NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:774
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Orangtua Mia di kalimatan sangat bersukacita mendengar kabar, bahwa mereka akan menjadi oma dan opa pada calon bayi yang ada di dalam kandungan anak mereka. Maminya yang seorang dokter langsung menasehati Mia apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Begitu juga kepada anak mantunya.

"Roy, mami mohon kamu puasa dulu ya?? Atau kalau berhubungan ingat ya, jangan sperma mu di buang di dalam itu akan berpengaruh."

"Iya mi."

"Dengar itu sayang."

"Tetapi bagaimana sayang, kalau kaka pengen bagaimana?"

"Ditahan sayang."

"Mami say boleh asal pelan dan jangan tumpah di dalam."

Roy dan Mia sedang saling bercanda di kamar mereka. Besok mereka akan berangkat kembali ke tempat tugas mereka. Kali ini info yang Mia dapat, bahwa kak Hans dan Yuli juga ikut dalam penerbangan besok.

"Mia......."

"Ya ma."

"Buah ini cukup ngak??"

"Cukup ma. Terima kasih ya ma. Mia sayang mama."

"Mama juga bahagia, ada kamu di dalam keluarga mama."

Pukul sembilan lewat tiga puluh menit, pintu rumah berbunyi. Roy yang mendengar langsung keluar dari kamar, dia mengintip siapa tamu yang bertamu jam segini. Roy hanya mengelengkan kepala. Ternyata papanya yang datang.

"Papa ngapain jam segini ke sini, bukannya istirahat besok kan kita kan pulang." Roy kaget karena papa turun dari mobil dengan membawa kopernya dan satu tas berisi ole - ole.

"Papa mau tidur disini."

"Kamu itu sudah tua, cari saja singa betina di pegunungan mengamuk." Mama langsung memarahi papa. Yang di marah hanya tersenyum. Mia senang sekali melihat jika papanya tersenyum, senyumannya itu sama seperti senyuman Roy.

"Papa sudah makan malam."

"Belum."

"Sini pa, duduk Mia buat makan malam buat papa. Karena dirumah hanya ada ini. Papa temani Mia makan mie mau?"

"Mau dong, apapun maunya menantu papa, pasti papa turuti."

"Kalau di pegunungan di jaga juga dong."

"Iya pasti."

"Pasti yang musuhi Mia adalah anak - anak papa, dari kak Susi. Aku tidak mau anak mantuku terluka."

" Mia itu anak mantuku juga."

Mia dan papa Nico makan mie bersama. Asik makan Roy datang dengan membawa buah segar langsung dia berikan kepada istrinya.

"Kaka, ini menganggu rasanya."

"Sayang, kaka tidak suka kamu makan mie, apalagi lagi hamil."

"Kak, sekali saja. Mia mau."

"Ngak masalah,Roy hanya sekali." Roy akhirnya mengalah, karena dia tidak mau merusak mood istrinya. Mia cerita kalau mie ini, dia suka sekali. Katanya di kalimantan sama orangtuanya juga di larang, makanya kalau makan sembunyi dari mereka. Waktu di Jakarta kesempatan olehnya, namun tidak setiap hari. Merek dan rasa dari mie, serta warna bungkusannya disimpan di otak dan handphone papa Nico.

Dibandara semua rombongan sudah berkumpul. Sekretaris Roy sudah bersama mereka. Dan sudah melapor, sisa Roy, istrinya dan papanya. Karena jarak rumah ke bandara dekat, mereka baru tiba tiga puluh menit sebelum waktu keberangkatan. Di antar oleh, mama Sisca. Dan ada salah satu dari rombongan yang berangkat adalah kerabat mama Susi.

"Pa, ngapain sih belanja barang banyak baget."

"Ini buat Mia. Di Deka susah dapati yang begini." Roy hanya mengeleng kepala, Mia sedang karena disayang sama papa mertuanya.

"Pa, punya mama Susi??"

"Gampang, mereka bisa beli disana."

"Mendingan buat mama Susi saja. Roy bisa beli buat Mia istriku."

Mia tidak masalah semua yang dibeli papa buatnya diserahkan kepada istri papa, perhatian papa sudah cukup buatnya. Namun itu semua memang punya Mia. Dua hari setelah tiba di Deka, kota kabupaten, Mia diteror kembali oleh keluarga suaminya sendiri. Kembali mama Susi membuat keributan disekolah tempat Mia mengajar. Otomatis Mia ketakutan, karena hal seperti ini menjadi trauma baginya.

Roy mendapat kabar itu langsung bergerak. Dan sampai disana dia melihat mama Susi istri papanya sedang memarahi kak Hans yang membela Maria Theresia Johan yang sudah seperti adeknya sendiri.

"Ma, kalau mau marah sama saya saja."

"Pas ada kamu disini? Ngapain suami saya tidur di rumah pelacur??"

"Mama susi bertanya saja kepada papa. Saya tidak tahu alasannya apa?? Karena saya tidak tahu pelacur siapa yang beliau datangi.

"Mama kamu."

"Mama saya bukan pelacur, dia hanya menyerahkan dirinya kepada papa saya."

"Papa kamu itu suami saya. Kurang puas mamamu merusak rumah tangga saya??"

"Maafkan kami ."

Papa datang dan langsung menyeret mama Susi, hal itu membuat terjadi pertikaian antara papa dengan saudara - saudara dari mama Susi.

"Susi, saya jelaskan sekali lagi, Roy itu anak saya. Darah daging saya. Jadi tolong jangan perlakukan dia seperti itu."

Roy langsung memeluk istrinya sangat erat. Dia memeriksa apakah ada luka di badan istrinya.

"Sayang apa kamu baik - baik saja??"

"Iya kak. Segitu bencinya mama Susi ke kita ya."

"Mama Susi cemburu sayang. Kamu pasti tahu kan. Makanya kemarin aku batasi papa datang ke sentani bersama aku. Di rombongan kemarin itu ada saudaranya mama Susi."

"Tetapi apa untungnya memarahi Mia???" Ka Hans yang tidak terima Mia dimarahi juga geram, melihat tingkah orangtua itu.

"Mia membuat uang mama Susi berkurang kak. Tidak tahu, cucu papa Nico, maunya dimanjai juga oleh opanya."

"Sama papa saja ya sayang." Roy langsung mencium perut istrinya dan mengucapkan kalimat itu. Roy sudah membawa Mia pulang. Ka Hans yang berjanji akan merapikan semua kekacauan ini.

Malam harinya papa datang kerumah meminta maaf kepada kami. Papa sangat menyesal perlakuan istrinya terhadap Roy dan Mia, anak dan anak mantunya. Akibat perbuatannya dua puluhan tahun lalu. Yang sudah dia akui meminta maaf masih saja tidak bisa di terima oleh istrinya.

"Papa, papa kesini Roy dan Mia akan semakin di benci oleh mama Susi. Kalau mama benci sama Roy, Roy terima pa. Tetapi Mia, Roy tidak terima. Dia orang luar yang Roy bawa dalam rumah kita."

"Maafkan papa nak. Papa janji kejadian ini tidak akan terjadi lagi. Papa janji."

"Pa, Roy diam, bukan berarti Roy bisa terima perbuatan mama , kakak dan adik ya. Roy bisa marah."

"Kak sudah ya, papa sudah mohon maaf loh."

"Kamu itu terlalu mulia sayang."

"Mia, ngak masalah sayang. Asal jangan lukai Mia, takut papi dan mami bawa pulang Mia." Mia tertawa.

"Itu yang kaka tidak mau."

Malam ini, Mia mengajak papa makan bersama dengan mereka. Nico Sam mempunyai tiga anak perempuan dari istrinya Susi, sedangkan lewat Sisca perempuan yang dia sayangi juga mempunyai satu anak laki - laki yaitu Roy, waktu sisca melahirkan, Nico yang sendiri datang memohon agar Roy anak laki - lakinya tetap memakai nama marganya di belakang nama. Meskipun awalnya keluarga besar mamanya Roy tidak setuju. Namun dengan usaha yang menyakinkan keluarga mama Sisca langsung papa Nico setelah meminta ijin kepada istrinya dengan acara adat Roy resmi memakai marganya di belakang nama,Roy Denis Sam.

Jadi semenjak Roy lahir sampai pendidikan di STPDN, papa Nico selalu mendukung berupa dana, meskipun banyak kendalanya dan tantangannya. Mama Sisca, mamanya Roy tahu betul itu, dan dia mengerti perasaan dari istri sah Nico Sam, teman spesialnya ini. Untungnya mama Sisca juga adalah wanita pekerja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!