NovelToon NovelToon
Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Status: tamat
Genre:Romantis / Mengubah Takdir / Masalah Pertumbuhan / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.4
Nama Author: anas seanor

Sean Arman seorang pemuda sederhana yang hidupnya di rubah oleh takdir hingga menjadikanya orang hebat yang mampu berdiri di atas kejayaannya

Dia yang memulai kehidupannya dari bawah menjadikanya sosok pria yang rendah hati, dan hidupnya sektika berubah saat Ibundanya (Kartina) yang seorang ratu bisnis menemukan dirinya yang sudah hilang selama puluhan tahun

Namun saat kehidupanya itu mulai berubah, ketenanganya pun di uji oleh masalah masalah yang mulai berdatangan menghampiri nya,

Bisakah Sean Arman menaklukan semua maslah masalah yang datang padanya? simak saja cerita selengkapnya


Cerita ini hanya fiktip belaka dan hanya karangan Author, jika ada kesamaan tokoh atau alur cerita dengan novel lain itu murni faktor ketidak sengajaan (karya pertama, jadi mohon di maklum jika banyak kekurangannya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anas seanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sadar

Lena bergegas keluar dengan meneteskan air di sudut mata nya, mungkin karena dia sangat peduli dengan Sean, dia tidak mempedulikan rasa laparnya, yang pasti dia hanya memikirkan keadaan Sean sekarang, dia bergegas ke tempat parkir karyawan di supermarket untuk mengambil motornya,

Lena pun mengendarai motornnya dan langsung pergi ke rumah sakit yang di sebutkan Randi, setelah sampai dia bergegas masuk menyusuri lantai Rumah Sakit dengan langkah yang terburu buru

Sesekali dia menanyakan ruangan yang di tujunya ke Suster yang dia temui, dan ahirnya diapun sampai di depan pria yang mengenakaan jas hitam itu, pria itu sedang duduk di kursi panjang yang ada di luar pintu kamar rawat

"Apa anda yang menyebabkan temanku kecelakaan?" tanya Lena

"Tidak, aku hanya mebawanya kemari" ucap Pria ini dingin

"Oh, kalau begitu aku masuk" ucap Lena, sebenarnya dia masih ingin bertanya, tapi Lena sadar pria ini sangat dingin dan tatapanya membuat Lena merinding

Lena pun masuk keruangan rawat Sean, di bangsal itu hanya ada 3 tempat tidur, dan Sean berada di tempat tidur paling ujung, sedangakan ranjang rawat yang 2 kebetulan kosong, ruanganya bersih dan cukup luas, 'Ruangan ini sepertinya kelas menengah ke atas, sepertinya yang membawa kak Sean kesini orang kaya' gumam Lena dalam hati

Dia pun bergegas untuk melihat kondisi Sean yang sekaraang terbaring dan kepalanya di perban, Lena merasa sangat sakit di dadanya melihat Sean yang seperti ini, dia menghampiri Sean dengan meneteskan air matanya lagi,

"Kak Sean, bangunlah ini Lena, kak Sean.... mengapa kakak jadi seperti ini," ucap Lena, dia memegang tangan Sean, dan perlahan duduk di kursi dan menagisinya

Beberapa saat setelah Lena menemani Sean, pria yang di luar tadi masuk dengan beberapa orang yang berpakaian Dokter langsung mehampiri tempat Sean

"Maaf nona, bisakah anda mundur sebentar, kami akan mengambil sampel darah pasien" ucap salah satu Dokter yang berdiri paling depan

"Oh iya silahkan dok" Lena berdiri, dia mundur dan melepas tangan Sean "Dok, kalo boleh tau, bagai mana kondisi teman saya ini?"

"Pasien ini mengalami benturan yang cukup keras , tapi anda tidak perlu hawatir, dari hasil pemeriksaan kami, organ bagian dalam kepalannya tidak ada yang terganggu, hanya luka luar saja, tinggal menunggu dia sadar dia akan baik-baik saja," ucap Dokter itu menjelaskan, setelah mengambil darah Sean dia memberikan sampel itu ke asisten yang di belakangnya

"Oh, sukur lah kalo begitu, terima kasih dok," ucap Lena,

"Iya sama sama, kalo tidak ada apa lagi saya pergi dulu" ucap Dokter itu, dia pun langsun bergegas keluar lagi dan di ikuti oleh 2 orang asistennya, dan si pria berpakaian hitam itu juga keluar tampa mengatakan apapun

Lena mendekat lagi dan duduk , menatapi wajah Sean yang masih terlihat berkarisma bahkan saat dia menutup matanya, setelah beberapa lama Lena menemani Sean, hari juga sudah beranjak sore, jam dinding juga sudah menunjukan pukul 5,

Lumayan lama Lena tidak beranjak dari kursi itu,

"Lapar juga , kak Sean Lena cari makan dulu ya, tidak akan lama kok" ucap Lena pada Sean yang masih belum sadar, setelah mengetahui kondisi Sean akan baik-baik saja, Lena sudah lumayan merasa lega, tidak seperti waktu mendengar kabar dari Randi sebelumnya, dia sangat panik dan khawatir

Lena pun beranjak keluar dan melewati pria berpakaian hitam itu tampa menyapanya, setelah sampai di luar rumah sakit Lena kebetulan bertemu dengan Randi "Kak Randi, kebetulan kesini, temenin dulu kak Sean ya, Lena belum makan, nanti Lena balik lagi," ucap Lena

"Iya aku temenin, kamu mending pulang saja dulu, ini sudah sore, takutnya nanti orang tua mu hawatir, besok kamu baru kesini lagi" kata Randi

"Tapi aku, aku ingin.... Ya sudahlah, bener juga kata kak Randi, Lena juga gak bawa baju ganti, paling besok Lena kemari Lagi, kalau gitu titip kak Sean ya" ucap Lena yang Rencananya dia ingin menemani Sean dan bermalam di Rumah sakit

"Iya tenang saja, aku jagain untuk kamu" ucap Randi

"Iya makasih, Lena pulang ya" Lena pun bergegas ke motornya dan pulang

Randi segera masuk ke dalam rumah sakit, dia bergegas ke bangsal dan dia melihat kalau pria berpakaian hitam itu masih ada di sini 'pria ini kenapa masih di sini' umpat Randi

"Pak, apa anda tidak pulang?, di sini biar saya yang jaga" ucap Randi kepada praia itu

"Tidak" pria itu hanya mnjawab satu kata

"Oh, iya terserah bapak saja , aku masuk dulu" ucap Randi, dia semakin merasa aneh pada pria ini 'apa hubungannya pria ini dengan Sean?'

Dari pengamatan Randi, pria ini kira kira berumur 35 tahun berbadan kekar dan tegap, tinggi sekitar 180an hampir sama dengan Sean, berambut cepak seperti potongan rambut tentara, wajahnya dingin tidak banyak ekpresi, tatapan matanya sangat tajam

Randi pun masuk, dia duduk memandangi sean yang terbaring, hari pun mulai gelap, hanya ada 1 kali pengontrolan perawat pada malam hari, setelah malam Randi tidur di ranjang pasien di sebrang ranjang Sean, karna memang di situ kosong

...

Keesokan harinya Randi bangun sekitar jam 5 subuh, dia melihat Sean masih tidak ada pergerakan, malam juga tidak ada apa apa, Randi berniat untuk pulang dulu dan mungkin nanti sore kembali lagi, karena dia harus ngurus Rumah Makan, kebetulan hari ini akan ada pekerja yang dari cabang lain, untuk menggatikan Sean sementara

Saat Randi keluar kamar, si pria ini masih ada dan dia tertidur dengan posisi duduk dan bersandar keu kursi, Randi melangkahkan kakinya, dan pria itu pun membuka mata, "Pak, saya harus pulang dulu, nanti sore saya baru kemari lagi" ucap Randi yang melihat pria itu mebuka mata

"Iya" hanya 1 kata lagi yang terdengar dari pria ini

Setelah beberapa waktu Randi pergi Sean mulai ada pergerakan, dia mengerakan jari-jari tanganya beberapa kali, kemudian dia pun membuka matanya, "Air, air, aku ingin air" Sean masih setengah sadar dan merasa tenggorokanya kering

Tak lama pria berjas hitam itu punvmasuk, meski suara Sean lemah, tapi dia bisa mendengarnya, dia pun mengambil air dan memberikanya pada Sean, dia memakai sedotan yang tersedia disana untuk pasien minum, dia tidak banyak berbicara

Setelah itu Sean hampir sepenuhnya sadar, dia melihat sekeliling ruangan "Di mana ini?, apa aku di rumah sakit,? apa yang terjadi padaku?" sean memegang kepalanya dan mencoba mengingat

"Anda kecelakaan" ucap pria itu singkat

"Iya, aku ingat" Sean mencoba untuk duduk

"Apa anda yang membawa saya kemari?" tanya Sean

"Iya" ucap pria ini lagi

"Terima kasih" ucap Sean, tidak banyak berpikir dan tida bertanya lagi, perlahan dia mngumpulkan ingatanya, dan dia segera teringat ayah nya "Ponsel ku!, apa kau melihat ponselku?" Sean bertanya denga panik karna mngingat ayahnya

Pria itu membuka lemari besi kecil di samping ranjang Sean, dia mngeluarkan kantong kecil millik Sean itu dari laci

"Ini" ucap pria itu

"Terima kasih" Sean mengambilnya dan mengeluarka ponselnya. Dia membuka layar dan ada beberapa panggilan masuk dan beberapa pesan, Sean membuka pesan dari bi Itah terlebih dahulu

Pesan: [Bi Itah "Sean, ayah mu sudah di Rumah Sakit, sudah masuk ruang perawatan" ] di kirim siang kemarin, Sean tertegun 'berati sudah 1 hari aku tidak sadarkan diri'

Pesan selanjutnya [Bi Itah "Sean, ayahmu sudah lumayan membaik " ] di kirim malam tadi, Sean merasa hatinya lumayan tenang karna mendapat kabar baik

Pesan selanjutnya [Rania "Sean, aku kembali ke kota 'J' pagi ini, sampai jumpa lagi" ] Sean pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya

Beberapa Pesan selanjutnya dari Rania, Sean membukanya satu persatu, tapi isi pesanya semuanya sama ["Sean????"] mungkin karna Sean tidak membalas jadi dia mengirimnya lagi dan lagi, Sean pun tersenyum

Kemudian Sean mengecek pangilan yang tidak terjawab, bi itah memanggil 2 kali,, Rania memanggil lebih dari 5 kali, "Gadis ini" gumam Sean tersenyum

...~°~...

1
falea sezi
kasian rania
falea sezi
cwok plin plan kasih jodoh lain la buat rania cwok skg kaya jd sombong sok sok an milih dia cwek
then_must_nanang
ayo lanjuttt..... ceritanya..... gak masalah istri 2, yg penting disupport istri pertama.
then_must_nanang
lho kan sudah punya cincin kebal, kok tumbang juga
then_must_nanang
Luar biasa
then_must_nanang
suka dg ceritanya... menghibur, semoga kedepannya gak ada cerita sedih atau intrik - intrik...
herna 701
menarik,.....
Arsen
gk bahaya ta....gk bljr management perusahaan dlu. tau² langsung pimpin perusahaan..
Temu Riyadi
bagus
Daffa Bhayangkara
mau bgt punya istri kaya lena, knp lena ga buat aku aja sih:) beruntung bgt sean bisa dapet istri kaya lena
Ajis Mawansyah
pak Arman terlalu egois dan rakus ingin memiliki kedua nya sekali gus baru menikah mala ingin nikah lagi len pun sama juga tdk memikirkan perasaan sesama jenis nya
Ajis Mawansyah
terlalu rakus ingin memiliki kedua nya
Ardina L
ini novel kedua yg aq baca, pemerannya ada yg termakan omongan sendiri, ditmpat lain ada yg berlari disekitaran tempat parkir sambil buka baju, dan ini meamgkak dipelatarn parkir hehe, lanjut kak ceritanya bagus
Masri Sisri
sean,, 🤩
Herman Herman
mantap
Veronica Maria
noh bpknya rania ngeliat dr harta jg. kalau tau sean anak org kaya trs mepet2. hadehh
Veronica Maria
jiah rania2. blom apa2 dah ngelarang2 sean ktmu lena. gmn kalo lo tau dia anak yg punya perush ? dasar cewe aneh
Veronica Maria
kalau cmn mau di saat sdh senang ya keliru besar ei
Veronica Maria
tinggalin aja rania
Lisa Lisa
à
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!