“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”
“Dia hanya pelangganku.”
“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”
“Pelanggan juga.”
Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.
Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.
“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”
“Aku juga! Jangan lupakan aku!”
Su Yang hanya tersenyum.
“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”
Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.
🙏🙏🙏❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 — Sepuluh Menit Menuju Surga
“Sepuluh ribu Poin Prestasi.”
Su Yang menatap tetua penjaga Paviliun Mutiara Putih.
“Hanya untuk satu Bunga Yang Murni?”
“Itu harga yang ditetapkan Patriak. Kalau keberatan, silakan mengadu kepadanya.”
Su Yang melirik keping giok miliknya.
Tiga puluh empat poin.
Itulah seluruh hasil yang dikumpulkan pemilik tubuh sebelumnya selama hampir setahun.
Sementara itu, misi dengan hadiah tertinggi yang tersedia bagi murid biasa hanya memberikan sekitar seratus poin.
Harga obat tingkat rendah saja semahal ini?
Dalam kehidupan sebelumnya, Bunga Yang Murni bukan sesuatu yang sulit diperoleh. Namun, bagi tubuhnya sekarang, tanaman tersebut dapat menjadi langkah penting untuk membersihkan kotoran dalam tubuh dan mempercepat kultivasi.
“Aku akan kembali sepuluh hari lagi,” kata Su Yang.
Tetua penjaga mendengus. “Dengan sepuluh ribu poin?”
“Benar.”
Su Yang pergi sebelum lelaki itu sempat bertanya lebih jauh.
Beberapa jam kemudian, sebuah papan kain muncul di tempat latihan Sekte Bunga Mendalam.
Tulisan besar di atasnya membuat para murid berhenti.
PIJAT SURGAWI — RASAKAN KENYAMANAN SEPERTI DI SURGA! TIGA PELANGGAN PERTAMA GRATIS!
“Bukankah itu Su Yang?”
“Dia benar-benar sudah putus asa mencari pasangan!”
“Sekarang memakai alasan pijat untuk mendekati wanita?”
Tawa terdengar dari berbagai arah.
Su Yang berdiri di samping papan tanpa terganggu.
Ia pernah menggunakan cara serupa pada masa mudanya dahulu. Tidak ada alasan untuk malu hanya karena harus memulai kembali.
Berjam-jam berlalu tanpa seorang pelanggan pun.
Beberapa murid akhirnya menghampirinya untuk mengejek. Namun, sebelum salah seorang sempat menyentuhnya, Su Yang membuka mata.
“Minggir. Pelangganku datang.”
Seorang murid perempuan berdiri tidak jauh dari sana dengan kedua tangan terlipat.
“Pijat macam apa yang kau tawarkan?”
“Pijat yang dapat menghilangkan sakit punggungmu.”
Wanita itu membelalak.
“Bagaimana kau tahu punggungku sakit?”
Su Yang tidak menjawab.
“Kalau ingin kutangani, ada tiga syarat. Satu sesi hanya sepuluh menit. Setelahnya, ceritakan pengalamanmu kepada sepuluh orang. Dan kau baru boleh kembali setelah satu bulan.”
“Hanya itu?”
“Terima atau tinggalkan.”
Wanita itu sempat ragu, tetapi nyeri yang terus mengganggu kultivasinya membuatnya mengangguk.
“Baik. Aku menerima.”
Namanya Zhou Xuan.
Di tempat tinggal Su Yang, ia berbaring dengan pakaian tetap terpasang. Awalnya ia masih waspada, tetapi begitu tangan Su Yang mulai menekan titik-titik tertentu di punggungnya, ketegangan itu perlahan lenyap.
Aliran energi yang tersumbat mulai bergerak.
Nyeri yang selama ini menemaninya berangsur menghilang, digantikan rasa ringan yang belum pernah ia rasakan.
“Bagaimana kau melakukannya?”
“Jangan banyak bergerak.”
Sepuluh menit berlalu lebih cepat daripada yang dibayangkannya.
“Sudah selesai.”
Zhou Xuan bangkit dengan wajah terkejut.
“Tunggu! Lima menit lagi saja. Aku bersedia membayar!”
“Pelanggan pertama gratis. Dan sepuluh menit tetap sepuluh menit.”
Su Yang mengingatkannya untuk mengurangi waktu kultivasi selama sebulan agar pemulihannya sempurna.
Zhou Xuan akhirnya pergi dengan enggan.
Namun, sebelum matahari terbenam, cerita tentang pijat Su Yang sudah menyebar ke banyak murid.
Pelanggan keduanya datang dengan langkah pincang.
Gadis itu bernama Qi Yue. Usianya baru dua belas tahun dan ia masih berada dalam masa pembinaan, belum diizinkan mengikuti Kultivasi Ganda sampai dewasa.
“Kakak Seperguruan Zhou bilang kau bisa membantu,” katanya pelan.
Su Yang memandang kaki kirinya.
“Siang hari terasa mati rasa, malam hari sering kejang. Benar?”
Qi Yue mengangguk cepat.
“Sudah seminggu. Para tetua tidak menemukan penyebabnya.”
“Kau pernah digigit ular bersisik merah, kuning, dan hijau sekitar sebulan lalu?”
Wajah Qi Yue berubah.
“Bagaimana kau tahu?”
“Itu Ular Tiga Musim.”
Su Yang menjelaskan bahwa racunnya menyebar perlahan. Pada bulan pertama, korban kehilangan kemampuan menggunakan kaki. Bulan berikutnya, racun mulai menyerang anggota tubuh lain. Jika dibiarkan sampai bulan ketiga, akibatnya bisa mematikan.
Qi Yue gemetar.
“T-Tolong aku....”
“Kau datang cukup cepat. Masih bisa kutangani.”
Ia membawa Qi Yue ke ruang perawatan di tempat tinggalnya dan memeriksa kaki yang terluka. Setelah melonggarkan otot dan membuka aliran energi yang tersumbat, ia menunjukkan sebuah jarum setipis rambut.
“Aku akan mengeluarkan racunnya. Tutup matamu.”
Qi Yue menurut.
Su Yang menenangkan gadis itu, lalu menusukkan jarum pada titik yang tepat. Asap putih tipis keluar dari luka kecil yang terbentuk.
Dengan teknik khusus, ia menarik racun dari jaringan kaki Qi Yue dan memindahkannya ke dalam tubuhnya sendiri untuk ditahan sementara.
Keringat membasahi jubahnya.
Racun Ular Tiga Musim bukan masalah besar bagi dirinya yang dahulu. Namun, tubuhnya sekarang hanya berada di Tingkat Ketiga Alam Roh Dasar.
Setiap detik terasa semakin berat.
Ketika racun terakhir berhasil dikeluarkan, Su Yang memuntahkan darah hitam.
“Kakak Su!”
Qi Yue bangkit dengan panik.
“Tenang. Racunnya sudah keluar dari kakimu.”
Su Yang menyeka sudut bibirnya. Wajahnya pucat.
“Aku hanya kehabisan energi. Istirahat sebentar akan cukup.”
Ia jatuh tertidur sebelum sempat mengatakan hal lain.
Qi Yue memandangnya dengan mata berkaca-kaca. Setelah memastikan napasnya stabil, ia membetulkan posisi tubuh Su Yang, menyelimutinya, lalu meninggalkan ruangan dengan tenang.
Keesokan paginya, Su Yang terbangun.
Ia melihat selimut yang menutupi tubuhnya dan tersenyum.
“Anak yang perhatian.”
Namun, senyum itu segera berubah menjadi ekspresi serius.
Pengobatan sederhana saja hampir menguras seluruh kekuatannya. Jika ia terus bergantung pada kemampuan dari kehidupan sebelumnya tanpa memperkuat tubuh, suatu hari ia akan mati karena meremehkan batas dirinya sendiri.
Su Yang duduk bersila.
Dalam benaknya muncul sebuah kitab yang pernah diambilnya dari perbendaharaan Kaisar Langit.
Kitab Pemurnian Tubuh Surgawi.
Teknik itu memungkinkan seseorang melatih energi dan tubuh secara bersamaan—sesuatu yang biasanya membutuhkan waktu serta sumber daya luar biasa besar.
Dahulu, ia memperolehnya terlalu terlambat untuk memulai latihan dari awal.
Sekarang, ia memiliki kesempatan kedua.
Su Yang memejamkan mata dan mengarahkan racun Ular Tiga Musim yang masih tertahan di dalam tubuhnya.
Energi panas mulai menyebar.
Kulitnya memerah. Suhu tubuhnya meningkat begitu tinggi hingga alas ranjang mulai mengeluarkan bau hangus.
Rasa sakit menjalar ke seluruh anggota tubuh.
Namun, Su Yang tidak menghentikan tekniknya.
Racun yang hampir merenggut nyawa Qi Yue kini menjadi bahan untuk menempa tubuh barunya.
Setengah jam kemudian, hawa sejuk mendadak mengalir dari dalam Dantian.
Su Yang membuka mata.
Tingkat Keempat Alam Roh Dasar.
Pada saat yang sama, tubuhnya berhasil memasuki tahap awal Pemurnian Tubuh Alam Roh Dasar.
Ia mengepalkan tangan, merasakan kekuatan yang mulai kembali.
“Bagus. Sekarang aku punya cara untuk berkembang tanpa menunggu pasangan.”
Namun, ia masih membutuhkan Bunga Yang Murni.
Dan untuk mendapatkannya, ia harus mengumpulkan sepuluh ribu Poin Prestasi dalam waktu sepuluh hari.
......................
Bersambung...
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat