NovelToon NovelToon
Dibeli Sang Mafia

Dibeli Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / CEO / Dark Romance / Tamat
Popularitas:262
Nilai: 5
Nama Author: Valéria Bezerra

Di lelang gelap, seorang gadis dijual kepada penawar tertinggi. Pembelinya adalah Hendra Wirakusuma, mafioso yang ditakuti seisi kota, dingin, berbahaya, dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia mau.

Sekar tak punya siapa-siapa lagi. Ia dikhianati keluarganya sendiri dan kini terkurung di rumah pria yang seharusnya paling ia takuti. Namun di balik tatapan dan tangan yang berlumur dosa itu, ada sisi Hendra yang tak pernah dilihat orang lain.

Antara bahaya, rahasia, dan perasaan yang tumbuh tanpa izin, mampukah Sekar bertahan? Dan sampai di mana seorang mafioso rela melangkah demi satu perempuan yang ia beli?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valéria Bezerra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Genit

Keesokan harinya...

POV Beti

"Sekar? Selamat pagi, Sayang."

POV Sekar

"Pagi, Bu Beti... Boleh tolong urus semuanya? Aku tidak mau beranjak dari sisinya." Aku bicara sambil terus memandangi Hendra.

POV Beti

"Tentu Ibu tidak keberatan, Nak. Tapi sudah beberapa hari kamu tidak masuk sekolah. Hari ini kamu mau berangkat?"

POV Sekar

"Kepalaku belum sanggup memikirkan itu, Bu Beti. Nanti kupikirkan caranya. Aku akan telepon wali kelas dan minta izin untuk hari-hari yang kulewatkan."

POV Beti

"Ya sudah, Nak. Ibu bawakan beberapa barangmu ke sini, dan Ibu antar makananmu ke ruangan ini juga. Oh ya, Bu Ratna berpesan, menjelang sore beliau datang membantu perawat membersihkan badan Tuan Hendra."

POV Sekar

"Terima kasih, Bu Beti." Aku tersenyum tipis dan ia keluar.

"Tidurmu nyenyak? Kurasa iya. Aku ke kamar mandi sebentar, nanti kembali. Jangan ke mana-mana, ya?"

POV Perawat

"Permisi, boleh masuk?" Karena tidak melihat gadis itu, aku masuk dan mulai memeriksanya sambil mengajaknya bicara. "Bisa-bisanya ganteng dan seksi begini, padahal lagi koma." Kuucapkan itu dengan nada menggoda.

POV Sekar

"Selamat pagi." Aku bicara dengan wajah kaku, kesal mendengar ucapan tadi. "Bagaimana keadaannya?"

POV Perawat

"Baik, mengingat kondisinya..." Kuperiksa dia sedikit lagi, lalu aku pamit keluar.

POV Sekar

"Genit... Perlu banget ya meraba-raba sebanyak itu cuma buat memeriksa? Ih, konyol sekali. Kamu dengar tadi? Dia bilang kamu seksi. Kukira dia bakal menggerayangimu di sini juga, padahal kamu lagi begini. Ada-ada saja. Badut."

Beberapa jam kemudian...

POV Ratna

"Selamat sore, Beti."

POV Beti

"Selamat sore, Bu Ratna. Apa kabar?"

POV Ratna

"Cemas, Beti... Bagaimana keadaannya?"

POV Beti

"Saya rasa baik, Bu. Menurut perawat dan dokter yang memeriksanya, tidak ada perubahan."

POV Ratna

"Dan Sekar?"

POV Beti

"Dia tidak mau menjauh dari Tuan Hendra."

POV Ratna

Aku tersenyum kecil, lalu menyusul ke ruangan tempat mereka berada. "Selamat sore."

POV Sekar

"Selamat sore, Bu Ratna." Aku memeluknya.

POV Ratna

"Kamu mau bantu Ibu memandikan dia?"

POV Sekar

"Hah? Aku... aku... tidak, tentu saja tidak." Mukaku langsung panas karena malu.

POV Ratna

Aku tertawa. "Tenang, Ibu cuma bercanda. Tapi Ibu memang akan memandikannya sekarang. Kamu tetap di sini?"

POV Sekar

"Ah, tidak, aku keluar saja. Silakan, Bu... Cuma... jangan biarkan perawat itu meraba-raba dia sebanyak itu, ya?"

POV Ratna

"Serahkan pada Ibu." Aku tersenyum dan ia keluar.

Semoga saat bangun nanti, kamu menjadikannya istrimu, Nak.

Bersama perawat, kulepas pakaiannya. Kami mengganti alas ranjang, menyeka Hendra dengan kain basah, lalu mengganti perbannya.

POV Sekar

Entah kenapa, tapi memikirkan perawat genit itu melihat dia tanpa busana...

Apa-apaan sih aku ini? Mungkin dia sendiri sudah lupa berapa banyak perempuan yang pernah melihatnya telanjang. Kamu ini kenapa, bodoh.

POV Beti

"Nak, kamu di mana?"

POV Sekar

"Hah? Ah, maaf, aku melamun."

POV Beti

"Ibu tahu." Aku tertawa.

POV Ratna

"Sudah selesai. Sekar, karena di dalam sana tidak boleh lebih dari satu orang dan kamu bersikeras tidak mau pergi dari sisinya, Ibu pulang saja. Ibu akan datang tiap hari jam segini untuk memandikannya."

POV Sekar

"Tapi kalau Ibu mau, aku bisa..."

POV Ratna

"Tidak usah, Sayang. Temani saja dia." Kupeluk dia lalu aku pamit.

POV Sekar

Setelah Bu Ratna pergi, aku kembali ke ruangan, mandi, makan malam yang dibawakan Bu Beti, lalu berbaring lagi di sampingnya dan tertidur.

Setiap tengah malam aku terbangun untuk memeriksanya, tapi semuanya tetap seperti biasa. Begitulah hari-hari panjang itu berlalu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!