NovelToon NovelToon
Dendam Diatas Materai

Dendam Diatas Materai

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:534
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Gara-gara wine tumpah Aruna Wijaya harus menikah kontrak dengan seorang iblis berwajah tampan Devara Mahesa.

Tanda tangan kontrak diatas materai menjadi penanda Aruna resmi terjerat dalam pelukan hangat Devara yang mematikan dan penuh dendam rahasia.

Hingga Bayu datang, seorang dokter keluarga Wijaya yang menyimpan kenangan masa lalu kelam Aruna menawarkan kebebasan.

Apakah Aruna akan menerima tawaran Bayu lepas dari iblis?, ataukah akui dendam diatas materai itu sudah menjadi candu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DDM|12|Konferensi Pers

Mahesa Group, Skyline City. Pukul 08.00

Semua pihak keamanan perusahaan sudah berjejer untuk menjaga keamanan dari para wartawan yang sudah memenuhi auditorium perusahaan. Devara memasuki panggung, flash kamera menyorot langsung kepada Devara, dibelakangnya Aruna dan Andre masuk, Aruna tampak canggung dan sangat tidak nyaman, Ia berjalan sambil menunduk.

Gadis itu memakai lipstik merah dan gaun yang sudah Devara siapkan, mau tidak mau Aruna harus memakainya. Padahal satu jam yang lalu Ia sudah siap tetapi hanya memakai lip balm berwarna natural seperti biasa Ia pakai, namun ditegur oleh Andre.

Aruna berdiri disisi Devara, namun berjarak dua langkah, Devara langsung melirik Aruna dan menarik lengannya untuk membuatnya berdiri lebih dekat, Aruna merasakan dada Devara menyentuh bahu-nya, saking dekatnya.

Dipojok panggung, ada Bayu yang sudah standby membawa kotak peralatan medis untuk antisipasi, Devara sengaja menyiapkan Bayu untuk berada di tempat karena keadaan Aruna yang belum stabil, jelas itu hanya alasan yang dikatakan Devara kepada Bayu.

Pertama kalinya bagi Aruna, bau parfum khas Devara mungkin sudah menempel di gaunnya sekarang, Kamera terus menyoroti mereka berdua.

"Saya tidak banyak waktu" Ujar Devara di depan mic.

"Apakah benar, dia istri anda yang telah disembunyikan?" Tanya salah satu wartawan.

Devara diam satu detik, tangannya melingkar ke pingang Aruna, "Benar, istri saya Aruna Mahesa. Kita sudah menikah satu tahun"

"Kenapa Ibu Aruna bisa pingsan di depan gedung Mahesa saat hujan deras?" Tanya kembali wartawan yang berbeda.

"Istri saya mengidap anxiety parah, saya harus menunda rapat 2 jam karena mencari dia kemarin" Bohong Devara, tenang dan datar. Matanya menatap tak tentu arah, sesekali melirik Aruna dan mengeratkan pelukan dipinggang gadis itu, demi sebuah foto yang terlihat sebagai sepasang suami istri bahagia.

"Senyum Run!" Bisik Devara. Aruna tak menanggapi, gadis itu menghembuskan nafas kasar, sesekali ingin melepaskan tangan Devara yang terlalu kencang menyentuh pinggangnya.

Dipojok sana, Bayu sudah mengepalkan tangannya tas medis yang Ia genggam sedari tadi sudah terjatuh, jelas Ia tak terima Aruna direndahkan didepan semua wartawan. Aruna yang polos dimatanya dimainkan sesuka hati oleh pria yang tak punya hati seperti Devara. Bayu ingin maju, baru satu langkah security dengan sigap langsung menahannya.

Di ujung mata Devara, bisa terlihat Bayu dengan kepalan tangannya. Devara tampak senyum, namun tak terlihat. tangannya melonggarkan pelukannya sesaat. Membuat Aruna bisa bernafas lega. "Gak sekalian kamu bilang aku gila?" Bisik Aruna, tangannya mencoba berontak melepaskan tangan Devara dengan pelan. Pria itu mendengar ucapan Aruna namun Devara diam tak merespon.

Dibarisan kedua para wartawan, ada Alana, memakai kaca mata hitam dan masker. Ia sengaja datang karena tadi malam gelas wine-nya pecah akibat melihat berita tentang Aruna, istri simpanan Devara yang segera terungkap. Tangannya mengepal keras, namun senyuman liciknya terpampang jelas didalam masker-nya.

Wartawan palsu, Alana sengaja menyamar demi sebuah trik licik yang akan Ia lakukan sekarang, Alana melepas kaca mata hitamnya. Dia mulai maju dan berteriak memberi pertanyaan.

"Kalau istri anda anxiety, lalu siapa perempuan di lobby yang memanggil anda dengan panggilan 'say', mereka jelas orang yang berbeda" Teriak Alana, bahkan semua wartawan tiba-tiba saling berbisik, mereka mendapatkan berita baru untuk di unggah. Mata Aruna tak sengaja bertemu dengan Alana, namun Alana segera memakai kacamata-nya kembali, begitupun dengan Devara, Ia menatap Alana satu detik, tapi tak mengenalinya.

Semua kamera bersiap menyoroti jawaban dari Devara. Rahang Devara mengeras beberapa detik setelah mendengar pertanyaan dari orang yang tak diketahui dirinya itu.

"Maksut anda asisten saya, Andre memang terkadang selalu dipanggil dan memanggil perempuan dengan panggilan 'say' , tapi saya sudah memberinya peringatan" Ujar Devara, ada sedikit kegugupan yang bisa dirasakan oleh Aruna, jelas sekali kalau Devara berbohong tentang Alana.

Andre berjalan mendekati mic "Waktu selesai, kita sudahi konferensi pers hari ini" Ujar Andre sambil tersenyum.

Devara menggenggam tangan Aruna berjalan ke backstage, menggandeng demi sebuah foto yang menjadi bukti kalau Devara benar-benar menjadi suami yang siaga menjaga istrinya yang sedang sakit. Sesampainya di backstage tangan Aruna dilepas paksa oleh Devara.

Devara mencengkram leher Aruna. "Apa kata kamu tadi, gila...?, kamu mau saya masukan ke RSJ sekarang"

Aruna tertawa hambar, "Sekalian aja ambil pistol yang ada di saku-mu. Arahkan ke sini" tangan Aruna menunjuk dadanya yang merupakan pusat jantung, sekali tembak Aruna tidak akan selamat.

Devara melepas cengkramannya, Ia mengusap lembut pipi Aruna "Aku masih membutuhkanmu untuk membalas Wijaya, kamu belum waktunya untuk mati Run".

Sementara itu didepan pintu sudah ada Bayu yang mencoba untuk masuk, namun segera dicegah oleh pengawal Devara. Sekuat apapun Bayu berontak, akan sia-sia tenaga pengawal Devara lebih besar.

"Saya masuk untuk mengecek kondisi pasien, Ibu Aruna masih dalam pengawasan dokter" Tekan Bayu kepada pengawal Devara, namun tetap diabaikan.

Didalam, Devara mendengar suara Bayu dari luar, Ia menaikan sudut bibirnya, "Pangeranmu sudah menjemput diluar" bisiknya kepada Aruna.

Aruna sudah memegang knock pintu untuk Ia buka, namun Devara menahan pintu itu menggunakan tangannya dengan kuat. "Kamu sentuh dia, aku juga akan menyentuhnya menggunakan pisau lipat milikku" Ujar Devara datar, namun seolah ancaman itu benar-benar akan Devara lakukan.

"Sentuh...? , ada apa dengan iblis itu. Kenapa tiba-tiba posesif?" -batin Aruna.

"Kontrak pasal 2" bisik Devara, setelah itu Ia membuka pintu.

Pintu terbuka, terlihat oleh Aruna, Bayu yang sedang mengkhawatirkan dirinya namun sebaik mungkin menjaga image nya karena ada Devara. Aruna yang tak bisa menyapa langsung kepada Bayu karena Devara sedang mengawasi mereka.

"Bagaimana, apa ada keluhan?" Tanya Bayu setelah melihat Aruna dari balik pintu.

Devara langsung merangkul Aruna, mencengkram bahu gadis itu. "Dia sudah sembuh, lebih baik dokter kembali bertugas"

"A-aku masih sedikit..."

Devara memotong ucapan Aruna, "Sayang, dia sangat sibuk di Rumah sakit" lirikan tajam-nya seolah ingin membunuh Aruna saat itu juga.

Bayu terlihat kesal dengan Devara, Ia mengambil kembali tas medisnya. "Baik Pak, nanti saya antar obat Ibu Aruna ke kediaman Pak Devara" Bayu melirik kearah Aruna yang terlihat sangat tidak nyaman dengan perlakuan Devara, namun lagi-lagi Bayu tak mampu berbuat lebih.

Devara segera melepaskan tangannya. Ia pergi tanpa bicara apapun meninggalkan Aruna sendirian.

Di tengah orang-orang lalu lalang, Aruna berjalan sendirian, matanya menatap punggung Devara nanar, langkahnya tak seimbang, kepalanya masih berdenyut tak karuan. "Devara manusia tak punya hati, aku bersumpah akan terus mengutuk dia sampai kapanpun" gumam Aruna.

1
andra screet love
lanjut trus 🙏🙏🙏💪💪
senjani jingga: siap😁
total 1 replies
pєkαᴰᴼᴺᴳ
semagat kk💪
senjani jingga: iya makasih, kamu juga semangat💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!