NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vvhiiiiivhy

Jika ada kehidupan kedua, aku bersumpah akan menyeret kalian ke neraka yang paling dalam!"
Di kehidupan pertamanya, Elena adalah Nona Muda yang naif. Ia menyerahkan seluruh harta dan pengaruh keluarganya demi membantu Gavin, sang suami, naik takhta menjadi Kaisar. Namun setelah tujuan tercapai, Gavin justru mengkhianatinya. Pria itu berselingkuh dengan adik tiri Elena, merebut takhtanya, membantai putranya yang masih kecil, dan membakar Elena hidup-hidup di sel penjara bawah tanah.
Namun, takdir berkata lain. Alih-alih pergi ke akhirat, Elena terbangun dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat tiga tahun sebelum pernikahan terkutuk itu terjadi.
Berbekal ingatan dari masa depan, Elena bersumpah tidak akan lagi menjadi domba yang penurut. Ia akan menghancurkan satu per satu orang yang telah menginjak-injak harga dirinya.
Demi melancarkan aksi balas dendamnya, Elena mendekati Duke Killian—sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di kekaisaran—dan menawarkan sebuah aliansi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vvhiiiiivhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Pertemuan di Ruang Rahasia

Lilin-lilin di dalam ruang kerja pribadi Duke Killian berkedip pelan, memantulkan bayangan panjang yang menari-nari di dinding batu yang dingin. Ruangan itu terletak di bagian paling terpencil dari kediaman sang Duke, sebuah tempat yang konon tidak pernah dimasuki oleh siapa pun tanpa izin tertulis yang ditandatangani dengan stempel darah. Udara di dalamnya berbau aroma kayu cedar dan samar-samar tercium bau besi kuno—sebuah pengingat konstan bahwa pria yang duduk di hadapan Elena saat ini adalah sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di seluruh kekaisaran.

Elena duduk dengan punggung tegak, melipat kedua tangannya di atas pangkuan. Gaun satin birunya yang sederhana kontras dengan kemegahan kursi beludru hitam tempat ia bersandar. Matanya yang jernih, yang menyimpan rahasia dari masa depan yang mengerikan, menatap lurus ke arah pria di depannya.

Killian memutar-mutar gelas kristal berisi cairan merah pekat di tangannya. Tatapan matanya yang tajam seperti elang seolah mampu menembus langsung ke dalam jiwa Elena. Keheningan di antara mereka begitu pekat, hingga detak jarum jam dinding terdengar seperti ketukan palu yang mengadili nasib.

"Kau meminta akses ke wilayah pertambangan di perbatasan barat, Nona Elena?" Suara Killian memecah keheningan, berat dan berwibawa. "Itu adalah wilayah yang tidak bernilai. Tanah di sana tandus, dan para pekerja lokal sudah lama menyerah mencari bijih besi. Mengapa seorang Nona Muda dari keluarga terpandang menginginkan tempat pembuangan seperti itu?"

Elena tersenyum tipis. Senyuman yang tidak lagi mencerminkan kepolosan gadis berusia dua puluh tahun, melainkan ketenangan seorang wanita yang telah mengecap pahitnya kematian di sel penjara bawah tanah. Di kehidupan pertamanya, wilayah barat itu diabaikan oleh semua orang sampai Gavin—pria yang kelak menjadi suaminya dan mengkhianatinya—secara tidak sengaja menemukan urat permata langka di sana setahun setelah pernikahan mereka. Penemuan itulah yang menjadi batu loncatan pertama Gavin untuk mengumpulkan kekayaan luar biasa dan mendanai pasukan pribadinya guna merebut takhta kekaisaran.

Di kehidupan kedua ini, Elena bersumpah tidak akan membiarkan Gavin menyentuh sebutir pasir pun dari tanah kaya itu.

"Bagi mata yang tidak terlatih, Yang Mulia, tempat itu memang terlihat seperti tanah mati," jawab Elena, suaranya tenang tanpa ada getaran ketakutan sedikit pun. "Namun, aliansi kita dibangun atas dasar pertukaran informasi dan keuntungan yang saling menguntungkan. Saya tidak meminta wilayah itu sebagai hadiah cuma-cuma. Saya menawarkannya sebagai investasi awal bagi pasukan rahasia Anda."

Killian meletakkan gelas kristalnya ke atas meja kayu ek dengan bunyi ketukan yang pelan namun tegas. Ia condong ke depan, menopang dagunya dengan satu tangan, sementara mata gelapnya menyipit penuh selidik. Pria itu selalu curiga pada setiap orang yang mendekatinya, namun gadis di depannya ini berbeda. Elena datang kepadanya tiga minggu lalu dengan dokumen-dokumen rahasia mengenai pergerakan logistik ilegal dari faksi musuh politik Killian—informasi yang bahkan mata-mata terbaik sang Duke pun butuh waktu berbulan-bulan untuk mengumpulkannya.

"Investasi?" Killian menaikkan satu alisnya. "Pasukanku tidak membutuhkan tanah tandus untuk makan, Nona."

"Mereka membutuhkan manatite," potong Elena dengan nada berbisik, namun kata itu bergaung kuat di dalam ruangan.

Gerakan Killian membeku seketika. Atmosfer di dalam ruangan langsung berubah drastis. Udara terasa menjadi lebih berat, dan aura membunuh yang dingin perlahan-lahan keluar dari tubuh sang Duke. Manatite adalah kristal sihir langka yang keberadaannya telah dinyatakan punah oleh kuil suci sejak satu abad lalu. Kristal itu adalah satu-satunya bahan yang dapat memperkuat senjata magis dan menyembuhkan efek samping dari kutukan darah yang diderita oleh garis keturunan Duke Killian.

"Dari mana kau mendengar nama itu?" tanya Killian, suaranya kini selembut desiran angin malam yang membawa maut.

Elena tidak gentar. Ia sudah memprediksi reaksi ini. Ia tahu betul rasa sakit yang diderita Killian setiap bulan purnama akibat kutukan darah tersebut—informasi yang ia ketahui dari catatan sejarah kekaisaran setelah Killian dieksekusi oleh Gavin di kehidupan masa lalunya karena dikhianati oleh orang kepercayaannya sendiri.

"Saya tahu banyak hal, Yang Mulia. Termasuk fakta bahwa di bawah lapisan batu hitam di perbatasan barat, terdapat urat kristal manatite terbesar yang pernah ada di benua ini," ucap Elena dengan keyakinan penuh. "Beri saya hak pengelolaan atas wilayah tersebut selama enam bulan. Saya akan membuktikan ucapan saya. Sebagai imbalannya, saya ingin separuh dari hasil penambangan tersebut dialokasikan untuk mendanai rencana saya sendiri."

Killian menatap Elena lama, mencoba mencari tanda-tanda kebohongan atau kepanikan di wajah gadis itu. Namun, ia hanya menemukan tekad yang membara dan kebencian yang mendalam yang disembunyikan dengan sangat rapi di balik sepasang mata indahnya. Kebencian yang sangat ia kenal, jenis kebencian yang hanya lahir dari pengkhianatan yang paling kejam.

"Kau adalah teka-teki yang berbahaya, Elena," gumam Killian, untuk pertama kalinya memanggil gadis itu tanpa gelar formal. "Kau bertingkah seolah-olah kau telah hidup selama ratusan tahun dan melihat bagaimana dunia ini berakhir."

Kau tidak salah, Yang Mulia. Aku memang telah melihat bagaimana dunia ini berakhir bagi diriku dan putra kecilku yang dibantai, batin Elena, sementara tangannya mengepal erat di balik lipatan gaunnya, menahan rasa sakit yang menusuk dadanya setiap kali ingatan tentang putranya muncul.

"Jadi, bagaimana keputusan Anda?" tanya Elena, mengalihkan fokus kembali ke negosiasi.

Killian menyandarkan tubuhnya ke kursi, ketegangan di tubuhnya perlahan memudar, digantikan oleh rasa ketertarikan yang besar. Pria tirani itu jarang menemukan seseorang yang berani mendikte syarat kepadanya, terlebih lagi seorang wanita muda yang seharusnya sibuk memikirkan pesta dansa atau gaun mewah.

"Baiklah. Aku akan memberikan hak pengelolaan tanah itu kepadamu," kata Killian akhirnya. "Namun, dengan satu syarat tambahan."

"Katakan saja."

"Aku akan mengirimkan sepasang ksatria bayangan terbaikku untuk mengawasi... atau lebih tepatnya, melindungimu. Aku tidak ingin investasi berhargaku ini terluka sebelum menghasilkan buah."

Elena tahu bahwa 'melindungi' di sini juga berarti 'memata-matai'. Killian ingin memastikan bahwa ia tidak sedang bermain dua kaki atau bekerja sama dengan musuh-musuhnya. Namun, Elena justru menyambut baik hal tersebut. Dengan adanya ksatria bayangan dari sang Duke yang menjaganya, ruang geraknya untuk menghancurkan Gavin dan adik tirinya, Misha, akan menjadi jauh lebih aman.

"Kesepakatan yang adil," ujar Elena seraya mengangguk setuju.

Setelah menandatangani dokumen perjanjian rahasia, Elena melangkah keluar dari kediaman Duke Killian. Angin malam yang dingin langsung menerpa wajahnya saat ia berjalan menuju kereta kudanya yang menunggu di area parkir belakang yang sepi. Kereta itu sengaja tidak menggunakan lambang keluarganya untuk menjaga kerahasiaan pertemuan ini.

Saat ia bersiap untuk naik ke dalam kereta, sebuah suara yang sangat ia kenal—dan sangat ia benci hingga rasanya ingin mengoyak tenggorokan pemiliknya—terdengar dari arah kegelapan koridor luar.

"Elena? Apa yang sedang kau lakukan di tempat terpencil seperti ini pada jam segini?"

Elena menghentikan langkahnya. Tubuhnya menegang sesaat sebelum ia berhasil menguasai diri sepenuhnya. Ia berbalik perlahan dan mendapati Gavin sedang berdiri di sana, mengenakan pakaian formal ksatria kekaisaran. Pria itu tampak tampan dengan rambut pirang rapi dan senyum ramah yang selalu berhasil menipu semua orang di masa lalu. Di sampingnya, berdiri Misha, adik tirinya, yang mengenakan gaun berwarna merah muda lembut, tampak mungil dan tak berdaya—topeng yang selalu ia gunakan untuk merebut perhatian semua orang.

Melihat kedua orang itu berdiri berdampingan membuat darah Elena mendidih. Rasa panas seolah membakar kulitnya, mengingatkannya pada kobaran api yang menghanguskan sel penjaranya di masa depan. Namun, Elena tidak boleh goyah sekarang. Waktunya belum tiba.

"Ah, Kak Gavin, dan... Misha," ucap Elena dengan nada suara yang diatur sedemikian rupa agar terdengar sedikit terkejut namun tetap sopan, persis seperti Elena yang naif di masa lalu. "Aku hanya sedang menyelesaikan beberapa urusan bisnis keluarga dengan salah satu bawahan Duke di sekitar sini. Mengapa kalian berdua bisa ada di sini bersama?"

1
Pelangi Jingga
ceritanya di ulang trus
jenny
pelayan setianya ganti kak? bukannya namanya Yana?
jenny
Misha atau Dara
Nycthophile
banyak bener nih adik tiri punya nama😌
jenny: ha ha hs
total 1 replies
Nycthophile
Thor mohon maaf nih sebelum nya minta tolong kalo ada pergantian nama karakter kasih tau Thor soal nya nama adik tiri nya Elena ganti ganti terus 🙏😔
jenny: saya pikir bukan cuma saya yang bingung cz banyak nama di setiap chapter... 🤭 atau mungkin adik tirinya lebih dari satu dan semuanya tergila-gila dengan Gavin 😄
total 1 replies
Nycthophile
nama adik tiri nya yang benar Mya atau Misha Thor😔
Nycthophile
lagi perasaan tiga bab udah di ulang terus😔
Nycthophile
nama adiknya ganti ya terus Thor awalnya Dara abis itu Misha sekarang Mya😔
Siskasuryaningsih
namanya semua di ganti2, eh bambang lu ye, buat kepala ane pening tau, 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!