan istri nya setelah anaknya kerasukan.
Yamazakura: ada bagian ke tiga/true ending, tapi saya masih sibuk
total 1 replies
Ermi Suhasti
semangat thor ..
Yamazakura: siap terima kasih sudah mampir
total 1 replies
🍾⃝ ᴋɪͩʀᷞᴀͧɴᷡᴀͣ 🏘⃝Aⁿᵘ
Mampir...
Yamazakura
siap 👍 Terima kasih masukannya
🍒⃞⃟🦅ᖴᵃⁿᵗᵃՏⁱᶻᵉIndras💕
maaf..sedikit saran kak: minggat=pergi tanpa kabar, biar lebih lebih halus sedikit🤗
makasih
☠༄⃞⃟⚡ᴹᵃᵐ ᶠᵉⁿ 𒈒⃟ʟʙᴄ zc❖🍒⃞⃟🦅
aku mampir thor🙏semangat ya
Yamazakura: terima kasih 👍
total 1 replies
ariasa sinta
bang author harusnya pemberitahuan ini sambungan dari sang purnama d jelasin d detail bang, jd yg mau baca tau biar baca dulu sang purnama trus kesini, biar lebih ngerti alurnya z bang, ini saran z bang thor
Yamazakura: iya, sorry
total 1 replies
ariasa sinta
ngeri ngeri sedep neh
ariasa sinta
q blik baca lagi, krna baru baca yg pertama jd biar lbh paham alurnya
Mulya Fadiba Insung
semangat ya thor...
Yamazakura: asssiaaaappp
total 1 replies
Mulya Fadiba Insung
like ya..
Mulya Fadiba Insung
hadir thor 👣👣👣
Yamazakura: terima kasih
total 1 replies
Chamomile🌼
mampir gan
Yamazakura: thank u 👍👍👍🙏😁
total 1 replies
Noer Row_ling
hadir 👍
Yamazakura: siapppp
total 1 replies
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
semangat
Yamazakura: makasih bangettt
total 1 replies
ariasa sinta
kayanya kalungnya sesuatu deh
Zana Maria
aku udah mampir ya Thor,, ceritanya bagus banget saya suka banget Thor
Yamazakura: makasih makasih
total 1 replies
几ㄖㄒ卂乃卂几乇シ︎
mampir
Yamazakura: makasih makasih
total 1 replies
coni
Aster Hadir kakak, semangat dan mari saling mendukung 🥰🥰
Ditunggu feedback nya!!

Salam ANGKASA 🥰
Yamazakura: otw ga pake rem
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!