NovelToon NovelToon
Aku Bukan Perusak ( Membawa Benih Kakak Ipar )

Aku Bukan Perusak ( Membawa Benih Kakak Ipar )

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Single Mom / Penyelamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: R-kha

Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.

Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?

Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meyakinkan Hati

Setelah mendengar keputusan Aslan yang tetap memilih berpisah darinya membuat Via memilih turun dari mobil Aslan di ikuti ibunya yang akan mengikuti apa yang via inginkan.

" Bu, kita naik taksi saja " ucap Via setelah turun dari mobil milik Aslan.

" aku bisa mengantar kalian pulang, kenapa harus naik taksi ?" tanya Aslan yang merasa tak enak jika Via dan Bu Hana harus pulang naik taksi sedangkan dirinya ada di sana.

" terima kasih tapi aku tak ingin memiliki hutang Budi pada orang yang tak menginginkan ku lagi" ucap Via ketus sedangkan Bu Hana hanya diam memahami apa yang di rasakan putrinya saat ini.

" ayo Bu " ajak via yang bahkan tak melihat ke arah Aslan saat mengatakan semua itu.

" ayo " ajak Bu Hana yang akan selalu berada di samping putrinya apalagi di saat saat seperti ini saat Via membutuhkan seseorang yang bisa memahami rasa sakit yang iya rasakan saat ini.

" maafkan aku Via tapi ini yang terbaik untuk kita" ucap Aslan yang mencoba memaklumi sikap Via saat ini.

Setelah memastikan Via dan Bu Hana mendapatkan taksi, Aslan pun langsung pergi menuju rumah kedua orang tuanya yang iya biarkan kosong sejak menikah dengan Via karena Aslan sudah tak memiliki orang tua sejak dirinya lulus sekolah menengah atas.

" Aku harus bisa menemukan Rahma, baru setelah itu aku bisa bertanya tentang alasan kenapa dia menikah dengan tiba tiba dan jika benar Rahma hamil, aku pasti akan mencegah pernikahan itu karena aku yakin jika anak yang Rahma kandung memang anak ku " ucap aslan yang sangat yakin jika saat ini Rahma sedang hamil anaknya.

" tapi jika memang kamu tidak hamil pun aku pasti akan mencegah kamu menikah dengan laki laki itu " ucap Aslan dimana kali ini Aslan akan berjuang mendapatkan cinta Rahma.

Berbeda dengan Rahma yang kini sudah memberitahu Kahfi jika ayahnya sudah menghubungi dirinya dan ingin bertemu dengan Kahfi.

" lalu kapan ayah mu akan datang ke rumah ?" tanya Kahfi yang merasa bersyukur karena dengan pak Candra bisa menghubungi rahma itu artinya memang bukan pak Candra yang tak ingin mengetahui kabar putrinya.

" saya tidak meminta ayah datang ke rumah ini tapi saya memberitahu tempat percetakan bapak dan mungkin ayah akan datang ke sana untuk menemui bapak dan saya juga akan datang ke sana saat ayah datang " jelas Rahma seperti yang iya katakan pada pak Candra.

" baiklah, tapi kamu tak perlu ke percetakan karena saya akan mengajak ayah mu ke rumah ini agar kamu dan ayah mu bisa banyak bercerita" ucap Kahfi yang tau jika Rahma sangat merindukan ayahnya meski selama ini Rahma terlihat kuat dan tegar menjalani kehidupannya.

" terima kasih pak " ucap Rahma yang sampai detik ini masih memanggil Kahfi dengan sebutan bapak.

" apa kamu tak ingin memanggil ku dengan panggilan lain ?" tanya Kahfi yang ingin Rahma mengganti panggilan untuknya.

" panggilan lain ?"

" seperti apa ?" tanya Rahma yang merasa panggilan pak atau bapak bukan panggilan yang salah.

" aku bukan bapak mu dan aku juga bukan atasan mu tapi aku calon suami mu, apa kamu tak ingin mengganti panggilan yang lebih romantis selain bapak ?" tanya Kahfi yang benar benar tak mempermasalahkan kehamilan Rahma saat ini tapi yang kahfi masalahkan saat ini hanya panggilan bapak yang Rahma berikan padanya.

" memang bapak mau di panggil apa ?" tanya Rahma yang benar benar bingung panggilan apa yang harus iya berikan pada Kahfi.

" mas, abang, atau yang mungkin " ucap Kahfi yang bisa melihat dengan jelas rona merah di pipi Rahma saat mendengar sebutan terakhir yang Kahfi ucapkan.

" tapi bagaimana jika Caca mendengar panggilan itu dan Caca merasa aneh saat mendengar saya memanggil dengan sebutan itu ?" tanya Rahma yang sebenarnya tak keberatan jika harus mengganti panggilan pada Kahfi.

" biar nanti aku yang menjelaskan nya pada Caca agar Caca mengerti kenapa kamu mengganti panggilan " jelas Kahfi yang langsung mendapat anggukan dari Rahma.

" lalu panggilan apa yang bapak inginkan ?" tanya Rahma yang akan mengikuti keinginan Kahfi apapun itu.

" yang " ucap Kahfi cepat.

" aku tau kamu mungkin belum sepenuhnya menerima aku sebagai calon suami mu tapi kamu tak keberatan jika aku menjadi ayah dari anak mu "

" jadi dengan kamu memanggil ku sayang aku berharap rasa sayang itu akan tumbuh dan lambat laun akan menjadi cinta yang tak akan pernah padam sampai kita tua nanti " jelas Kahfi yang bukan hanya ingin terlihat romantis saat Rahma memangil dirinya sayang tapi Kahfi ingin rahma mulai menerima dirinya dan mulai mencintai nya.

" boleh saya bertanya ?" tanya Rahma yang sebenarnya merasa ragu menanyakan hal ini tapi Rahma hanya ingin menghilangkan keraguan nya sebelum benar benar membuka hati untuk Kahfi.

" tanyakan agar tak ada lagi keraguan di hati mu sebelum kita benar benar menikah " ucap Kahfi yang akan menjawab semua pertanyaan Rahma selagi dirinya bisa menjawabnya.

" apa bapak menyukai saya ?" tanya Rahma yang bahkan tak berani menatap mata Kahfi saat menanyakan hal itu.

Kahfi terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Rahma yang sebenarnya bisa dengan cepat Kahfi jawab tapi Kahfi ingin meyakinkan hatinya jika perasaan yang iya miliki memanglah untuk Rahma.

" mungkin awalnya aku iba padamu karena di usia mu yang masih sangat muda kamu harus menghadapi semua masalah mu dengan bijak"

" tapi semakin lama aku mengenal mu semakin aku tertarik pada mu dan jujur aku sendiri tidak yakin sejak kapan aku mulai mencintai mu dan tak ingin kehilangan mu " ucap Kahfi jujur.

" mungkin menjadi ayah untuk anak yang sedang tumbuh dalam rahim mu hanya alasan ku agar kamu tetap bersama dengan ku dan agar aku tak kehilangan mu " ucap Kahfi lagi.

" apa jika Rahma tak hamil pun, bapak tetap ingin menikah dengan Rahma ?" tanya Rahma yang masih belum percaya dengan apa yang Kahfi katakan.

" kenapa aku merasa kamu tak yakin dengan apa yang aku katakan ?" tanya Kahfi menatap intens ke arah mata Rahma.

" karena meski bapak single father tapi bapak sukses menjalani bisnis yang bapak geluti dan di usia bapak ini bapak masih terlihat gagah dengan kedewasaan yang bapak miliki " ucap Rahma yang entah keberanian dari mana Rahma bisa mengatakan semua itu di hadapan Kahfi.

" aku bukan hanya mencari istri untuk diriku tapi aku juga mencari ibu untuk anak ku dan itu semua aku dapat dari mu, jadi wanita seperti apalagi yang harus aku cari saat semua yang aku inginkan ada pada mu " ucap Kahfi dimana obrolan ini seperti obrolan dari hati ke hati antara Rahma dan Kahfi dan beruntungnya Caca benar benar terlelap dalam tidurnya saat ini.

" jadi kamu mau kan menikah dengan ku dan menjadi ibu untuk Caca dan anak anak kita kelak ?" tanya Kahfi yang entah sejak kapan menyiapkan sebuah cincin yang kini iya perlihatkan di hadapan Rahma seolah Kahfi sedang melamar Rahma saat ini.

" Rahma bersedia menjadi istri dan juga ibu untuk Caca dan anak anak kita kelak tapi Rahma harap bapak juga bisa benar benar menyayangi anak ini meski anak ini bukan darah daging bapak, apa bapak bisa menjanjikan hal itu pada Rahma ?"

" tentu saja aku akan menganggap anak itu sebagai anak ku meski darah ku tak mengalir dalam dirinya tapi aku akan menyayanginya dan menjadi ayah terbaik untuknya sehingga dia tak akan merasa terasing meski aku bukan ayah kandungnya " ucap Kahfi yang terus menatap ke arah Rahma agar Rahma percaya jika apa yang iya ucapkan itu nyata bukan rayuan semata.

" oh ya, kita akan menikah saat ayah mu datang menemui kita "

" apa kamu setuju ?" tanya Kahfi yang tiba tiba saja memiliki ide yang menurutnya cukup brilian.

✍🏻✍🏻✍🏻 bagaimana reaksi Aslan saat tau Rahma dan Kahfi akan menikah secepat ini ? Apakah Aslan bisa mencegah pernikahan itu ?

Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Love you moreee 😘😘😘

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!