NovelToon NovelToon
Akhirnya Ku Menemukan Mu

Akhirnya Ku Menemukan Mu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: Tarti

Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku

Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku

Sepasangan kekasih yang harus terpisah karena keadaan. Namun, dengan berbagai cobaan yang datang, akhirnya mereka di pertemukan kembali dan di satukan dengan keadaan yang berbeda pula.

Raditya Purnomo ♥️ Winda Wulandari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Tugas pertama Winda pagi itu mengantarkan minuman ke ruang pimpinan. Dia membawa nampan berisi dua gelas air putih. Dia menuju ke ruangan yang bertuliskan CEO. Winda mengetuk pintu ruangan itu. Ternyata sang CEO belum datang. Setelah meletakkan gelas air putih, Winda beralih ke ruang sebelahnya. Ruang Direktur Utama. Seperti di ruang sebelumnya, Winda mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruang sang direktur. Ketika meletakkan gelas di meja, Winda tertegun menatap foto yang ada di situ. Seorang laki-laki yang sangat tampan sedang berpose di depan sebuah mobil warna hitam. Usianya di perkirakan sekitar dua puluh empat tahun. Winda mengangkat foto itu dan memicingkan matanya. Dia merasa mengenal pemuda itu.

'Seperti mas Gito. Ah, gak mungkin. Berbeda tiga ratus enam puluh derajat.' kata Winda dalam hati.

"Ehemm..."

Sebuah deheman mengejutkan Winda. Ketika Winda menoleh ke arah sumber suara, dia terkejut. Ternyata pemuda itu sama dengan yang ada di dalam foto.

"Kamu siapa? Kenapa ada di ruangan saya?" tanya laki-laki itu yang tak lain adalah Raditya Purnomo, sang direktur utama pemilik ruangan itu.

"Sa...saya office girl baru di sini, pak. Sa...saya mengantarkan minuman untuk bapak." jawab Winda gugup.

"Lantas, apa yang kamu lakukan dengan foto saya?"

Winda terkejut lalu kembali meletakkan foto Raditya pada tempatnya.

"Ma...maaf pak."

Setelah meletakkan foto itu, Winda bermaksud untuk keluar dari ruangan Raditya.

"Tunggu. Kamu office girl baru di sini, siapa nama kamu?" tanya Raditya.

"Winda, pak."

Raditya mengangguk.

"Ya sudah. Kamu boleh keluar."

"Terimakasih, pak. Saya permisi."

Winda segera keluar dari ruangan Raditya. Sesampainya di luar, Winda menarik nafas panjang. Hatinya berdebar-debar. Raditya mengingatkan dirinya akan Gito. Mengingat Gito, hati Winda terasa pedih. Sudah dua bulan lebih Gito meninggalnya tanpa kabar. Winda mengusap matanya yang berkaca-kaca, lalu dia menuju pantry bergabung dengan temannya.

"Kenapa kamu Win?" tanya Septi saat Winda memasuki pantry. Winda tersenyum.

"Gak kenapa-kenapa, mbak."

"Tapi mata kamu kok sembab begitu? Kamu habis nanggis, ya?"

"Enggak, mbak."

"Tapi..."

"Winda, walaupun kita baru berkenalan, kalau lagi ada masalah, kamu boleh cerita ke kami. Siapa tau kami bisa bantu kamu." kata Sony.

"Iya, mas. Terimakasih."

Winda tersenyum. Dia merasa senang, di hari pertama bekerja, dia mendapatkan teman-teman yang baik. Tapi walaupun begitu dia masih belum bisa menceritakan semua tentang masa lalu nya kepada Septi dan Sonny.

####

Hati Winda terasa tak menentu setelah bertemu dengan Raditya, direktur utama tempatnya bekerja. Laki-laki itu mengingatkan dirinya akan sosok Gito. Malam itu, Winda tak bisa memejamkan matanya. Dia membuka galeri ponselnya dan menemukan foto Gito dan dirinya. Winda membelai wajah Gito dalam foto itu.

"Mas Gito, kamu kemana sih. Kok gak ada kabar beritanya. Aku kangen, mas. Kamu kangen gak sama aku?"

Winda menanggis. Tiba-tiba ponselnya berdering. Adi. Winda segera mengusap air matanya dan menarik nafas dalam-dalam sebelum mengangkat telepon.

"Assalamualaikum, mas Adi."

"Waalaikumssalam. Lagi ngapain Win?"

"Gak ngapa-ngapain, mas."

"Kamu habis nangis ya?"

"Enggak."

"Tapi Suara kamu..."

"Enggak, kok. Oh iya, ada apa mas Adi telfon?"

"Kamu sudah makan malam belum?"

"Belum."

"Makan di luar yuk."

"Malas ah..."

"Ayolah, Win. Temani aku. Ya...?"

"Hmmmm... ya udah. Tapi jemput ya."

"Siap, nona."

Winda tertawa mendengar perkataan Adi. Setelah menutup telfonnya, Winda bersiap-siap. Tak lama kemudian mereka Adi telah sampai di depan kost Winda menaiki sepeda motor sport.. Penampilannya yang casual menambah ketampanan nya. Winda sampai bengong melihatnya. hingga tak mendengar Adi mengucap salam.

"Assalamualaikum...."

Winda masih bengong. Adi mengibaskan tangannya di depan wajah Winda.

"Oiiiii...." seru Adi. Winda terkejut

"Eh iya, mas. Waalaikumssalam.."

"Ngeliatinya biasa aja. Nanti kalau naksir aku, kasihan Radit."

Winda mengerenyitkan dahinya.

"Radit? Radit siapa?"

Adi balik terkejut.

"Ah, enggak. Lupain. Udah yuk jalan..."

Winda naik ke motor Adi. Adi pun menjalankan motornya. Mereka menyusuri jalanan ibu kota yang sedikit ramai. Setelah beberapa saat, mereka singgah di warung tenda yang menjual makanan khas di malam hari. Mereka duduk di deretan bangku yang kosong. Seorang laki-laki paruh baya menghampiri mereka.

"Silahkan, mas mbak, mau pesan apa?" tanya laki-laki itu dengan ramah sambil menyodorkan daftar menu. Adi membaca bermacam-macam pilihan menu

"Kamu pesan apa, Win?"

"Terserah mas Adi."

"Kalau gitu pesan pecel ayam dua dan teh manis hangat dua."

"Baik, mas."

Laki-laki itu segera berlalu. Adi menatap Winda yang terlihat sangat murung.

"Kamu kenapa, Win?"

Winda menarik nafas dalam-dalam.

"Mas, sudah dapat kabar tentang mas Gito belum?"

Adi tersentak mendengar pertanyaan Winda.

"Be...belum." jawab Adi dengan gugup.

"Kemana perginya mas Gito, ya? Sudah dua bulan lebih gak ada kabar beritanya."

Adi menatap Winda dengan iba.

"Kamu yang sabar ya. Mungkin belum saatnya kalian untuk bertemu."

"Tapi sampai kapan aku harus menunggu? Apakah mas Gito sudah lupa sama aku ya?"

"Gak mungkinlah dia lupa sama kamu."

"Tapi kenapa gak kasih kabar ke aku?"

Adi diam tak menjawab.

"Apa terjadi sesuatu pada mas Gito ya?"

Adi masih diam tak menjawab. Pesanan pun telah datang.

"Ayo Win, di makan."

Adi segera makan dengan lahap. Sementara itu Winda masih belum menyentuh makanannya.

"Winda, makan." tegur Adi.

"Iya."

Winda masih belum menyentuh makanannya. Tiba-tiba Adi mengulurkan tangannya yang berisi makanan ke arah mulut Winda.

"Buka mulutnya..." kata Adi. Winda terkejut.

"Ih, apaan sih mas Adi."

"Lagian di suruh makan malah bengong. Minta di suapin, kan?"

Winda pun segera memakan makanannya. Adi pun juga melanjutkan kegiatan makannya. Sesekali dia mencuri pandang ke arah Winda. Lagi-lagi dalam hatinya terbersit rasa iba terhadap Winda, karena Winda masih terus berharap akan hadirnya sosok Gito.

'Maafin aku ya Win. Untuk sementara waktu aku harus berbohong ke kamu tentang Gito.' batin Adi. Sebenarnya Adi telah mengetahui tentang keberadaan Gito namun Adi harus merahasiakan nya atas permintaan dari keluarga Gito. Adi segera menghabiskan makanannya. Begitu juga dengan Winda. Setelah mereka selesai makan, Adi mengajak Winda berjalan-jalan mengelilingi jalanan ibukota yang tak pernah sepi. Semenjak kepergian Gito, Adi lah yang selalu menemani hari-hari Winda.

1
Hap£!π
bagus ka, alur cerita dg konflik ringan jd bacby santai enak g pk emosi/Facepalm/
Tarti Rizky: terimakasih atas apresiasinya. terimakasih pula sudah mampir untuk baca. semoga terhibur
total 1 replies
Wina Winarsih
tetap semngat yaa Thor 🥰
Wina Winarsih
jadi penasaran Winda Nerima lamaran Radit gak yah 🤗lanjut Thor 🥰
Wina Winarsih
lanjut kak seru juga
Wina Winarsih
Terharu baca novel ini, semangat terus ya ka Thor 🥰
ria
galau nich mas radit
Jejak SND
bom like mendarat dari Jodoh Cinta Pertama kak
Tarti Rizky
terimakasih kak atas apresiasinya. Alhamdulillah jika suka
Reni Apriliani
Terimakasih thor ceritanya.. syukaaa ❤❤❤
meluncur ke cerita lainnya
Zia
aku hadir bawa boom like kak, jangan lupa mampir di karyaku ya "my husband is his uncle" 🤗
Nur Jannah
radit yg katanya lagi sakit pasti adalah gito yg menyamar deh,🤔🤔🤔
yetege
trimakasih..telah up..selamat tahun baru..semoga d tahun baru ini tambah banyak pembacaya semangat
Tarti Rizky: aamiin.
total 1 replies
Tarti Rizky
terimakasih kakak. selamat tahun baru untuk kakak
Nak Wi
lanjut semangat thor di taun baru ini 👍
yetege
next Thor semangat 💪❤️
yetege
next Thor semangat 💪💪❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Favorit ♥️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 saling mendukung 👍🏻💕
Darah Biru (Bangsawan)
mantap
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!