Aku sadar siapa diriku karna dari itu biarlah rasa ini tetap di sini ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariz Kopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman teman baru...
Setibanya di pesantren aku langsung beberes barang-barang bawa'an ku..
"hemmm...baiklah akan ku mulai semuanya dengan bismillah...IngsaAlloh semua akan berjalan dengan kehendak MU..Amin 3X"..
gumamku lirih...
"Assalamu'alaikum..."
sebuah suara mengagetkan aku...spontan aku langsung menoleh dan menjawab salamnya
"Wa'alaikumsalam"
kulihat 3 mbak mbak memakai seragam putih abu-abu ...ohhh..mungkin mbak ini yang di jelaskan oleh mbak May tadi...
"ohhh ada santriwati baru..kenalkan nama saya Hanin..."
sapanya dengan mengulurkan tangan...
"Arofah.."
"Irma.."
mereka semua menjabat tangan ku dan aku menjawab dengan memperkenalkan diri..
"namaku Afiqah akmalia..panggil saja Fika..."
"hai..Fika"
jawab mereka bersama-sama..dengan suara agak centil..
"jangan kaget dengan kami ya Fika..kami ini geng huru..hara..."
kata mbak Hanin
"huru hara.."
tanyaku dengan polosnya
"iyyyaaa...dimana ada kami pasti akan ramai"
jawab mbak Arofah..
"kamu di pesantren aja atau juga mau sekolah SMA"
tanya mbak Irma..
"IngsaAlloh mau sekolah juga mbak"
jawab ku masih sedikit formal..
"sibbb...bisa masuk geng kami"...
jawab mbak Hanin..
"iya betul itu.."
jawab mbak mbak Irma dan mbak Arofah kompakan...
"sudah pada pulang"..
tiba-tiba tanya mbak Devi dari pintu..
"udah ..mbak Devi jawab mereka kompakan.."
"jangan ganggu mbak Fika ya..."
ucap mbak Devi
"Fika udah setuju masuk geng kami mbak Devi"
jawab mbak Hanin
"masak.. emang iya Fik...kamu mau masuk geng huru hara"...
tanya mbak Devi..
"emmm...enggak...ehhh..belum mbak Devi"..
jawab ku..
"tuhhh...denger ..lagian kalian tuhhh sekolah boleh di atasnya Fika tapi untuk Diniyah kalian di bawah Fika yaaa.."
ucap mbak Devi memperingatkan...
Note: Diniyah...Adalah sekolah yang ada di pondok..
"emang kamu langsung Wustho ya"
tanya mbak Arofah..
"iyyaa..."
"ahhh..ga asik kalau gitu"
jawab mereka kompakan..
"udah siap saip sana Diniyah"
ucap mbak Devi..
"iyya..."
jawab mereka sambil berlalu membawa kitab mereka..
"Fik..kamu Diniyahnya mulai besok ..tadi ketua Asrama bilang sama saya.."
kata mbak Devi setelah geng huru hara pergi...
"iyyaa..mbak..."
jawab ku singkat..
"bentar lagi mbak May juga kesini koq..."
"emang mbak may ga Diniyah mbak "
"tadi di suruh nemenin kamu sama Ketua Asrama ya udah akau berangkat dulu ya..."
"iyya mbak..."
Aku lanjutkan Aktifitas ku yang sempat terhenti oleh geng huru hara tadi....aku tersenyum-senyum sendiri mengingat aku dulu juga pernah seperti geng huru hara..tapi kayaknya mulai di sini aku harus berubah karna aku punya janji yang harus aku tepati...
dan sepertinya aku juga harus jaga jarak sama geng huru hara agar tidak ketularan...
"kenapa senyum-senyum sendiri"
kata mbak May yang ternyata sudah ada di kamar..
"ahhh..mbak May ngagetin aja"..
jawab ku..
"ada yang lucu ya"
"enggak mbak may ... cumak geng huru hara koq kayaknya lucu..."
jawab ku..
"udah ketemu sama mereka...???
"udah barusan"..
"hemmm...mereka memang penghibur disini...meskipun mereka suka banget rame ..tapi mereka itu tertib.."
"emmm gitu ya mbak mbak May.."
aku jadi ga enak hati udah prasangka yang kurang baik...
aku dan mbak May ngobrol kesana kemari ngomongin banyak hal kecil di pesantren hingga meluber kemana mana..
hingga waktu aku mau naruh baju ke loker tiba-tiba ada sebuah amplop jatuh di lantai mbak May yang melihat itu berdehem..
"dhemmm...kayaknya ada yang udah dapat surat nihhh"
goda mbak May pada ku..
aku ingat ingat amplop apa itu...dannn... Ya ..Alloh ternyata dari Taufiq kemarin...
dan aku cepat cepat mengambil dan memasukanya di lokeh bawah baju...aku sangat malu sama mbak May yang masih saja menggoda ku...
"dari siapa koq kayak Rahasia ..banget.."
"emmm...dari temen kecil ku mbak May"...
"cewek apa cowok"...
"cowok ...mbak may.."
jawab ku sambil tertnduk sangking malunya..
"ihh ga papa kali..ga usah malu kayak gitu.... tapi kalau udah selesai di baca segera di robek robek dan di buang kalau ga gitu di bakar aja...jangan di simpan takutnya nanti pas ada pemeriksa'an ketahuan bisa bisa kamu kena sangsi."
kata mbak Mbak May memperingati ku...
"iiyyya...mbak May"...
mendengar ucapak mbak May yang terahir tentang sangsi membuat aku bergidik....
aku masih ga habis fikir dengan tingkah Taufiq kenapa bisa bisanya dia kayak gitu...
mengingat kembali ucapan Taufiq
"Dapat salam dari calon mertuamu"...
membuat akau semakin bergidik....