Sepasang gadis kembar bermana Jasmine dan Aurora harus terpisah dramatis sejak kecil, perpindahan dimensi dan waktu melempar keduanya ke tempat yang berbeda.....
Aurora melarikan diri dan masuk ke dunia Manusia dan menjadi sasaran obsesi Cristian yang sebenarnya adalah pangeran ketiga yang terjebak....apakah Aurora bisa melepaskan diri, atau harus menyerah pada cinta dan obsesi...?
Sedangkan......
Jasmine menjadi seorang pencuri Namun,ketika usianya menginjak 16 tahun aksinya harus terhenti ketika tubuh dan jiwanya perpindah ke dimensi dan waktu yang berbeda dan terjebak dalam situasi yang asing dengan dunianya.
Akankah ia bertahan, bagaimana caranya ia untuk pulang.?
Sementara Jasmine menjadi rebutan para pangeran dan yang mulia Raja Miguel....
Siapa yangakan di pilih jasmine. antara Raja Miguel, pengeran Ares ataukah pangeran Alan..?
"Kau adalah milikku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dunia Baru Aurora
Aurora menatap kota besar di hadapannya dan mengerutjan kening..lalu menatap dirinya sendiri dalam balutan pakaian kerajaaan yang menyentuh lantai..sebagian besar orang-orang yang melihatnya takjup melihat tampilannya..mereja mengira jika ia tengah syuting film....
Rudolf menatap Aurora yang terlihat sama persis dengan Jasmin, mereka seperti kembar....walau ia tau ini bukanlah anaknya...melainkan seorang putri yang sedang bertukar tepat dengan putrinya...Rudolf akan menjaga gadis muda ini seperti ia menjaga Jasmine,..jauh di dalam hatinya ia masih berharap putrinya kembali.....wajah pria tua itu kembali mendung...teringat akan Jasmin membuat hatinya hancur...kalau saja dia tidak serakah dengan berjudi...kalau saja ia mau hidup normal dan tidak mencuri..Jasmin pasti masih ada bersamanya...
Aurora yang melihat pria tua yang sedang sedih itu merasa sedikit iba....sinar mata putihnya berkilat sesaat...memancarkan kekuatan di dalam dirinya....
"Pak tua..."
Rudolf mengangkat muka...
"Mengapa semua orang menatapku dengan cara aneh."?ucap Aurora terdiam...
Rudolf menyadari tampilan Aurora yang aneh....seperti sedang syuting drama ala kerajaan.
"Sebaiknya kau harus mengganti gaunmu nona muda.."ucap Rudolf menjelaskan..
"Mengganti gaun.."?
"Yah....."
"Yah....di tempat ini tidak ada yang memakai kostum sepertimu..mereka akan merasa aneh denganmu..."
"Lalu apa yang harus aku lakukan..."?
"Membeli gaun baru yang cocok untukmu dan usiamu."
"Baiklah...aku mengerti...."ucap Aurora sembil memperhatikan sekelilingnya berusaha melihat cara mereka berbicara, berjalan,bahkan mereka santai sekali....tidak ada prajurit berbaris yang lalu lalang di tengah kota...Aurora tersenyum..ini sangat menyenangkan baginya.....ia ingin menjadi seperti gadis-gadis disini....memakai pakaian pendek dan mengganti dengan gaunnya yang aneh ini.
"Nona muda..."panggil Rudolf pelan....
"Berhentilah memanggilku nona muda...namaku Aurora...panggil namaku saja...jangan bersedih karna walau tangisanmu berubah jadi darahpun Jasmin tidak akan mungkin kembali...dia pasti sudah jadi permaisuri sekarang..." ucap Aurora dengan santai...
"Permaisuri..."? ulang Rudolf seakan tidak percaya...
"Yah....putrimu adalah calon istri pilihan yang sebenarnya..karna itulah dia tersedot bersama cincin Ratu itu..."
Rudolf merasa kepalanya akan pecah mendengar cerita dongeng Aurora yang tak masuk di akalnya..pria itu memejamkan matanya...menghela nafasnya seraya menghapus airmata....
"Aurora.....ayo..kita harus pergi dari sini..."
"Kemana..."?
"Untuk mencuri kau pikir apa pekerjaanku...? aku hanyalah pencuri...."
"Pencuri..."? wajah Aurora sungguh syok mendengarnya di kerajaan jika seseorang kedapatan mencuri maka Raja akan menggantungnya....
"Tunggu....jangan mencuri pak tua..."
"Aku benci di bilang pak tua..bagaimana kalau kau memanggilku ayah saja seperti Jasmin memanggilku..."pinta Rudolf sopan...
"Baiklah ayahanda.."
"Jangan memakai kata ayahanda...kau membuatku gila, orang-orang pikir kita keluarga aneh..."
Aurora mengangguk menurut...
"Baiklah ayah...tapi aku tidak akan pernah membiarkan kau mencuri..."
"Lalu kita makan apa.....kau tau bahkan menghidupi diriku sendiri aku tak bisa..."
Aurora tersenyum....
"Mulai sekarang kau akan hidup enak ayah..." Aurora tersenyum senang.....
💝💝💝💝
Rudolf tak mampu berkata apapun ketika Aurora membeli sebuah rumah, mobil dan semua yang di sebutkan Rudolf....ia juga membeli banyak pakaian untuk mereka berdua dan makanan...
Rudolf sungguh terpukau..dari mana gadis ini mendapatkan uang, ia hanya menjetikan jarinya.....
"Bagaimana ayah...apa kau senang.."?
"Ini sangat bagus...aku tak perlu lagi mencuri Aurora..."
"Tentu saja..karna kau sekarang adalah ayahku maka aku akan berbakti padamu...."ucap Aurora menundukan kepala sebagai tanda penghormatan seperti di kerajaannya...
Rudolf menganggukan kepalanya...lalu mendekati Aurora...
"Bisakah aku bertanya Aurora.."?
"Silahkan saja ayah...
"Bagaimana dengan Jasmin...apakan kau pikir dia baik-baik saja...."?
Aurora terdiam sebentar....lalu menatap Rudolf....
"Sebenarnya di baik-baik saja kalau menuruti titah kerajaan....raja Miguel sangat kejam dan dingin...kau tau ayah....raja pernah menghukum pangeran yang melakukan pelanggaran kecil...aku saja tidak tahan bersamanya..."
Wajah Rudolf memucat...
"Bagaimana dengan Jasmineku..."?pria tua itu mulai menangis...
Aurora hanya menghela nafasnya dan menggeleng...
"Ayah..tenang saja, posisi Jasmin akan aman...dia calon pendamping Raja, dan tidak akan ada yang berani menyentuhnya....cincin itu akan melindunginya tenanglah dan jangan menangis..."
Rudolf menghentikan tangisnya dan mengangguk.......
"Aku akan menjadi tenang sekarang..."
Auora tersenyum......
"Lalu setelah ini....apa yang harus aku lakukan.."?tanya Aurora yang terlihat bosan...
Rudolf menatapnya.....
"Kau harus sekolah Aurora...."
"Sekolah."?ulang Aurora dengan kerutan di dahinya...."
💝💝💝💝💝💝
Istana Kabut Biru............
Miguel menatap tubuh Jasmin yang tertidur....jemarinya naik dan menyentuh dahi Jasmine dengan pelan...ia ingin tau ingatan terakhir Jasmin...mengapa dia sampai mengikuti suara aneh yang memanggilnya dan tak menyadari bahwa itu adalah jebakan dari kupu-kupu merah darah.....
"Ayah....ayah...aku merindukanmu ayah....."
Miguel mengerti sekarang, semua berasal dari kerinduannya hingga ia nekat mengikuti suara itu....
Miguel berpikir sejenak....ia akan melaksanakan penobatan raja beberapa saat lagi dan harus sudah memilih permaisuri pendamping....
Pria itu menatap ke arah Jasmine yang masih tak sadar...sesaat kemudian pria itu mengarahkan tangannya dan sinar berwarna biru keluar dari sana...dan mengarah pada tubuh Jasmine...dan sekejap saja wanita itu membuka mata walau ia tak bisa menggerakan tubuhnya...keduanya bertatapan.....
"Raja....."?desah Jasmine dengan nada lemah.....
"Bersiaplah untuk menjadi seorang permaisuriku Jasmine..."
Wajah Jasmine memucat.....
"Permaisuri...."? ulangnya dengan gemetar...
"Yah....dan itu adalah hukumanmu Jasmin....kau akan di persiapkan sekarang juga...."
Seiring perkataan Raja.....tubuh Jasmine terbebas dari belenggu dan ia bisa menggerakan tubuhnya kembali...
gadis itu segera melompat dari ranjang besar dan mewah itu dan menjatuhkan dirinya di hadapan Raja....
"Aku mohon ampuni aku yang mulia..tapi menjadi seorang permaisuri aku tidak akan bisa..."
"Itu adalah takdirmu Jasmin..." Miguel menurunkan pandangan dengan sorot mata tajam..
Jasmin merasa akan menjadi gila..takdir apa yang dimaksud Raja ini...bahkan Raja akan berpikir 1000 kali jika tau kalau sebelumnya Jasmine adalah seorang pencuri, bagaimana bisa seorang pencuri menjadi Permaisuri....?apakah dunia sudah terbalik...?
"Maafkan aku Raja..tapi...."
"Kau bisa memilih di penggal karna melawan perintah Raja atau merelakan dirimu sebagai seorang Permaisuri..."?
"Dipenggal."?ulang Jasmin dengan wajah yang pucat......
Miguel mengibaskan tangannya dan muncul sebuah gambaran tempat eksekusi.....betapa tajamnya pisau tajam yang akan memut*skan lehernya dalam hitungan detik...pemandangan itu sungguh membuat Jasmine merasa ngeri.....
Miguel sangat menikmati wajah pucat Jasmine yang menggemaskan..tanpa sadar ia tersenyum.....
"Bagaimana Jasmine, kau memilih yang mana....dan perlu kau tau..aku sendiri yang akan memimpin eksekusimu..." sinar mata Miguel berubah menjadi biru terang hingga menyilaukan mata Jasmine....
"Baiklah...Raja....aku mau....." jerit Jasmine putus asa...
Tubuh Jasmine terangkat mendekat ke arah Miguel...pria itu memegang tubuh Jasmine yang goyah....
"Apa kau mau di eksekusi..."?tatap Miguel tajam...
"Aaku....mau jadi permaisurimu saja....Jasmine memeluk lehernya dengan kedua tangannya.....aku masih terlalu muda untuk mengalami penyiksaan itu Raja..."
"Bagus....." Miguel tersenyum.....
dan ini baru ketemu..
ndaq peduli kepada siapa dia akan berlabuh😔
jadi inget kisah aku deh thor,yg alurnya mirip kayak si ares ma si jasmine
terus jodoh si alan ma si ares siapa dong thor?
semangat berkarya othor sayang 😘