NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Duda / Tamat
Popularitas:60k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Arum

Raden Nandana Rahandika duda tanpa anak yang di jebak oleh seseorang mengakibatkan sebuah tragedi satu malam terjadi. Raden yang dijebak, harus merenggut kesucian gadis asing yang tidak dia kenal.


Apa yang akan Raden lakukan setelah tanpa sadar mengambil paksa kesucian seorang gadis yang tak dia kenal? ikuti kisahnya .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan

"Ehhh...Lo mau kemana, kita belum selesai Den!" Bara melihat Raden yang sedang merapihkan barang-barang nya, membuat Bara langsung menegur nya.

" Gue kerjain di rumah. Gue harus balik. Elin ngidam bubur ayam." mendengar ucapan Raden, Bara melebarkan matanya.

Tak lama dia tersenyum tipis melihat tingkah sahabatnya yang terlihat berbeda saat bicara soal Elin yang sedang mengidam.

" Lo kayaknya semangat banget kalau bicara soal Elin, apa jangan-jangan lo sudah jatuh cinta sama calon ibu dari anak lo itu?" Bara sengaja menggoda Raden yang saat ini sedang membenahi bekas-bekas yang ada di atas meja kerjanya.

"Semangat lah, demi anak gue Bar..sudahlah, ayo cepat! Keburu anak gue laper Bar..!" Bara yang melihat tingkah Raden lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Raden dan Bara keluar dari kantor langsung mencari bubur yang Elin mau. Raden bahkan mencari ke deretan warung tenda yang ada di sekitar hotel Menara.

Tak butuh waktu lama dia melihat warung tenda penjual bubur yang Elin maksud. Namun Raden menghela nafas panjang saat melihat antrian di warung itu.

"Maaf Bu, apa boleh bubur ibu saya beli, saya mau beli tapi ngantri banget. Kalau kelamaan ngantri kasihan istri saya yang lagu ngidam Bu.." karena malas ngantri, Raden menahan salah satu pembeli yang beli bubur lebih dari satu. Raden pun beralasan karena istrinya yang sedang ngidam.

Ibu yang mendengar penuturan Raden pun menoleh ke arah putrinya. Dengan senyum tulusnya, ibu itu pun menyodorkan sebungkus bubur ke arab Raden. " Ambil saja mas, silahkan. Mas bisa langsung pulang, kasihan istrinya nanti lama nunggu." ucapan ibu itu pun membuat Raden tersenyum sumringah. Lalah dia pun meraih dompet yang ada di sakunya dan mengambil uang cash yang ada di dompetnya.

"Terimakasih banyak Bu, maaf ini uangnya buat ganti buburnya juga waktu ngantrinya." Raden memberikan uang cash yang ada di dompetnya pada ibu itu.

Saat ibu itu melihat Raden memberikan dia yang langsung menolaknya. " Nggak perlu pak, saya ikhlas...nggak apa-apa." tapi Raden yang sudah mempunyai niat pun akhirnya membujuk ibu itu untuk menerima uang darinya.

"Tapi, saya ingin memberikan uang ini, anggap saja ini hadiah dari saya. Tolong terima Ya Bu, agar saya cepat pulang." Ibu itu pun tersenyum canggung saat Raden memaksanya untuk menggenggam uang itu.

Akhirnya uang itu pun di terima karena memang, Raden memaksanya. Raden kemudian kembali ke mobilnya dan segera menuju apartemennya.

Sedangkan Elin terlihat mondar-mandir di dalam apartemen menunggu kedatangan Raden sampai merasa kakinya capek.

Elin akhirnya tak sanggup untuk berlama-lama berdiri dan berjalan ke arah sofa dan duduk disana sambil memainkan ponselnya.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Elin menuju dapur guna memasak makanan untuk makan malam. Beruntung di sana lumayan banyak stok bahan masakan. Jadi, Elin memasak ala-ala dia.

Sedang asik masak, Elin mendengar suara pintu apartemennya yang terbuka. Dia menebak jika yang masuk itu adalah Raden.

"Elin, kamu sendang apa? Astaghfirullah.. Kamu masak, kenapa repot-repot masak." Raden yang baru saja masuk ke dalam apartemen miliknya, bisa mencium aroma masakan yang menggugah selera. Dia dengan segera berjalan menuju dapur dan dia terkejut saat melihat Elin sedang memasak disana.

Sebenarnya ada rasa senang saat melihat sosok wanita yang sedang memasak di dapur apartemen nya tapi, mengingat Elin sedang hamil, Raden pun lekas mendekati calon istrinya itu.

" Maaf tuan, saya lancang. Saya cuma ingin masak untuk tuan biar tuan pulang langsung makan malam." mendengar penuturan Elin membuat Raden tersenyum tipis.

Ehemmm...

Suara orang dehem membuat Raden dan Elin menatap ke arah Bara yang sedang bersandar di tiang dengan melipat kedua tangannya.

"Kayaknya gue salah moment, gue rasa kayak nyamuk kebon." mendengar sindiran Bara, Raden dan Elin saling tatap dan saling melempar senyum.

" Maaf pak Bara, saya nggak tahu kalau ada pak Bara juga." Bara yang mendengar Elin memanggil Bara dengan sebutan 'Bapak' membuat Bara mendengus.

"Lin, memang harus manggil gue bapak ya? Ini kan nggak di Hotel Lik, panggil saja Bara jangan ada embel-embel nya segala, risih gue." Elin mendengar Bara yang protes dengan panggilan dirinya terkekeh.

"Baiklah, Elin panggil kakak saja kalau gitu, gimana?" Bara menatap ke arah Raden.

"Emmm...itu lebih baik dari pada gue di panggil bapak sama Lo..oke, deal Lo panggil gue kakak." Bara menyetujui untuk Elin memanggil dia kakak saat tidak di lingkungan hotel.

Ehemmm...

"Kalau Bara di panggil kakak, terus saya ?" Elin dan Bara menatap ke arah Raden. Elin menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal itu, dia berpikir tentang panggilan nya pada Raden.

"Gimana kalau Elin panggil Ma_mas?" Elin sebenarnya ragu untuk mengatakan hal itu tapi, karena Raden yang memintanya untuk memanggilnya dengan sebutan lain, akhirnya dia memilih untuk memanggil Raden dengan sebutan Mas.

Raden mengernyitkan dahinya. Dia menatap ke arah Bara. Terlihat sahabat nya itu mengacungkan jempol nya ke arahnya.

"Kalau taun nggak setuju dengan pang...

" Saya setuju kamu panggil saya dengan sebutan mas, itu lebih baik dari pada kamu panggil saya tuan."

Raden pun langsung memotong ucapan Elin dan mengucapkan jika dirinya tidak keberatan jika Elin memanggil dirinya dengan sebutan mas. Sedangkan Elin mendengar nya pun merasa lega.

"Kalau gitu, kalian mau langsung makan atau mau bebersih dulu, masakannya sudah siap." Elin pun mengalihkan pembicaraan agar sedikit mencairkan suasana.

"Kita langsung makan saja, habis makan kami masih ada pekerjaan yang harus kami selesaikan. Kamu juga makan, saya sudah bawa pesanan kamu. Bubur ayam dekat Hotel." Raden menyodorkan plastik yang ada di tangannya ke arah Elin.

Elin pun mengambil nya dan tersenyum senang. "Terimakasih tuan.."

"Kok masih manggil tuan bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kamu mau panggil saya..

"Ahhh...iya, maaf maksud Elin..ma_mas, maaf karena belum biasa." Elin memotong ucapan Raden dan mengubah panggilan dari Tuan ke Mas untuk Raden.

"Kamu biasakan kalau gitu, biar terbiasa." kata-kata Raden barusan membuat Elin malu karena bagaimanapun disana bukan hanya mereka berdua tapi ada Bara disana yang sudah duduk anteng di kursi meja makan.

"Sudah-sudah, masalah panggilan nanti lagi kalian bahas, gue sudah laper nih.." Raden dan Elin pun akhirnya tersenyum mendengar penuturan Bara dan mereka pun bergabung dengan Bara duduk di kursi meja makan.

Mereka pun akhirnya makan malam bersama dengan makan masakan Elin yang menurut Bara dan Raden rasanya juara. Kedua laki-laki itu tak henti-hentinya memuji masakan sederhana Elin yang membuat mereka menghabiskan semua hidangan yang ada di atas meja makan.

Bersambung.

1
Normida Naibaho
Saĺah kamu celin udah selingkuh masih berani rebutnya lagi tanpa malu.Mknya otak itu jangan salah letak.🤣🤣🤣
Issya Anissya
keren
Dewi Habibah
bagus ceritanya
cetom😘😘
panggilan nya papa atau daddy torrr, ganti² dari tadi
Lili Handayani
kok panggilanna ganti2 dr dady jd papa
Nar Sih
cerita nya bagus kak tpi syg up nya jarang sipp kak 👍💪
Nar Sih
lama ngk hadir tau ,,udh end ,pdhl bagus lho kak dan blm puas bca nya ,dri semua karya kak puspa yg udah ku bca di nt cerita elin ini yg paling pendek bab nya 💪💪kak dan mksih udh kasih cerita ini🙏🥰
Sonya Nya
semangat up nya kk😘😘😘
Nar Sih
celin nikmati lah sakit mu ,msih untung kmu ngk di bikin mati
Felycia Fernandez
wow 😳
Nazwa Azzahra
lanjut
Delvyana Mirza
Baru kamu rasa sakit nya kalau mengganggu istri orang ya,apa lagi mantan suami lagi bucin2 nya,ah da la nikmati la dulu ya Celine kemarahan Mantan,
Ratna Komala
nah loh...makanya jgn membangunkan singa yg LG tidur cel jd begini nih jdnya,kamu jg kan yg kena nya
AlikaSyahrani
lanjit thor
Ariany Sudjana
bagus Raden harus tegas, jangan sampai ada pelakor dalam kehidupan rumah tangga kamu dengan Elin
Nazwa Azzahra
lanjut
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya. trmksh🙏
total 1 replies
Nar Sih
rasakan hukuman dari raden buat mu celin ,atas kejhtan mu pada istri nya🤣
Nar Sih
semoga tdk ada ujian lgi dlm rmh tangga mu ya elin ,lanjutt kak👍
atik
bagus
Sum Arni
kata nya yatim piatu ,TPI ko masih punya ibu sih ..,gimana crita nya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!