NovelToon NovelToon
Cinta Di Ujung Senapan

Cinta Di Ujung Senapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara / Beda Usia / Nikahmuda / Office Romance / Romansa / Cintapertama
Popularitas:215.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mitta pinnochio

Seorang abdi negara yang berusia matang, di pertemukan dengan gadis muda yang tingkahnya mirip petasan.

~

"Okee, kalau gitu kita fix tidak ada apa-apa yaa?"

"Iya, saya fix benar-benar pacar kamu!" jelasnya lagi sambil menirukan gaya bicara gadis di depannya.

"Apa?"

"Ihh, Bapak jangan ngawur yaa!"

"Saya tidak ngawur, sudah kamu sebaiknya cepat istirahat."

"Tidak mau! Saya mau Pak Braja tarik kata-kata barusan."

"Pantang bagi saya menarik ucapan yang sudah saya katakan."

"Uhhh! Ranti over kesal, ia mendelik sambil memukul-mukul dada bidang pria tersebut. "Kalau begitu rasakan bagaimana punya pacar yang rewel dan juga merepotkan, satu lagi jangan sampai siapapun tau perihal ini, kalau tidak saya sunatt ulang burung bapak," ancamnya dengan raut ketus yang sayangnya nampak berkebalikan dan begitu konyol.

Mendengus geli, Braja mengangguk mengiyakan ucapan gadisnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitta pinnochio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu!

"Maaf," ucap lelaki itu dengan datar dan segera mengalihkan tatapannya. Bersikap tenang seperti tidak terjadi apa-apa, ia kembali tak acuh.

Ranti lantas mengangguk cepat tanpa suara.

"Habis dapat cium, tapi wajahnya masih tenang-tenang saja. Udah keseringan kali yaa? Hmmm ... Aku aja masih dag dig dug ser begini!" Pikirnya dalam diam.

Entah bagaimana bisa? Dirinya yang beberapa saat lalu sempat hampir kehilangan kesadaran, kini tengah sepenuhnya sadar. Berdehem singkat, ia lalu mengeratkan pegangan tangannya di bahu lelaki itu. Terlebih ia juga tak mau ambil pusing akan kejadian barusan, meskipun jauh di dalam lubuk hatinya, Ranti tengah berkelut akan emosinya sendiri.

Namun, alih-alih membopongnya di bagian depan. Sebaliknya, Braja malah menurunkan Ranti dan membopongnya di punggung. Ranti kontan memincing heran, tetapi sejurusnya menurut saja. Braja lantas melangkah dan membawa gadis itu pergi. Berjalan sedikit cepat, ia tak menghiraukan banyak pasang mata yang tengah melirik curiga.

"Kenapa Bapak tolong saya?" celetuk Ranti tiba-tiba tepat di sisi telinga lelaki itu.

"Lalu saya harus membiarkan mu tergeletak di tengah lapangan?" sahutnya datar sambil menatap lurus melihat jalan di depan.

"Yaa nggak gitu juga, Pak. Kan bisa mas-mas tentara lain yang tolongin saya,"

"Saya lihat tadi tidak ada yang berminat tolongin kamu. Lagi pula saya juga kasihan melihat kamu dari tadi."

"Kasihan kenapa?" sergah Ranti cepat merasa penasaran.

"Panjang kaki kamu kan tidak seberapa, pastinya kamu tadi sangat bersusah payah saat latihan. Saya sarankan sebaiknya kamu banyak-banyak minum susu, mengingat usia kamu yang masih begitu belia dan ada kemungkinan masih bisa bertumbuh." tutur Braja tenang tanpa mengalihkan pandang.

Sementara di belakangnya, air muka Ranti sudah berubah. Tanpa di duga gadis itu mengayunkan kakinya menendang sesuatu di antara paha Braja hingga lelaki itu kontan meringis dengan tubuh refleks membungkuk.

Braja menggeram sembari menoleh. "Kamu!"

Ranti mendengus tanpa rasa bersalah. "Bapak sihh! Dari tadi pagi ngatain saya mulu, kan saya sakit hati Pak! Emang mau saya punya tubuh montel begini?" ketusnya sengit.

Sesaat mereka saling beradu pandang dalam tatapan saling menghunus. Hingga akhirnya Braja membuang nafas dan kembali menegakkan tubuhnya. "Masih untung kamu tidak saya lempar tadi," timpalnya mulai tenang.

"Lantas kenapa tidak di lempar? Ayo coba lempar kalau bisa, pasti Bapak tidak berani kan?" ucap Ranti seolah menantang. Namun, beda dengan ucapannya, tangannya malah bergelayut erat pada bahu lelaki itu.

Braja yang mendengar itu pun tak ingin menimpali, baginya sia-sia saja ia menggubris ucapan gadis itu. Ia memilih tak acuh tetap melangkah, berjalan ke arah parkiran.

Hening seketika, Ranti yang notabennya tidak bisa diam dan over aktif. Lantas menghembuskan nafas gusar. Tapi, tanpa sengaja helaan nafasnya barusan nyatanya menimbulkan efek lain bagi lelaki yang tengah membopongnya.

Dan ia menyadari itu. "Telinganya berubah merah, wahh pasti_" serunya dalam hati sambil mesam-mesem, menatap penuh arti daun telinga yang tepat berada di sisi wajahnya. Dengan mode usil yang kapan hari menguap pergi, Ranti dengan kekehan tertahan sengaja meniup lembut ke arahnya.

Braja yang merasakan itu sontak menggeram tertahan dengan rahang mengetat sempurna.

"Ranti." geramnya.

Ia tak menghiraukan seruan lelaki itu dan terus meniup-niup daun telinganya bahkan beralih ke tengkuknya. Pikirnya itu adalah hal biasa, karena sejujurnya Ranti adalah pribadi yang tabu perihal libido pria.

Darah kian berdesir, lamat namun pasti libidonya mencuat naik. Dirinya yang seorang lelaki dewasa tanpa belaian wanita tak di pungkiri, mudah terangsang mendapat godaan-godaan kecil.

Braja sontak berhenti seraya meremas sedikit kuat kaki gadis itu.

"Berhenti!" serunya dengan suara serak nan tertahan.

...----------------🍁🍁🍁----------------...

1
Enz99
bagus
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
Brajaaaaa memang paling bisa aja wkwkwwk
Lala Kusumah
itulah seninya berumah tangga, jadi jangan egois harus tahu sifat pasangan kita masing-masing, semangat Ranti 💪💪😍😍
Atik Dinul Qoyimah
semngat
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut, tambah seruuuu nih...
Sukemi Nak Murtukiyo
trima kasih Upnya kak,,,,,,,
Lala Kusumah
Alhamdulillah akhirnya update juga, semangat sehat ya 💪💪
Mitt²🍒⃞⃟🦅: /Heart//Pray/
total 1 replies
Sukemi Nak Murtukiyo
kak upnya kok lama bagett,,,,,,,,,ayooo usahain up nya jangan lama".
Mitt²🍒⃞⃟🦅: /Heart//Pray/
total 1 replies
Atik Dinul Qoyimah
ahirnya up jg kau thor... hampir lupa sama ceritanya..
Atik Dinul Qoyimah: semngat ya thor.... sayang bagus soalnya ceritanya...
total 2 replies
jumirah slavina
istri'y wwoooiii
jumirah slavina
hheeeiiii kamu liatttt punyaaa sapaaa
jumirah slavina
khodam rawarontek ya Mbok

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
Ranti : mau... mau...

hhuuuuaaaaaaa 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
ya ampunnnnnn dua orang tua ini ya..

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
astogehhhhh....
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
klo smp SatriaBajaHitam datang sendiri...

wesss tabok ae Ran....
jumirah slavina
itu nama'y obsesi wwoooiii
jumirah slavina
hilihhh...

jan macam² kamu BajaHitam...
jumirah slavina
wahhh... waahhh...

s' BajaHitam ini ya...

klo smp rindu beneran ku tabok pake teflon keramat...
jumirah slavina
Ranti : mata'ku ternoda... mata'ku ternoda... hhuuuuaaaaaaa

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🏃🏃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!