NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:49.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepikiran

Riri baru saja keluar dari ruang radiologi. Ia menoleh ke arah dokter yang sedang berbicara dengan seorang laki-laki. Dari tadi ua tidah ngeh kalau orang yang telah membawanya ke rumah sakit adalah Ahmed alias Sultan.

"Bang Ahmed." Panggilnya.

Sultan langsung menghampirinya.

"Mbak Riri, kamu akan dibawa ke ruang rawat inap. Jangan berpikir terlalu keras dulu ya."

Riri mengangguk sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.

Saat ini mereka sudah berada di ruang rawat inap. Sultan mengambil kamar VIP nomer 2 untuk Riri. Ia tahu bahwa di perusahaannya sudah ada ada jaminan kesehatan untuk para karyawannya. Tentu saja biaya akan ditanggung perusahaan.

"Mbak, maaf jilbabnya kami buka tadi karena kotor." Ujar seorang perawat.

Riri baru menyadari hal itu. Ia meraba rambutnya lalu melirik ke arah Sultan. Sultan pura-pura tidak melihat karena khawatir Riri malu.

"Suster, bisa minta tolong?" Sahut Sultan.

"Iya Pak?"

"Kalau di sini ada koperasi yang menjual jilbab tolong belikan satu untuknya."

"Oh iya, ada."

Sultan memberikan selembar uang seratus ribu kepada perawat tersebut.

"Em, mbak Riri hasil rontgen-nya mungkin akan keluar 20 menit lagi. Semoga semuanya baik-baik saja." Ujar Sultan tanpa melihat ke arah Riri. Ia berdiri di baling ujung brangkar.

Tiba-tiba handphone Sultan berdering. Ia pamit kepada Riri untuk mengangkat telpon ke luar. Sultan tidak mungkin mengangkat telpon ke dalam. Bisa-bisa Riri curiga melihat i-phone yang dipakainya.

"Assalamu'alaikum, ummi."

"Wa'alaikum salam. Bang, ini sudah jam 8 lewat. Kamu di mana?"

"Maaf ummi, abang sedang di rumah sakit."

"Hah, siapa lagi yang sakit? Bukannya kata kamu anak itu sudah keluar?"

"Eh itu, teman abang kecelakaan."

"Innalillahi wainna ilaihi roji'un. Bagaimana keadaannya? "

"Masih menunggu hasil rontgen-nya. Dia tidak ada keluarga di sini, ummi. Jadi mungkin abang pulang agak malam."

"Ya sudah nggak pa-pa. Kamu hati-hayi ya, bang."

"Iya, ummi. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Setelah menutup telpon dari umminya. Ia menerima telpon dari handphone Riri. Fira sudah sampai di rumah sakit dan menanyakan keberadaan Riri. Sultan pun memberitahu kamar Riri

Tidak lama kemudian, Fira sampai di depan kamar Riri.

tok tok tok

"Masuk!" Sahut Sultan.

Fira datang bersama teman kost-nya karena ia takut jika keluar malam sendirian.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Tadinya Fira mau langsung memarahi Sultan. Namun melihat paras tampan Sultan ia jadi gelagapan.

"Eh itu kamu ya, yang bikin Riri kecelakaan?"

"Fira... " Sahut Riri.

"Aduh Riri... kamu nggak pa-pa kan?"

Riri menggelengkan kepalanya.

"Ehem... mbak, tadi mbak Riri naik ojek mau menuju klinik untuk periksa. Ternyata ojek yang ditumpanginya diserempet mobil sehingga menyebabkan mereka kecelakaan. Tapi sopir ojeknya tidak apa-apa."

"Hah... terus di mana sopir ojeknya?"

"Dia tadi sedang ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini."

"Ya Allah, Riri. Udah aku bilang tunggu aku kalau msi periksa. Jadi kayak gini kan?"

"Fir, ini sudah jalanku. Lagi pula kamu pasti capek pulang kerja."

"Hem... kamu ini selalu nggak enakan."

Fira melirik Sultan lalu melirik Riri lagi. Ia memberi kode seakan bertanya siapa Sultan.

"Fira, kenalin itu bang Ahmed. Ojek langganan ku. Tadi bang Ahmed yang bawa aku ke sini."

"Ojek langganan, sejak kapan?"

"Ssstt... "

Tidak lama kemudian dokter datang ke kamar tersebut membawa hasil rontgen.

"Bagaimana hasilnya, dok?" Tanya Sultan.

"Syukur alhamdulillah semuanya baik-baik saja. Hanya memar di tangannya cukup serius. Dan pasien juga mengalami shock berlebihan. Mungkin pasien ada trauma."

"Benar, dok. Dulu Riri pernah kecelakaan juga." Sahut Fira.

"Pantas saja. Saat ini pasien masih mengalami sesak akibat shock nya itu. Tapi tenang saja, kami akan menanganinya dengan baik."

"Terima kasih, dok."

Setelah dokter keluar, perawat yang tadi dimintai tolong Sultan datang membawa jilbab yang Sultan pesan.

"Pak, ini kembaliannya."

"Tidak perlu Sus, ambil suster saja."

"Terima kasih, pak."

Sultan mengangguk.

"Pakaikan jilbabnya." Ujar Sultan.

Fira membantu Riri memakai jilbab instan tersebut.

"Bang, kok kamu berani ambil keputusan bawa Riri ke rumah sakit ini dan ambil kamar VIP?" Tanya Fira.

"Mbak Riri bekerja di perusahaan yang cukup besar. Tidak mungkin perusahaannya tidak memberi jaminan kesehatan. Bukan begitu?"

"Ah iya juga sih. Abang ini ternyata bukan cuma tampan tapi cerdas juga." Ceplos Fira.

Karena sudah larut malam, Sultan pun pamit kepada mereka. Sultan tidak berjanji untuk kembali menjenguk Riri. Namun ia mendo'akan agar Riri cepat kembali pulih.

Setelah kepergian Sultan, Fira kembali membahas bang Ahmed. Namun Riri mengeluh sakit kepala sehingga Fira pun meminta Riri untuk istirahat saja. Sedangkan ia dan temannya yang bernama Siska saat ini sedang duduk di sofa.

"Sis, kamu kalau mau tidur di ranjang itu nggak pa-pa. Biar aku tidur di sofa."

"Nggak pa-pa, Fir?"

"Iya, besok pagi kita harus segera balik ke kost-an. Kita kan harus kerja. Jadi sekarang kita harus istirahat juga."

"Iya, Fir."

Mereka pun beristirahat.

Sultan baru saja sampai di rumah. Keadaan rumah sudah sangat sepi. Sepertinya orang-orang sudah tidur. Ia langsung masuk ke kamarnya. Hari ini cukup melelahkan baginya. Sultan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu, ia shalat isya'. Setelah selesai shalat Sultan tak kuasa untuk makan malam. Akhirnya ia merebahkan diri di atas tempat tidurnya.

Sekitar jam 1 malam, Sultan terbangun karena perutnya keroncongan. Ia memutuskan untuk turun ke dapur mencari makanan. Beruntung ada sisa menu makan malam. Ayam goreng lengkuas dan sedikit nasi. Sultan menyendokkan nasi dan ayam ke piringnya.

Saat makan, tiba-tiba ia teringat kepada Riri.

"Kenapa aku malah memikirkannya? Dia kan, sudah ada yang jaga." Lirihnya.

Sementara itu, di rumah sakit Riri pun sedang terbangun. Ia merasa haus. Untungnya ia masih bisa duduk sendiri meski harus bangun dengan tertatih. Jadi ia bisa ambil air di samping brangkarnya. Ia tidak ingin mengganggu kedua temannya yang sedang tidur nyenyak.

Ia ingat mimpinya beberapa menit yang lalu.

"Bang Ahmed. Kenapa dia hadir di mimpiku? Ya Allah, ini pasti hanya kebetulan karena dia menolongku. Tapi kenapa harus dia?" Gumamnya.

Riri berpikir kembali. Ia baru ingat kalau tadi Ahmed mengantarnya dengan mobil.

"Mobil siapa yang dia bawa? Apa dia merangkap jadi go car juga? Hah... ya Allah, kenapa aku jadi mikirin laki orang. Tolong jaga hatiku ya Allah."

Pelan-pelan Riri kembali membaringkan diri. Ia mencoba untuk memejamkan matanya lagi.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Restu Ningsih
Semoga lancar prosesnya ya bang,
udah pada GK sabar
Sri Rahayu
udah ga salah pilih kamu Sultan....ayo ungkapin perasaan mu 🤩🤩🤩... lanjut Thorr😘😘😘
Les Tary
semoga dimudahkan bang🤣🤣
Teh Euis Tea
semoga lancar ya bang sultan pdktnya😁
secret
bismillah, semangaatt mengungkapkan perasaannya bang.. ummi dah gasabar bgt tuh punya menantu perempuan😁
dewi rofiqoh
Semoga dimudahkan dan dilancarkan yang bang
Lela Angraini
bismillah ya bang,,smg di lancarkan segalanya. cepeeett nyatain perasaan abang,,biar si arga nggk caper mulu
Restu Ningsih
Sultan OTW pulang, ummi persiapan untuk melamar 🤭🤭🤭
dewi rofiqoh
Pulang ke Indonesia, lanjut ungkapkan rasa ke riri
Lisa
Wah calon mertua udh setuju nih klo Riri yg jadi menantunya 😊 ayo Sultan gercep nyatakan perasaanmu ke Riri..
aroem
bagus
Bunda RH: Terima kasih Kak 🙏
total 1 replies
Test Baru
banyak typonya thor 🙏🙏🙏
Bunda RH: maaf kak td ada sebagian sempat kehapus dan nulis ulang, bikin bad mood 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
he he umi Windi luar biasa 🙏🙏🙏
Bunda RH: mau juga jadi mantunya 😄
total 1 replies
Teh Euis Tea
banyak tyfonya othor 🤭🤭🤭🤭🤭
Bunda RH: maaf kak tadi sempat kehapus dan nulis lagi jadi bad mood😂
total 1 replies
Les Tary
semangat sultan jgn lama"
Bunda RH: iya nih otw pulang 🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
ayo Sultan....ungkapin perasaan mu pd Riri....Ummi jg udah suka ma Riri...lanjur Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kak, bentar Sultan otw pulang
total 1 replies
Marsiyah Minardi
Tenang aja Leo ,kalau bos Sultan potong bonusmu ya tinggal ngadu ke Bos Besar Ummi ,dijamin aman 🤭
Bunda RH: iya juga 😄
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
Sri Rahayu
betul Leo...kshtau ma Umi Windi kl bos Sultan lg jatuh cinta🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kan, biar gak mumet
total 1 replies
dewi rofiqoh
Coba pedekate lebih gencar lagi bang ahmed💪💪💪
Bunda RH: iya kak, bentar habis dar LN
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!