Merupakan cerita seorang putri tunggal Manajer terkenal yang selingkuh karena menikah dijodohkan..
Perjodohan terjadi tanpa meminta kepastian dari kedua belah pihak.. baik perempuan maupun laki laki..
Perjodohan itu dilakukan hanya karena ayah nya Prillya telah menyelamatkan Yoga dari maut karena kecelakaan tunggal yang terjadi..
Dan setelah di cari tahu oleh Daddy Yoga mengenai siapa yang telah menyelamatkan nya.. Maka Daddy Yoga berkeinginan untuk menjodohkan Yoga dengan Putri tunggal sang penyelamat yang tak lain adalah manajer di salah satu perusahaan nya Daddy Yoga..
Tanpa minta persetujuan dari Yoga,, sang Daddy langsung mengatur jadwal pertunangan hingga pernikahan nya.. Yoga begitu sangat marah dan sempat memberontak,, tetapi karena Yoga adalah anak yang tidak pernah mengecewakan orang tua,, maka mau tidak mau akhir nya Yoga menerima perjodohan itu..
Begitu juga dengan Prillya yang di awal sangat tidak terima dengan perjodohan itu,, pada akhir nya luluh juga dan menerima perjodohan tersebut..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeAsda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 KETEGARAN APRILLYA
Setelah puas menangis dan dirasa juga sudah cukup tenang, akhirnya Lily berkata
"maaf ya Ci, gua nangis dan berkeluh kesah pada Lo.. maaf udah bikin Lo repot.. dan maaf udah nyita waktu Lo.. dan terimakasih karena Lo mau minjemin pundak Lo tuk tempat gua nangis"
"igghhh kenapa Lo bicara gitu Ly? ga pa pa kali.. kan kita sodara.. dan gua juga senang karena Lo udah mau nangis pada gua" balas Suci
"jadi kalo Lo mau cerita,, gua siap jadi pendengarnya.. tapi kalo Lo belom mau cerita, juga ga pa pa.. mungkin lain kali..gua ga kan maksa Lo tuk cerita" lanjut Suci pada Lily.
"iya.. gua mau cerita, tapi kita ke rumah Lo ya, gua lapar dari kemaren belom makan.. nanti Lo buatkan gua nasgor spesial yang biasa Lo buat itu"
kata Lily seraya menghidupkan mesin mobilnya dan berjalan menuju keluar dari area kampusnya.
Dengan sedikit senyuman dan anggukan,, Suci menjawab
"oke.. siapa takut.. dan kebetulan sekali.. bonyok lagi ga dirumah, mereka tadi pagi berangkat kerumah Tante gua yang di Semarang.. katanya ada hajatan disana"
"wiidihhh.. benar nih? kalo gitu gua bisa nginap donk?
balas Lily dengan sangat antusias karena dia memang tidak mau pulang ke rumah dulu setelah kejadian tadi malam itu.
Lily Pov.
Malam itu merupakan malam yang sangat bahagia bagi Lily dan sekaligus malam yang mengerikan karena semua kebenaran tentang dirinya terbongkar sudah oleh ayahnya.
Lily bahagia karena malam ini mereka akan makan malam bersama dirumah.
Makan malam yang Lily idam idamkan dan mimpikan setelah sarapan bersama beberapa tahun lalu.
Lily terus tersenyum di sela sela makannya karena dia dapat merasakan sebuah keluarga yang utuh malam ini. Tanpa ada pembicaraan dan yang terdengar hanya dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring di meja makan.
Si mba ART yang melihat pemandangan langka itu langsung diam diam mengabadikan moment itu lewat smartphonenya, dan terus tersenyum seakan akan ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh nona mudanya.
Setelah selesai makan, Lily bersama kedua orangtuanya duduk bersama diruang keluarga. Lagi lagi hal yang tidak pernah dibayangkan oleh Lily, maka pada malam ini semua doanya terkabulkan.
Ayah mulai membuka suara memecahkan keheningan suasana diruang keluarga itu
"Ly.. ayah bunda mau bicara.. ayah punya permintaan padamu dan ayah harap kamu akan menerimanya dengan senang hati"
deg.
jantung Lily langsung berdetak kencang dan perasaannya mulai tidak enak karena tidak biasanya ayahnya bicara seperti itu, apalagi langsung menyebutkan namanya, seraya berkata
"i iya ayah.. ada apa? apa yang mau ayah bicarakan? dan ayah mau Lily mengabulkan keinginan ayah tentang apa???"
Setelah si mba berlalu pergi meninggalkan mereka (tadinya si mba ART menyuguhi buah dan minuman segar kepada mereka bertiga ya dears🤭🤭🤭)
"gini Ly.. kamu taukan dengan om Prasetya Aditia? bosnya tempat ayah kerja sekarang!!!"
kata ayah Lily memulai pembicaraan
"iya ayah, Lily tau.. kan beliau pengusaha terkenal yang memiliki 3 orang putra yang tampannya mirip dengan beliau" balas Lily menjelaskan
"naahh.. beliau mau menjadikan kamu mantunya untuk anak bungsunya yang bernama Yoga Prasetya Pratama"
kata ayah Lily langsung ke inti pembicaraan.
deg.
merasa tak percaya Lily dengan apa yang didengarnya.
"maksud ayah? aku akan dijodohkan dengan CEO sombong dan angkuh itu? yang kejamnya kebangetan? ga ayah.. aku ga mau.. ga mau"
balas Lily dengan sedikit menekankan dan meninggikan nada bicaranya pada kata kata CEO sombong dan angkuh.
"astaga Ly.. kenapa kamu ngomong seperti itu nak?"
bunda menimpali pembicaraan antara ayah dan anak dan tak percaya kalo anak gadisnya akan mengeluarkan kata kata seperti itu.
"iya.. kasar sekali bahasa mu pada nak Yoga dan tega sekali kamu ngejudge nak Yoga seperti itu"
tambahan ayahnya Lily dengan sedikit meninggikan suaranya.
"bukan gitu Yah, Bun.. bukan maksud Lily ngomong kasar kek itu.. tapi itu semua emang kenyataan.. Lily sudah banyak dengar dari semua orang kalo si Yoga itu punya sifat seperti itu"
balas Lily tak kalah hebatnya dengan tujuan ingin bela diri.
"cukup Ly.. kamu kenal aja tidak dengan nak Yoga.. sudah berani berani nya kamu menilai orang seperti itu.. apalagi itu hanya omongan dari mulut ke mulut.. ayah tidak suka kamu mudah sekali menilai orang hanya dari cerita orang ke orang"
lanjut ayah memotong pembelaan dan pembicaraan Lily.
"ayah tidak mau tau.. kamu sudah ayah jodohkan dengan nak Yoga.. dan orang tua nak Yoga juga sudah menyetujuinya bahwa 2 bulan lagi adalah akad nikahmu.. titik."
lanjut ayah dengan nada yang sangat keras dan perintah yang tidak bisa dibantah lagi.
"tapi ayaaah.. Lily tidak mau.. Lily tidak cinta dengan dia.. Lily sudah ........."
balas Lily dan langsung terhenti karena ayah nya sudah mulai berteriak serta mulai mengeluarkan kata kata yang tidak seharusnya dikeluarkannya.
"cukup.. anak tidak tau diuntung.. anak tidak bisa balas budi.. anak yang tidak tau terimakasih.. begini balasan kamu terhadap orang yang sudah merawat dan membesarkanmu? sia sia kami memungut dan merawat mu sedari kecil kalo ternyata begini balasan mu"
bentak ayah Lily yang tanpa sengaja dan diluar kendalinya karena sudah dirasuki amarah yang akhirnya mengeluarkan rahasia yang sudah bertahun tahun tersimpan dengan rapat.
"ayah....."
teriak bunda tak percaya kalo suaminya sendiri yang membongkar rahasia yang sudah bertahun tahun disimpannya.
serasa tersambar petir, Lily lemah dan tak berdaya mendengar perkataan ayahnya sendiri.. Ayah yang sedari kecil merawatnya, mengajarinya jalan, mengajaknya bermain dan yang memperlakukannya layaknya tuan putri kecil kesayangannya.
Sekarang membentaknya dan mengeluarkan hal yang tidak seharusnya Lily dengar..
Lily diam
Lily bungkam
Lily lemah
Lily tak berdaya dan tak percaya dengan apa yang didengarnya malam ini.
Malam yang tadinya sangat indah dan bahagia, sekarang berubah menjadi malam yang kelam, gelap gulita tanpa ada setitik pun cahaya.
Tiada air mata
Tiada kata kata
Tiada suara
Yang ada, hanya keheningan dan kesunyian yang dirasakan Lily saat ini.
Tak percaya
Itulah yang dirasakan Lily saat ini
😭😭😭😭😭😭
*****
author pun juga tak percaya dengan apa yang diungkapkan oleh ayahnya Lily..🤔🤔🤔🤔
Tega benar ya ayahnya Lily 🤦🤦🤦🤦
menurut readers bagaimana? apa iya harus seperti itu akhirnya jika si Lily nya menolak? 🙄🙄🙄🥴🥴🥴🥴
apa yang harus author katakan lagi ya readers? semua sudah terungkap 🥺🥺🥺🥺
sekarang harus bagaimana? 😱😱😱😱😵😵😵
*semua kesalahan suami diperjelas salah sedangkan semua kesalahan istri dianggap hal biasa saja
*pelakor dilaknat tapi pebinor dipuja, semua kelakuan pebinor dibenarkan dengan alasan2 munafik dan murahan wanita
*dll
paling tidak 1 x dlm seminggu ato 2x gitu 😄😅