NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Kantor Aditama group

Terlihat Sagara tengah sibuk melakukan pengecekan pada setiap dokumen yang diberikan oleh asistennya.

Sesekali Pria itu nampak tersenyum, begitu mengingat masakan Luna kemaren yang begitu enak. Sagara benar-benar tidak menyangka jika Luna bisa mengupgrade dirinya dengan begitu cepat, membuat Sagara semakin jatuh hati akan sosok Luna.

Disaat lamunannya terus mengukir nama Luna, sebuah ketukan pintu terdengar jelas dan menggema di telinganya, membuat Sagara langsung tersadar dari lamunannya.

Tok tok tok

"Masuk!" ucap Sagara singkat.

Tepat setelah mendapat izin tersebut, Fahri asisten sekaligus sekertaris Sagara terlihat mengambil langkah kaki semakin mendekat ke arahnya.

"Ada apa?" tanya Sagara dengan nada yang datar.

"Telpon dari Rumah tua Tuan muda, sepertinya penting karena ini bukan kali pertama." ucap Fahri memberikan informasi.

"Kakek tua itu lagi, sebenarnya apa yang dia inginkan? Mengapa terus saja mengusik ku?" ucap Sagara dengan raut wajah yang kesal.

Belum sempat pertanyaan tersebut terjawab, sebuah deringan ponsel miliknya lantas menggema dan langsung menghentikan percakapan keduanya.

"Ada apa pa?" tanya Sagara begitu ia menggeser ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya.

"Apa kamu menerima panggilan kakek Saga?" tanya Aditama di seberang sana.

"Sudah berulang kali tapi aku selalu mengacuhkannya, mengapa? Apa kali ini dia kembali mengancam papa?" tanya Sagara dengan tatapan yang tajam.

"Memang tidak, tapi sepertinya ini urusan yang mendesak. Entah apa lagi yang di inginkan olehnya, tapi yang jelas mungkin ini bukanlah hal yang baik." ucap Aditama dengan nada bicara yang rendah, membuat helaan napas terdengar berhembus pelan dari mulut Sagara.

"Papa tak perlu khawatir, aku akan menemuinya esok..." ucap Sagara pada akhirnya.

"Apa kamu yakin? Bagaimana jika dia..." ucap Aditama namun terhenti begitu mendengar jawaban dari Sagara.

"Papa tak perlu khawatir.. Serahkan saja semuanya padaku." ucap Sagara kembali meyakinkan.

"Baiklah" ucap Aditama kemudian sebelum akhirnya menutup panggilan telpon tersebut.

Helaan napas terdengar berhembus pelan tepat setelah panggilan telpon tersebut berakhir. Sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi, namun apa itu Sagara belum tahu pastinya bagaimana.

"Siapkan segalanya, minggu ini aku pulang ke rumah tua." ucap Sagara memberi perintah.

"Baik tuan muda" ucap Fahri kemudian berlalu pergi dari ruangan tersebut.

****

Sementara itu di sebuah cafe

Terlihat seorang perempuan muda dengan tampilan yang elegan di penuhi barang-barang branded melekat ditubuhnya, nampak tersenyum simpul sambil menatapi sebuah foto pemuda dari layar ponsel miliknya.

"Sagara Razan Aditama, seorang pebisnis muda yang berhasil membawa nama Aditama group ke jajaran perusahaan bergengsi dalam beberapa tahun ini. Tidak hanya ketelitian dan juga sifatnya yang mengundang penasaran banyak orang, wajah tampan dan tubuh tinggi nan berotot benar-benar membuat siapa saja langsung jatuh cinta terhadapnya." ucap Elika Valerian.

"Tidak hanya itu, jangan lupakan jika dia juga cucu dari tuan Razan, salah satu pebisnis tersukses di masanya. Siapa yang tak menginginkannya coba? Kamu benar-benar beruntung El..." ucap Ranum sahabat dekatnya.

"Jadi menurut mu, terima atau tidak perjodohan ini?" tanya Elika dengan nada yang terdengar begitu sombong.

"Tentu saja terima lah, siapa juga coba yang mau menolak durian montong yang jatuh tepat di hadapannya? Elika Elika..." ucap Ranum sambil tertawa penuh semangat, seakan dirinya yang dijodohkan dengan Sagara.

"Dasar mata duitan lo..." ucap Elika kemudian dengan nada yang menyindir.

***

Sementara itu di dalam sebuah mobil BMW yang terparkir di kediaman keluarga Amera, terlihat Arkan tengah menatap ke arah rumah tersebut dengan tatapan yang penuh arti.

Sudah beberapa hari ini Luna tak pernah menghubunginya lagi seperti biasanya, terakhir kejadian di club malah membuat hubungan keduanya menjadi semakin terasa jauh dan retak.

Arkan mengambil napasnya gusar kemudian menghembuskannya secara perlahan, baru setelah itu mengambil ponsel miliknya dan mulai mengetik nama Lunaira di ponselnya.

"Hai Lun... apa kabar?" tanya Arkan basa basi.

"Baik" jawab Luna singkat membuat suasana canggung mulai terasa menggema di antara keduanya.

"Aku tahu kamu pulang ke rumah orang tua mu, aku tidak akan membahas apa yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya karena aku yakin kamu tak sengaja melakukan hal itu kepada ku. Hanya saja...bisa tidak jangan mendiamkan ku seperti ini, aku benar-benar galau nih." ucap Arkan mulai merayu Luna berharap jika ia akan luluh dengan perkataannya.

"Kejadian yang mana ya? Aku tidak merasa pernah terjadi sesuatu tuh. Lagi pula aku sedang sibuk belakangan ini, jadi aku harap kamu mau mengerti akan hal itu." ucap Luna mencari alasan.

"Iya, aku tahu itu...makanya aku sempatkan waktu untuk mampir ke rumah orang tua mu dan menjemput mu untuk sekedar mengobrol dan makan, seperti yang biasa kita lakukan sebelumnya." ucap Arkan dengan nada bicara penuh keyakinan, karena ia tahu jika Luna tidak akan pernah menolak ajakannya untuk bertemu.

"Aduh gimana ya? Aku lagi sibuk banget nih, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan dan gak bisa di tunda." ucap Luna kembali yang lantas membuat raut wajah masam terlihat di muka Arkan saat itu.

"Oh baiklah, kabari aku jika kamu berubah pikiran, aku siap kapan pun itu Lun." ucap Arkan kembali.

"Iya" jawab Luna singkat.

"Tapi jika kamu...."

Tut tut tut tut

Suara sambungan telpon yang terputus begitu saja, membuat emosi Arkan kembali memuncak. Ditariknya dengan kasar ikatan dasi di lehernya agar melonggar sambil mulai menggerutu. Ini adalah pertama kalinya Luna menolak ajakannya dan hal ini tidak seperti biasanya.

"Ada apa dengan Luna sih? Apa dia tahu sesuatu? Atau memang tengah melakukan sesuatu? Mengapa aku merasa ia semakin menjaga jarak dengan ku? Akhhhh benar-benar sial sekali!" pekik Arkan dengan raut wajah yang kesal.

Arkan yang mendapat penolakan mau tidak mau mulai menyalakan mesin mobilnya dan hendak berlalu pergi dari sana. Hanya saja, belum sempat mobil yang dikendarai oleh Arkan berlalu pergi, sebuah mobil rolls royce nampak mulai mendekat dan masuk ke pelataran kediaman Amera, hal tersebut tentu saja mengundang tanda tanya besar di benak Arkan kala itu.

"Siapa dia?" ucap Arkan bertanya-tanya.

Sampai beberapa menit kemudian seseorang Pria yang begitu di kenal oleh Arkan, nampak turun dari mobil dan tersenyum kepada seseorang. Pria tersebut nampak mendekat kemudian membukakan pintu untuk Luna, yang tentu saja mengundang rasa cemburu yang begitu besar di hati Arkan.

"Sagara? Bagaimana bisa? Bukankah hubungan keduanya renggang? apa yang terjadi sebenarnya?" ucap Arkan menatap tak percaya ke arah keduanya, hingga mobil yang keduanya kendarai berlalu pergi meninggalkan kediaman keluarga Amera.

"Apa yang sebenarnya telah aku lewatkan?"

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!