NovelToon NovelToon
Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Roslaniar

Halllooowww.....para readers yang asyik-asyik mampir yuk dinovelku. Maaf ya kalo banyak typo-typonya.

Haiii....namaku Hanum Anastasya wijaya, saat ini aku sudah menyelesaikan S2 ku diharvard university dan dengan kecerdasan diatas rata-rata yang kumiliki sehingga aku bisa bekerja diperusahaan GMT Coporation perusahaan terbesar diamerika.

Namun saat ini aku harus pulang ketanah air karena desakan mamaku tersayang.

Menjadi anak tunggal merupakan beban yang sangat berat kurasakan.

Ketika tiba ditanah air dan bertemu dengan masa lalu, disinilah ceritaku dimulai...

"Terus maju dengan masa lalu atau meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang menjadikanku tak bisa menghindarinya"
(Hanum Anastasya Wijaya)

"Sekian lama kumencarimu, kini kau datang dihadapanku membuatku tak akan melepaskan dirimu lagi"
(Saputra Mandala)

Penasaran????? dengan cerita mereka dan yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya???

Baca yuk novel karya pertamaku berjudul "Dia yang Tak Dapat Kuhindari" yang diterbitkan oleh Mangatoon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Permintaan Maaf Putra

Sama seperti hari -hari sebelumnya, hari ini Hanum kekantor seperti biasanya. Hari inipun Hanum tiba dikantornya pada jam 7.30, meskipun dia boss diperusahaan hal tersebut tidak membuatnya datang terlambat.

Setelah berbasa basi dengan karyawan yang ditemuinya dilobby, Hanum termasuk boss yang tidak memberikan batasan yang terlalu ketat kepada para bawahannya.

Tiba dilift Hanum bergegas masuk dan memencet lantai 17 dimana ruangannya berada.

Didalam ruangan CEO, Hanum segera tenggelam dengan pekerjaannya yang sudah disiapkan oleh sekertarisnya sebelum pulang kantor kemarin. Sambil menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar "huuffftt....semoga berkas-berkas ini bisa selesai sebelum istirahat".

tok tok tok

Ceklek

Rima sang sekertaris masuk sambil membawakan segelas susu dan cemilan "Assalamualaikum bu boss...., maaf aku telat"

"waalaikumsalam kak,,,,aku yang kepagian kalii datangnya,,hehehe. Oh ya kak, jadwalku setelah makan siang, masih ada nggak???"

"Sebentar aku liat dulu, ya..."berjalan keluar ruangan dengan segera dan kembali lagi kedalam ruangan bersama dengan benda pipih ditangannya."Hari ini jadwalnya hanya rapat evaluasi dengan para kepala divisi jam 9.00 sampai jam 11.00, setelah itu kosong sampai sore.

"Ok. Kak,,,,sebentar jam istirahat siang kita makan siangnya direstaurant XXX, ya kak...sekalian ngecek, sudah lama juga tidak ngecek di sana".

"Siap bu boss,,,,ada yang bisa ku bantu lagi bu boss?? kalo sudah selesai, aku tuntaskan pekerjaanku, 10 menit sebelum rapat kuingat kan kembali".

"Nggak ada lagi kak..." balas Hanum seraya fokus kembali pada berkas-berkas yang menumpuk dimeja kerjanya.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

"Dit,,,bisa nggak kosongkan jadwalku setelah istirahat, hari ini kita makan siang direstaurant XXX" kata Putra sambil menanda tangani berkas terakhirnya.

Alis adit bertaut tanda bingung "Koq tumben boss makan siangnya direstaurant XXX,,,,"

"Jangan banyak tanya,,,,ikut saja atau sudah bosan kerja denganku, Hmmmm???"

"Bukan begitu boss...tapi kan nggak BI..."

Belum selesai perkataan Adit, Putra langsung memotong perkataan Adit "Aku hanya berharap bisa bertemu dengan Tasya,,,,aku tersiksa, Dit,,,,aku sangat merindukannya".

Kata Adit dengan iba "Apa yang bisa kulakukan untuk membantumu, boss???" karena selama ini Adit belum pernah melihat bossnya sefrustasi begini.

Putra berdiri dari kursinya dan berjalan kearah jendela sambil menatap kosong kedepan seolah-olah pandangannya mampu menembus gedung-gedung menjulang tinggi lainnya dari balik kaca tempatnya berdiri. Seraya mengusap kasar wajahnya.

Skip

Akhirnya jam menunjukkan waktunya untuk istirahat, tanpa menunggu waktu lama Putra dan Adit langsung keluar ruangan sambil setengah berlari. Masuk kedalam lift dan langsung menuju basemen tempat mobil mewahnya terparkir, kemudian menancap gas membelah jalan ibukota menuju restaurant XXX.

Ditempat lain, Hanum dan sekretarisnya Rima pun menuju restaurant XXX.

Di Pintu masuk parkiran tanpa mereka sadari mobil mereka beriringan dan terparkir berdampingan.

Hanum dan Rima keluar dari mobil langsung berjalan masuk kerestaurant sementara Putra berlari mengejar Hanum karena dia melihat Hanum keluar dari mobilnya. sambil berteriak sehingga mengundang perhatian para pengunjung.

"Sya....Tasya....tunggu...."

Deg

Seperti suara mas putra,,,,tapi kenapa harus seperti ini, sih. bathin Hanum

"Num....pak Putra tuh teriak-teriak memanggilmu..."

"Udahlah kak,,,,nggak usah dipedulikan"

Tanpa memperdulikan tatapan orang-orang Putra terus mengejar Hanum sampai akhirnya berhasil menggenggam tangan Hanum

"Sya....kumohon dengarkan aku dulu"

"Apalagi sih,,,,nggak ada yang perlu didengar..."tanpa menghiraukan Putra terus berjalan masuk kedalam ruangan manager melewati meja-meja yang dipenuhi dengan pengunjung yang sedang bersantap siang.

Putra terus mengikuti Hanum bak anak ayam sampai diruangan manager membuat pak Amin kaget dan segera pamit keluar.

"Maaf nona Hanum...saya pamit keluar".

"Aku juga pamit keluar, Num....skalian kupesankan makan siangnya" Rima beralasan.

Setelah mereka berdua ditinggal, Putra segera menghampiri Hanum dan tiba-tiba memeluk Hanum. Sehingga Hanum terlonjak kaget.

"Sya....aku mohon terimalah permintaan maafku atas semua kesalahanku dan kesalahan mamaku".

"Sudahlah pak Putra,,,aku sudah melupakan semuanya".

"Benarkah????" sambil mempererat pelukannya.

"Tapi maaf,,,,tolong lepaskan pelukan anda pak, karena saya bukanlah orang yang anda kenal dulu". ucap Hanum dengan nada dingin dan wajah datarnya.

Seketika Putra terkulai lemas duduk dikursi yang yerletak didepan Hanum.

"Sya....aku harus bagaimana supaya mendapatkan maafmu dan kembali seperti dulu,,,,aku tersiksa Sya,,,,"

Masih dengan suara dingin Hanum berkata "Saya sudah memaafkan anda dan ibu anda pak Putra akan tetapi maaf untuk seperti dulu itu sangatlah mustahil".

Masih dengan wajah memelasnya "Tapi aku sangat mencintaimu, sya...dulu, sekarang dan nanti, aku ingin menua bersamamu".

"Lebih baik pak Putra keluar, saya masih banyak pekerjaan".

Cup

Putra mencium sekilas bibir Hanum sambil berkata "Baiklah aku keluar tapi aku tidak akan pernah menyerah untuk meminta maafmu".

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Maaf....maaf....maaf....2 hari baru up lagi, banyak ide tapi author susah merangkai kata-katax...hehehe

tinggalkan jejak votenya biar author semangat terooozzzz

1
Diana Berly
Luar biasa
irma hidayat
bagus ceritanya
irma hidayat
Buruk
Qilla
Ra genah
Qilla
pinter tapi gimana ya si Hanum ini
Lina Suwanti
mampir author,saya tertarik membaca karena lht babnya yg ga terlalu panjang...
Dewilakstri Astini
Luar biasa
fian widy
👍
Heryta Herman
hhuuuh...semudah itu??? masa bodoh laah...
Heryta Herman
gimana sih orru nya hanum ini...ibunya putra sdh menghina anakmunpak,bu...dan tdk ada permintan maaf atau niat baik daei mereka..untuk apa menerima putra jadi menantu?...aaah sdh laaah..terserah author
Heryta Herman
bodo amat lah...
Heryta Herman
terserah author lah...kita ga stuju dgn putra pun,bisa apa...males lah...kaya ga ada orang lain lagi selain putra...
Heryta Herman
yaaaahh..jngn semudah itu hanum menerima putra kembali...
males aku...lbh baik dgn anand yg mencintai hanum apa adanya
Heryta Herman
hihihi...rasain lu putra..kelimpungan kan...makanya jngn sombong jadi orang....
Heryta Herman
dasar duda ga tau diri kau putra...
bagus tindakan mu hanum..
mampuslah lu putra...
Heryta Herman
malas laaaah...semudah itu hanum melupakan kesilapan orang yg sdh menghina nya...dimana harga dirimu hanum...mana nyonya okta yg sombongnya ga ketulungan itu...kenapa tdk beeani minta maaf...hhuuuuhhh...malas malas malas baca
Heryta Herman
hamum...tegas jngn mau di lecehkan...mana harga dirimu hanum...ayoo semangat...hempaskan segala lalat" yg mengganggu..hehehe../Grin/
Heryta Herman
rasain lu nyonya okta dan putra yg terhormat....mana mau taroh tu muka ....
hanum...jngn mau beehubungan dgn putra...merwka kluarga toxic
Heryta Herman
kluarga putra ripikal orang kaya egois.. dia pikir,harta adalah segalanya...merwka lupa akan kuasa yg maha Esa...
lily
tidak membenarkan tindakan mamanya putra karna tiap ibu pasti ingin yg terbaik untuk anaknya ,, harusnya di terima dlu, trus di selidiki dlu calon menantunya itu seperti apa , tidak semua yg kaya itu menjamin akan hidup tanpa kekurangan dan tidak semua yg miskin itu morotin tpi emang ada tpi gk semua intinya selidiki dlu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!