NovelToon NovelToon
Harumnya Madu

Harumnya Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:316.9k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Arum memutuskan berhijrah, hidup dengan syari'at agamanya. Namun bukan hijrah namanya bila tanpa rintangan, suami yang dicintainya pergi untuk selamanya, berjuang keras menghidupi anaknya. Dan suatu ketika dia dikhitbah untuk menjadi madu. Bagaimakah ceritanya? Sanggupkah Arum menjadi madu?

Ini hanya fiksi ya, tidak ada kaitannya dengan cerita hidup siapapun. Happy reading 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Uhibbuki Fillah

Dalam perjalanan menuju supermarket. Anak-anak bermain sambung ayat. Sementara Ammar menyetir dan Arum menikmati pemandangan.

" Mas, Mbak Fitri itu suka makan apa? Atau kue apa?" Tanya Arum pada Ammar.

" Fitri suka makan apa saja sih, cuma kapan itu aku bawakan Ogura cake pandan dia suka dan makan habis banyak. Kenapa?" Ammar balik bertanya.

" Gak papa Mas, pengen tau aja, dan pengen bikinkan, in syaa Allah aku bikinkan Ogura cake ya Sabtu nanti." Arum menawarkan.

" Iya, sayang, kalau kamu gak repot, silahkan bikin apa aja." Kata Ammar sambil meremas tangan Arum karena gemas dengan istrinya yang ini. Arum memerah pertama kalinya dipanggil sayang oleh Ammar.

Setelah peristiwa semalam, mereka berdua semakin dekat dan mungkin sudah saling menyayangi dan mencintai karena Allah tentunya.

Sesampainya di parkiran supermarket mereka segera turun dan masuk ke dalam supermarket. Mereka belanja sayuran, bahan lauk, dan kebutuhan bulanan. Setiap akan mengambil belanjaan bulanan, dia selalu meminta pendapat Ammar.

" Mas deodorant biasanya pakai yang mana?" Arum bertanya.

" Yang ini." jawab Ammar sambil memasukkan deodorant ke troli belanja mereka.

" Kalau shampoo biasanya pakai merk apa? Anak-anak juga pakai yang mana?" Arum bertanya lagi.

" Yang ini dan ini." Ammar menjawab lagi. Dan begitu seterusnya, karena memang Arum sama sekali tidak tahu selera dan kebiasaan Ammar dan anak-anaknya.

Arum sangat bahagia Ammar mau menemaninya belanja, meminta pendapat saat akan memilih yang dibelinya. Tiba-tiba Arum, Ammar, dan ketiga anaknya dikejutkan dengan seseorang yang menabrak troli belanjaannya.

" Bruakk." troli itu ditabrak oleh troli seorang wanita tidak berjilbab, memakai jeans ketat dan atasan sabrina warna maroon.

"ohhh... Maaf maaf saya gak sengaja." kata wanita itu.

" Iya gak papa." kata Arum.

" Eh pak Ammar." Seru wanita itu sambil mencolek dada Ammar.

Arum langsung kaget dan melotot.

" Iya. Bu Mitha. Dik kenalkan ini Bu Mitha teman kantorku, Bu Mitha ini istri saya Arum." jawab Ammar sambil bergerak sedikit menjauhi Mitha.

Arum dan Mitha pun bersalaman dan berkenalan. Ammar dan Mitha pun sedikit berbincang. Arum yang merasa kesal dan cemburu mendorong belanjaannya bersama anak-anak dan meninggalkan Ammar.

Setelah belanjaan komplit mereka segera menuju kasir mengantre untuk membayar. Dari kejauhan Ammar menyusul Arum dan anak-anaknya. Dia tersenyum tahu bahwa Arum ngambek.

" Kok Abi ditinggal sih." Ammar pura-pura tidak tahu Arum ngambek. Tapi Arum masih diam.

" Anak-anak biar sama aku ya, kamu bayar dulu belanjaannya, kita tunggu di cafe itu, kamu mau minum apa? Biar aku pesankan." tanya Ammar sambil menunjuk cafe di area supermarket itu.

" Jus Strawberry aja." Arum menjawab singkat. Ammar dan anak-anaknya pun beranjak menuju cafe itu.

Setelah selesai membayar, Arum segera mendorong troli belanjaannya ke cafe. Pandangannya mencari-cari Ammar dan anak-anaknya. Setelah menemukan mereka, dia segera duduk di kursi kosong di samping Ammar. Anak-anak minum jus buah dan makan bakso. Arum segera menyeruput jus Strawberry yang sudah dipesankan Ammar untuknya.

" Kok manyun." Goda Ammar.

" Siapa yang manyun. Gimana bisa lihat, kan aku pakai niqab Mas." Arum mengelak.

" Kenapa tadi ninggalin aku sama Bu Mitha." Ammar bertanya.

" Gak kuat aku Mas, lihat kamu dicolek- colek gitu sama perempuan itu." Kata Arum lirih.

" Hahaaa ada yang cemburu, ya aku gak segitunya kali, aku juga menjauh dari dia, kamu percayakan?." Ammar kegirangan. " " Iya iya, aku percaya kok." Jawab Arum yang masih manyun. Sejenak kemudian Ammar berbisik di dekat telinga Arum.

" Berarti kamu sudah cinta ya sama aku?" Bisik Ammar.

" Apaan sih Mas." Arum memerah.

" Uhibbuki Fillah ( Aku mencintaimu kerena Allah )." bisik Ammar lagi. Dan Arum jadi klepek-klepek.

" Ana aidon ( aku juga )." jawab Arum.

Setelah kenyang makan bakso dan minum jus, mereka segera pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah Arum segera menata belanjaannya di kulkas dan lemari persediaan. Anak-anak tidur setelah mereka semua sholat dhuhur. Ammar duduk melihat TV menunggu Arum selesai beberes.

Arum berganti pakaian setelah beberes. Dia mengambil daster selutut lengan pendek berwarna pink. Ketika berjalan melewati Ammar, Ammar segera menariknya sehingga Arum jatuh ke pangkuannya.

" Aahh. Apa sih Mas." Arum setengah berteriak.

" Ssstt." Ammar memberi kode agar tenang.

" Jangan keras-keras nanti anak-anak bangun." kata Ammar. Arum hanya menurut. Kemudian Ammar menggendong Arum ke kamar dan meletakkannya di atas tempat tidur, sebenarnya Ammar hanya ingin menggoda Arum, tapi dia sendiri tidak tahan dan menyerang Arum lagi. Arum hanya bisa pasrah melayani suaminya sebaik-baiknya. Merekapun tertidur kelelahan.

*****

Waktu menunjukkan pukul 16.30, anak-anak telah bangun dan bersiap mandi. Hanna menuju kamar Arum dan Ammar.

" Umma... Abi..." Hanna membangunkan mereka berdua. Dan Arum membuka mata lalu bangun. Melihat jam dan membangunkan Ammar.

" Mas, bangun Mas, Ashar nya sudah mau habis." Arum membangunkan Ammar dengan lembut. Dan Ammar ikut bangun juga, mereka bergantian mandi dan sholat berjamaah Ashar.

Arum memasak untuk makan malam mereka. Sementara Ammar mengajar anak-anak mengaji dan menambah hafalan di ruang tengah.

" Abi capek." Celoteh Hanna sambil cemberut.

" Salman juga." Salman ikut-ikutan.

" Rayhan juga bosen." Rayhan kompak.

" Iya iya baiklah. Besok kan sudah mulai sekolah lagi, sekarang disiapkan buku-bukunya ya." Ammar mengalah.

" Siap Bi." Jawab mereka bertiga kompak. Hanna segera masuk kamar menata buku dan tasnya. Salman dan Rayhan segera berlari ke atas menuju kamar mereka. Tinggal Ammar sendiri, ia segera berdiri menuju dapur menyusul Arum yang sedang sibuk menyiapkan makan malam.

" Mas, jangan dekat-dekat aku bau bawang." Kata Arum sambil agak menjauh dari suaminya.

" Gak papa, aku bantu nyuci peralatan masak ya." Ammar menawarkan diri, tanpa persetujuan Arum dia segera mencuci bekas alat yang dipakai masak Arum.

" Jangan Mas, biar aku aja. Ini sudah selesai kok." Arum mencegah suaminya mencuci.

" Gak papa sayang. Kamu mandi aja akali sudah selesai masak." Pinta Ammar.

" Iya deh." Arum menyerah, ia segera mengambil baju ganti dan berlari ke kamar mandi.

Adzan Maghrib pun berkumandang. Ammar juga selesai mencuci alat masak, dia segera memanggil dua jagoan kecilnya untuk diajak ke musholla. Arum yang selesai mandi juga segera bersiap sholat Maghrib bersama Hanna di rumah.

Setelah selesai sholat mereka semua berkumpul di meja makan untuk segera makan malam.

" Umma masak apa malam ini?" Tanya Rayhan.

" Ada capjay, acar timun sama ayam goreng kriuk sayang." Jawab Arum sambil mengambilkan makanan untuk Ammar. Setelah itu mengambilkan anak-anaknya juga, baru mengambil makan untuk dirinya.

" Enak banget Ma, Maa syaa Allah." Seru Salman.

" Iyakah?" Arum memastikan.

" Iya beneran." Hanna menambahkan. Arum tersenyum bahagia, dia terus bersyukur, suami dan anaknya suka masakannya. Apalagi mungkin mereka juga rindu masakan ibu mereka.

*****

1
Yant08
Luar biasa
Coretan Penaku
MasyaAllah menarik bacanya..
jangan lupa mampir ya ukh di karyaku juga ya, dan beri dukungan. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman/Smile/
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Ayomi Hartinta
salut bgt buat arum dn fitri..
bisa berbagi....
LiMa
ha... ketahuan Ammar curi² tidur sm Arum
Eva Novianty
ceritanya menarik, mgkn dalam kehidupan nyata hanya 1 dari 10.000 wanita yg py hati ikhlas seperti arum dan fitri
mizuki
aku gak setuju kalau fitri dan arum tinggal satu rumah karena suatu saat pasti ada konflik
noer84
bagus ceritanya
Rini Haryati
keren
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
mantap
neli nurullailah
😭😭
neli nurullailah
masya Allah,,,
neli nurullailah
Mas Rayhan, ka salman
neli nurullailah
waduh
neli nurullailah
zulfa kah?
neli nurullailah
waduh,,, adakah firasat
neli nurullailah
👍👍
neli nurullailah
masya Allah..
vie_vie: masya Allah .mas ammar bikin baper.....
total 1 replies
neli nurullailah
anak2 soleh
neli nurullailah
oh,,punya toko y..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!