NovelToon NovelToon
DI BALIK SENYUM VARA

DI BALIK SENYUM VARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Nikahmuda
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Dirga mengira Vara adalah istri polos yang mudah dibohongi. Namun, Vara sudah mengetahui perselingkuhan dan rencana busuk suaminya.
Kini, hanya perlu berpura-pura menjadi wanita yang sama... sebelum semuanya kebalik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang pemilik kembali!

BRUM!

Mobil sport Vara berhenti tepat di depan Anderson Persada Group.

Beberapa karyawan yang sedang melintas langsung menghentikan langkah mereka.

Tatapan mereka tertuju pada mobil sport Vara, penasaran dengan siapa yang baru saja datang.

Di dalam mobil, Vara menurunkan kacamata hitamnya dan menatap gedung perusahaan yang sudah lama tidak ia kunjungi.

Sudah cukup lama ia meninggalkan tempat ini.

"Perusahaanku..." gumamnya pelan.

Senyum tipis terbit di bibirnya.

"Aku kembali."

Vara membuka pintu mobil dan turun dengan langkah tenang.

Mari kita hempaskan para benalu...

Kehadiran Vara sontak membuat beberapa karyawan yang berada di lobi tercengang.

"Bu Vara..."

"Itu Ibu Vara, kan?"

"Apa benar Ibu Vara kembali?"

"Semoga saja. Aku benar-benar rindu bekerja di bawah kepemimpinan Ibu Vara."

Bisik-bisik karyawan terdengar di sekitar Vara.

"Ibu Vara," sapa salah seorang karyawan dengan sopan.

Vara mengangguk sambil tersenyum tipis. "Kalian apa kabar?"

"Baik, Bu," jawab mereka hampir bersamaan.

"Syukurlah. Saya senang mendengarnya."

Salah seorang karyawan kemudian memberanikan diri bicara. "Sudah lama kami nggak melihat Ibu. Kami benar-benar merindukan Ibu."

"Saya juga rindu dengan kalian."

Vara mengedarkan pandangan ke sekeliling lobi. "Selama suami saya memimpin perusahaan ini, apa ada kendala?"

Pertanyaan itu langsung membuat beberapa karyawan terdiam.

Mereka saling pandang, seolah bingung harus menjawab apa.

Vara memperhatikan reaksi mereka. "Kenapa kalian diam?"

"Eh... nggak, Bu," jawab seorang karyawan gugup.

Vara hanya mengangguk pelan. Dari reaksi mereka saja, ia sudah bisa menebak bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

"Saya sekarang sudah kembali," ucap Vara tenang. "Kalian tenang saja."

Setelah mengatakan itu, Vara kembali melangkah menuju bagian dalam perusahaan. Para karyawan masih memperhatikannya.

"Apa maksud Bu Vara, ya?"

"Mungkin beliau sudah tahu sesuatu."

"Atau jangan-jangan beliau memang sudah tahu kelakuan Pak Dirga?"

"Entahlah. Tapi yang jelas, aku senang Ibu Vara kembali."

"Aku juga. Jujur saja, aku lebih nyaman bekerja di bawah kepemimpinan Bu Vara."

"Betul. Apalagi sejak Pak Dirga yang memimpin, suasana terasa berbeda."

Seorang karyawan lain ikut menyahut.

"Belum lagi Monica."

"Si manusia ceper itu?"

"Iya, siapa lagi. Semenjak dia jadi sekretaris Pak Dirga gelagatnya seperti penguasa."

"Sudahlah. Jangan keras-keras. Nanti ada yang dengar."

"Mereka semua sudah tahu kok, bagaimana kelakuan Si manusia ceper itu."

"Iya, aku tahu. Sekarang Ibu Vara sudah kembali. Semoga setelah ini keadaan perusahaan kembali seperti dulu."

"Dan semoga kebusukan yang selama ini ditutup-tutupi akhirnya terbongkar."

Tak jauh dari mereka, Galang dan Bunga baru saja memasuki lobi. Mereka mendengar percakapan para karyawan tersebut dan menghampiri.

"Ada apa ini, Guys? Seru amat gosip kalian?" tanya Bunga penasaran.

Salah seorang karyawan bernama Melati langsung menoleh.

"Bun, ada berita baru!"

"Berita apaan?" sahut Galang.

"Ibu Vara kembali."

"Apa?" seru Galang dan Bunga hampir bersamaan.

"Serius lo?" Bunga memastikan.

"Iya. Dua rius malah," jawab Melati sambil terkekeh. Ia kemudian menirukan ucapan Vara. "Dan kalian harus tahu, Ibu Vara bilang, Saya sekarang sudah kembali. Kalian tenang saja."

Wajah Bunga langsung berseri-seri. "Akhirnya... Ibu Vara kembali."

Galang ikut tersenyum lega. "Gue kira beliau bakal lama cuti."

"Gue juga," sahut Bunga. "Tapi kalau Ibu Vara sudah kembali, setidaknya kita nggak perlu terus-terusan melihat kelakuan Pak Dirga dan Monica."

Melati mengangguk. "Makanya tadi semua orang langsung heboh lihat Ibu Vara."

Galang melirik sekitar. "Kalau Ibu Vara sampai bilang kita harus tenang, berarti beliau pasti punya alasan."

Bunga mengangguk pelan. "Yang penting, beliau sudah kembali. Rasanya perusahaan ini akhirnya punya pemiliknya lagi."

Galang terkekeh. "Semoga saja setelah ini semuanya benar-benar berubah."

"Semoga saja," sahut Bunga sambil tersenyum. "Ibu Vara sudah kembali. Semoga setelah ini semuanya kembali seperti dulu."

••••

"Reno!"

Reno yang sedang fokus pada laptopnya langsung menoleh. Ia tampak terkejut melihat Vara berdiri di depan pintu ruangannya.

"Bu Vara?"

Vara segera menghampirinya. "Apa Dirga punya jadwal meeting pagi ini?"

Reno langsung menggeleng. "Nggak, Bu."

Vara menghembuskan napas kesal, lalu meletakkan tasnya begitu saja di atas meja. "Sudah aku duga."

Reno beranjak dari kursinya. "Dia bohong lagi, Bu?"

Vara mengangguk. "Iya. Bahkan wanita ular itu dengan beraninya datang ke mansionku."

"Monica?"

"Siapa lagi kalau bukan dia?"

Vara kemudian menceritakan kedatangan Monica ke mansion, termasuk bagaimana wanita itu berpura-pura datang membawa berkas untuk Dirga.

Reno menggeleng pelan. "Dia benar-benar nggak tahu malu, Bu."

Vara menatap Reno malas. "Jangan panggil aku 'Bu'. Kita cuma berdua."

Reno terkekeh. "Iya, iya, Vara." Ia kemudian melipat kedua tangannya di depan dada. "Sekarang, apa rencanamu?"

Vara menyunggingkan senyum tipis. "Biarkan dia menikmati keberhasilannya. Saat waktunya tiba, aku akan membalikkan semuanya."

Reno mengangguk pelan. "Menarik."

Vara menatap sahabatnya itu. "Kamu masih di pihakku, kan?"

"Tentu saja, Vara." Reno melangkah mendekat. "Kamu sahabatku. Mana mungkin aku berpihak kepada orang yang sudah menghancurkanmu?"

Vara terdiam. "Aku sempat berpikir kamu sudah beralih ke pihak suamiku."

Reno langsung menggeleng. "Tentu, tidak. Memang Dirga atasanku, tapi itu nggak mengubah apa pun. Aku tetap akan memilihmu."

Vara menatap Reno, sahabatnya itu selalu berada di pihaknya. Namun, sesaat kemudian, tatapannya berubah kesal. "Terus, kenapa kamu tidak memberitahuku tentang kelakuan Dirga selama dia berhubungan dengan Monica? Kamu itu sahabatku, bukan, sih?"

Reno menghela napas pelan sebelum menjawab, "Vara, waktu kamu memutuskan menikah dengan Dirga, apa kamu pernah mendengar pendapatku tentang dia?"

Vara terdiam sejenak, lalu menggeleng pelan.

"Nggak, kan?" lanjut Reno. "Aku sudah pernah bilang kalau Dirga bukan suami yang pantas buat kamu. Tapi, apa yang kamu lakukan? Kamu malah menuduhku ingin menghancurkan kalian."

Vara menunduk, tak mampu membantah perkataan sahabatnya.

"Sekarang, lihat sendiri apa yang selama ini aku katakan. Aku sengaja nggak memberitahumu agar kamu bisa melihat sendiri seperti apa kelakuan Dirga yang sebenarnya."

Vara terdiam. Ia teringat bagaimana Reno dulu berulang kali melarangnya menikah dengan Dirga. Namun, saat itu, ia terlalu dibutakan oleh cinta hingga mengabaikan sahabatnya sendiri.

"Maaf..." lirih Vara.

Reno menghela napas panjang, lalu menatap sahabatnya dengan sorot mata yang melembut.

"Kamu mau peluk?" Ia membuka kedua tangannya.

Vara hanya mengangguk. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia langsung memeluk Reno. Air matanya yang sejak tadi ditahan akhirnya jatuh.

"Reno..." suara Vara bergetar. "Kenapa Dirga bisa mengkhianatiku? Apa kurangnya aku?"

Reno mengusap punggung Vara perlahan. "Vara..."

"Semua sudah aku lakukan." Suara Vara semakin serak. "Aku setia. Aku berusaha jadi istri yang baik. Semua yang dia mau aku turuti.

"Kamu nggak punya kekurangan apa pun, Var," jawab Reno lembut. "Pria brengsek itu saja yang nggak tahu bersyukur sudah memiliki kamu."

Vara menangis dalam pelukan Reno. Sejak kedua orang tuanya meninggal, Reno menjadi satu-satunya orang yang selalu ada untuk Vara. Di hadapan orang lain, Vara selalu berusaha lebih kuat. Namun, di depan sahabatnya itu, ia tidak perlu menyembunyikan kesedihan yang selama ini dipendamnya.

Andai sejak waktu itu kamu mau mendengarkanku, Var... mungkin kamu nggak sesakit ini.

Beberapa saat kemudian, tangis Vara mulai mereda. Reno perlahan melepaskan pelukannya, lalu menghapus sisa air mata di pipi Vara.

"Jangan buang air matamu untuk pria seperti dia. Dia nggak pantas mendapatkannya."

Vara mengangguk sambil menarik napas panjang. "Aku sudah kembali." Ia mengusap pipinya sendiri, kemudian menatap Reno dengan sorot mata yang kembali tegas. "Aku nggak akan membiarkan para benalu itu merebut apa yang menjadi milikku."

Reno tersenyum. "Nah, begitu. Sahabatku sudah kembali."

Vara mengangguk kecil. "Hm. Aku ke ruanganku dulu. Dokumen yang aku minta, jangan lupa bawakan padaku."

"Siap, Bos."

Vara mengambil tasnya, lalu meninggalkan ruangan Reno.

Reno masih berdiri memandangi kepergiannya. "Vara, apa pun yang terjadi, aku akan tetap ada di sampingmu. Kamu tidak akan perlu menghadapi semuanya sendirian."

1
Ayudya
Dirga tidur mu terlalu nyenyak hingga lupa bangun🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Sabar, Vara ada kejutan🫰🫰😁😁
Meee
vara mending keluarga toxik begitu di lebas secepatnya😡😡
Ayudya
gimana sadar orang matanya Uda ketutup ma batu kerikil🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
siapa pun akan berubah ibu diana.apa lagi masalah yg menyangkut pekerja 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah Bu Diana menghancurkan Vara yg ada kamu akan hancur di buat ma Vara Bu diana🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
ok Dirga nikmati aja dulu masa senang mu kan ntar lagi kamu bakalan kembali kesetalan pabrik🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Karma Be Like: Tunggu aku Monica😁🫰
Ayudya
lah hasil ngerebut songong Lo monika.ntar yg ada kamu nyesel dan malu🤣🤣🤣🤣
Ayudya
saat rencana kamu berhasil yg ada dirga stres banget🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Kak Dirga, bukan Arga😭🤭😁😂
Ayudya
hadeh monica kamu bilang Arga ga tergoda ma Vara kamu salah Arga sudah tergoda habis oleh vara🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Bu Diana kalau mimpi jangan siang hari ntar yg ada sakit
Nona Jmn: Wkwkwhhh
total 1 replies
Ayudya
vara kamu jangan kelihatan lemah di depan Dirga dan monika.kamu harus lebih badas lagi biar tau tu si Dirga dan Monika kalau kamu ga gampang di tindas🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn: Kita lihat kejutan Vara, ya🤭
total 1 replies
Nona Jmn
/Sob/
Ayudya
mampir kak
Nona Jmn: Terima kasih🤭
total 1 replies
Ayudya
niat banget Bu Diana dan Dirga buat merebut harta vara
Ayudya
Daras Dirga mokondo tapi banyak tingkah🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!