NovelToon NovelToon
Dua Lelaki

Dua Lelaki

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:494.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: cietyameyzha

Di setiap pertemuan dua lawan jenis selalu menghadirkan rasa. Tak bisa dipungkiri dan seolah menjadi fakta di lapangan.

Radit dan Kania tumbuh bersama di lingkungan dua keluarga Cemara. Tak pernah berpisah, walaupun sedikit.

Suatu saat Radit dipindahkan keluar kota untuk jenjang karir, sedangkan di kantor lama Rangga datang sebagai partner kerja baru Kania. Dua lelaki yang memiliki sifat berbeda.

Di kantor baru pun Radit bertemu wanita cantik yang berada di divisi berbeda. Terlibat banyak interaksi.

Tak disangka Radit dan Rangga melamar Kania di waktu bersamaan. Hal di luar pikiran gadis berhijab yang memiliki senyum semanis gulali tersebut.

Lantas, siapakah yang akan dipilih Kania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bolos yuk!

"Bolos, yuk?" Gadis berambut hitam dengan seragam abu-abu itu pun mengedipkan satu matanya. "Hari ini aja, Dit."

Radit sibuk membaca buku, pura-pura tak mendengar. 

Kania --gadis itu-- menatap lekat Radit, memberikannya wajah cemberut. "Dit, ayolah!" Masih berusaha merajuk.

"Enggak baik, Nia," jawab Adit pelan.

Suasana perpustakaan begitu tenang. Suara pelan sedikit pun pasti terdengar oleh hampir setengah penghuninya. 

"Please, sekali ini aja," rajuk Kania. Masih berusaha.

Lelaki bertahi lalat di dekat bibir bagian kanan pun menutup buku dengan kencang, kemudian membalas tatapan Kania dengan tajam. "Sekali?" Alisnya bertautan.

Nyali Kania menciut. Ia tersenyum lebar menyembunyikan rasa malunya. "Iya, deh. Enggak sekali. Mungkin ini tiga kali."

Radit menyimpan buku di meja, membuang nafas kasar. "Kita ini udah mau ujian akhir semester. Sebentar lagi udah mau keluar. Seharusnya kita lebih giat lagi belajar. Kamu enggak mau lulus dengan nilai bagus?"

Kania menunduk, merasa diceramahi orang tuanya. 

"Dengerin, Nia." Radit melembutkan suaranya. Berusaha menyentuh hati Kania sedikit saja. "Kamu harus lebih banyak belajar buat sekarang. Bukannya kita punya mimpi kuliah bareng? Terus kerja juga bareng?" 

Kania diam.

"Apa sekarang kamu udah berubah pikiran?" tanya Radit lagi.

Kania sontak mengangkat kepalanya, menggeleng dua kali. "Enggak. Aku tetap pengen bareng sama kamu terus."

Radit tersenyum. "Makanya, jangan banyak bolos, ya."

Sekali pun hatinya menolak, Kania tetap menurut. Pada akhirnya mereka pun meneruskan membaca buku kembali.

***

Lima tahun kemudian, Radit berdiri di depan mobilnya menunggu Kania keluar rumah. Sejak tadi gadis itu belum juga terlihat batang hidungnya.

"Nia, kita udah mau telat ini!" teriak Radit dari luar.

Suara Radit yang kencang membuat seisi rumah Kania mendengar. 

"Iya, bentar. Bawel!" sahut Kania sembari membawa satu roti tawar yang telah diberi selai oleh ibunya.

Pak Kemal sedang sarapan di meja makan. Ia sudah terbiasa dengan semua ini. 

"Pah, Bun, aku berangkat dulu, ya. Assalamualaikum," ujar Kania seraya memakan roti, lalu mencium satu per satu telapak tangan orang tuanya.

"Cepet berangkat sana. Aku bisa budek denger Kakak sama Kak Radit kalau lagi sahut-sahutan!" sungut Adit --Adik kandung Kania.

"Sayang, enggak boleh gitu," timpah Bu Lala --ibunya Kania.

Kania menjewer telinga kanan Adit kencang sembari berkata, "Dasar Adik Nyebelin! Uang jajan dipotong, baru tau rasa!" 

"AW, sakit, Kak." Adit mengasuh kesakitan.

"Biarin."

"Kania!" tegur Pak Kemal.

Kania seketika menunduk. "Iya, Pah."

"Kasian Radit nunggu," kata Pak Kemal.

"Iya, Pah." Kania paham. "Kalau gitu, aku pamit dulu. Assalamualaikum."

"Waalaikum salam," jawab Bu Lala, Pak Kemal dan Adit bersamaan.

Kania berjalan cepat keluar rumah. Gadis yang sudah berhijab setelah kelulusan sekolah menengah atas itu pun segera menghampiri Radit. Mobil lelaki itu berada di luar pagar. 

"Kamu ini kebiasaan! Lagi apa dulu, sih?" tanya Radit sedikit menggerutu.

Kania menghabiskan roti di tangannya, melahapnya lebih dahulu, lalu berkata, "Namanya juga cewek. Banyak persiapannya." Gadis itu mendekati pintu mobil sebelah lagi, masuk dengan cepat, memasang sabuk pengaman denahb benar. "Kamu aja yang enggak sabaran!"

Radit tercengang. "Gimana enggak sabar, Nia. Ini udah jam tujuh lewat sepuluh menit. Di jalan itu suka macet, capek aku nyetirnya!"

Tangan Radit menjalankan kembali mobil, ia memulai perjalanan hari ini.

"Ya, ya, aku mah selalu salah di mata kamu." Kania cemberut.

Radit sudah biasa. Hal ini selalu terjadi ketika perasaan Kania tidak baik-baik saja.

"Kamu lagi datang bulan, ya?" tanya Radit.

Kania bergeming. Ia males menjawab pertanyaan Radit.

Radit mengela nafas. "Ya, udah, aku minta maaf karena udah bikin kamu kesal." Pada akhirnya lelaki itu pun mengalah. Ia menoleh ke samping, melihat dengan jelas raut wajah kesal dari tetangganya ini. "Jangan cemberut dong! Wajahmu keliatan jeleknya!" 

Sontak Kania menggerakkan kepala ke samping, lalu berkata, "Enak aja!" Sudut matanya melihat ada buku di depan kaca, lalu mengambil, dan memukul lengan kiri Radit. "Kamu aja yang jelek!"

Suara tawa Radit terdengar menggema di seluruh isi mobil. Perbincangan sehangat ini selalu mengkhiasi mereka. 

Kania melipat kedua tangannya di dada, memokuskan pandangan kembali ke depan, melihat jalanan. "Kamu itu enggak pernah puas kalau udah ledek aku. Dari kecil, lho."

Radit berhenti tertawa. "Habis kamu pas buat diledek, Nia."

"Oh … jadi menurutmu aku ini harus diledek terus?" 

Radit mengangguk cepat. "Betul! Seratus persen buat kamu."

Bibir Kania monyong, ia kesal. "Udah, ah. Aku mau main Hp aja." Kania mengeluarkan ponsel dari tas yang dipangkunya. Alih-alih meneruskan perbincangan dengan Radit, ia rasa ini lebih baik.

Radit sibuk menyetir. Kemacetan menghadang mereka. Menghentikan laju seluruh kendaraan yang ada. 

"Yah, tuh, kan, macet," ujar Radit sedikit memukul stir.

Kania acuh. Ia lebih memilih menonton drama yang baru dilihatnya dua episode. 

Suasana jalanan sangat ramai. Ya … memang sudah waktunya bekerja dan pergi ke sekolah, beberapa dari pengendara pun ada yang sedang terburu-buru. Seperti halnya mereka.

Ujung netra kiri Radit melirik Kania sekilas, gadis itu tak terusik sedikit pun. Sesekali suara tawa kecil keluar dari bibir manisnya. "Kamu lagi nonton apa, sih, Nia?" Rasa penasaran pun menghampiri Radit.

"Drama," jawab Kania cepat.

"Tugasmu yang kemarin udah selesai? Nanti, Pak Joni marah lagi." 

Kania mengangguk. "Sudah. Tapi, masih ada beberapa laporan yang mesti diselesain hari ini. Kayaknya aku mau lembur, deh." 

Radit juga sepertinya begitu. Mereka bekerja di perusahaan yang sama. Akan tetapi, berbeda divisi.

Kania sendiri ada di divisi keuangan, sementara Radit di bagian divisi penjualan. Keduanya punya tanggung jawab yang berat.

Radit tak berani lama-lama menatap Kania, sekilas saja cukup. Ia kembali fokus ke depan dengan pikiran berangsur naik ke awan. Mengingat kembali percakapannya dengan Pak Joni beberapa hari lalu. 

Entah ini benar atau tidak. Namun, andaikan harus, jelas ia tak bisa memilih. Kemacetan terurai. Radit kembali menjalankan mobilnya, saling mendahului dengan kendaraan yang lain.

Jalanan ramai lancar seterusnya, hingga sampai ke parkiran kantor. Gedung berlantai sepuluh inilah yang menjadi tempat mereka bekerja, mencari nafkah sedikit demi sedikit.

Kania membuka sabuk pengaman, menjingjing tas, lalu keluar. Radit pun demikian. Mereka seperti sepasang kekasih yang sedang berangkat kerja bersama.

"Kamu mau makan siang soto ayam yang kemarin lagi enggak?" tanya Radit.

Kania sejenak berpikir, lalu berkata, "Enggak, ah. Desi ngajak aku nyobian mie ayam yang ada di dekat kantor itu."

Kening Radit mengerut. "Yang sebrang sana? Yang baru buka?"

Kania mengangguk cepat. "Iya." Gadis itu mengeluarkan sebuah cermin dari tas, melihat pantulan wajahnya. "Kata orang-orang yang udah nyoba, enak. Katanya, sih."

1
Nurwahida Nasar
kenapa pak Rangga TDK meminta haknya padahal udah Sah kan
Dewi Erna
Luar biasa
Sulaiman Efendy
TEGA BANGET OTHORNYA GK BUAT KANIA HAMIL, LGSUNG KSIH HAMIL KEMBAR KEK SBAGAI HADIAH KSABARAN MRK MNUNGGU ANAK
Haryani Sri
UKS? Bukannya ini dikantor ya, bukan sekolahan.. 🤔Kok ada UKS.. Ada yg bisa bantu jawab... 😅🙏🏻
Nur fadillah
Endingnya kok jadi sedih yaa....😥😥
Ida Sriwidodo
Jiaaah.. dah ending ajaa kk 😆😆
Kesannya jadi maksain 🤔🤔🙏🏻🙏🏻

Kayaknya kurang nyambung juga sama judulnya
#dualelaki
Radit endingnya gimana?
Setelah 10 tahun masih betah sendiri juga? 🤔🤔

Btw.. thx kakaa.. tetap semangattt ✊🏻☺
Ciety Ameyzha: 🤣 Melimpir ke ceritaku yang satu lagi, Kak. Gas, kita lanjut
total 3 replies
J.R P.0206
gak nyambung ga jelas endingnya
Ciety Ameyzha: Ending cerita tidak melulu bahagia. Tidak melulu harus hidup bersama ataupun memiliki banyak kenangan. Karena, kita memiliki perjalanan hidup yang beragam.
total 1 replies
Aisyah Khumairah
Terus berkarya author
c'cantik Alifa
yah udah tamat aja kak hehehe
berkurang deh amunisi tiap hari nya 🤭
#dualelaki
Erfi Ana
q pikir akan drama panjng.
Minta cerai biar suami bisa Punya anak..atau bayi tabung..
lyn
ending yang mentabahkan (bhs apa itu ya wkwkw)
terkadang dalam hidup adakalanya tdk sesuai dg keinginan,
keren banget ini pasutri Rangga dan Kania,,meskipun bikin sedih endingnya dan berharap mereka bisa dapat keturunan 1 saja mungkin,,tp bagi mereka life must go on,
dan ini real, ada di teman aq, jg seperti ini, akhirnya dia membuka TPQ dan rumah tahfidz anak2 sebagai hiburan mereka baarokallahu lahum

boleh minta extra part/ bonchap kakaaaakkk
#Dualelaki
Ciety Ameyzha: Kakak, bisa follow dan chat aku, ya.
total 7 replies
c'cantik Alifa
ayo dong Kania tadi kamu yang semangatttin mas Rangga , giliran mas Rangga semangatt eh malah kamu yang ngga percaya diri ,ayo dong ini baru mau tes belum ada hasil apa -apa semangat buat kalian harus saling support 💪
#dualelaki
lyn
Kania kek kerupuk disiram air jadi mlempem hehehe...
ayo Kania bismillah pasrahkan semua pada Allah, yakinkan hati bahwa smua atas kehendakNya, agar jika ada sesuatu yg tdk sesuai dg harapan, bisa lebih bersabar dan ikhlas dalam menghadapinya, dan tetap bersyukur, in syaaAllah akan lebih ringan untuk dijalani.
#Dualelaki
Aisyah Khumairah
Lanjut thor
Novie Louretta
iyaaa...kok berasa pendek banget ya😆
Khai Rin
up lgi dong thor
c'cantik Alifa
yuk mas Rangga semangatt dong Kania aja semangat masa kamu putus asa gitu ,baru juga mulai menjalani rumah tangga yang harmonis nikmat saja prosesnya kalau sudah waktu nya pasti akan datang semangattt pasutri💪💪
#dualelaki
Erfi Ana
la ke dokter Aja ko takut .Hadapi guys
lyn
cie..cie...Kania sudah berani menggoda Rangga ehem....
baru juga setahun Rangga..so nikmatilah proses pacaran setelah halal saja dulu..
punya anak meskipun menyenangkan tp tdk mudah loh...
so sambil menunggu lebih baik belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik untuk anak2mu kelak. dan aku yakin kesalahan pak Ghani tdk akan terulang olehmu..
semangat ngadon Rangga, nyicil bikin 👃 atau 👂 dulu mungkin wkwkwkwkwk
#Dualelaki
Ciety Ameyzha: Sepertinya harus PO dulu untuk itu. Jadi, harus sabar.😌
total 1 replies
Nur fadillah
Manusia tidak ada yang sempurna....🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!