Karin terbangun dalam novel medioker sebagai istri idiot CEO dingin, Arlan. Mengetahui nasib tragis tokoh aslinya, Karin memutuskan berpura-pura tetap idiot agar tidak diceraikan dan dibuang.
Namun, tingkah konyolnya justru membuat Arlan yang biasanya kaku mulai merasa bingung sekaligus tertarik.
Di tengah intrik keluarga besar dan ancaman pelakor, Karin harus menyeimbangkan aktingnya yang absurd dengan rasa cinta yang mulai tumbuh nyata.
Apakah rahasia transmigrasinya akan terungkap, ataukah ia akan selamanya menjadi istri kesayangan sang CEO dalam topeng kebodohan yang lucu dan menggemaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Kepala Karin serasa mau pecah oleh ribuan jarum yang menusuk secara bersamaan. Ia mengerang pelan, mencoba membuka matanya yang terasa berat. Alih-alih melihat langit-langit kamar kosnya yang berjamur, pandangannya langsung disambut oleh lampu kristal raksasa yang tergantung megah di atas tempat tidur berukuran king size.
Karin terbelalak. Ia bangkit duduk, napasnya memburu. Seprai sutra berwarna navy melilit tubuhnya, dan aroma diffuser beraroma sandalwood serta lavender menguar mewah di udara. Ini bukan kamarnya. Ini pasti bukan mimpinya.
Tiba-tiba, serangkaian memori yang bukan miliknya menyerbu otak seperti air bah yang menjebol bendungan.
Ia adalah Karin. Istri sah dari Arlan Dirgantara, CEO dingin dan tak tersentuh dari Dirgantara Group. Dan yang lebih parah, ia baru saja menyadari bahwa dirinya telah berpindah masuk ke dalam novel medioker berjudul The Cold CEO’s Reluctant Wife yang semalam ia baca hingga bab terakhir karena insomnia.
"Ya Tuhan..." bisik Karin, suaranya bergetar. Ia memegangi kepalanya yang masih berdenyut.
Dalam novel itu, tokoh asli Karin adalah seorang wanita yang menikah dengan Arlan karena perjodohan kakek Arlan. Karena merasa direndahkan dan ingin menarik perhatian suaminya, tokoh asli Karin sering bertingkah konyol, memalukan, dan berusaha menjatuhkan wanita idaman Arlan, Vanessa, yang selalu dianggap sebagai bulan putih sang CEO.
Nasib tokoh asli Karin? Sangat tragis. Di bab dua puluh, Arlan yang sudah muak dengan tingkah idiot dan memalukannya akhirnya menceraikannya. Karin asli diusir dari rumah mewah itu di tengah hujan deras, kehilangan semua harta, dan akhirnya meninggal karena sakit pneumonia di sebuah shelter jalanan yang kumuh.
Karin menelan ludah, jantungnya berdegup kencang. Ia melihat ke arah cermin besar di sudut ruangan. Wajah di sana memang miliknya, atau setidaknya wajah yang sangat mirip dengan wajahnya di dunia sebelumnya, hanya saja lebih pucat dan matanya terlihat sedikit... kosong.
"Aku tidak mau mati konyol di jalanan," gumam Karin, menatap pantulan dirinya dengan tatapan tajam. "Aku harus bertahan hidup."
Otaknya berputar cepat, menganalisis situasi. Saat ini, ia berada di bab tiga. Arlan baru saja pulang dari perjalanan bisnis dan kemungkinan besar sedang dalam suasana hati yang buruk.
Jika Karin tiba-tiba berubah menjadi wanita pintar, elegan, dan kompeten, apa yang akan terjadi? Arlan pasti akan curiga.
Pria paranoid seperti Arlan akan menganggap Karin sedang merencanakan sesuatu yang besar untuk menjatuhkan Vanessa, atau lebih buruk lagi, Arlan akan merasa dikhianati karena istrinya yang tolol tiba-tiba berubah menjadi jenius. Dalam dunia novel ini, Arlan membenci wanita yang licik dan penuh perhitungan.
Satu-satunya cara untuk tidak diceraikan dan dibuang ke jalanan adalah dengan mempertahankan topeng kebodohannya. Namun, Karin tidak bisa menjadi idiot yang menyebalkan seperti tokoh aslinya. Ia harus menjadi idiot yang... berbeda. Idiot yang tidak berbahaya, idiot yang tidak mengancam posisi Vanessa, dan yang paling penting, idiot yang menggemaskan.
Jika aku menjadi hewan peliharaan yang lucu dan tidak berbahaya, mungkin Arlan akan merasa kasihan dan tidak tega menceraikanku, batin Karin, merancang strategi gila pertamanya.
Tepat pada saat itu, gagang pintu kamar utama berputar.
Karin langsung melebarkan mata, mengacak-acak rambutnya yang rapi agar terlihat sedikit berantakan, lalu meluncur turun dari tempat tidur, duduk di atas karpet bulu yang tebal.
Pintu terbuka. Arlan Dirgantara melangkah masuk.
Astaga.. itu dia.. suamikuu
lanjut kn thor💪