NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Terkuat Menuju Puncak

Perjalanan Dewa Terkuat Menuju Puncak

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Xi Nda

Dia pernah berdiri di atas segalanya. Pedang, alkimia, formasi, hukum Dao, semuanya sudah ia kuasai. Tapi ada satu dinding yang tidak pernah bisa ia tembus: puncak sejati.

Maka Yu Tian melakukan hal yang dianggap gila. Ia menghancurkan tubuhnya sendiri, membuang seluruh harta dan kekuatannya, lalu bangkit dari titik nol dengan tubuh baru dan ranah paling rendah.

Pengetahuannya utuh. Kekuatannya tidak. Dan untuk pertama kalinya setelah zaman yang tak terhitung, ia tersenyum karena akhirnya ada sesuatu yang belum ia miliki.

Ia masuk sekte sebagai murid biasa, tapi ia tidak pandai merendah. Ia tidak sudi tunduk pada gelar, usia, atau kedudukan. Ia hanya menghormati kemampuan. Tapi dunia ini tidak peduli siapa dirinya dulu. Lawan yang lebih tinggi ranahnya tetap bisa membunuhnya, dan pengetahuan seluas apa pun tidak bisa menggantikan fondasi yang belum dibangun.

Setiap kemenangan menuntut bayaran. Setiap rahasia yang terbuka membawa pertanyaan yang lebih besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xi Nda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Jalan setapak menuju gerbang timur asrama penuh embun, dan Yu Tian sudah hampir sampai di tembok belakang ketika ia mendengar suara orang di depan. Ia melambatkan langkah, menyelinap di balik rumpun bambu, dan mengintip lewat celah daun.

Di depan gerbang, tiga pria berjubah hitam bersulam benang emas berdiri membentuk setengah lingkaran, dan di tengah mereka seorang pria jangkung berdiri dengan tangan di belakang punggung. Di hadapan mereka, Tetua Shen berdiri tegak dengan tongkat di tangan, ditemani dua penjaga yang wajahnya pucat.

"Aku mencari pemuda berjubah kelabu yang memukul adikku di desa kaki gunung," kata pria jangkung itu, dan suaranya rendah dan datar. "Anak buahku bilang ia lari ke arah sekte ini. Serahkan dia, Tetua, dan urusan kita selesai."

Yu Tian keluar dari balik bambu tanpa tergesa-gesa dan berjalan menyeberangi halaman dengan kantong yang masih terselip di balik jubah. Ia memang tidak punya alasan untuk bersembunyi, dan ia berhenti tiga langkah dari mereka dengan darah kering di betis serta bau ular yang masih menempel di lengan bajunya. "Kalau yang kalian cari aku, aku sudah di sini."

Pria jangkung itu berbalik perlahan, dan matanya menyapu Yu Tian dari ujung rambut sampai ke sandal yang berlumpur. Wajahnya memanjang dan tirus dengan bekas luka tipis di dagu, dan tidak ada kemarahan di sana, hanya dingin yang ditahan. "Jadi kau. Namaku Zhao Hu, kakak sulung Zhao Kui. Adikku terbaring tiga hari dan memuntahkan darah setiap kali mencoba mengalirkan Qi. Kau tahu apa artinya itu bagi seorang kultivator?"

Yu Tian mengorek telinga kirinya dengan jari kelingking, memeriksa ujung jari itu, lalu menatap Zhao Hu dengan mata setengah mengantuk. "Ya, lalu?"

Hening menimpa halaman itu. Salah satu penjaga menelan ludah dengan bunyi yang terdengar jelas, dan pengawal di belakang Zhao Hu serentak menegakkan badan. Urat di pelipis Zhao Hu berkedut satu kali, dan Qi di tubuhnya meledak keluar tanpa peringatan.

Tekanan itu jatuh menimpa dada Yu Tian sekaligus, berat dan menyesakkan. Kerikil di tanah bergetar dan melompat, daun bambu di belakangnya berdesir kencang, dan dua penjaga terhuyung mundur sambil memegangi tombak.

Lutut Yu Tian bergetar tanpa bisa ia tahan, dan keringat dingin mengalir dari pelipisnya.

'Fondasi Roh. Satu ranah di atasku. Tubuh Suci menahannya, tapi satu pukulan dari orang ini cukup untuk meremukkan tulang rusukku.' Ia menggertakkan gigi, menegakkan lututnya satu demi satu, dan tidak mengalihkan tatapan dari mata Zhao Hu.

"Kau akan kuhabisi," kata Zhao Hu pelan, dan tangannya terangkat. "Bukan hari ini, bukan di sini, tapi kau akan kuhabisi. Aku bersumpah atas nama keluargaku."

Tongkat Tetua Shen menghantam lantai batu satu kali. Bunyinya tajam dan jernih, dan tekanan di dada Yu Tian mendadak mengendur. Tetua Shen melangkah maju dan berhenti persis di antara Zhao Hu dan Yu Tian, punggungnya yang lurus menutupi pandangan Zhao Hu, dan suaranya terdengar tenang namun berat. "Ini wilayah Sekte Awan Azure. Anak ini terdaftar sebagai muridku, dan tidak akan kuserahkan kepada siapa pun yang datang membawa dendam. Kau boleh pergi dengan kakimu sendiri, atau kau akan dihabisi di sini."

Zhao Hu menatap tongkat itu, lalu menatap wajah Tetua Shen yang tak bergeming. Rahangnya mengeras sampai berderak, dan sesaat Yu Tian mengira ia akan menyerang. Tetapi pria jangkung itu hanya meludah ke tanah di depan kaki Tetua Shen, memutar tubuh, dan berjalan pergi dengan jubah hitamnya berkibar. Ketiga pengawalnya mengikuti tanpa berkata apa-apa, dan langkah mereka lenyap di tikungan jalan menurun.

Yu Tian menyaksikan mereka pergi, dan bahunya yang tegang perlahan mengendur. Tawa kecil keluar dari tenggorokannya, pendek dan nyaris tanpa suara.

'Dilindungi seorang tetua. Lucu juga rasanya.' Ia tidak mengatakannya keras-keras, dan hanya menyeka keringat di pelipis dengan punggung tangan.

Tetua Shen berbalik menghadapnya. Matanya turun ke betis Yu Tian yang berdarah kering, lalu ke lengan jubahnya yang robek dan bau ular yang menempel di sana, dan alisnya yang kelabu menyatu rapat.

"Kau keluar dari asrama sebelum fajar, dengan luka dan bau darah monster. Kita bicarakan itu nanti." Ia menegakkan tongkatnya dan menghela napas. "Sekarang bersiaplah. Uji tanding bulan ini bersistem gugur. Hari ini semi final, dan besok final. Kau berhasil lolos sampai sini, dan lawanmu berikutnya tidak akan selemah Han Bo."

Yu Tian mengangkat sebelah tangan dan melambaikannya tanpa menoleh, lalu terus berjalan melewati gerbang menuju asrama. Tetua Shen tidak memanggilnya lagi, tetapi Yu Tian bisa merasakan tatapan itu menempel di punggungnya sampai ia berbelok di balik tiang.

1
🌸athy🌸
semangat nulisnya author....
🌸athy🌸
Gaya bahasanya ringan tapi sangat mengalir. Sekali buka halaman pertama, langsung susah buat berhenti baca sampai tamat
🌸athy🌸
Ketegangannya dibangun dengan sangat konsisten. Bikin penasaran di setiap akhir bab dan sukses bikin begadang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!