NovelToon NovelToon
ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Sejak ibunya meninggal, hidup Bima berubah menjadi neraka setelah ayahnya membawa istri baru dan anak tirinya yang egois, membuatnya diperlakukan seperti pesuruh dan orang asing di rumahnya sendiri.
Puncaknya, ia difitnah mencuri barang berharga dan diusir begitu saja tanpa ampun, membawa luka hati yang mendalam serta sebuah kotak peninggalan misterius dari mendiang ibunya.
Tak disangka, kotak rahasia itu menjadi kunci bagi Bima untuk bangkit dari titik terendah, bermetamorfosis menjadi sosok sukses dan berpengaruh besar yang siap membuat keluarga pembuangnya bertekuk lutut memohon pengampunan.

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Makan malam di rumah ini selalu terasa bagaikan sebuah hukuman mati yang perlahan mencekik.

Suara dentingan sendok yang beradu dengan piring porselen memecah keheningan di ruang makan yang terlampau luas.

"Bima, ambilkan garam itu." Suara Hendra,ayah kandungnya sendiri terdengar datar, tanpa menyisakan secercah pun kehangatan.

Bima menuruti perintah tersebut dalam diam.

Ia menyerahkan botol garam kecil itu dengan jemari yang bergetar samar akibat kelelahan batin yang menumpuk.

"Makanya, jadi orang jangan terlalu lambat. Pantas saja otaknya tumpul," cibir Kevin, anak tiri Hendra, diiringi senyum miring penuh ejekan.

Rina, ibu tiri Bima, sekadar tersenyum manis sembari menyuapkan makanan ke mulut suaminya dengan penuh kelembutan palsu.

"Sudahlah Kevin, biarkan saja kakakmu itu. Dia kan memang dari dulu tidak pernah bisa diandalkan sebaik dirimu."

"Ya, kamu benar, Sayang." Hendra mengelus puncak kepala Rina dengan kehangatan melimpah,sebuah afeksi yang tak pernah sekalipun Bima rasakan sejak kepergian ibunda tercintanya.

Bima hanya mampu menunduk menatap piringnya yang masih menyisakan makanan tak tersentuh.

Rongga dadanya terasa sesak, seolah dihimpit sebongkah batu besar yang merenggut oksigennya.

"Aku sudah selesai," ucap Bima pelan seraya bangkit dari kursinya.

"Duduk!" Bentakan tajam Hendra serta-merta membekukan langkah Bima.

"Aku belum mengizinkanmu meninggalkan meja ini." Hendra melotot tajam, memancarkan sorot mata yang menyiratkan kebencian telanjang.

"Ada apa lagi, Ayah?" tanya Bima dengan suara serak yang tercekat di tenggorokan.

"Jam tangan antik milik Kakek yang tersimpan di ruang kerjaku telah hilang," tuduh Hendra langsung pada inti tanpa tedeng aling-aling.

Bima terpaku seketika, tersentak oleh tuduhan tak berdasar itu. "Jam tangan Kakek? Demi Tuhan, aku bahkan tidak pernah menginjakkan kaki ke ruang kerja Ayah."

"Alasan klise!" sergah Kevin cepat dengan nada melengking penuh kemenangan.

"Kemarin aku melihat sendiri kau mondar-mandir mencurigakan di dekat pintu ruangan itu," ucap Kevin berdusta tanpa sedikit pun rasa bersalah di wajahnya.

"Kau bohong! Aku sama sekali tidak pernah ke sana!" sangkal Bima dengan suara meninggi, tersulut oleh gelombang amarah yang mulai mendesak dada.

"Jaga nada bicara dan sikapmu pada adikmu, Bima!" Hendra menghantamkan tinjunya ke meja makan hingga bunyi piring berderik nyaring.

Brak!

Gema hantaman tangan itu memantul di setiap sudut ruang makan yang megah namun dingin.

Rina langsung berpura-pura mengelus dadanya sendiri, menampilkan gestur ketakutan yang dibuat-buat.

"Aduh, Ayah, jangan terlalu emosi. Tapi, apa yang dikatakan Kevin memang ada benarnya... Kemarin dompetku sempat terbuka di kamar, dan beberapa lembar uang tunai di dalamnya juga ikut raib."

Bima membelalakkan mata, terperanjat tak percaya. Fitnah keji ini kian melebar ke arah yang semakin di luar akal sehat.

"Jadi, kau juga yang lancang mencuri uang Rina?" selidik Hendra dengan nada rendah yang mengintimidasi.

"Demi Tuhan, aku tidak pernah mengambil apa pun!" teriak Bima membela diri dengan segenap sisa tenaganya.

"Kalau begitu, buktikan kalau kau memang tidak bersalah!" tantang Kevin di balik piring makannya dengan senyum penuh kelicikan.

Bima tergeming, tak berdaya karena satu-satunya pegangannya hanyalah kejujuran. Namun di tengah pekatnya tekanan malam itu, matanya menangkap satu detail ganjil yang luput.

Sudut saku celana Kevin tampak menonjol tak wajar. Ujung tali kulit jam tangan antik milik sang kakek menyembul keluar dengan jelas dari celah saku tersebut.

Jantung Bima bergemuruh keras; akhirnya ia menemukan bukti tak terbantahkan atas kelicikan busuk mereka. "Jam tangan itu... ada di dalam saku Kevin."

Telunjuk Bima terarah lurus ke saku celana adik tirinya. Suasana meja makan mendadak membeku dalam keheningan total selama beberapa detik.

Wajah Kevin kontan memucat pasi, refleks tangannya bergerak hendak meraba saku tersebut.

Namun, sebelum kepanikan Kevin terkuak sepenuhnya, Rina bertindak lebih gesit.

"Anak kurang ajar! Masih berani-beraninya kau memfitnah adikmu sendiri?!" teriak Rina histeris sambil langsung menyemburkan drama air matanya.

Wanita itu sengaja menyenggol vas bunga keramik kecil di dekatnya hingga terjatuh ke lantai.

Prang!

Pecahan kaca langsung berhamburan di ubin.

"Dia bahkan berniat mencelakaiku dengan melempar barang!" tangis Rina pecah, meratap di dalam dekapan erat Hendra.

Hendra benar-benar kehilangan sisa kewarasannya melihat sang istri tercinta bergeming dalam ketakutan. "Cukup, Bima!"

Pria paruh baya itu melompat bangkit dan mendaratkan tamparan telak berdaya penuh ke pipi Bima.

Plak!

Kepala Bima terempas keras ke samping akibat hantaman yang telak.

Sensasi perih membakar kulit pipinya, tetapi rasa ngilu di relung hatinya jauh lebih melumpuhkan.

"Enyah dari rumah ini sekarang juga!" bentak Hendra dengan suara bergetar hebat didera amarah memuncak.

Perlahan tapi pasti, Bima menegakkan kembali kepalanya yang sempat tertunduk.

Genangan air mata telah sirna sepenuhnya, menyisakan tatapan kosong yang membeku dalam dingin yang teramat sangat.

"Ayah akan merutuki keputusan malam ini," bisik Bima lirih, namun sarat akan ketajaman yang menghujam.

"Cepat pergi dari sini, anak tidak tahu diuntung!" maki Hendra mengusirnya tanpa ampun.

Bima melangkah gontai meninggalkan ruang makan, membawa sisa harga diri yang telah hancur berkeping-keping.

Di dalam kamarnya yang sempit, ia hanya menyambar satu-satunya harta berharga peninggalan sang ibu: sebuah kotak kayu tua berukuran sedang.

Bima melangkah menembus pintu keluar, menyambut guyuran hujan lebat yang menderu dingin malam itu.

Tujuannya gelap gulita, namun satu hal tertanam kuat di dalam benaknya.

Balas dendam ini baru saja resmi dimulai.

Tanpa disadari Bima, begitu ia menutup rapat pintu pagar rumah tersebut, ukiran misterius di bagian bawah kotak kayu warisan ibunya mendadak memancarkan pendar redup yang ganjil.

1
Aman Wijaya
lanjut terus Thor di tunggu updatenya 💪💪💪
Cherlly: iya kak ku😘😘
total 1 replies
Cherlly
makasih kaka suport nya😘😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk pooolll Thor lanjut terus semangat semangat semangat dalam berkarya
Cherlly: makasih kaka udah membaca sejauh ini😘😘😘
total 1 replies
Aman Wijaya
top markotop top lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll mantab Thor lanjut terus
Cherlly: trimakasih sudah baca sejauh ini kaka😍😍😍
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus
Cherlly: iya kaka kami akan lanjyutin cerita nya sampai tuntas😊😊😊😘
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus
Cherlly: siap kaka semangat kaka adalah motivasi saya untuk berkarya😍
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Bima lanjut
Cherlly: siap kaka ikutin ya keseruan nya😊😊😊

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
rahasia Bima mulai terkuak sedikit demi sedikit
Cherlly: iya kaka lanjutin biat nambah seru😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Bima
Cherlly: makasih kaka

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Tatiek Faruq
aku mampir thor, lama² dibaca seru juga
Cherlly: ttimakasih kaka sudah mampir ikutin keseruan cerita nya ya kaka biar saya nambah semangat untuk berkarya😍😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
kak mampir novelku "Vampir vs Serigala versi novel" makasih
Cherlly: makasih kaka nanti sama2 baca kita
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!