NovelToon NovelToon
Aku Mencintai Gadis Unik

Aku Mencintai Gadis Unik

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mei_Mei

(Taka season 2)

Kisah ini lanjutan dari 'TAWAKU TERBALUT LUKA' sebelum membaca kisah ini, harap baca judul itu dulu agar menyambung dengan ceritanya.

Kisah cinta remaja. Sedih, romance.

Seorang pemuda bernama Taka harus berjuang untuk melawan penyakit kanker otak.

Sebelumnya pemuda itu dijuluki sebagai Pangeran Komedi, namun beberapa waktu berlalu julukan itu berubah menjadi Pangeran Kesedihan.
Disaat orang-orang terdekatnya mengetahui penyakit yang diderita, ia tak lagi membawa kebahagiaan. Melainkan kesedihan.

Ketika ia terjatuh dalam keterpurukan, pertama kali bertemu dengan gadis unik yang di panggilannya Hutapea(bukan nama sebenarnya)

Pertemuan pertama mampu tersimpan didalam memorinya. Dua kalimat singkat namun sarat makna yaitu 'Semangat dan Berjuang' membuat semangat dalam dirinya bangkit dan berusaha untuk melawan penyakitnya.

Akankah keduanya dipertemukan kembali? atau hanya satu kali itu saja?

Ayo ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbincang

"Bos, keren banget motor mabure bapakmu, nggon jerone koyo hotel bintang limo.(Bos, keren banget pesawat terbang milik ayahmu, didalamnya seperti hotel bintang lima)." ucap Dudung.

Enam bersekawan, Dimas dan Andre sedang berbincang-bincang. Sedangkan ayah Arsel, bunda Sensa, Saka dan Seika bergantian menunggu diluar. Selain itu bunda Sensa meminta penjelasan tentang keberadaan dua anak kecil yang sama sekali tidak dikenalnya.

Anak-anak itu nampak asing.

Taka menanggapi ucapan Dudung dengan senyuman.

"Kak, Andre baru pertama kali naik pesawat terbang. Biasanya cuma lihat pesawat terbang pas lewat di udara. Ternyata naik pesawat itu enak tapi takut juga ya," Andre bercerita.

Taka mengelus apapun yang bisa di jangkaunya dari tubuh Andre. Karna Andre berada disisi kanannya.

"Kalian bisa ikut kakak-kakak kesini?" tanya Taka.

"Aku sama Dimas diajak sama Kak Nata, sama Kakak tampan tadi." Jawab Andre.

"Kak Taka tidak tahu, Dimas malah mabuk pas kita naik pesawat." kata Andre.

"Oh ya?!" Taka bertanya dengan nada seolah dibuat terkejut.

"Eh... enggak Kak, Andre itu berbohong. Dimas nggak mabuk, cuma sedikit pusing, soalnya lama banget didalam pesawat." sahut Dimas tidak terima.

Taka kembali tersenyum, dua anak jalanan itu sangat menghiburnya. Beruntung mereka mau ikut untuk menjenguk dirinya.

"Kak, maafin aku ya," Nata mendekati kakaknya lalu meminta maaf, dia sadar akan kesalahannya yang telah ingkar janji untuk tidak memberitahukan kepada anggota keluarga jika mereka menjadi relawan untuk anak-anak jalanan.

"Tadinya Kakak mau marah sama kamu, tapi nggak jadi." kata Taka.

"Kenapa?" bingung Nata.

"Kakak malah mau berterima kasih, kamu membawa mereka kesini, rindu Kakak pada mereka bisa terobati." ucap Taka dengan senyuman.

Semenjak kehadiran orang-orang berati dalam hidupnya, senyum dibibir Taka tak enggan untuk terbit. Setiap kali berkata atau mendengar cerita maka senyum indah kembali menghiasi wajahnya.

"Selama Kakak datang kesini, setiap menit, setiap jam aku selalu kesepian. Hampir setiap saat Kakak nangis gara-gara merindukan kalian. Apalagi ayah dan bunda, Kakak seneng banget mereka datang kesini dan menemani Kakak."

"Nata merangkul tubuh kakaknya yang sangat kurus, meski bibirnya tersenyum namun airmata tetap keluar membasahi baju yang dikenakan kakaknya.

"Itu salah Kakak sendiri. Kenapa tidak pernah bercerita apapun pada kami. Aku akan selalu nemenin Kakak dan selalu dukung Kakak. Sama seperti Kakak yang selalu mendukungku. Aku sayang, aku nggak mau pisah atau kehilangan Kakak. Kak Taka harus janji, pokoknya Kakak harus sembuh. Harus." Nata mewanti-wanti.

"Iya, insyaallah Kakak akan semangat berjuang untuk sembuh. Tapi Kakak nggak bisa janji, karna itu rahasia Allah. Hidup dan mati Kakak, hanya Allah yang tahu." meski tak melihat apapun, tapi pandangan Taka lurus kedepan.

Aku juga ingin sembuh, ingin bersama kalian. Meskipun tidak bisa melihat kalian, tapi aku masih ingin menghirup udara, ingin menikmati kebisingan dunia fana dan ingin memperjuangkan mimpi anak-anak jalanan, semampuku.

"Allah akan bersama orang-orang baik dan memiliki keyakinan penuh. Bahkan Kakak seperti malaikat tak bersayap, Allah pasti menyayangi Kakak, memberikan kebahagiaan sempurna dan juga harapan baru. Nata yakin itu."

"Semoga saja."

"Dek, bagaimana kabar Sari?" tanya Taka.

Nata menghembuskan napas kasar, lalu memutar bola mata malas. "Huh, dia selalu menggangu ku, Kak. Setiap hari, setiap jam selalu menanyakan kabar Kakak." Nata terlihat sebal.

"Itu artinya Sari masih ingat dengan Kakak." Taka tersenyum.

"Tapi setiap Kakak kirim chat wa, tidak pernah dibaca, kata Pak Arman. Apa dia ganti nomor?" bingung Taka.

'Andai Kakak tahu, pacarmu itu sudah gila, Kak. Dia sudah memiliki incaran baru di kampus. Sok kecentilan banget, lagi.' batin Nata sebal. Tapi tidak berani berkata jujur, ia memikirkan kesehatan kakaknya, belum saatnya Taka mendengar itu. Nata takut kesehatan Taka akan drop jika dia mengatakan jujur, perihal kelakuan pacar dari kakaknya itu.

"Em... mungkin ganti nomor Kak, Nata juga nggak tahu." lebih baik ia pura-pura tidak tahu saja, setidaknya semua akan aman.

"Bos, rencananya gimana?" Mujiren bertanya serius.

"Rencana apa, Ren?" Taka berganti bertanya karna tidak tahu yang dimaksud mujiren.

"Apa Bos akan lama tinggal disini?"

"Aku juga belum tahu, setidaknya tiga kali menjalani kemoterapi Dokter akan kembali memeriksa sel kanker di otakku, apa mengecil atau sebaliknya. Jika mengecil maka tidak butuh waktu lama untuk penyembuhan. Tapi jika sel kanker itu bandel dan terus mengembang, maka aku tidak tahu, masih bisa pulang atau tidak." jelas Taka.

Tangan Mujiren terulur menepuk bahu Taka dengan pelan. "Bos pasti bisa pulang, harus yakin. Kemarin Om memberitahu jika Bos semangat, maka sel kanker itu akan kalah. Tapi jika Bos bersemangat, maka akan ada jalan keajaiban, kanker itu bisa mengecil bahkan menghilang." kata bijak dari Mujiren.

'Keajaiban, bangkit dari kubur, tidak jadi meninggal. Melawan penyakit kanker dengan semangat dan berjuang untuk sembuh.'

"Hutapea?" ucap Taka lirih.

"Apa Bos? kok malah ngatain pe'a!" sahut Dudung.

"Telingamu perlu diperiksa, Dung. Siapa yang ngatain pe'a?" sungut Taka tapi juga lucu.

"La tadi si Bos ngomong lu pea, walau pun Bos ngomongnya pelan, tapi Dudung ke dengeran." kata Dudung.

"Bukan lu pe'a, Dudung. Tapi Hutapea." jawab Taka.

"Hutapea?" ulang Dudung.

"Siapa Hutapea?" imbuhnya menanyakan tentang siapa si Hutapea yang disebutkan bosnya tadi.

"Aku juga tidak tahu. Hanya pernah bertemu dengan gadis bernama Hutapea." jawab Taka jujur.

"Hihihi.... namanya unik ya, Bos. Hutapea." ulang Dudung dengan tertawa geli.

"Apalagi kalau tau namanya panjangnya, pasti tambah lucu."

"Memang nama panjangnya siapa, Bos?"

"Aku lupa, tapi yang aku ingat sepertinya nama kepanjangannya itu lucu. Tapi entahlah, aku lupa." daya ingat Taka memang berkurang, tapi masih bisa mengingat sebagiannya.

"Oh... berati nama panjangnya, Hutapea si lucu, gitu ya Bos." Dudung masih cengengesan.

"Halah mbuhlah, Dung. Koe ki opo-opo ora nyambungan. (Halah tahulah, Dung. Kamu tuh apa-apa nggak pernah nyambung.)" Taka pura-pura kesal.

"Eh... Sorry-sorry, Bos. Aku kan cuma bercanda loh. Pengen menghibur, kok malah jadi marah. Maaf, Bos."

"Aku nggak marah, cuma pura-pura marah." ucap Taka.

"Ish.. si Bos, bikin Dudung jantungan aja." padahal Dudung tadi sudah ketar-ketir.

"Eh, Dung, si Cecep nggak kamu bawa kesini?" Taka malah teringat dengan si Cecep, sepeda onthel milik Dudung yang dulu dia pakai buat mengejar maling dan berakhir menjadi rongsokan.

"Hahaha....si Bos masih ingat aja sama si Cecep." Dudung tertawa kencang, tapi saat mengatakan kalimat lanjutannya ia langsung bersedih.

1
Maria larasati Ulfa
bagus bgt
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Sena Fiana
😀😃😄😄😁
Gus Maneli
😭😭😭😭
Gus Maneli
aku ngk kuat baca nya nangis trus😭😭😭
Nurwana
itulah nata, jdi org itw jgn terlalu polos.
Nurwana
thorrrrr........😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Mmh Na Aas Tea
wkkwkkk Taka," ada" aja
Mmh Na Aas Tea
dasar Saritem ganggu aja😤
Mmh Na Aas Tea
lanjut ka makin penasaran Ama cerita nya
Ulum Udin
💔💔💔💔
Risha Aagustynah
ada lanjutannya ndk kk cerita ini
THE END.MD
ngapain sih saritem ada di sana ganggu aja ach.
Syafira Putri
kapan ni akak Mei..buat cerita anak2 nya nata sama Taka..
calon orng sukses
author klo ngasih ujian ga kira kira😭
bnyak bngt pelajaran yg bisa di ambil dri cerita ini
ilanarunnis
semangat akak Mei
nadila karla
kk mei gk lanjut cerita taka?
Sri Mulyani Asis
lanjut dong akak me cerita rumah tangga Taka dan Nata 🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Siska Tambunan Helvini Tambunan
🤣🤣🤣🤣🤣aq senang sekali.....
kembali ke tawa lg ☺
soal nya air mata ku sudah kering 😂

makasih banyak author aq pada mu yg sudah meng obrak abrik hatiku 🤗
tetap semangat...
jaga kesehatan Tor ku
Karmila
aka mei aku tunggu nih cerita taka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!