NovelToon NovelToon
Pernikahan Dalam Perjanjian

Pernikahan Dalam Perjanjian

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:704.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Imelda Agustine

Naya dan Brama terjebak dalam perjodohan, mau menikahi Naya hanya karena sebuah perjanjian.

Brama : "Aku tidak mengijinkanmu untuk menyukaiku, karena itulah aku menikahimu."

Naya : "Tapi aku sudah menyukaimu."

Brama : " Hapuslah!"

AKU TIDAK MUNGKIN MENYUKAI BOCAH SMA SEPERTIMU, SUNGGUH BUKAN TIPEKU. - Brama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengikat Rambut

Setelah menghabiskan makan malamnya, Naya kemudian melangkah masuk ke kamar suaminya.

Ia langsung saja masuk kedalam ketika ia belum mendapat jawaban.

Disana Naya sudah menemukan Brama tengah tertidur lelap, membaringkan tubuhnya tanpa selimut diatas kasur empuknya.

"Untunglah sudah tidur." gumam Naya lega, tak perlu bersusah payah memijat suaminya.

Ia kemudian menarikkan selimut untuk suaminya, membungkuk, menarik selimut sampai dadanya.

Naya kemudian tak sengaja menatap lamat-lamat wajah suaminya itu.

"Garis mata yang indah, bulu mata dan alis yang tebal. Ah, sungguh indah." gumamnya tersenyum. "Andai saja dia tidak galak, mungkin aku akan sedikit menyukainya." ucapnya menahan tawa, geli dengan omongannya sendiri.

Setelah puas menatap suaminya, ia pun berbalik lalu pergi. Menutup pintu kamar dengan hati-hati.

"Ah, dasar bocah." gumam Brama, memiringkan badannya lalu tersenyum.

****

Kini sudah pagi hari dan Naya buru-buru menuruni anak tangga, dan lagi-lagi Brama sudah menunggunya dengan kesal.

"Lama sekali ya!" dengusnya kesal, lalu berbalik melangkah cepat mendahului masuk kedalam mobil.

Tentu Naya mengikutinya masuk kedalam mobil yang sama, karena Brama memintanya untuk berangkat bersama.

Ketika masuk kedalam mobil, Brama memperhatikan Naya lamat-lamat dari ujung kaki sampai ujung rambut.

"Kamu niat sekolah apa cuma ingin bergaya?" tanyanya, mengejek.

"Eh! Kenapa? Ada yang salah ya, mas?" memeriksa bajunya sendiri, bingung.

"Rokmu terlalu pendek! Tidak bagus." sahutnya, dengan wajah malas.

"Ah, tapi sepertinya ini sudah pas lutut kok." ucapnya.

Brama menoleh, melotot, membuat Naya ciut. "Kalau aku bilang terlalu pendek ya pendek!" ucapnya kesal, kemudian memberikan kartu kredit pada Naya. "Beli rok yang lebih panjang!"

Naya memberikannya kembali. "Uang tadi malam sudah cukup kok."

"Aku tidak akan pernah meminta kembali apa yang sudah ku beri. Ambillah! Kamu bisa memakainya sesuai keperluanmu."

"Baiklah." Naya memasukkan kedalam dompetnya, ia tidak dapat menolak meski tidak tahu akan digunakan untuk apa.

"Kamu membawa ikat rambut, tidak?" tanyanya kemudian.

"Bawak mas, ada didalam tas. Sebentar!" sahutnya, mengambil ikat rambut dan memberikannya pada Bram. "Ini mas."

Brama menerima ikat rambut itu. "Berbalik!" pintanya kemudian pada Naya.

"Hah?" Naya bingung.

"Balikkan badanmu!" pintanya, mengetatkan rahangnya.

Segera Naya balik badan, memunggungi suaminya. Lalu Brama tiba-tiba menggerakkan jemarinya mengambil rambut Naya untuk digenggam sebelum mengikatnya menjadi satu.

"Jangan tunjukkan rambut teruraimu ini pada siapapun! Termasuk si Bocah Dimas itu." pintanya, memerintah.

"Baik mas." sahutnya, merasa tegang karena Brama tiba-tiba mengikat rambut untuknya.

"Begini lebih bagus." ucapnya ketika selesai mengikat rambut Naya.

"Terimakasih." ucap Naya, dengan pipi merah merona.

"Kamu sakit?" tanya Brama heran, memegangi dahi Naya membuat Naya semakin merona.

"Naya baik-baik saja kok, mas." sahutnya, gelagapan.

"Tapi kenapa pipimu merah begini." ucapnya keheranan, membuat Naya jadi tambah gugup dan malu.

Untung saja Mobil sudah berhenti tepat didepan gerbang sekolah dan Naya buru-buru keluar.

"Terimakasih tumpangannya, Naya masuk dulu." ucapnya, keluar tergesa-gesa lalu berlari begitu saja.

"Eh, dia kenapa aneh sekali." gumam Brama heran, memandangi Naya yang berlari memunggunginya.

Dan tepat didepan gerbang sekolah, ada Dimas berdiri disana. "Nay, kamu ngapain sampai lari begitu? Ini masih pagi." tanyanya.

Naya terengah-engah, memegangi dadanya yang berdetak tak karuan. "Gak apa-apa kok, cuma lagi olahraga aja." sahutnya asal.

Dan Brama yang melihat Naya berbicara dengan Dimas jadi kesal.

"Dia mau mati, ya!" umpatnya, kesal.

Buru-buru Brama ingin turun mendadak dari dalam mobilnya tapi dengan sigap Ilham menahan Tuannya itu. "Jangan Tuan! Ini area sekolah, jangan membuat keributan."

"Hei! Memangnya aku akan melakukan apa?" dengusnya kesal. "Aku hanya mengatur posisi dudukku saja kok." membenarkan duduknya, tapi masih melotot kesal ke arah Naya dan Dimas.

Kebetulan Naya menoleh lagi pada suaminya itu, dan Brama langsung membuka kaca mobil lalu memelototinya, memberikan isyarat menggorok leher dengan jemarinya sebagai tanda ancaman.

"Mati kau kalau terus diam disitu!" ancamnya, dan Naya mengerti apa yang Brama katakan walau suara tak terdengar.

"Maaf kak, aku masuk duluan." pamit Naya, lagi-lagi langsung berlari memasuki kelasnya.

"Kenapa, ya?" Dimas menggaruk tengkuknya, bingung.

Sedangkan Brama jadi lega. "Ngapain masih disini! Cepat ke kantor!" pintanya meninggi pada asistennya itu.

"Baik Tuan." sahut Ilham, lalu melajukan mobilnya kembali.

****

Note : Tolong jangan disamakan dengan Novel lain, kalaupun sama adegannya mungkin akan mirip drama korea, dan itu wajar.

Author gak ada waktu buat baca Novel lain atau plagiat karya oranglain. Bisa cek Novel yang Author pernah garap.

Author pakai tema Perjodohan karena berawal dari curhatan teman Author, dan Author tahu ini sangat familiar disini.

Kisah ini gak akan jauh-jauh dari kutipan buku / episode kisah berakhir yang Author buat karena Author nulis semua ini hanya untuk menghiburdiri.

Author gak tahan dengan tuduhan, sama dengan FOBIA PRIA TAMPAN yang terpaksa Author hiatus karena pikiran langsung buntu gara2 ada yg komen "Bosan" padahal itu Novel udah dikontrak jauh sebelum Novel SELINGKUH.

Jadi tolong ya!! Jangan karena novel si ini dan si itu terkenal jadi bisa nuduh oranglain plagiat atau di mirip-miripin secara gamblang. Kalian Baik deh :*

1
Anisa Febriyanti
ko cuman sampe efisode 37 sih padahal ceritanya rame, :(
Siti Halimah
semangat
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel. upthor
Arikaa Ubaidiah
Lumayan
Khusnul Khotimah
Thor knp ceritanya ngambang gini , lnjut dong Thor gimana hubungan Naya dan Brama selanjutnya...moga mereka bisa hidup bersama bahagia selamanya... semangat terus ya thor
Purnita
seru thor aku makin meleleh neh lanjut kan thor 👍🏻😘
Siti Jubaedah
semangat....author.....
Wiwin Wiwin
👍👍👍
Rosari Nan
ini mn sih klnjtanya
Nur Halimah
tterusin cerita nya
Nur Halimah
lanjutkan lagi cerita nyA biar jelas
Selviah Selviah
mungkin aku suka nanti
zia kinara
ko ga da klanjutannya ya,,
arfan
up
Mishbah Ando Ibang
endingnya?.... tdk jelas
FUZEIN
Nah....tak jadi baca.....sakit jiwa raga..kalau syok baca...tapi menghilang...
Diana Mansiu
lanjutkn ya ceritanya
Sriamul Sbc
Lo kok....... lanjutannya mana?
Gilang Ayyash
2 tahun tk berlanjut.....sesaaaaattttt
Virginia Maniku
ngak azyik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!