Novel kali ini menceritakan tentang pertemuan tak sengaja Kania dengan CEO tampan di hotel. Lucu seru jangan lupa like.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjanjian Pacaran
Happy Reading 😘
**__**
Keesokan paginya...
Sinar matahari pagi mulai masuk melalui jendela dari ruang kerja besar itu. Masih mengerjapkan mata Kania menatap langit-langit , tangannya yang satu memijat keningnya. Dengan kepala sedikit pusing Kania berusaha mengumpulkan ingatan.
"Kenapa atas kamar ku beda gini? Ini dimana? Astaga... kenapa aku tidur disini!!" suara panik Kania yang tiba-tiba bangun dan duduk berusaha mengingat.
Kalau gak salah semalem itu aku terpaksa minum wine gara-gara si gila menyuruh ku membuktikan hal konyol. Terus aku gak ingat lagi apa yang terjadi, tapi rasanya seperti ada seseorang yang memelukku deh? Aaaahhh tidakkk....
Segera Kania membuka selimut yang menutupi tubuhnya. "Aaaahhhh syukurlah, si gila itu tidak aneh-aneh ternyata dia masih punya hati nurani juga, untung dia gak memanfaatkan aku yang sedang mabuk. huft.." gumam Kania lega.
Kevin yang sudah rapi dengan pakaian coklat nya menatap Kania diam dan kesal mendengar Kania memanggil nya dengan sebutan si Gila, dengan berjalan pelan menghampiri Kania dan berbisik di belakangnya.
Landak ini harus di kasih pelajaran.
"Kata siapa aku punya hati nurani, mungkin semalam aku malas jika lawan ku terkapar tak berdaya he-he-he... tapi kalau sekarang aku ready loh, aku juga bisa ko hilang hati nurani hemmm..!" ucap Kevin yang sudah membungkuk di belakang Kania.
"Aaaaaa... sejak kapan kamu ada di belakang ku?!!!" teriak Kania yang kaget dengan suara bisikan Kevin.
"Kenapa? ini kantor ku, aku bebas berada disini kapanpun yang aku mau!" Kevin berjalan memutar menuang air mineral kedalam gelas dan meminumnya seteguk lalu berjalan mendekati Kania dan berdiri dihadapannya.
"Kamu selalu tidur di kantor seperti ini?"
"Ha-ha-ha kadang kalau ada wanita yang menemani ku di kantor aku bisa tidur dikantor, lagian aku selalu ada dimana pun. Didalam sana ada satu ruangan yang isi nya lengkap mulai dari kasur, lemari pakaian, plus kamar mandi juga, Mau coba tidur disana he-he-he??"
Ekspresi wajah Kania mendadak berubah. "Mimpi aja lah kamu sana!" jawab Kania ketus.
"Sudahlah oiya apakah kamu masih ingat apa yang sudah kamu katakan semalam??"
"Hah.. Apa..??!"
Aku coba pura-pura lupa aja ah, siapa tau dia gak ngebahas soal jadi pacar.
"Wah wah efek mabuk semalam masih ada rupanya, tapi gak pa pa aku akan membantumu untuk mengingat nya?!" ledek Kevin.
Dengan tiba-tiba Kevin mendorong tubuh Kania hingga dia tertidur lagi di sofa, masih dengan kesadaran belum sepenuhnya Kania diam menatap tajam Kevin.
"Apa kamu sudah ingat??"
"Mulai hari ini sampai bulan depan, selama satu bulan kamu akan menjadi pacar ku dan harus bersedia melakukan apapun yang aku perintahkan, apakah sudah mengerti?!"
Sial ternyata cowok ini benar-benar gila ya, dia gak melepaskan aku, tapi Aku sudah melangkah sejauh ini, semua ku lakukan agar panti asuhan aman dan baik-baik saja, aku akan berusaha semampu ku.
"Iya aku tau, aku setuju jadi pacar mu!" jawab Kania akhirnya.
"Cepat minggir dari hadapan ku!" serunya lagi sambil mendorong dada Kevin sekuat tenaga nya.
"Oke oke,, siapa juga yang suka sama cewek abis bangun tidur kaya kamu gini, bisa-bisa aku kena muntah lagi untuk kedua kalinya.!" Kevin berdiri dan membetulkan dasi nya.
"Oiya kamu juga harus membuat perjanjian hitam diatas putih bahwa kamu tidak akan mengganggu apa lagi mengambil tanah panti asuhan itu lagi apapun alasannya, perjanjian berlaku mulai hari ini." seru Kania.
"Itu soal mudah."
"Dan kamu juga harus memberikan ku waktu seminggu agar aku bisa menyesuaikan diri sebagai pacarmu. Dan untuk permintaan mu yang harus melakukan apapun yang kamu suruh, aku akan memikirkan nya. Aku minta seminggu itu kamu dan aku jangan ada kontak fisik, sampai aku siap."
"Baiklah, lagian aku juga bukan tipe laki-laki yang suka memaksa wanita untuk melakukan nya dengan ku."
"Oke aku setuju, perjanjian aku dan kamu pak direktur...."
"Stooop Kania jangan memanggilku dengan sebutan pak direktur lagi, panggil saja aku sesuai namaku Kevin Pratama atau Kevin saja, oke sayang." dengan usil Kevin mencolek dagu Kania.
Whattt sayang,, astaga dia panggil aku sayang. Panggilan yang biasa dia ucapkan untuk perempuan-perempuan cantik tapi bodoh itu. Enak aja aku gak mau di panggil sayang, aku gak sama seperti mereka.
"Kamu panggil aku apa? Sayang...?"
"Iya semua pacarku, selalu ku panggil sayang, kenapa kamu suka kan??"
"Siapa yang suka di panggil saya oleh mu, mungkin perempuan itu suka di panggil saya karena mereka bodoh tapi aku gak suka di panggil sayang. Jangan panggil aku sayang lagi, atau aku akan menonjok perut mu lagi!"
"Jadi cewek tuh jangan kasar harus lembut dan nurut."
"Aku harus lembut dan nurut sama cowok gila mesum kaya kamu, jangan harap."
Kevin berjalan pelan mendekati Kania yang sudah bangun dari duduk nya.
"Eeeeeee mau ngapain kamu?!"
"Ha-ha-ha... katanya kalau aku macam-macam kamu bakal nonjok perut ku lagi, tapi aku hanya berjalan aja kamu udah panik."
"Jangan macam-macam ya, aku bukan hanya bisa nonjok tapi juga bisa nendang!"
"Oiya,, aku mau liat tendangan cewek yang pakai dress dong he-he-he."
Heeehhh kurang ajar nih cowok. Kania kamu jangan terpancing kamu harus tenang.
Kania pun ikut mundur bersamaan dengan Kevin yang maju kearahnya. Kania akhirnya diam karena dirinya sudah tersudut. Kevin pun sudah berdiri dihadapannya.
"Tenang aja sih, aku gak gigit kali. Udah siap pasang kuda-kuda aja, ya ampun."
"Bodo amat, ingat janji kamu ya Vin, seminggu aku gak mau ada kontak fisik, ngerti kan!"
"Kontak fisik itu maksudnya berhubungan intim kan??"
Pake diperjelas lagi.
"Apapun pokoknya fisik. Kalau kamu ingkar perjanjian kita batal."
"Yakin mau batal, gak takut nih.."
"Pokoknya kamu sudah janji."
"Iya iya, aku tu cowok yang gak pernah ingkar janji ko, kamu tenang aja sih jangan tegang. Aku cuma mau tanya sama kamu makanya aku maju eh kamu malah mundur."
"Ya kalau mau tanya ya tanya aja gak usah jalan pelan-pelan kaya mau maling gitu."
"Aku emang maling, maling hati kamu ha-ha-ha.."
"Gak lucu!! Mundur sana mau tanya apa?!"
"Tadi kan kamu gak mau aku panggil sayang, terus kamu mau nya aku panggil apa Kaniaaaa...??!" ucap Kevin dengan tangan nya memegang pipi Kania.
**__**
to be continued 🙈🙈
Wkwkwkwk ada pencuri hati 😂😂 Hemmm apa ya panggilan buat Kania, di panggil sayang gak mau??🙄🙄
Selesai baca jangan lupa di like ya.