NovelToon NovelToon
Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pembantu / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:579.6k
Nilai: 4.4
Nama Author: Daisha.Gw

"Satu lagi, jangan pernah Lo berani menyentuh sedikitpun makanan yang ada di rumah gue, Lo boleh makan setelah gue selesai, Lo habiskan sisa makanan yang ada di piring bekas gue, sampai Lo ketahuan mencuri makanan di rumah gue, Lo tau sendiri apa akibatnya"

"Ii--iya tuan" Aliza mengangguk samar.

"tuhan akan balas semuanya, tuhan tidak tidur, ia akan balaskan sakit hatiku, anda akan mendapatkan balasan setimpal, ANDA AKAN MERASAKAN APA YANG SAYA RASAKAN, AND--"

BUGH!!!

bukan lagi tamparan, tapi bogeman yang bara berikan di wajah Aliza, bogeman itu tepat mengenai mata sebelah kiri Aliza, penglihatan perempuan itu mulai samar, tapi ia tahan, Aliza tetap berusaha menyadarkan dirinya, meski sakit semakin menyerang.

"ayah, ini Liza anak ayah, lizaa kangen ayah" Liza kembali berdiri berniat ingin memeluk Sadewa lagi, tapi nihil pria itu memilih membalik badan Tanpa mengatakan sepatah katapun.

"ayaaah " panggil Aliza

"jangan berani-berani kamu mendekat apalagi memeluk saya, Jika berani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisha.Gw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bertemu sahabat lama

"ALIZAAAAAAAAA"

"II--IYA TUAN, SEBENTAR"

cepat-cepat Aliza keluar dari dari kamar Bara, Bara mengerang prustasi, tembok kamar ia jadikan alat pelampiasan emosi

"Raga BANGSAT"

"argghhh" Bara sibak rambutnya dengan satu tangan berada di pinggang

"hari ini Lo bisa lepas dari gue Aliza, kita liat aja besok, gue pastiin Lo nggak akan berdaya di bawah pelukan gue" seringai menyeramkan tergambar jelas di wajah Bara

"dari mana aja, Lo"

"dari atas tuan, ngantar bubur buat tuan Bara"

"tu--tuan, boleh saya ikut ke kantor, saya nggak papa berdiri seharian di ruangan tuan, saya janji nggak akan buat masalah" Raga telisik wajah wanita di depannya, permintaan wanita itu seperti permohonan.

"kenapa?"

"sa--saya mohon tuan, sa--saya---" ucapan Aliza terpotong, karena suara Bara tiba-tiba terdengar

"Lo balik ga, Kenapa?"

"hp Gue ketinggalan" Raga tunjukan ponsel yang masih berada di tangannya

"ooh"

"ya udah Bar, gue kekantor dulu" Bara mengangguk, ia masih berdiri di anak tangga

"tuan, saya mohon, ijinkan saya ikut ke kantor tuan, saya janji nggak akan buat masalah"

Raga dorong bahu Aliza untuk berjalan lebih dulu" ya udah, sana jalan" Aliza mengusap dadanya.

"makasih ya Allah, makasih atas perlindungan mu, makasih karena telah kau lembutkan hati Raga, meskipun hanya sesaat " Aliza bisa sedikit bernafas lega, mungkin hari ini ia bebas dari cengkraman Bara, tidak tau nasibnya untuk beberapa hari kedepan.

....

Seperti hari itu, Aliza hanya berdiri di samping Raga, tak Raga ijinkan sebentar pun Aliza duduk, meskipun Hanya di lantai saja.

Raga renggangkan otot-otot tangannya yang kaku, ia lirik jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya.

"cewek kampung, Lo turun terus beliin gue batagor di depan Kantor, ini uangnya"

Aliza merasa risih karena sejak tadi setiap ia berpapasan dengan karyawan, mereka semua menatap Aliza dari ujung kaki hingga ujung kepala, tatapan merendahkan, pakaian Aliza yang kumuh, lebar, jauh berbeda dengan pakaian mereka yang rapi, Tanpa sengaja Aliza menabrak salah satu pegawai kantor hingga membuat kopi yang pegawai itu pegang tumpah mengotori bajunya

"ma--maaf mbak" tangan Aliza yang ingin membantu membersihkan baju pegawai itu di tepis kasar olehnya

"tangan Lo kotor bangsat, yang ada baju gue tambah kotor, kalau Lo sentuh" bentak wanita itu tidak terima

"LO NGGAK AKAN MAMPU BUAT GANTI RUGI, CEWEK KAMPUNG " teriakan wanita tersebut mengundang beberapa orang mendekat, Aliza Hanya bisa menunduk dengan tangan yang saling terpaut

wanita itu dengan tega mendorong aliza hingga tersungkur ke lantai. "Allahuakbar"

"DASAR CEWEK KAMPUNG, SEKARANG GIMANA NASIB BAJU GUE, APA LO BISA GANTI, NGGAK KAN, MAKANYA JALAN PAKAI MATA"

"ada apa ni" seorang wanita dengan pasmina berwarna pastel mendekati kerumunan, ia lihat seorang wanita dengan pakaian lusuh menunduk menatap lantai, wanita cantik itu ikut berjongkok di samping Aliza, ia angkat bahu wanita itu, matanya membola sempurna.

"Aliza"

"Inayah" tanpa Ragu ke-dua wanita itu saling memeluk, air mata ke-duanya tumpah, mereka yang ada di sana menatap bingung

"Aliza, Lo Kemana aja, za... ya Allah Aliza" Inayah melonggarkan pelukannya ia tatap wanita Malang itu

"apa yang terjadi sama Lo, za? Lo kenapa?" Aliza tak sanggup berucap, Hanya isakan yang terdengar, Inayah mendongak lagi, ia tatap nyalang wanita angkuh di depannya.

"bubar, drama sudah selesai, bubar semua" Inayah berucap tegas, mereka semua akhirnya bubar, Inayah memiliki posisi penting di kantor Raga, jadi tidak salah jika ia di segani karyawan kantor lainnya, termasuk wanita angkuh tersebut.

"dan Lo, Lo apain sahabat gue, hah!." Inayah mendorong pelan bahu wanita angkuh di depannya.

"cewek kampung ini yang lebih dulu bikin masalah, dia nabrak baju gue, apa dia mampu ganti baju gue"

"berapa harga baju lo, gue yang bayar, kirim nomor rekening Lo, gue transfer hari ini juga" Inayah kembali duduk, ia bantu Aliza untuk berdiri, Inayah menatap iba pada sahabatnya, baju lusuh kebesaran, cukup menandakan betapa sulitnya kehidupan yang wanita itu alami.

Aliza dan Inayah adalah sahabat, mereka berteman sejak duduk di bangku sekolah menengah atas, tiba-tiba saja Aliza menghilang saat mereka lulus sekolah, dan baru bertemu dengan keadaan Aliza yang sekarang.

mereka sudah duduk di kantin kantor, Aliza sesap teh hijau kesukaannya yang di pesankan Inayah, Inayah tak henti menatap sahabatnya yang begitu Malang di pandangan.

"ya Allah za, kenapa jadi gini"

"ceritanya panjang, Aya. gue nggak tau harus mulai dari mana" Aliza seka air mata menggunakan punggung tangan Nya

"Lo lapar za, gue pesan kan makanan ya?" Aliza menggeleng

"nggak usah, aya, gue sudah makan" bohong Aliza, tidak ada makanan yang tersisa tadi pagi, tidak ada Juga jatah makan untuknya.

"Lo bohong za, gue kenal Lo, Mbak" Inayah memanggil satu pelayan kantin.

"saya pesan sandwich satu ya Mbak"

"adalagi mbak"

"itu aja mbak"

"nggak usah ya, gue nggak lapar"

"lo nggak bisa bohong za"

"Lo berhutang banyak penjelasan sama gue, za, Lo harus ceritain semuanya, Lo kemana aja selama bertahun-tahun, Kenapa Lo ada di kantor Raga, ada apa sama kehidupan Lo, za?"

Aliza menatap kosong sahabatnya, air matanya kembali turun, bibirnya bergetar kesulitan ia menjelaskan semuanya. Inayah Juga meneteskan air matanya, apa yang sahabatnya sudah lalau Sampai tak sanggup lagi ia menceritakan semuanya. Inayah dekap lagi tubuh rapuh Aliza, ia usap punggung wanita itu.

"sudah, Lo bisa cerita nanti, gue nggak mau maksa lo... tapi Lo harus janji jangan menghilang lagi" Aliza mengangguk samar di dalam pelukan.

mereka melepaskan pelukan, pesanan nya juga sudah tersaji

"makasih Mbak"

"Lo makan, za, badan Lo kurus banget, za, ya Allah" tangan Aliza bergetar memegang makanan kesukaannya.

sakit sekali Inayah melihat kondisi sahabatnya yang sangat tidak terurus. cepat-cepat Inayah usap air mata yang kembali turun

"makasih, aya"

"Aliza" suara berat menghentikan gigitan Aliza, kedua wanita itu mendongak, Inayah cepat berdiri di susul Aliza.

"ikut saya Aliza" Aliza menatap Inayah dengan Tatapan sendu

"Aya, gue pergi dulu ya, Nanti insyaallah kita ketemu lagi" Aliza tersenyum.

"bagi nomor hp Lo za?"

"maaf ya, gue nggak punya hp" bohong Aliza, tak mungkin ia jujur

"Aliza cepat" tegas Raga, Raga sudah melangkah pergi, di ikuti Aliza, Inayah juga tak bisa menahan.

"apa yang sudah Lo lalui, za" monolog Inayah.

...

Brak!!!

tubuh Aliza membentur meja kebesaran Raga, dengan langkah besar Raga mendekati wanita itu dan menarik rambutnya.

"wanita sialan, Lo tau gue kelaparan nunggu in Lo, bangsat"

brak

kembali Raga membenturkan kepala Aliza, pelipis wanita itu mengeluarkan darah, Aliza hanya diam dan pasrah, hanya Air mata yang terus mengalir, tidak berusaha ia lepaskan cengkraman Raga

"wanita brengsek Lo Aliza" Aliza tak sanggup menahan sakit di kepala nya, sandwich yang tersisa setengah masih ada di pegangan, Raga rampas sandwich itu dan ia lempar ke arah balkon.

"kenapa diam aja, bangsat, Lo bisu" tubuh Aliza tersungkur ke lantai, ia sentuh kepalanya yang berdenyut hebat, tangannya bergetar melihat darah di telapak tangan.

merasa belum puas, kembali Raga menendang punggung wanita itu. Raga rapikan jas di tubuhnya dan pergi meninggalkan Aliza.

meskipun kesulitan Aliza tetap berusaha berdiri, ia ambil kembali sandwich yang tadi di buang Raga, dengan air mata berderai, Aliza makan lagi sandwich yang sudah berceceran, ia susun lagi meskipun sudah tidak Serapi sebelumnya. darah di kening Aliza bersihkan dengan menggunakan kain kerudungnya.

"ibu, ibu lihat, ibu lihat putri ibu di perlakukan layaknya sampah, di lempar kesana-kemari tanpa belas kasih, siapa yang akan menyelamatkan Aliza Bu, apa Aliza akan mati di tangan suami Aliza sendiri"

"Bu, kening Aliza berdarah Bu, nggak tau Aliza harus apa"

"ibu, setelah sekian lama, Aliza bisa makan sandwich lagi, ini Inayah yang belikan, Inayah cantik Banget Bu, Aliza pengen kaya Inayah, jadi wanita karir, hehehe" Aliza tersenyum mengingat wajah sahabatnya beberapa saat lalu, mata sayu terpancar rasa sakit teramat di dalam di sana.

1
Ika Marbun
hari gini masih aja mau di tindas, masih ada ortu kenapa takut utk cerita pernikahan bukan utk ditindas
Aqqila Busni
masih penasaran
Vera Mahardika
judulnya apa thor
vhiehana
raga harus sad ending pokona soalnya dia jahat nya jahat banget
Akbar Razaq
Loh sdh sering di bikin setengah modar gitu loh koq masih cemburu saat Gara berciuman dg Clara.Klo wanita lain pasti uda muak dan gak ngaruh soal bermesraan dg siapa suami brengseknya
Akbar Razaq
Gatal juga ternyata sdh di bikin remuk masih tersenyum Raga menggemaskan katanya.
Menggemaskan ndasmu.
Bripah Hadrian
Luar biasa
Evy
kok meninggal sih..
Evy
Raga tidak bisa dijadikan suami panutan.mudah emosi dan tidak mencari tahu penyebab masalah..tapi langsung terpancing emosi nya.
Evy
pasti Clara penyebab kematian Karina karena dia terlalu terobsesi dengan Raga..jadi segala cara akan dilakukan untuk bisa mendapatkan Raga...
Evy
Harusnya Raga dan Liza cerai dulu sebelum nikahi Clara... setelah kehilangan istrinya pasti tuh menyesal...
Evy
jika nanti semuanya terungkap...boleh memaafkan suaminya tapi jangan pernah untuk kembali bersama... pasti ada kebahagiaan lain yang akan datang...
Evy
sakit banget Thor...secinta apapun pada seseorang kalo sudah melakukan kekerasan seperti itu...semua rasa itu akan hilang...benar2 hilang tak berbekas...
Evy
kejam banget Thor...
Mazz Jayoezz
q suka bngt ceritanya. walaupun ceritanya bolak balik. tp keseluruhan bgus semangan thor
hasda
crta.a gk gereget maaf ya kak author hbis.a terlalu dramatis jdi berasa kayak sinetron Indosiar gk dapat feel.a maaf ini cma pendapat aku✌️
riyani
nyesek thorr bacanya
Anonim
🥹🥹
Aditya Muhammad
penasaran bngt
Piyah
lanjut tp tetep alizah semoga aja matinya ngeprang si raga dr awal sdh menderita akhirnya mati g seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!