NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Kesempurnaan seorang wanita adalah ketika bisa hamil dan melahirkan. Tapi, bagaimana jika bagian terpentingnya harus di relakan karena sebuah takdir. Apa yang harus kita lakukan? Sementara hidup terus berjalan.

Berdamai dengan sebuah takdir dan menjalani kehidupan seperti biasa adalah hal yang harus di lakukan. Itulah yang di lakukan seorang gadis belia yang harus menyerah pada takdir yang di miliknya.

"Kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini? Apa salah aku?".....

......

Cerita ini hanya hayalan penulis ya... Jadi, maaf jika ada kesamaan karakter atau apapun...

Semoga suka dengan cerita baru nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Yang Tak Di Duga

Dita berjalan di lorong rumah sakit sendiri. Setelah pemeriksaan rutin yang dilakukannya Dita merasa lega. Lelah batin tentu saja. Dokter Wijaya dengan telaten memeriksa keadaannya. Hari ini dirinya di undang dokter Wijaya untuk makan siang bersama istrinya di salah satu restoran dekat rumah sakit. Dita heran namun tak kuasa menolak ajakan dokter yang sudah begitu baik padanya.

Dita pun tak ingin mengecewakan dokter dan istrinya yang sangat ingin bertemu dengannya. Entah apa yang di bicarakan dokter wijaya pada istrinya hingga beliau ingin menemuinya. Setelah pemeriksaan rutin Dita pergi ke kampus sebentar setelah itu pergi ke restoran yang sudah di beritahu Dokter Wijaya.

Dita turun dari ojeg online berjalan menuju dalam restoran. Dita mencari sosok dokter Wijaya yang di kenalnya. Karena Dita tak melihatnya dirinya memutuskan untuk duduk menunggu di bangku lain. Namun, tak di sangka seorang wanita dengan penampilan rapih dan cantik mendekatinya.

"Dita ya?"

"Eh, iya. Maaf ibu siapa ya?" Tanya Dita.

"Perkenalkan saya Rani istri dokter Wijaya."

"Oh, maaf Ibu. Iya saya Dita. Maaf saya fikir ibu dan Bapak belum datang." Ucap Dita sungkan.

"Ngga apa-apa. Saya baru sampai juga kok. Suami saya masih di rumah sakit. Sebentar lagi datang. Yuk kita di sana." Tunjuk Ibu Rani pada ruangan privat di sana.

Dita pun berjalan mengikuti Ibu Rani. Belum lama mereka duduk dan memesan makan siang dokter Wijaya pun datang bergabung bersama mereka berdua. Melihat wajah penuh tanya Dita dokter Wijaya pun akhirnya mengutarakan alasannya mengajak Dita makan siang.

"Maaf ya Dita. Mungkin kamu penasaran kenapa saya dan istri mengajak kamu makan di sini." Ucap Dokter Wijaya.

"Eh, iya Dok. Maaf."

"Tidak masalah. Saya yang meminta maaf sebelumnya tadi saya tidak mengatakannya di rumah sakit karena suster keburu datang." Ucap Dokter Wijaya.

"Oh, iya Dok."

Kemudian Dokter Wijaya pun mengutarakan jika Dita memiliki kemiripan dengan putrinya yang telah meninggal dua tahun lalu karena kecelakaan saat pulang dari kelulusan di sekolahnya. Bukan hanya mirip secara fisik Dita memiliki usia yang sama dengan putri mereka. Bahkan tanggal lahir Dita dan Putrinya hanya berbeda dua hari saja.

Hanya saja yang berbeda adalah jika Dita istimewa dan Dokter Wijaya tau itu. Dokter Wijaya pun meminta maaf sempat mengambil foto Dita secara diam-diam dan menunjukannya pada sang istri. Karena itu Ibu Rani sangat ingin bertemu dengan Dita sudah sejak lama. Hanya, dokter Wijaya ragu jika Dita mau menemuinya.

Saat Dokter Wijaya bercerita Ibu Rani hanya diam dengan isak tangisnya. Dita pun ikut menitikan air mata begitu juga dengan dokter Wijaya. Dita tak pernah menyangka jika dirinya akan membuka luka lama sepasang suami istri di hadapannya.

"Maaf Dok." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Dita.

"Maaf untuk apa?" Dokter Wijaya.

"Maaf jika saya mengingatkan anda dan istri dengan putri kalian." Jawan Dita.

"Tidak Nak tidak. Kamu justru mengobati rasa rindu kami pada Dania." Jawab ibu Rani.

"Dita,, jika tidak keberatan Saya dan istri ingin meminta ijin sama kamu dan keluarga untuk menganggap kamu sebagai putri kami." Pinta dokter Wijaya.

Dita tak percaya dengan permintaan dokter di hadapannya. Bagaimana mungkin dirinya di angkat anak oleh seorang dokter ternama dan terbaik di kota Y. Dan apa yang akan di katakan orang tua dan saudaranya.

"Nak,, mau ya.." Pinta Ibu Rani dengan suara lirih.

Tatapan mata memohon Ibu Rani tak kuasa meluluhkan hati Dita.

"Dita bicarakan dengan orang tua Dita Bu." Dita.

"Terima kasih Nak terima kasih." Ucap Ibu Rani.

Setelah berpamitan pada Dokter Wijaya dan Istrinya Dita kembali ke kost karena sudah tak ada perkuliahan. Sepanjang perjalanan ke kostnya Dita terus berfikir bagaimana bisa seorang dokter Wijaya ingin mengangkat anak dirinya yang notabene putri dari pengusaha kota M.

Walau Pak Wirawan bukan pengusaha besar tapi setidaknya keluarga nya bukan keluarga kekurangan. Tapi untuk menolak permintaan dokter Wijaya dan istrinya pun rasanya begitu berat.

Setelah membersihkan diri Dita pun memutuskan untuk menghubungi Pak Wirawan dan Ibu Jelita untuk membicarakan tentang niat dokter Wijaya dan Istrinya. Apapun jawaban orang tuanya Dita akan bicarakan lagi dengan dokter Wijaya dan Istrinya.

"Apa? Kenapa bisa kamu nak?" Tanya Pak Wirawan ketika Dita mengatakan ada orang tua yang mau menjadikannya anak angkat.

"Nak, apa ngga anak lain saja?" Tanya Ibu Jelita menambahkan.

Dengan perlahan Dita menceritakan apa yang di dengannya dari dokter Wijaya dan istrinya. Setelah mendengar penjelasan Dita Pak Wirawan dan Ibu Jelita pun tak kuasa menolak keinginan dokter Wijaya dan istrinya. Namun, Pak Wirawan merasa kurang enak karena dirinya tak merasa kekurangan dan tak berniat memberikan putrinya pada orang lain.

"Baiklah. Weekend besok Papa dan Mama ke sana untuk bertemu dengan mereka." Putus Pak Wirawan.

"Terima kasih Pa Ma. Dita tidak bermaksud apapun dengan keadaan ini. Dita pun sama tak percayanya. Namun, jika Dita tak menyampaikan ini Dita merasa bersalah sama Papa mama juga dokter Wijaya dan istrinya." Dita.

"Iya Nak. Nanti kita ketemu mereka dan bicarakan yang terbaik. Jika Papa dan Mama mengijinkan bukan berarti Papa dan Mama tidak sayang adek. Karena kita semua sayang adek makanya semua menginginkan adek dan ingin memberikan yang terbaik untuk adek." Pak Wirawan.

"Iya Pa. Terima kasih. Sayang adek untuk Papa Mama tidak akan pernah berkurang walau adek di angkat anak oleh mereka." Dita.

"Iya Nak. Adek istirahat ya. Nanti kami kamari jika ke sana." Pak Wirawan.

Panggilan pun terputus. Kemudian Dita mengirimkan pesan pada Dokter Wijaya mengatakan jika orang tuanya bersedia bertemu di akhir minggu ini. Dokter Wijaya pun sangat berterima kasih pada Dita dan keluarga telah mengijinkan mereka bertemu.

1
farah
baru awal cerita sdh bikin penasaran, ada apa dgn dhita?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!