NovelToon NovelToon
AKU (Tetap) MILIK MU

AKU (Tetap) MILIK MU

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:446.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Asya

Novel ini sedang dalam tahap revisi besar-besaran... akan ada beberapa part yang mungkin akan hilang....



Kata orang cinta pertama itu sulit di lupakan. Itulah yang di alami pria bernama Malik. 5 tahun Malik mencari cinta pertama nya, yang pergi tanpa kabar.

Tapi setelah mereka bertemu, cinta mereka kembali di uji. Akankah mereka mampu bertahan?

"Jangan pernah pergi lagi. Aku tidak mau tau, apapun kondisi mu aku tidak peduli. Biarkan aku egois kali ini Nay."


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya sayang.

Follow ig ku yuk amy_asya99

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGUNJUNGI NAYRA

"Aku akan mendapatkan mu Malik. Bagaimanapun caranya." Mella tersenyum sinis, melihat kepergian Malik.

"Dasar wanita ular!" ucap seorang pria di ambang pintu. Pria itu baru saja datang, sehingga dia tidak mengikuti rapat. Ada beberapa urusan di luar pekerjaan, yang di perintahkan Malik kepadanya.

"Di-Dino?" Mella tampak sangat terkejut akan kehadiran sahabat Malik itu.

"Kenapa kau merasa begitu terkejut melihat kedatangan ku?" Sinis Dino.

Mella segera menarik lengan Dino, untuk mengikuti nya masuk ke ruangan itu.

"Lepas!!" Dino menyingkirkan tangan Mella.

"Kau tidak usah munafik Din... Aku tau, kau sangat menyukai Nayra dari dulu. Jadi, mari kita bekerja sama." Mella mencoba memberi penawaran kepada pria di hadapannya itu.

"Cih... Bekerja sama dengan mu? Menjijikkan!" Dino tersenyum sinis kepada Mella.

"Kau!!" Mella melayangkan tangan nya hendak menampar pria itu.

"Jangan pernah menyentuh ku!" Dino menggenggam kuat tangan Mella, yang akan menamparnya.

"Sa-sakit," lirih Mella, sembari memegang tangannya di genggam Dino.

Dino menghempaskan tangan Mella dengan kasar. Baginya, Mella terlihat menjijikan di mata nya. Gadis itu selalu saja menggoda Malik, dengan berbagai cara.

"Aku tidak akan mengampuni mu." Dino menunjuk wajah wanita itu.

"Aku tidak melakukan apapun. Jadi, aku tidak butuh pengampunan mu." Suara Mella terdengar sangat arogan di telinga Dino.

"Aku harap begitu. Kalau kau dalang di balik menghilangnya Nayra...." Dino menggantung kata katanya. Dia ingin melihat seperti apa ekspresi wanita itu.

"Aku tidak melakukan apapun!" tegas Mella.

Melihat tidak ada ekspresi apapun yang di tunjukkan Mella, Dino segera membisikkan sesuatu di telinga wanita itu. Dan berlalu begitu saja, tanpa melihat lagi bagaimana ekspresi Mella.

Mella menelan kasar saliva nya. Tubuhnya seketika bergetar hebat setelah mendengar apa yang di bisikkan oleh Dino.

...***...

Malik menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya. Semua ini diluar prediksi nya. Dia pikir Mella pasti sudah melupakan perasaannya. Tapi nyata nya wanita itu masih tetap pada pendiriannya.

Flashback

"Walau bagaimana pun Nayra mu tetap bidadari surga ku," kekeh Gery lagi.

Mereka semua tertawa, mendengar ocehan Gery itu.

"Lalu, bagaimana dengan Mella?" Dino menatap serius kearah Malik.

"Aku rasa dia juga tidak akan setuju dengan perjodohan ini." Malik menatap lurus ke depan.

"Kau yakin...?" selidik Gery.

"Iya. Biar bagaimana pun , Nayra tetap sahabatnya." Malik juga merasa sedikit ragu akan perkataannya itu.

"Tapi kau tidak boleh lupa Malik. Dia sangat menyukai mu dari SMA." Tegas Doni mengingatkan.

"Iya. Aku rasa apa yang di katakan Doni itu ada benarnya Malik." Dino berusaha menyakinkan Malik.

Malik membuang nafasnya dengan kasar. Apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu memang benar.

"Bro... tenangkan dirimu. Kami akan membantu sebisa mungkin." Gery menepuk pelan bahu Malik. Mencoba memberi keyakinan kepada pria itu.

"Terima kasih." Malik menatap ketiga sahabatnya itu.

"Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Doni.

Malik hanya diam. Dia tidak bisa memikirkan rencana apa pun kali ini. Bayang bayang Nayra, masih memenuhi otaknya.

"Malik!!" Seru Dino. Ketika tidak mendapat jawaban apapun dari pria itu.

"Aku serahkan semuanya kepada kalian." Suara Malik terdengar pasrah.

Otak nya benar benar tidak bisa berpikir. Mungkin, karena dia sangat kelelahan akibat perjalanannya.

"Baiklah. Aku akan mencari tau keberadaan orang tua Nayra. Dino yang akan mengurus Mella. Lalu Doni?" Gery tampak berpikir keras tentang tugas sahabatnya itu.

"Kenapa harus aku yang mengurus Mella?" Dino mendengus kesal.

"Hei, apa kau ini lupa. Aku ini seorang Polisi. Bagaimana mungkin, aku mengurus wanita itu. Kalau aku datang pasti seisi kantor Malik akan heboh. Semua orang akan berpikir kalau Malik terlibat kejahatan. Dan saudara kembar mu itu. Seorang Psikiater. Kalau dia datang ke kantor Malik, untuk mengawasi wanita itu. Semua orang akan berpikir bahwa Malik gila, karena membutuhkan seorang Psikiater." Gery mengeluarkan ultimatum nya.

"Hei, aku ini bukan menangani orang gila!" Doni merasa tidak terima Gery mengolok profesinya.

"Iya,memang bukan orang gila. Tapi,hampir gila," kelakar Gery.

"Jadi, hanya kau Dinosaurus. Yang bisa keluar masuk kantor Malik tanpa di curigai oleh siapapun." Gery menunjuk wajah Dino.

"Beraninya kau, memanggilku seperti itu!" Dino merasa geram mendengar panggilan itu.

"Sudahlah. Apa yang dikatakan Gery itu benar. Dengan, posisinya di kepolisian, akan sangat mudah baginya mencari informasi tentang orang tua Nayra." Malik mencoba memberi pengertian terhadap sahabatnya itu.

"Lalu aku?" Doni menunjuk dirinya sendiri. Karena sedari tadi dia belum mendapat tugas apapun.

"Kau urus saudara kembar mu itu. Aku takut dia gila dalam menghadapi wanita itu," kekeh Gery, sembari memandang ke arah Dino. Baginya membuat Dino kesal menjadi kepuasan tersendiri.

"Kau benar juga," timpal Doni sembari tertawa.

Sedangkan Malik, berusaha kuat menahan tawa nya. Dia bisa melihat dengan jelas wajah Dino yang sudah sangat kesal itu.

"Jadi, kalian berdua menyumpahi ku gila he?" Dino sudah terlihat sangat kesal.

"Doni sekarang kau sudah mulai bisa mengerjakan tugasmu itu." Gery masih terus menggoda Dino.

"Gery!!!" teriak Dino. Pria itu berjalan mendekati sahabatnya itu.

Malik beranjak dari duduknya. Dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Pria itu segera menuju ke dapur, dan mengambil 4 kaleng soft drink.

"Ini dinginkan kepala mu." Malik memberi kan minuman itu kepada Dino.

"Terima kasih." Dino mengambil minuman yang diberi Malik. Kemudian, dia tersenyum puas menatap Gery.

"Kalian selalu saja seperti ini." Malik hanya mampu menggeleng melihat wajah Gery yang lebam. Siapa lagi yang melakukannya, kalau bukan Dino.

"Kau selalu saja memukul ku." Gery mendengus sebal. Ini bukan pertama kalinya, setiap dia menggoda Dino, pasti pria itu selalu memberikan bogem mentah kepada nya. Tapi entah kenapa Gery justru ingin menggoda Dino lagi.

"Sudahlah. Kalian sama saja." Doni menimpali. Dia merasa miris melihat wajah tampan Gery yang sudah lebam itu. Tapi dia tidak ingin mengambil resiko. Doni tidak ingin kalau wajah tampan nya, menjadi lebam juga.

"Lalu kau akan melakukan apa?" Dino menatap ke arah Malik.

"Tentu saja aku akan mengunjungi Nayra," kekeh Malik.

"Kau!!!" teriak ketiga orang itu.

Flashback off

...***...

Tok tok tok

Terdengar suara pintu diketuk dari luar. Hal itu, membuyarkan lamunan pria berwajah Turki itu.

"Masuk...." ucap Malik.

Ceklekk

Tampak Dino, sedang berdiri di ambang pintu. Dia masuk lalu kembali menutup pintu itu.

"Ada apa?" tanya Malik ketika Dino sudah duduk si sofa.

"Tidak ada. Aku hanya sedang kesal."

Malik mengernyitkan dahinya. Tidak biasanya, pria dingin itu merasa kesal.

"Apa ada masalah?" tanya Malik memastikan

"Tidak ada lupakanlah."

Mereka berdua terdiam untuk sesaat. Hingga suara Malik memecah keheningan di antara mereka berdua.

"Aku akan berangkat mengunjungi Nayra besok." Malik merasa sangat rindu dengan Nayra.

"Cih... kau ingin bersenang senang rupa nya," dengus Dino.

"Aku serahkan pekerjaan ku padamu." Malik berjalan mendekati Dino yang duduk di sofa.

Dino dapat melihat sorot mata Malik yang tiba tiba sendu. Dia tidak tau pasti apa yang sebenarnya terjadi. Tapi dia berharap bahwa semua nya akan baik baik saja.

"Pergilah! Aku akan mengurus segalanya di sini." Dino menepuk pelan Malik, berusaha memberi pria itu semangat.

Malik hanya mengangguk. Dia berharap bahwa Nayra akan ikut bersama nya untuk pulang.

"Bawa dia pulang...!" ujar Dino.

"Pasti...." sambung Malik.

...*****...

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.

Di tunggu like, komentar, serta dukungannya ❤️🤗

Terima kasih yang sudah mau mampir ☺️😍

1
Indah Alifah
gercep babang malik
Ilham Risa: Hai kak, mampir yuk kak ke novel aku "Tentara Itu Ayah Dari Putraku" makasih kak🙏
total 1 replies
PrinceRiz06
good
Sry Rahayu
apa ya yg Gery bilang shg Dino TDK marah LG?
Sry Rahayu
lanjut...
Sry Rahayu
pasti ada kejadian buruk menimpa nya
Sry Rahayu
penasaran...
Sukma Siruang
lanjut dok
Sukma Siruang
lanjut donk
Norsanti Santi
cerita x ok sh
Dwi Handayani
terharu bangett
Dwi Handayani
semangat nay
ak jdi sedih sendri
©®ultramen zero©®
cba dlu lah spa tau asik
Itha Bire
penasaran
@shiha putri inayyah 3107
ga ada lanjutannya...😭😭😭
Yuliany
knp y kk blm ada lg lanjutan y
Yuliany
lanjut donk authorr lg seru ne jgn lm" donk
Siti Saadah
ljutt authorr lma skli ke lanjjut tn ny
Siti Saadah
author lma skli kelanjutt tn nya
Siti Saadah
authorrr setia munguu ke lajutt tan nya
Siti Saadah
lnjutt kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!