Hati memang tak pernah bisa dikendalikan oleh otak ketika berbicara tentang cinta. Hati akan menemukan jalan sendiri untuk menemukan siapa yang akan menjadi penjaganya. Sepintar apa pun kamu, bisa menjadi makhluk paling bodoh jika sudah terpapar virus cinta.
Rosalia, dikejar oleh Dion Wijaya tetapi lebih memilih Rud Dinata yang terjebak cinta pada pandangan pertama. Sayang, kisah indah itu berakhir tragis. Rud pergi tanpa permisi.
Akankah Dion bisa mengambil hati Rosa yang tersakiti? Ataukah Rosa tetap mengharap cinta Rud?
Bersiaplah untuk jatuh cinta. Bersiaplah untuk bergelut dengan perjalanan cinta Rosalia yang berteman kalut bersama Dion Wijaya dan berteman rahasia bersama Rud Dinata. Kisah ini akan mencabik perasaanmu dan mengacak acak waktumu.Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldekha Depe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Soto
"Silakan Mbak, Mas!" ucap santun mbak-mbak yang baru saja menghidangkan pesanan kami.
"SOTO?" lafalku perlahan.
"Apa kamu mau pesan yang lain?" tawarnya.
Aku menggeleng.
"Mas, suka soto?" aku bertanya.
"Hmmmm ...," jawabnya sambil menambahkan kecap pada kuah sotonya.
Dia lantas menikmati soto dengan kuah panas tersebut. Aku pun ikut menikmati soto yang ada dihadapanku.
"Ambil lelenya nih," perintah dan tindakannya berjalan sealur.
Ia mengambilkan seekor lele goreng.
"Mas, tau gak?"
"Apa?" kali ini ia melihatku.
"Kalau makan soto begini, aku jadi inget sama papa. Dulu kemana pun kami pergi, makannya soto lagi soto lagi," ceritaku.
"Benarkah?" yakinnya.
"Ehmmn ... makanya tadi pas makanan datang aku bilang soto?"
"Berarti aku pantas menggantikan tugas papa kamu dong?" tukas Mas Rud.
Aku mencari tau apa maksud ucapannya.
"Maksud mas?"
"Selera kami soal soto kan sama, jadi sepertinya aku juga bisa memahami bagaimana papamu menjaga dan menyayangimu," selorohnya disertai senyum nakal.
"Gak nyambung,"
"Loh ini bener," dia semakin menambah kadar senyum nakalnya.
"Mas Rud sama kayak mas Rendra," aku membandingkan.
"Apa?" dia penasaran.
"Sama-sama suka gombal. Tapi maaf aku dah kebal." jelasku dengan senyum percaya diri.
"Aku bahkan lebih gombal dari dia."
"Ohya ...? Aku berarti harus waspada."
"Kenapa?"
"Banyak berkeliaran tukang gombal disekitarku."
Aku gak nyangka,bisa langsung akrab sama dia. Apa soto ini yang bikin kami akrab?
Ahh .... entahlah!
Aku merasa lucu memikirkannya, dan terpikir ide gila. Coba aja jadi judul FTV
"Cinta gara-gara semangkuk soto dan seekor lele goreng yang menggoreng-goreng hati dan menggangguk-anggukkan cinta".
"Apa an sih?" tanyaku pada hatiku sendiri yang sudah menghayal gak normal.
"Hei ... malah senyum-senyum," mas Rud menyenggol lenganku.
Aku sedikit gelagapan. Gak bisa menjawab dan malah tersenyum seperti habis ketangkep basah bertingkah konyol.
"Udah terpesona sama aku?" PDnya.
"Ngarep banget kayaknya," ku tersenyum lebar sambil menatap matanya.
"Mencintai itu gak dosa," kilahnya.
"Dan apakah kau mencintaiku?" batinku.
Aahh konyol ... Bagaimana bisa aku berpikir seperti itu?
Rosa ... Rosa ... Rosa ... sadarlah!
"Mau nambah?" tanyanya setelah melihatku tak menyisakan sebutir nasi pun di piring.
"Mau ... nambah cintamu!" candaku.
"Wah bisa gombal juga, tapi maaf aku dah kebal," tegasnya.
"Hei ... itu tadi kata-kataku, kenapa kau curi?"
"Buat apa aku nyuri kata-katamu, mending aku nyuri hatimu," ucapnya sambil mengulas senyum dan mengangkat kedua alisnya.
"Pulang aja yuk! Kita dah mulai ngaco."
Dia pun hanya tersenyum dan segera beranjak dari duduknya. Aku pun lantas mengikutinya.
Obrolan receh bersamanya tadi, entah kenapa membuatku berbunga-bunga. Aku kayak ABG yang baru terjerat cinta monyet. Senyum-senyum sendiri gak jelas.
Tapi rasanya, aku juga menemukan senyum di bibirnya yang tak kunjung padam.
*****
Waktu sudah beranjak menyentuh angka 9 malam. Tapi jalanan masih sangat ramai. Jarak yang seharusnya bisa ditempuh 25 menit, sepertinya akan menjadi 2x lipatnya. Dia fokus dengan jalanan di depannya, sementara aku berkutat dengan HP di tanganku.
"Hai Yo, ada apa?" suaraku terdengar lirih.
" Benarkah? Kapan?"
"Aku pasti dateng, udah kangen banget,"
"OK! Di tempat biasa ya? Aku dah kangen makan sotonya cak blangkon."
"Da ...."
Setelah menutup telepon, aku langsung memasang earphone ku. Tria mengirimiku rekaman suara lewat WA. Aku canggung, jika harus memutar dihadapannya. Karena biasanya kami seru-seruan lewat aplikasi ini, gak mungkin kan aku mempermalukan diriku sendiri dengan tingkah konyol kami.
"Di mobilku dilarang main HP lebih dari 10 menit!" ucapnya sambil melepaskan earphone dari telingaku sebelah kanan.
"Apa an sih?" gerutuku.
"Ada makhluk hidup disini, ngapain asyik-asyikan sama makhluk gak hidup?" dia balik menggerutu.
Dia makhluk apa sih? Sebentar bikin hati melayang, sebentar kemudian bikin darah mendidih.
"Sssstttt ... ini penting!" tegasku.
"Apa ada yang lebih penting dariku?" dia mengulaskan senyum ambigu.
Iya kan? Dia dah membuatku tersipu lagi.Oh Tuhaaaann ....
"Banyak."
"Pacar kamu banyak ya, Sa? Kemarin Dion sekarang Yo ...?" godanya.
"Kepo,"
"Aku emang sengaja kepo," celetuknya.
Aku udah bodo amatlah. Berdebat sama dia gak akan ada ujungnya. Ku pasang lagi earphone ku. Kali ini dia gak melepasnya, malah membelai lembut rambutku.
Sebenarnya aku gak kepikiran dia akan melakukan itu, tapi sejujurnya aku menikmatinya.
aku suka banget karakter2 yg di suguhkan disini..kalem2 banget dan kehidupan yg di suguhkan TDK terlalu bikin kita yg ngiler2 banget untuk menghadapi kenyataan tetep berkelas tp tidak melebih2 kan 😘😘😘😘♥️♥️♥️
lanjutkan perjuangan mu
meski berUang tp tetep kehidupan seperti para reader's jadi Ndak smpk membayangkan kehidupan bang Alex dan rianti sementra ini yg begitu sempurna nyata di dunia novel 👏👏👏
para pria penjaga wanita yg sesungguh nya
Dion mas Rud Aryan 😘😘😘😘lovepulll kak Depe
tp tenang saja bang Alex mnjdikan mas Rud bodyguard nya hny untuk mnjdikan mas Rud orang yg lebih kuat dalam artian menghadapi musuh2 dlm dunia bisnis nya kelak dlm mngurus perusahaan ayah nya
trjwab sdh kak Depe ....akhirnya kau sampaikan klau ayah mas Rud mninggal
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gabungan yg bikin penasaran smpk2 bacanya tengah mlam gini
❣️❣️❣️❣️❣️♥️♥️♥️♥️♥️🥰🥰🥰🥰🥰🥰
untuk kak Depe
hingga detik ini ku baca masih gentayangan aja ad apa di balik semua itu
apakah karena keluarga Ardi ???
yg ku tahu dr bang Alex perusahaan mas Rud merugi dan ayah nya meninggal dan mas Rud di pasrahkan ke baba nya bang Alex dan akhirnya jdilah bodyguard nya rianti dan lyca
alasan apa sg di tinggal kan nya mbak Rosa 😕😕
sabar ya mas Rud tunggu jandanya mbak Rosa 🤭🥺
tukang bual gombal seperti William Sean
kak Depe 👍👍
3 lelaki sekaligus di depan mata
sungguh kak author kuat menahan ke 3 pesona lelaki2 itu.
aku jadi Rosa akan menghilang dr ke 3 lelaki itu..sangat jauh
tak sanggup menghadapi seru ombak dalam hati semua nya memiliki kharisma masing2 😩😩😩
dan mas Dion dimana aku bisa menemukan orang sebaik sebijak sewibawa anda
jadi penasaran kan kalau ga di lanjut baca nya
kesederhanaan aku suka aku suka 👍👍
lanjut baca nya meski bee belit2 ya biar Ndak penasaran 👍👍