NovelToon NovelToon
Istri Mafia Memilih Taubat

Istri Mafia Memilih Taubat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Mafia
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Rara, seorang gadis yang gemar membaca kisah pria tampan, tiba-tiba terbangun di dalam novel yang baru saja dibacanya. Namun, bukan sebagai pemeran utama yang baik hati, ia justru menjadi Zelara Sabiru, istri arogan, sombong, dan kejam dari seorang bos mafia bernama Bashkar Deluca. Dalam cerita asli, Zelara selalu membenci Bashkar dan ikut keluarganya menuduh sang suami sebagai dalang di balik kematian kedua orang tuanya. Bahkan, Zelara berakhir dengan nasib tragis. Namun Rara mengetahui satu rahasia yang tidak diketahui siapa pun Bashkar tidak pernah membunuh orang tuanya. Semua tuduhan itu hanyalah fitnah. Berbekal pengetahuan tentang alur cerita, Rara memutuskan mengubah takdir Zelara. Ia meninggalkan sifat buruk sang istri, memilih untuk bertaubat, dan mulai membela Bashkar yang selama ini hidup dalam kesepian serta penuh kecurigaan. Tetapi semakin Rara berusaha mengubah akhir cerita, semakin banyak rahasia keluarga Deluca yang terbongkar. Dan yang paling membuatnya bingung… Mengapa sang mafia dingin yang seharusnya membencinya justru mulai melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi zelara

"Lohhhhh... ini di mana?" gumam Rara dengan suara bergetar, matanya membelalak tak percaya.

Jantungnya berdegup kencang bak genderang perang. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, memandang deretan eskalator megah, pilar-pilar marmer menjulang, dan jajaran butik barang branded bermerek asing yang mengelilinginya. Perasaan tadi gue cuma mau beli baju perpisahan sekolah di toko seberang jalan, kagak ke sini deh!

Demi memastikan ia tidak sedang terjebak dalam mimpi tidur siang yang kelewat absurd, Rara mengangkat tangannya lalu melayangkan sebuah tamparan keras ke pipinya sendiri.

PLAK!

"Aww! Sakit!" meringis Rara seraya mengelus pipinya yang mendadak panas dan memerah. Sensasi denyutannya terasa begitu nyata. Ini bukan mimpi. Ini benaran terjadi!

Namun, belum sempat Rara mencerna rasa bingungnya, sebuah rasa sakit menusuk mendadak menyerang kepalanya. Rasanya seolah ribuan jarum menyengat tempurung kepalanya secara bersamaan. Rara memegangi kepalanya, tubuhnya limbung dan hampir saja merosot ke lantai marmer yang dingin.

BZZTTT!

Seketika, kilatan ingatan asing yang bukan miliknya berhamburan masuk ke dalam pikirannya bagai gulungan film yang diputar paksa. Bayangan tentang pesta-pesta mewah malam hari, gaun-gaun sutra mahal, tatapan dingin membunuh dari seorang pria berahang tegas, hingga rasa kesepian dan kemarahan yang membakar jiwa.

Napas Rara tersengal-sengal, dada terasa sesak luar biasa sewaktu seluruh memori itu menyatu secara paksa dengan kesadarannya.

"Nyonya? Nyonya tidak apa-apa?"

Sebuah suara lembut penuh kepanikan menarik Rara kembali ke alam nyata. Seorang wanita berorientasi pelayan butik dengan seragam rapi dan sarung tangan putih memegangi sikunya, menatap Rara dengan raut wajah cemas.

Rara perlahan mendongak, menatap pelayan itu dengan pandangan linglung. Matanya bergerak perlahan mengamati pantulan dirinya di cermin besar butik mewah tersebut. Di sana, bukan lagi dirinya yang mengenakan seragam SMA lusuh, melainkan sosok wanita muda yang sangat cantik dengan riasan elegan dan gaun mewah melekat sempurna di tubuhnya.

Pikirannya melayang jauh, menghubungkan setiap detail ingatan yang baru saja berdesakan masuk.

Anjirrr... gue masuk ke dalam novel itu?! batinnya menjerit histeris.

Bukan sekadar novel biasa, tetapi novel fiksi gelap yang baru saja ia baca beberapa bab belakangan! Lebih buruknya lagi, ia tidak bertransmigrasi menjadi pemeran utama wanita yang dicintai, melainkan menjadi istri sah dari sang karakter utama pria seorang antagonis berdarah dingin!

Di dalam novel tersebut, karakter yang ia tempati ini memiliki sifat yang sangat jahat, arogan, boros, dan membenci suaminya setengah mati. Kenapa membenci? Karena di mata dunia dan keluarga, suaminya yang merupakan pemimpin jaringan mafia besar dianggap sebagai dalang tega yang membunuh kedua orang tua kandungnya sendiri. Akibat tuduhan itu, sang suami dibenci dan dimusuhi oleh saudara-saudaranya sendiri.

Namun, sebagai pembaca setia yang sudah menamatkan separuh alur cerita, Rara tahu betul plot aslinya! Suaminya sama sekali bukan pembunuh orang tua mereka. Pria itu justru dijebak oleh dalang sebenarnya di balik layar. Tragisnya, karakter pemilik tubuh asli ini nantinya malah akan dimanfaatkan dan bekerja sama dengan musuh untuk menjatuhkan suaminya sendiri sampai berujung pada kematian yang tragis.

"Aishhh... siall!" umpat Rara tertahan, mengusap wajahnya yang terasa dingin.

Ia memejamkan mata rapat-rapat, mengingat nama baru yang kini harus ia pikul di dunia ini.

"Nama gue... Zelara Sabiru," bisiknya pada diri sendiri, lalu membayangkan sosok suami mafianya yang kejam, dingin, sekaligus tampan rupawan namun sangat berbahaya. "...dan tokoh utamanya adalah Bashkar Deluca."

Rara menerima gelas berisi air dingin dari tangan pelayan butik yang menatapnya cemas. Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, ia meneguknya perlahan hingga tandas. Tenggorokannya yang terasa kering sedikit terobati, namun kepalanya masih berdenyut memikirkan takdir absurd yang mendadak menimpanya.

"Anjirlah... gue masih 19 tahun, anak SMA yang baru lulus ujian, kenapa malah nyasar masuk ke tubuh antagonis umur 26 tahun begini?" bisiknya meratapi nasib.

Rara melangkah mendekati cermin seukuran tubuh di sudut butik. Ia memandangi pantulan dirinya dengan seksama. Wajah Zelara Sabiru memang diakui sangat cantik dan menawan. Kulitnya seputih porselen, bentuk wajahnya tirus elegan dengan bibir penuh yang terpoles gincu merah menyala. Namun, gaya makeup-nya mulai dari eyeliner hitam tajam hingga alis yang menukik tegas seolah memancarkan aura antagonis tajam yang siap menerkam siapa saja. Rara mendesah pelan. Mukanya cantik banget, tapi auranya tajam beneran kek jahat banget.

Ia menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Beruntung, memori pemilik tubuh ini tersimpan rapi di kepalanya. Rara mencoba mengingat-ingat letak alur cerita yang sedang ia jalani. Dari potongan ingatan Zelara, ia sadar bahwa kejadian ini berada di pertengahan bab novel—sebelum rencana jahat Zelara untuk mengkhianati suaminya benar-benar dijalankan.

Untung masih pertengahan bab, batinnya menghela napas lega. Artinya gue belum terlanjur bikin kesalahan fatal yang bikin leher gue melayang di tangan Bashkar!

Tanpa berniat memboroskan uang lebih banyak di butik itu, Rara segera berpamitan dan memilih keluar dari mall megah tersebut. Tak ada mobil mewah atau sopir pribadi yang menjemputnya. Mengingat hubungan Zelara dan Bashkar yang sangat dingin, Bashkar sama sekali tidak memanjakan atau memperlakukannya secara istimewa sebagai seorang istri mafia. Rara akhirnya menghentikan sebuah taksi di pinggir jalan raya dan menyebutkan alamat kediaman keluarga Deluca.

Perjalanan memakan waktu sekitar tiga puluh menit hingga taksi berhenti tepat di depan sebuah gerbang besi hitam raksasa berduri tinggi.

Setelah membayar ongkos taksi, Rara melangkah turun. Begitu berdiri di depan gerbang utama, matanya membelalak takjub. Di hadapannya membentang sebuah kediaman megah yang berdiri angkuh di atas lahan yang sangat luas. Arsitektur bangunannya memadukan gaya neoklasik Eropa dengan sentuhan modern yang misterius dinding batu alam kelabu, pilar-pilar raksasa yang menjulang kokoh, serta jendela-jendela kaca besar yang mendominasi façade bangunan.

Namun, aura di sekeliling kediaman itu terasa sangat mencengkeram.

Di sepanjang jalan setapak menuju pintu utama, puluhan pengawal berbadan tegap dengan jas hitam rapi berdiri bersedekap dada. Mereka mengenakan earpiece dan memiliki pistol yang terselip rapi di balik jas mereka. Tatapan mata mereka tajam, mengawasi setiap pergerakan dengan ketelitian seorang prajurit.

Rara menelan ludah kasar. Kakinya mendadak terasa berat. Mengingat ini adalah kali pertama dalam hidupnya bertatap muka langsung dengan jajaran pengawal mafia sungguhan, rasa takut tak bisa disembunyikan. Ia mencoba tetap bersikap tenang, meniru gaya jalan Zelara yang anggun, meski di dalam hati ia terus berdoa agar tidak ada satu pun pengawal yang mendadak mencabut senjata.

"Selamat sore, Nyonya," sapa salah seorang pengawal berbadan paling besar dengan suara beratnya sewaktu Rara melintas.

Rara kaget kecil, refleks mengangguk kaku tanpa berani menatap mata pengawal itu lama-lama. Ia mempercepat langkahnya melewati deretan pengawal hingga akhirnya berhasil masuk ke dalam bangunan utama.

Interior dalam mansion itu tak kalah menakjubkan. Ceiling-nya yang tinggi dihiasi lampu gantung kristal buatan tangan, sementara dindingnya dipenuhi lukisan-lukisan klasik bernilai tinggi. Puluhan pelayan berseragam rapi lalu lalang dengan sangat tenang dan efisien, menjaga kebersihan dan kerapian tempat itu tanpa menimbulkan suara bising sedikit pun.

Mengikuti memori Zelara, Rara melangkah menuju lorong samping dan memasuki sebuah lift pribadi berornamen emas yang menghubungkan lantai dasar ke area privat pemilik rumah.

Ting!

Pintu lift terbuka di lantai tiga. Rara menyusuri koridor berkarpet tebal hingga berhenti di depan sebuah pintu kayu jati berukir indah. Ia memutar gagang pintu dan melangkah masuk.

Kamar utama tempat Zelara tinggal berukuran sangat luas, bahkan lebih besar dari rumah Rara di dunia nyata. Sebuah tempat tidur berukuran king-size dengan sprei sutra berkualitas tinggi berdiri megah di tengah ruangan. Di sampingnya terdapat area bersantai lengkap dengan sofa kulit premium, walk-in closet raksasa yang dipenuhi deretan gaun serta perhiasan mahal, dan jendela besar seluas dinding yang menampilkan pemandangan taman belakang mansion.

Rara mengembuskan napas berat yang sudah ia tahan sejak tadi. Ia melepas sepatu hak tingginya yang menyiksa kaki, lalu berjalan gontai dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk.

Ia berbaring telentang, menatap langit-langit kamar yang berukir indah. Rasa lelah fisik dan mental merayapi seluruh tubuhnya. Di atas kasur mewah ini, Rara menyilangkan kedua tangannya di atas dada, mencoba merenungi dan mencerna segala kegilaan yang baru saja ia alami hanya dalam kurun waktu beberapa jam.

"Gue... beneran terjebak di dunia novel ini," bisiknya pada kegelapan kamar. "Gimana caranya gue bertahan hidup di sebelah pria mafia berbahaya kayak Bashkar Deluca tanpa bikin diri gue terbunuh?"

1
N. Siti 12mplb_ukk
lnjut💪
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 💪
Azura75
pisah aja lah.. toh kamu juga nggak hamil. pindah ke luar negri. mulai semua dr awal hidup baru & dgn identitas baru. drpd makan hati dgn suami kyk gitu.
anonim
double up please?🙏
Pelangi Jingga
di tunggu kelanjutannya tor
Apis
ini sebenarnya temanya apa yathor di indo pa di barat, ko manggilnya mas mb tp ada musim saljunya
Gustinur Arofah
karya baru semangat💪💪💪, sdh vote, like, komen, bunga dan kopi biar makin semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!