Novel ini berkisah tentang pertemuan seorang pemuda tampan dengan gadis kecil yang masih duduk di bangku menengah atas mereka di pertemukan di waktu yang tidak tepat dan dipertemukan kembali dikenyataan dimana takdir selalu mempertemukan mereka..
" Rinjani Cantika Gunawan" gadis cantik yang tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda tampan disebuah club malam saat dirinya menghadiri pesta ulang tahun temannya..
" Revan Geraldy " pemuda tampan bak malaikat tak bersayap kehidupannya kacau setelah ketemu dengan gadis cantik yang menjadi muridnya..
gimana ceritanya pantengin terus yah ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my Kyung Soo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Rinjani pun berjalan ke arah kantin wajah cantiknya dia tekuk sepanjang perjalanan menuju kantin mulut Rinjani terus mengeluarkan sumpah serapahnya ke Revan saking kesalnya..
kedua sahabatnya yang melihat Rinjani datang ke kantin dengan wajah yang di tekuk menjadi heran ada apa dengan sahabatnya ini..
" Jan sini " teriak Vanya sambil melambaikan tangan
Rinjani pun melangkahkan kakinya menuju meja kedua sahabatnya di sana mereka sudah memesan makanan dan minuman...
" Jan ada apa kenapa wajah lu di tekuk kaya gth sih " tanya Renata
" gue sebel banget tau gak masa gue di kasih hukuman sama tuh guru BK buat beliin dia makanan " ucap Rinjani kesal
" lah cuma beliin makanan apa susahnya daripada lu di suruh bersihin toilet lagi berabe urusannya " ucap Vanya
" iya mending cuma beliin doang nah ini di suruh nemenin dia makan sekaligus bayarin tuh makanan guru rese " ucap Rinjani amarahnya semakin menggebu-gebu..
" dihh ganteng-ganteng kere malu-maluin " cibir Vanya
" emang gaya-gayaan gak punya uang kes bilang ajh gak punya duit " ucap Rinjani
" lah pada gibah lu berdua mending lu cepetan deh beliin makanan buat guru BK takut-takut nanti dia mencak-mencak kemari " ucap Renata walaupun dirinya dan Revan sepakat buat tidak saling kenal di lingkungan sekolah tapi sebagai adik dia juga tidak terima kalo sang kaka di gibahin walaupun itu sama sahabatnya sendiri..
" ya udah gue pesen dulu makanan sorry hari ini gak bisa makan bareng " ucap Rinjani
" no problems " ucap Vanya
Rinjani pun memesan makanan buat dirinya dan Revan setelah itu dia kembali berjalan menuju ruangan Revan dengan membawa dua mangkuk soto ayam + nasi dan tak lupa dia juga membeli satu jus mangga buat dirinya..
Rinjani pun masuk kedalam ruang Revan tanpa mengetuk pintu terlihat jelas Revan sedang bekerja diatas mejanya dengan serius membuat kesan pria dewasa..
" pak ini makanannya " ucap Rinjani
" hemm bentar tanggung " ucap Revan
Rinjani pun sudah sangat lapar dia melihat jam yang ada ditangannya sebentar lagi bel masuk berbunyi tanpa menunggu Revan Rinjani pun langsung memakan makanannya..
aroma wangi dari soto yang sedang Rinjani makan membuat perut Revan menjadi lapar dia pun melihat ke arah Rinjani yang sedang makan makanannya dengan lahap..
" kenapa makan duluan " tanya Revan datar sambil duduk di samping Rinjani
" saya lapar pak lagi pula sebentar lagi bel masuk berbunyi saya gak mau telat " ucap Rinjani dengan mulut penuh dengan makanan terlihat menggemaskan...
" kalo bicara telan dulu makanannya keselek tau rasa " ucap Revan sambil menyentil dahi Rinjani membuat si empu mengaduh kesakitan..
" aduhh pak jangan maen sentil ajh sakit tau " ucap Rinjani sambil mengerucutkan bibirnya..
" makan katanya takut telat masuk ke kelas " ucap Revan
mereka pun makan dengan tenang Rinjani yang sudah menghabiskan makanannya duluan langsung meminum jus mangga kesukaannya Revan yang sedari tadi melihat tingkah laku Rinjani hanya menyunggingkan senyuman kecil jadi seperti ini rasanya makan di temani seseorang..
" kenapa kamu beli jusnya satu " tanya Revan
" lah kenapa emang bapak mau juga " ucap Rinjani
" iya mau lah " ucap Revan
" ya kalo mau beli dong pake uang sendiri " sindir Rinjani
" kamu menyindir saya karena tadi saya gak kasih uang buat beli makanan " ucap Revan
" sedikit " gumam Rinjani pelan
" kamu ngomong apa " ucap Revan
" eh gak pak gak apa-apa " ucap Rinjani kikuk
" tolong ambilkan minum " ucap Revan
" yehh bapak kan punya kaki sama tangan kenapa harus saya yang ngambilin emangnya saya pembantu bapak apa " ucap Rinjani kesal
" kamu mau di hukum lagi " ucap Revan
Rinjani pun melangkah kan kakinya menuju tempat minum yang tersedia disana dengan perasaan kesal bukannya dia gak ikhlas tapi mau gimana lagi dia sudah terlanjur kesal dengan Revan...
" silahkan pak " ucap Rinjni sambil menyimpan gelas yang berisi air putih itu di atas meja..
" makasih " ucap Revan singkat
Revan dia sama sekali tak menghiraukan keadaan Rinjani yang duduk disampingnya dia malah fokus dengan benda yang ditangannya apalagi kalo bukan handphone nya..
" pak saya permisi dulu mau keluar " ucap Rinjani
" baiklah jangan lupa bawa bekas makan kita ke kantin saya gak mau ada benda kotor di ruangan saya " ucap Revan
Rinjani yang mendengar penuturan Revan malah semakin kesal dengan rasa marah Rinjani langsung berdiri dan membawa bekas makan dirinya dan Revan keluar dengan rasa kesal yang teramat dalam Rinjani sampai membanting pintu ruangan Revan dengan keras membuat Revan sangat kaget untung handphone nya gak jatuh..
" dasar anak ABG tutup pintu ajh sampai dibanting lagi PMS kali ya eh bentar ko gue lupa bilang makasih atas makanannya " ucap Revan
Rinjani yang semakin kesal dengan kelakuan Revan bukannya terima kasih malah menyuruh dia mengembalikan bekas makanan mereka dasar laki-laki gak tau di untung..
" untung lu ganteng kalo kagak udah gue bejek-bejek tuh muka " ucap Rinjani kesal
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😇😇
happy reading guys 😇😇