NovelToon NovelToon
Dijodohkan Lagi

Dijodohkan Lagi

Status: tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: samar

Lanjutan dari novel Dijodohkan.

Cinta Zia dan Raka harus diuji. Dokter memvonis Zia terkena jantung bawaan yang mengharuskan Raka memilih Zia atau bayinya akankah Raka sanggup hidup tanpa Zia?

Semua telah berbeda saat Zia tersadar dari koma. Anak yang seharusnya menyayanginya justru berbanding balik mengaggap orang lain sebagai ibunya dan mengakui Zia adalah orang lain.

Akankah Raka menentukan pilihan? Kebahagiaan Zia atau kebahagiaan dari anaknya?

Selamat membaca semua...

Jangan lupa follow Ig @SamarJenny1

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S2 Episode 15

Setelah menempuh perjalan selama 1 jam 30 menit, pesawat mendarat dengan selamat. Para tim medis turut serta mengantar Zia hingga di rumah. Kamar utama disterilkan

mencegah kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Kondisi Zia dalam masa

pemulihan karena otot-ototnya belum berfungsi dengan benar. Oleh sebab itu

kondisi kamar harus dalam pantauan tim dokter yang akan datang setiap hari.

Setibanya di rumah Zia segera dibawa ke kamar yang sudah disulap layaknya sebuah kamar di

rumah sakit. Para pelayan turut bahagia nyonya muda rumah ini telah kembali

setelah sekian tahun.

“Di mana Zika, sayang? Dan … Mama—Vita?” tanya Zia saat sudah berada dalam kamar.

Raka tampak berpikir karena Zika kemarin masuk rumah sakit dan mama Claris menemani di

sana. Bahkan karena sibuk merawat Zia Raka hingga lupa menanyakan kondisi Zika.

Segera ia mencari ponsel  di kantong

celananya untuk menghubungi mama Clarys.

"Aku akan menelepon mama."  Ia segera menyingkir dari hadapan Zia menutup pintu dari luar memastikan kalau istrinya tidak mendengar pembicaraannya dalam telepon.

Raka : Ma,

bagaimana keadaan Zika sekarang?

Clarys :

Kamu sudah sampai mana, Raka? Mama dari tadi sudah cemas menunggu kabar darimu.

Raka : Aku

sudah ada di rumah, Mah. Dan Zia mencari Zika. Dia sangat merindukan putrinya.

Clarys :

Kamu tenang aja, Raka. Vita sedang mengurus kepulangan Zika, sebentar lagi kami

akan pulang.

Raka :

Baiklah, Mah. Aku akan mununggu kedatangan kalian.

Setelah

menutup sambungan telepon Raka segera masuk ke kamar menemui Zia. Ia

menjelaskan semua tentang Zika kalau sebenarnya anaknya itu tidak ada pergi

jalan-jalan, tetapi melainkan sedang berada di rumah sakit karena terjatuh dari

tangga.

Zia membekap mulutnya sendiri karena syok mendengar tetang kemalangan yang menimpa anaknya.

“Di mana dia sekarang, sayang? Aku ingin bertemu denganya,” ucap Zia khawatir. Andai

saja ia bisa berjalan pasti saat ini akan berlari sekencang mungkin. Akan

tetepi semua tidak seperti yang dibayangkan, kaki dan tubuhnya belum bias

bergerak  untuk menemui anaknya.

Raka berjalan mendekat duduk di sebelah Zia berbaring, mengusap rambut lalu memberi sebuah

kecupan di sana. “Kamu tidak usah khawatir. Zika baik-baik saja kok, bahkan

mama dalam perjalan pulang.”

“Benarkah?”

Zia menyambut dengan wajah bahagia saat mendengar kabar kalau Zika dalam

perjalanan pulang.

Ia tidak sabar ingin memeluk mencium anak yang membuatnya berjuang melawan kematian itu.

Semenjak baru sadar hingga saat ini di kepalanya hanya berputar-putar nama

gadis yang belum sama sekali ia temui selama 2 tahun ini.

Setelah beberapa menit menunggu akirnya tiba-tiba pintu kamar Raka terbuka. “Kak, Zia.”

Vita masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat Raka terperanjat kaget.

“ups! Sorry ….” Ia segera berbalik dan menutup wajahnya dengan tangan saat melihat

Raka mencium bibir Zia.

“Vita!”

Ia pun menoneh saat Raka menyeru namanya. Sebegitu antusias ingin bertemu dengan kakak

iparnya Vita lupa mengetuk pintu terlebih dulu. Ia membalik tubuh pelan-pelan

dengan tangan masih di wajah tetapi mata mengintip situasi. “Maaf, Kak. Aku

tidak tau kalau kau sedang-” ia menggigit bibirnya dan menyatukan kedua jari

telunjuk.

“Budayakan mengetuk pintu terlebih dulu dong, Vita,” ketus Raka kesal.

“Bodo amat, aku sangat merindukan kak, Zia.” Vita dengan wajah sumringah menghambur memeluk

Zia yang terbaring di atas ranjang. “Kak Zia akhirnya kau kembali … aku sangat

merindukanmu.” Mengeratkan pelukan lalu menjauhkan tubuh untuk menatap wajah

Zia. “Apa kau tahu, Kak? Saat kau koma rumah ini sangat hampa. Aku sangat

merindukanmu, Kak. Sangat ….”

Zia tersenyum memegang pipi Vita lalu berkat, “Aku juga saangat merindukan kalian

semua. Di mana Mama dan Zi-” belum juga Zia berucap tiba-tiba pintu terbuka.

“Zia!”

Clarys menghambur memeluk Zia. Wanita itu mencium menantunya hingga

berulang-ulang sebegitu bahagiannya. “Kamu kembali sembuh, nak. Akhirnya

kebahagiaan rumah ini kembali.” Berderai air mata Clarys terus mengecupi kepala

Zia.

“Aku akan memanggilkan Zika.”

Inilah yang ditunggu-tunggu Zia, bertemu dan memeluk sang buah hati. Mama Clarys keluar

untuk mengambil Zika. Sebebelum mama Clarys keluar ternyata Zika digendong

dokter Sesil masuk ke dalam kamar.

Wajah Zia seketika merekah bagai bunga yang mekar di taman pagi hari. Ia mengangat

tubuhnya untuk melihat wajah Zika lebih jelas. Mata bening bibir kecil kulit

putih di atas gendongan. “Zika ….” Perempuan itu ingin bangkit tetapi anggota

tubuhnya belum bisa bergerak dengan benar. Matanya menggenang air tidak terasa

menetas. Itukah putrinya? Ternyata wajahnya lebih cantik dari pada yang ia

bayangkan.

Raka

bejalan menghampiri Zika mengambil dari gendongan Sesil. “Zika sayang. Ayo

peluk Bunda.” Mengangkat dan membawanya mendekat ke Zia.

Zia yang bersandar di punggung tempat tidur terus saja meneteskan air mata haru karena

melihat putrinya. Raka duduk di sebelah istrinya mendudukknan Zika di

tengah-tengah antara mereka.

“Zika sayang peluk Bunda ….” titah Raka mengusap kepala putrinya.

“Gak mau, Cika mau sama unda ….” tolak Zika.

Dek!

Tiba-tiba

Raka merasa terkejut. Selama ini dia sudah sering bercerita dengan Zika kalau

selama ini Bundanya yang benarnya sedang sakit.

“Awas papa,

Cika mau sama Unda.” Gadis kecil itu merangkak melewati Raka ingin turun dari

ranjang.

“Kamu mau ke mana, sayang?” Mata Raka mengekori ke mana putrinya itu berjalan. Ternyata

gadis kecilnya itu menghampiri Sesil. Benar saja yang dikhawatirkan Raka selama

ini terjadi, Zika lebih memilih Sesil dari pada Zia. “Mah, bawa Zika. Dan kamu

Sesil, aku ingin bicara denganmu.”

Mama Clarys

segera membawa Zika. “Sayang, ayo kita lihat keluar.”

“Tapi Cika mau sama unda, glenma ….”

“Iya nanti

kita main sama unda lagi ya,” ucap Clarys sambil mengendong Zika keluar dari

kamar.

Saat ini di

dalam kamar hanya ada Raka, Zia dan dokter Sesil.  Sedangkan Vita ikut keluar bersama mama Clarys. Mereka membiarkan Raka menyelesaikan ini dengan baik-baik. Semoga tidak

ada kejadian keributan.

Zia bersandar punggung ranjang. Ia memaklumi kalau Zika belum mau denganya karena selama ini

sama sekali belum pernah bertemu dengannya. Tapi tidak dengan Raka, lelaki itu  terlihat sangat marah atas respon Zika. Ia

tidak terima karena putrinya itu lebih memilih Sesil dari pada Zia.

Dokter Sesil berdiri kaku dihadapan Raka menunduk tidak berani menatap siapa pun. Entah

apa yang dipikirkan oleh perempuan itu seperti ada yang disembunyikan. “Maaf,

karena aku tidak tau kalau semua ini akan terjadai,” ucapnya.

“Tidak tahu semua akan terjadi katamu? Bukankah aku sudah sering memperingatkan kalau kau

harus menjahui Zika? Tapi kenapa baru sekarang kau bilang seperti itu?” Raka

berjalan sedikit mendekat ke arah Sesil.

1
Elena Sirregar
Luar biasa
Elena Sirregar
bagus
Yuli Astuty
kok sisil gitu
kumala sari
Kecewa
mana thor
Dea Enen
kok dihapus thor, ditunggu upnya malah ilang
Dinniey Meyla
waaaahhh udah lama banget gk up, akhirnya dpt notif juga, biar gk lupa haru baca lg beberapa bab ke atas....
lanjut lg thor, jngn lama lama biar gk lupa lg ceritanya, klo bisa tiap hari 😁😁
MENTARI SENJA
sudah lama nunggu thor😅
Hilman damara
oke langsung cus baca kak
samar: makasih kakak😘
total 1 replies
Hilman damara
bagus banget ceritanya aku suka
mommy
ditunggu karya baru nya trus thor saya suka semua cerita ygvkamu tulis,semangat yaa
samar: udah ada kak, langsung aja ke Singel Mother
total 1 replies
Kokom
iya begitu 😂🤣
Joko Jokoo
masya allah kk jenny, ap kabar?? kangen lo kk cuap2 di crita kkak. sejak kk gk nulis di sini. dn akhir ny kembali😅.
Joko Jokoo: hihihihi, nti aku mampir y kk
total 2 replies
🌻Ruby Kejora
Hai kak... Salam kenal... Sukses sll bwt kk💐💐
🌻Ruby Kejora
Salam kenal ya kk. Sukses sll bwt kk
samar: Yoi, makasih doanya 🥰
total 1 replies
Nur Afifah
lagi siap kemas kemas untuk proses kelahiran, dan menyiapkan kamar sangat anak
Nur Afifah
satu satunya jalan ibunya mengharapkan anaknya lahir di permukaan bumi demi sangat suami
y
Novel single mothernya di publis dimana??
samar: Di Inno vel ya kak, dengan judul yg sama
total 1 replies
Isrotin Setia
mantap zia👍👍👍
Wartin Kusmawati
semangat thoor untuk tetap berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!