Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
“Aneh sekali. Bukankah dulu Leo tidak menyukai Ivy? Kenapa sekarang malah membelanya?” tanya Anita.
“Mereka sudah menikah selama tiga tahun. Mungkin Leo hanya tidak ingin mempermalukan nama keluarga,” jawab Jac. “Perceraian dari keluarga kalangan atas bisa menggemparkan publik. Jadi, lebih baik menjaga nama baik daripada membiarkan masalah rumah tangga memengaruhi keluarga Fung.”
“Leo bukan tipe orang yang takut dengan hal seperti itu. Sepertinya dia memang mulai tertarik pada istrinya,” ujar Alex. “Kalau memang itu yang dia inginkan, biarkan dia menjalaninya. Selama Ivy Zhang tidak melewati batas, dia masih bisa diterima.”
***
Sementara itu, setelah enam bulan berada di luar negeri, Leo akhirnya kembali ke rumahnya.
Ia disambut oleh seorang asisten rumah tangga pria paruh baya.
“Tuan, akhirnya Anda pulang,” sambutnya.
“Paman, bagaimana keadaan di sini selama aku pergi?” tanya Leo.
“Rumah baik-baik saja seperti biasa. Hanya saja, sejak Anda pergi, Nyonya Muda juga pindah.”
Leo mengernyit.
“Pindah? Sepertinya Ivy memang tidak ingin tinggal bersamaku. Apakah Paman tahu di mana dia sekarang?”
“Nyonya tidak memberitahukannya kepada saya. Sejak pindah, kami juga tidak pernah bertemu lagi.”
Leo terdiam sesaat.
Kemudian ia berbalik dan mengeluarkan ponselnya.
“Hallo, Tuan,” sahut Wendy dari seberang sana.
“Wendy, dalam sepuluh menit dapatkan alamat tempat tinggal Ivy.”
“Baik, Tuan.”
Leo memutuskan panggilan.
“Ivy, selama kita masih suami istri, kau tidak akan bisa melepaskan diri dariku,” gumamnya.
***
Tempat Tinggal Ivy
Ivy sedang membaca berkas kasus yang diberikan Calvin ketika tiba-tiba bel pintu berbunyi.
Ting tong.
Ivy segera menutup berkas tersebut dan menyimpannya ke dalam laci.
Ia kemudian bangkit dan berjalan menuju pintu.
Klek.
Begitu pintu terbuka, Ivy langsung terdiam.
Pria yang berdiri di hadapannya adalah suaminya.
“Leo.”
“Ivy, sudah lama kita tidak bertemu,” sapa Leo.
“Akhirnya kau kembali.”
Ivy berbalik dan berjalan menuju sofa.
“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”
Leo masuk dan melihat sekeliling apartemen itu.
“Kau lebih memilih tinggal di sini daripada kembali ke rumah kita?”
“Di sini lebih nyaman. Tidak ada tekanan.”
Ivy duduk di sofa, lalu mengambil sebuah berkas dari meja.
“Tidak perlu membuang waktu. Tanda tangani ini dan kita segera mengakhirinya.”
Ia meletakkan berkas perceraian tepat di hadapan Leo.
Leo mengambilnya dan membaca beberapa halaman.
“Sudah selama ini, kau masih ingin bercerai?” tanyanya.
“Karena ini memang keinginanku.”
Leo meletakkan berkas itu kembali ke meja.
“Ivy, kau tahu ini tidak mungkin. Sekarang tidak, dan ke depannya juga tidak.”
“Alasannya?”
“Aku masih ingin mempertahankan pernikahan kita.”
“Tapi aku tidak mau.”
Tatapan Ivy tetap tenang.
“Kita segera mengakhirinya dan menjalani kehidupan masing-masing. Kau bebas bersama siapa pun yang kau inginkan, dan aku bisa fokus pada karierku. Aku tidak akan mempersulitmu.”
Leo menatap Ivy cukup lama.
“Kalau aku tetap tidak mau menandatangani?”
Ivy mengangkat wajah.
“Kalau begitu, aku akan menggunakan hukum untuk mendapatkan perceraian itu.”
Untuk pertama kalinya, tatapan Leo berubah serius.
“Kau sangat ingin berpisah denganku? Bahkan tidak mau mempertimbangkannya kembali?” tanya Leo.
“Leo Fung, pengkhianatan yang kau lakukan tidak bisa kuterima sebagai seorang istri. Tapi sekarang aku tidak peduli lagi kau ingin bersama siapa. Ada hal yang jauh lebih penting bagiku daripada dirimu.”
Ivy menatapnya dengan tenang.
“Aku ingin mengakhiri pernikahan ini. Aku juga tidak akan mengambil aset apa pun dari keluargamu.”
“Tidak mungkin! Jawabannya tetap sama!” jawab Leo tegas.
“Leo Fung, kenapa kau harus memaksaku?” Ivy menghela napas. “Di antara kita sudah tidak ada perasaan. Yang tersisa hanya saling menyakiti. Aku membebaskanmu, bukankah itu lebih baik untukmu?”
Leo terdiam beberapa saat.
Kemudian ia melangkah mendekati Ivy dan menatap wajah istrinya dalam-dalam.
“Ivy, selama enam bulan ini aku merindukanmu. Aku bahkan ingin segera kembali untuk bertemu denganmu."
Tangannya perlahan terangkat dan menyentuh wajah Ivy.
“Kita bisa memulai semuanya dari awal.”
Ivy membeku sesaat, lalu menepis tangan Leo.
“Jangan sentuh aku.”
Tatapannya berubah dingin.
“Leo, aku sudah tidak ingin memulai apa pun denganmu lagi.”
Leo terdiam.
“Aku sudah bukan wanita yang sama seperti dulu, yang selalu diam dan sabar "
Ivy berdiri dan menjaga jarak darinya.
“Dulu aku bisa menerima apa pun darimu karena aku mencintaimu. Tapi sekarang perasaanku sudah habis.”
“Ivy…”
“Jangan memintaku memulai kembali sesuatu yang sudah mati.”
Tatapan Ivy penuh ketegasan.
“Aku hanya ingin perceraian. Setelah itu, kita tidak memiliki hubungan apa pun lagi.”
Leo mengepalkan tangannya, tetapi tetap berusaha mempertahankan wajah tenang.
“Kau benar-benar tidak memberiku kesempatan?”
“Tidak.”
Jawaban Ivy singkat dan tanpa keraguan.
Leo mencubit dagu istrinya dan berkata," Kau tidak akan bisa terlepas dariku!"
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏