"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 | UJIAN SANG MATRIARK
"Dia cantik sekali, Austin Di mana kau menemukan permata indah ini?"
Suara lembut Nyonya Catalina nenek kandung Austin memecah ketegangan saat ia menatap Aleeza Wira dengan binar kehangatan yang amat tulus. Aleeza menyunggingkan senyum kaku, sementara Austin hanya mendengus pelan seraya memasang wajah datar.
Aleeza baru saja memenangkan pertarungan kecil melawan Angeline di depan Olivia. Namun, kemenangan itu dibayar mahal dengan rasa dongkol yang membakar dadanya. Austin sengaja membiarkan Angeline menyentuhnya demi membuat Aleeza cemburu!
"Aku tidak mencarinya, Nenek," sahut Austin dingin dengan nada menyindir yang tajam.
"Wanita ini mendadak jatuh di depan kakiku. Gratisan."
Aleeza menyipitkan mata, lalu menyunggingkan senyuman paling manis namun beracun.
"Jj-jaga mulutmu, Mi Amor. Kalau kau bicara sembarangan lagi di depan Nenek, jangan harap kau mendapat 'jatah' di tempat tidur nanti malam!" desis Aleeza mengumandangkan ancaman ambigu dengan nada bicaranya yang dibuat amat lembut.
BAM!
Ucapan ambigu Aleeza membuat Austin tersedak ludahnya sendiri, melongo tak percaya! Pria itu mendadak panik Catalina adalah wanita bangsawan terpandang! Jika neneknya mengira Aleeza adalah wanita sembarangan, habislah riwayat mereka berdua!
Namun, reaksi Nyonya Catalina justru di luar dugaan. Wanita tua itu tertawa terkekeh gembira, melirik Austin dengan binar menggoda.
"Dasar Austin Kau harus pandai-pandai memanjakan tunanganmu jika ingin mendapatkan jatahmu secara maksimal!" goda Catalina tanpa rasa canggung sedikit pun.
"Bagaimana kau bisa memberi Nenek seorang cicit jika jatahmu saja dikurangi, hm?"
Austin tersedak hebat untuk kedua kalinya, terbatuk-batuk dengan wajah memerah!
"N-Nenek kami belum berpikir sampai sejauh itu!"
"Kenapa belum? Kalian kan akan segera menikah!"
Sebuah suara bariton yang berat dan sangat dingin mendadak menggema dari arah ambang pintu.
Ruangan seketika membeku. Kakek Lucas kepala keluarga tertinggi Vanderbilt berdiri di sana dengan tongkat kayunya, menatap Aleeza dengan sorot mata yang sarat akan kebencian murni.
"Alasan kita berkumpul di sini hanya satu, Catalina," tegas Kakek Lucas, suaranya tajam menghujat. "Kita tidak akan pernah menerima cucu menantu kecuali wanita itu adalah Angeline Stevano!"
Wajah Aleeza berubah tegang.
"Hanya Angeline yang pantas memberikan cicit untuk keluarga Vanderbilt!" lanjut Kakek Lucas mentah-mentah, menunjuk Aleeza dengan pandangan jijik. "Aku tidak sudi menimang cicit dari rahim wanita pencari skandal yang tidak jelas asal-usulnya ini!"
Atmosfer ruangan mendadak mencekam bak es batu. Kata-kata tajam itu menghantam harga diri Aleeza dengan telak.
"Lucas ! Jaga ucapanmu!" tegur Nyonya Catalina marah, berdiri membela Aleeza. "Tunjukkan rasa hormatmu pada calon menantu cucumu!"
Kakek Lucas hanya mendengus dingin, memalingkan wajahnya dari Aleeza. "Austin, ikut Kakek ke ruang kerja sekarang!"
Austin menatap Aleeza sekilas dengan raut wajah yang sulit diartikan. Pria itu membasahi bibirnya yang kering, berbisik pelan pada Aleeza sebelum berbalik pergi.
" Tunggu aku di sini. Jangan ke mana-mana."
Kini hanya tersisa Aleeza dan Nyonya Catalina di dalam ruangan. Aleeza menundukkan kepala, meremas jemarinya dengan napas yang terasa berat.
Julian batin Aleeza merintih. Ia rela bertahan dihina dan diinjak-injak di mansion ini hanya demi melindungi Julian dari ancaman Austin.
Nyonya Catalina mendekati Aleeza, lalu mengelus lembut jemari gadis itu yang gemetar.
"Jangan masukkan kata-kata Kakek Lucas ke dalam hatimu, Aleeza," desah Catalina penuh penyesalan. "Dia bersikap keras hanya karena dia sangat menyayangi Austin dan ingin melihatnya bahagia.
Aleeza mendongak kaget.
"Percayalah pada Nenek, nak," Catalina tersenyum teduh, menatap lurus ke dalam mata Aleeza. "Austin sudah mencintai Angeline sepanjang hidupnya. Melihat Angeline berpaling pada pria lain membuat hati Austin mati rasa Tapi saat aku melihat cara Austin menatapmu hari ini, aku tahu satu hal."
"A-apa itu, Nenek?" bisik Aleeza terbata.
" Austin membawamu ke sini bukan sekadar untuk perlindungan atau sandiwara," bisik Catalina anggun. " Kau adalah satu-satunya wanita yang sanggup membuat matanya kembali menyala dengan emosi murni. Kau adalah obat yang dicari cucuku, Aleeza."
Deg!
Dada Aleeza bergemuruh hebat. Perkataan Catalina menghantam kesadarannya.
Obat?! batin Aleeza pedih. Pria arogan itu tidak sedang mencari obat, melainkan sedang memanfaatkan keberadaannya untuk membalas dendam pada dunia!
Namun entah mengapa, membayangkan Austin yang begitu terluka akibat penolakan Angeline menyisakan sedikit kepedihan asing di sudut hati Aleeza yang paling dalam.
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!